Home Blog Page 387

Banyuwangi Resmi Luncurkan “Sunwangi” Beras Biofortifikasi Bernutrisi Tinggi dengan Ekosistem Skala Industri Pertama di Indonesia

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Setelah sekitar setahun melalui proses penelitian budidaya, Kabupaten Banyuwangi meluncurkan ekosistem beras biofortifikasi “Sunwangi” berskala industri pertama di Indonesia.

Sunwangi atau Sun Rice of Java Banyuwangi merupakan beras biofortifikasi bernutrisi tinggi hasil budidaya benih padi yang telah ditingkatkan kandungan gizinya. Mengandung aneka vitamin dan mineral, seperti Vitamin A, B1, B3, B12, B9 (asam folat), zat besi, dan zinc.

Peluncuran ini ditandani dengan Panen Raya padi biofortifikasi, di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Rabu (25/6/2025).

“Banyuwangi wajib patut bersyukur menjadi lokasi pilot project terkait pengembangan beras biofortifikasi. Apalagi dalam ekosistemnya kami didukung banyak pihak, sehingga tidak hanya bermanfaat di sektor pertanian tapi juga berdampak pada sektor kesehatan, ekonomi, dan penurunan kemiskinan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai peluncuran.

Dalam peluncuran tersebut hadir berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem industri beras biofortifikasi. Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Rachmad; Direktur Sistem Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional, Dr. Nurjaeni; Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Gunawan; Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adi; Sekretaris Institut Pertanian Bogor (IPB) University Prof. Dr. Agus Purwito, CEO Pandawa Agri Indonesia (PAI) Kukuh Roxa, Tim Pengendali Inflasi Pangan, Head of Public Affairs and Sustainability Danone Ratih Anggraini, dan lainnya.

Ipuk mengatakan selain peningkatan gizi masyarakat secara luas, dengan program ini juga dapat mendukung stabilitas harga. Banyuwangi menargetkan luasan budidaya Sunwangi bisa terus berkembang dan ditargetkan mencakup hingga 500 hektar lahan budidaya pada tahun depan.

“Semoga program ini terus substain, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Banyuwangi. Apalagi secara nutriso kandungan nutrisinya tinggi,” tambah Ipuk.

Beras Sunwangi merupakan budidaya varietas padi yang diperkaya dengan zat besi (Fe) dan zinc (Zn)—dua mikronutrien penting untuk tumbuh kembang anak, kesehatan ibu, dan mencukupi kebutuhan gizi masyarakat.

Pada tahap awal, ekosistem ini diuji di lahan seluas 5 hektar menggunakan varietas Nutrizinc, yang memiliki kandungan zat besi dan zinc 25–50 persen lebih tinggi dibandingkan padi biasa.

Usai Nutrizinc menunjukkan hasil gizi yang tinggi, di tahap selanjutnya dikembangkan varietas benih yang telah disempurnakan seperti IPB 9G dan IPB 15S, sekaligus menjajaki varietas padi biofortifikasi lainnya dengan kandungan gizi tinggi.

Varietas-varietas ini menggabungkan kandungan mikronutrien yang tinggi dengan hasil panen yang lebih baik, sehingga produksi padi lebih banyak yang umumnya produksi padi antara 6-7 ton per hektare, dengan varietas ini mencapai 11 ton per hektare.

“Ini merupakan beras yang tak hanya lebih bergizi, tetapi juga memberdayakan petani lewat produktivitas yang lebih tinggi,” ujar Guru Besar IPB, Prof. Dr. Hajrial Aswidinnoor, yang juga penemu varietas-varietas biofortifikasi.

Ekosistem Sunwangi merupakan kolaborasi multipihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, perbankan, swasta, dan petani.

Pemkab sebagai orkestrator, Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pengembang benih biofortifikasi dan mitra riset; Pandawa Agri Indonesia (PAI) penyedia inovasi dan teknologi pertanian regeneratif, Danone Indonesia sebagai mitra keberlanjutan dan pemenuhan gizi, Bulog sebagai off-taker nasional, Bank Indonesia sebagai pendukung pembiayaan inklusif, serta ratusan petani sebagai pelaku utama.

Selama proses budidaya, para petani didampingi oleh tim teknis PAI melalui pendekatan PPAI Teknologi yang mencakup intervensi di 10 tahapan budidaya padi. Pendekatan ini membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan input, dan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Selain itu, budidaya Sunwangi mengusung prinsip Low Carbon Agriculture, sehingga rendah emisi, ramah lingkungan, dan menghasilkan produk akhir yang memiliki dampak positif terhadap pencegahan stunting pada bayi. (*/Biro)

Miliki Gizi Tinggi, Badan Gizi Nasional akan Jadikan Beras Biofortifikasi “Sunwangi” Banyuwangi Menu MBG

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Badan Gizi Nasional (BGN) akan menjadikan beras biofortifikasi yang lebih kaya kandungan gizi, sebagai menu pengganti beras regular dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beras jenis ini telah dikembangkan secara industrial di Kabupaten Banyuwangi.

Direktur Sistem Pemenuhan Gizi BGN, Nurjaeni, mengatakan program MBG membutuhkan bahan baku yang memiliki kandungan gizi yang tinggi.

“Tentu solusinya adalah produk-produk seperti beras biofortifikasi ini, yang mengandung zat gizi di atas produk-produk regular,” kata Nurjaeni, saat panen raya beras biofortifikasi di Banyuwangi, Rabu (25/6/2025).

Setelah sekitar setahun melalui proses penelitian budidaya, Kabupaten Banyuwangi meluncurkan ekosistem beras biofortifikasi “Sunwangi” berskala industri pertama di Indonesia.

Sunwangi atau Sun Rice of Java Banyuwangi merupakan beras biofortifikasi bernutrisi tinggi hasil budidaya benih padi yang telah ditingkatkan kandungan gizinya. Mengandung aneka vitamin dan mineral, seperti Vitamin A, B1, B3, B12, B9 (asam folat), zat besi, dan zinc.

Peluncuran ini ditandani dengan Panen Raya padi biofortifikasi, di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Rabu (25/6/2025).

Ditanbahkan Nurjaeni, penggunaan beras biofortifikasi untuk program MBG bakal dilakukan secara bertahap, sambil menunggu hasil produksinya mencukupi untuk kebutuhan MBG.

Menurutnya, jumlah dapur MBG secara nasional sebanyak 32 ribu dapur. Sebanyak 120 di antaranya, kata dia, ada di Banyuwangi. Untuk menyuplai dapur-dapur itu dibutuhkan jumlah yang banyak.

Di Banyuwangi, produksi beras biofortifikasi telah dimulai sejak 2024. Kini proses industrialisasi telah dimulai dimulai pada tahun ini, dan ditargetkan bisa mencapai 500 hektare tahun depan.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adi Nugroho, menjelaskan pihaknya menyerap beras biofortifikasi sebanyak 5 ton pada 2024. Beras tersebut kemudian dikemas dan diedarkan dengan merek “Sunwangi”.

Dengan adanya industrialisasi di Banyuwangi, serapan diperkirakan bakal meningkat tajam. Karena tergolong produk beras nonregular, Bulog menyerapnya dengan harga di atas batas bawah harga gabah yang ditetapkan pemerintah.

“Pengalaman kemarin, harga dari petani kami tebus di angka Rp 6.700 per kilogram untuk gabah kering panen,” kata dia.

Setelah diproses dan dikemas, Bulog memasarkan produk tersebut dengan harga Rp 14 ribu per kg.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bersyukur beras Sunwangi akan menjadi menu di MBG. “Selain mendukung program nasional, dengan ekosistem ini juga bisa meningkatkan perekonomian banyuwangi,” kata Ipuk. (*/Biro)

Penyerahan SK sekaligus Pengukuhan Pegawai Pemerintahan PakPak Barat Sebanyak 156 Orang

Gempurnews,com/Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor melantik dan menyerahkan SK Pengangkatan bagi 156 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Formasi Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Franc menjelaskan bahwa pengangkatan PPPK tahun 2024 merupakan kebijakan Pemerintah Pusat dalam rangka menuntaskan status kepegawaian tenaga honorer.

Ditahun 2024, pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi tenagaNon ASN, terutama eks-tenaga honorer,] yang terdata dalam database BKN untuk mengikuti seleksi PPPK pada tahap I dan II. Tujuan utama kebijakan ini adalah sebagai langkah afirmatif terakhir dalam penuntasan tenaga honorer secara menyeluruh hingga akhir tahun 2024. Selain itu, kebijakan ini juga memberikan kepastian status tenaga honorer dan kesetaraan diantara sesama pegawai, jeas Franc dalam sambutannya.

Hari ini saudara resmi menerima SK dan menandatangani perjanjian kerja, saya tegaskan agar saudara jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, jadikan momentum ini untuk menunjukkan dedikasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, baik sebagai tenaga guru, tenaga administrasi maupun tenaga kesehatan. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja saudara. Saudara yang memiliki kinerja kurang baik akan dievaluasi sesuai dengan ketentuan perjanjian kerja, namun sebaliknya pppk dengan predikat kinerja sangat baik akan dipertahankan sesuai dengan kebutuhan instansi. Saya berharap, sesuai dengan semangat reformasi asn, tunjukkan bahwa saudara mampu bekerja berdasarkan keahlian dan keterampilan. Gali terus ilmu pengetahuan untuk menjadikan saudara sebagai ASN yang profesional dan berintegritas, pesan dia lebih jauh.

Total 156 pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja menerima SK dan menandatangani perjanjian kerja hari ini. Mereka tersebar diberbagai instansi dan layanan teknis Kabupaten Pakpak Bharat diantaranya guru, tenaga medis dan tenaga teknis lainnya.(Tumangger)

Pembekalan Dibuka Bagi Tenaga PPPK dan CPNS Disdamkarmat TA 2024

BARITO UTARA- Pemerintah Kabupaten Barito Utara,  resmi membuka kegiatan pembekalan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanian Kerja (PPPK) dan Calon Pegaqai Negeri Sipil (CPNS) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Tahun Anggaran (TA) 2024, yang dilaksanakan pada Rabu pagi, bertempat di halaman kantor Disdamkarmat Barito Utara, Rabu (25/6/2025).

Acara pembukaan pembekalan PPPK dan CPNS ini ditandai, dengan penyampaian sambutan dari Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, SE., MPA yang diwakili oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Gazali Montllatua, S.Sos. M. AP.

Pj. Bupati Barito Utata, Indra Gunawan, SE. MPA menegaskan pentingnya peran Disdamkarmat sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana kebakaran dan penyelamatan warga dari berbagai situasi darurat.

“Pembekalan ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk membentuk personel pemadam kebakaran dan penyelamatan yang siap secara fisik, mental, dan teknis. Respons cepat dan tepat dalam kondisi darurat adalah kunci keselamatan masyarakat, dan hal ini menuntut kemampuan teknis, kedisiplinan serta ketangguhan dari seluruh aparatur,” ujar Gazali saat membacakan sambutan Pj. Bupati.

Pj. Bupati juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, menjadi keniscayaan dalam upaya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya dalam hal waktu tanggap darurat maksimal 15 menit sejak laporan kejadian diterima.

“Selanjutnya kegiatan pembekalan ini diikuti oleh tenaga baru, dari formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil,  (CPNS) yang akan bertugas di lingkungan Disdamkarmat Kabupaten Barito Utara.

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pengetahuan dasar, etika pelayanan, serta keterampilan teknis dalam menjalankan tugas- tugas penyelamatan dan pemadaman kebakaran. “Kami berharap saudara-saudara sekalian dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh- sungguh, dan mampu menerapkan ilmu serta keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” tambahnya.

Sebelum mengakhiri sambutan Pj. Bupati Barito Utara. Asisten II  Sekda, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atas terselenggaranya kegiatan ini, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berkomitmen mengikuti pembekalan dengan antusias.

Kegiatan pembekalan kemudian sebelum ditutup secara simbolis dengan pernyataan resmi dibuka oleh Asisten II Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan atas nama Pj. Bupati Barito Utara ;

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pembekalan Tenaga PPPK dan CPNS Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Barito Utara tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” terangnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi para aparatur pemadam kebakaran dan penyelamatan agar semakin profesional, responsif, dan humanis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” Asisten II Sekda  mengakhiri sambutan Pj. Bupati Barito Utara.   (SS)

HEBOH !!!! DESA JOHOWINONG KECAMATAN MOJOAGUNG JOMBANG ADA MAYAT 40 HARI TAK TERCIUM

JOMBANG – gempurnews.com. Tak ada yang menyangka, rumah kontrakan sederhana di Dusun Karangtengah, Desa Johowinong, Mojoagung, Jombang, menyimpan aroma kematian. Pada Rabu, 25 Juni 2025, warga digegerkan penemuan jasad pria bernama Lukman (45), yang sudah membusuk tertutup dua lapis kasur di kamar depan rumah itu.

Pelaku pembunuhan bukan orang asing. Ia adalah F, istri korban sendiri, yang datang menyerahkan diri ke Polsek Mojoagung beberapa jam sebelum jenazah ditemukan. Kepolisian langsung bergerak. Kepala Desa Johowinong, Rojiun Widodo, ikut turun tangan setelah mendapat kabar dari aparat.

“Saya ditelepon pihak Polsek, katanya ada kasus pembunuhan. Saya kira bercanda. Tapi ternyata benar, pelakunya istri korban sendiri,” ujar Kepala Desa Johowinong, Rojiun Widodo kepada wartawan di lokasi.

Saat pintu rumah kontrakan dibuka, bau busuk langsung menyergap. Jenazah Lukman ditemukan tergeletak dengan kondisi mengenaskan, diduga sudah lebih dari 40 hari. Bau menyengat dan lalat memenuhi ruangan. Warga mendadak berdatangan, banyak yang syok.

“Kondisinya sangat rusak, diperkirakan sudah lebih dari 40 hari meninggal,” ujar Rojiun menegaskan.

Kasus ini membuka tabir pertanyaan klasik. Apa yang terjadi di balik dinding rumah tangga yang tampak biasa? Mengapa F sampai tega membunuh suaminya sendiri dan menyembunyikan jenazah selama lebih dari sebulan?

Polisi belum mengungkap motif resmi. Namun, sumber di lapangan menyebut ada kemungkinan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai latar belakang konflik. Warga menyebut pasangan ini dikenal tertutup, tidak banyak bersosialisasi.

Menurut Rojiun, keduanya memang jarang terlihat beraktivitas di luar rumah. 

“Yang kita tahu, mereka tinggal di sana. Tapi memang jarang berinteraksi,” katanya.

F kini ditahan oleh pihak Polsek Mojoagung dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya perencanaan pembunuhan, termasuk alasan mengapa tubuh korban tidak dilaporkan sejak awal. Evakuasi jenazah dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB ke RSUD Jombang untuk autopsi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian soal motif dan kronologi rinci pembunuhan. (AFR)

Kapolda Jatim Minta Perguruan Silat Patuhi Maklumat Aman Suro 2025 saat Suroan dan Suran Agung

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs.Nanang Avianto,M.Si menghimbau kepada seluruh perguruan silat yang akan memperingati Suroan dan Suran Agung agar tetap mematuhi maklumat Aman Suro 2025.

Hal itu disampaikan oleh Irjen Pol Nanang Avianto saat mengukuhkan satuan tugas pengamanan (Satgas PAM) Sentot Prawirodirdjo di Madiun beberapa waktu lalu.

Adapun maklumat itu antara lain peserta yang mengikuti kegiatan Suroan dan Suran Agung :

1.Tidak menggunakan atribut perguruan ( bendera,baju,slogan dan lain – lain) saat keberangkatan dan kepulangan.

2.Wajib mematuhi jam keberangkatan saat pengesahan
3.Keberangkatan dan kepulangan ronbongan harus ada pengawalan dari petugas Polri.

4.Setiap petugas pengamanan masing – masing perguruan,wajib berkoordinasi dengan petugas Polri dan menyampaikan identitas warga yang akan mengikuti kegiatan pengesahan dan Suran Agung.

5.Selama kegiatan Suroan, untuk 3 makam (Pilangbango, Sarean dan Nila) wajib ditutup dan dikunci.

6.Seluruh peserta Suroan dan Suran Agung, wajib menggunakan R4 / lebih yang tertutup. (Dilarang menggunakan R2, dan jika memaksa akan dikembalikan ke daerah asal).

7.Setiap kendaraan R4/lebih tidak boleh menggunakan speaker atau Sound System (pengeras suara).
8.Wajib mematuhi lokasi parkir yang sudah ditentukan.

9.Apa bila tidak melaksanakan maklumat ini maka Ketua Umum,Ketua Cabang dan seluruh Ketua Ranting,Komisariat, Korlap,Pamter dan Satgas bertanggung jawab penuh secara hukum pidana.

10.Maklumat Operasi Aman Suro 2025 bersifat mengikat dan wajib ditaati untuk dilakasanakan.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan pengamanan akan dilakukan oleh Polda Jawa Timur dan Polres/ ta/ tabes jajarannya dengan berbagai cara.

“Salah satunya penyekatan di pintu masuk kota, termasuk jalan-jalan alternatif yang menuju Kota Madiun,” kata Kombes Pol Abast.

Dikomfirmasi terpisah, Kepala Biro Operasi (Karo OPS) Polda Jatim, Kombes Pol Jimmy Agustinus Anes mengatakan, dalam mempersiapkan pengamanan Suroan dan Suran Agung ini Polda Jatim juga telah menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Aman Suro 2025.

Selain itu kata Kombes Pol Jimmy seluruh personel jajaran Polda Jatim juga telah melaksanakan kegiatan cipta kondisi dan kegiatan rutin yang ditingkatkan sebelum Suroan dan Suran Agung.

“Pengamanan dan penyekatan mulai H-2 dan akan diperketat lagi pada H-1 dan hari-H, termasuk memantau pergerakan titik-titik rawan,” kata Kombes Jimmy.

Tidak hanya itu, komitmen tamu wajib lapor juga akan kembali dijalankan.

Untuk itu, pihaknya mengajak jajaran RT dan RW untuk berpartisipasi mengamankan wilayahnya masing-masing.

Adapun caranya dengan mendata orang masuk di wilayahnya serta memastikan urusan kedatangan tamu.

Kombes Jimmy menegaskan, aman adalah kebutuhan mendasar manusia, dan itu tanggung jawab yang melekat di setiap individu.

“Mari kita jaga tanggung jawab ini bersama sehingga keamanan dan kenyamanan Kota Madiun terwujud,” pungkasnya. (*)

Tim Beladiri Polres Pasuruan Ikuti Kejuaraan Beladiri Polri se-Jawa Timur di Polda Jatim

Surabaya – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79, Tim Beladiri Polres Pasuruan turut ambil bagian dalam Kejuaraan Beladiri Polri se-Jawa Timur yang digelar di Lapangan Tenis Polda Jatim, Rabu, 25 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh Polres jajaran Polda Jatim dan akan berlangsung selama dua hari penuh.

Kejuaraan ini resmi dibuka oleh Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jatim dan merupakan agenda tahunan yang tidak hanya bertujuan memperingati HUT Bhayangkara, tetapi juga sebagai upaya berkelanjutan meningkatkan kemampuan personel Polri dalam bidang beladiri. Hal ini sejalan dengan tuntutan profesi kepolisian yang menuntut personel tidak hanya unggul dalam pelayanan publik, tetapi juga andal dalam pertahanan diri dan penegakan hukum.

Tim Polres Pasuruan yang dilatih oleh Iptu Anton dan Iptu J. Suseno menurunkan enam atlet terbaiknya. Untuk kategori putra diisi oleh Bripda Hermas, Bripda Afif, Bripda Edo, dan Bripda Angga. Sementara pada kategori putri diwakili oleh Bripda Adel dan Bripda Jea.

Sebelum keberangkatan, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., memberikan dukungan dan pesan semangat. “Bertandinglah dengan penuh sportivitas dan bawa nama baik Polres Pasuruan,” pesannya.

Sementara itu, pelatih Iptu Anton menyampaikan bahwa meskipun persiapan dilakukan dalam waktu singkat, semangat para atlet sangat tinggi. “Kami optimis dengan semangat dan disiplin yang dimiliki para peserta, kita bisa memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Dengan semangat juang dan dedikasi tinggi, Tim Beladiri Polres Pasuruan siap memberikan yang terbaik dan membawa pulang prestasi di ajang bergengsi ini.(Qomar)

Tim Beladiri Polres Pasuruan Ikuti Kejuaraan Beladiri Polri se-Jawa Timur di Polda Jatim

Surabaya – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79, Tim Beladiri Polres Pasuruan turut ambil bagian dalam Kejuaraan Beladiri Polri se-Jawa Timur yang digelar di Lapangan Tenis Polda Jatim, Rabu, 25 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh Polres jajaran Polda Jatim dan akan berlangsung selama dua hari penuh.

Kejuaraan ini resmi dibuka oleh Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jatim dan merupakan agenda tahunan yang tidak hanya bertujuan memperingati HUT Bhayangkara, tetapi juga sebagai upaya berkelanjutan meningkatkan kemampuan personel Polri dalam bidang beladiri. Hal ini sejalan dengan tuntutan profesi kepolisian yang menuntut personel tidak hanya unggul dalam pelayanan publik, tetapi juga andal dalam pertahanan diri dan penegakan hukum.

Tim Polres Pasuruan yang dilatih oleh Iptu Anton dan Iptu J. Suseno menurunkan enam atlet terbaiknya. Untuk kategori putra diisi oleh Bripda Hermas, Bripda Afif, Bripda Edo, dan Bripda Angga. Sementara pada kategori putri diwakili oleh Bripda Adel dan Bripda Jea.

Sebelum keberangkatan, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., memberikan dukungan dan pesan semangat. “Bertandinglah dengan penuh sportivitas dan bawa nama baik Polres Pasuruan,” pesannya.

Sementara itu, pelatih Iptu Anton menyampaikan bahwa meskipun persiapan dilakukan dalam waktu singkat, semangat para atlet sangat tinggi. “Kami optimis dengan semangat dan disiplin yang dimiliki para peserta, kita bisa memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Dengan semangat juang dan dedikasi tinggi, Tim Beladiri Polres Pasuruan siap memberikan yang terbaik dan membawa pulang prestasi di ajang bergengsi ini.(Qomar)

Polres Magetan Berhasil Tangkap Komplotan Pembobol ATM Lintas Provinsi

MAGETAN – Polres Magetan berhasil mengungkap kasus pembobolan mesin ATM yang terjadi di salah satu minimarket di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, pada Senin, 2 Juni 2025.

Aksi kejahatan ini menyebabkan kerugian beberapa warga hingga Rp649.100.000.

Setelah menerima laporan dari pihak minimarket, personel Polres Magetan langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., secara tegas menginstruksikan jajaran Satreskrim untuk mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap para pelaku.

Hasilnya, tim Resmob Polres Magetan Polda Jatim berhasil membekuk Tiga orang tersangka berinisial DI (44), YPW (37), dan BA (24) di wilayah jalur lintas Sumatra, setelah berkoordinasi dengan Polresta Jambi.

Ketiganya langsung diamankan dan telah ditahan di Rutan Polres Magetan sejak 18 Juni 2025.

Dalam aksinya, para pelaku masuk ke dalam minimarket dengan cara memanjat tembok, menjebol plafon, lalu merusak mesin ATM menggunakan alat las untuk mengambil uang tunai di dalamnya.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa mereka tidak bekerja sendiri.

Dua orang lainnya, AL (48) yang berperan sebagai pengamat situasi minimarket, dan AW (24) yang menjadi sopir kendaraan pelaku yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Salah satu tersangka, BA, mengaku menggunakan sebagian hasil rampokan untuk membeli cincin nikah dan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.

Kapolres Magetan mengapresiasi kerja keras tim dan menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil dari keseriusan serta respons cepat jajaran kepolisian.

“Alhamdulillah, dalam waktu singkat sekitar dua minggu sejak kejadian, kami berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku utama,” ujar AKBP Raden Erik.

Ia mengatakan, akan terus memburu Dua pelaku lainnya yang sudah ditetapkan sebagai DPO.

“Kami imbau agar segera menyerahkan diri sebelum kami ambil tindakan tegas,” tegas AKBP Erik.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat 2 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang diancam pidana penjara maksimal sembilan tahun.

Polres Magetan Polda Jatim mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap aksi kejahatan dan tidak ragu melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. (*)

Bupati PakPak Barat Franc Bernhard Tumanggor Laksanakan Progam JKM

Gempurnews com/Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor membagikan paket Bantuan Sosial bagi  anak-anak yatim dan anak terlantar se Kabupaten Pakpak Bharat. Bersamaan dalam acara ini juga diserahkan Santunan Jaminan Kematian (JKM) bagi masyarakat yang ditinggal mati oleh keluarganya.

Program santunan JKM ini merupakan inisiasi oleh bapak Bupati, untuk membantu keluarga atau ahli waris dari saudara-saudara kita yang meninggal saat bekerja, mungkin mengalami kecelakaan kerja, dan pastinya keluarga akan butuh dana pasca kematian, meskipun bukan hal yang kita harapkan. Namun setidaknya dengan program ini bisa membantu meringankan beban keluarga yang ditingggal. Harapan kami semua masyarakat Pakpak Bharat bisa memiliki dan terlindungi oleh program ini, baik diikuti secara mandiri dan juga oleh bantuan Pemerintah Pakpak Bharat, jelas Supardi Padang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pakpak Bharat.

Kegiatan ini, pemberian bantuan sosial ini, merupakan agenda rutin kita setiap tahun, ini semua kita anggarkan untuk kepentingan kalian anak-anakku sekalian. Kalian punya mental, punya keberanian, kedepannya kalian harus lebih hebat dari kami, semua cita-cita kalian harus terkabul, apapun caranya harus kalian gapai bintang, pesan Bupati dalam sambutannya.

Santunan Jaminan Kematian dari BPJS ini adalah bentuk tali asih kami terhadap bapak atau ibu yang meninggal dalam pekerjaannya, kami ikut berduka, semoga hal ini bisa menyambung kehidupan keluarga dan anak-anaknya, jelas dia kemudian.(Tumangger)