Home Blog Page 39

Sidak Door to Door, Forkopimda Lumajang Sidak Temukan Stok gas Elpiji 3kg Kosong dan Harga Melonjak

Lumajang, (DOC) – Di tengah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang, jajaran Forkopimda turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara door to door dengan mengendarai sepeda motor, Minggu (29/3/2026).

Sidak dipimpin Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar serta Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi dan Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktafiyani.

Rombongan menyisir sejumlah titik distribusi mulai dari agen, pangkalan hingga pengecer di wilayah Kecamatan Tempeh dan Pasirian.

Kegiatan diawali dari Pendopo Arya Wiraraja, kemudian bergerak ke sejumlah toko kelontong, pangkalan, hingga agen LPG 3 kg.

Dari hasil sidak di lapangan, rombongan menemukan banyak tabung gas elpiji dalam kondisi kosong, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer.

Selain kelangkaan, tim juga menemukan adanya indikasi kenaikan harga di tingkat pengecer yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Di beberapa lokasi, LPG 3 kg dijual hingga Rp22 ribu per tabung.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan bahwa sidak ini merupakan bentuk komitmen Forkopimda dalam menjaga stabilitas kebutuhan energi masyarakat.

“Kami bersama Forkopimda turun langsung untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar, stok tersedia, dan harga tetap sesuai ketentuan. Kami tidak ingin masyarakat dirugikan oleh praktik yang tidak sesuai aturan,” tegasnya di sela kegiatan.

Ia juga mengimbau kepada agen, pangkalan, dan pengecer agar tidak menjual di atas HET serta tidak melakukan penimbunan. Meski demikian, pihaknya menyebut belum menemukan pelanggaran hukum secara langsung.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan resmi maupun menemukan bukti pelanggaran di lapangan. Namun pengawasan tetap kami lakukan bersama TNI dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya akan melakukan pendalaman terkait kenaikan harga dan dugaan penyimpangan distribusi.

“Ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan dalami apakah kenaikan harga ini murni karena kelangkaan atau ada oknum yang bermain,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, sidak dilakukan untuk menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG 3 kg.

“Memang ada banyak masyarakat yang menyampaikan kesulitan mendapatkan LPG. Hari ini kami turun untuk membuktikan kondisi di lapangan, dan ternyata di beberapa pangkalan serta toko memang stok habis,” ungkapnya.

Bupati menyebut, pemerintah daerah bersama Forkopimda akan segera menggelar rapat koordinasi dengan SPBE, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan guna mencari akar persoalan.

“Nanti minggu depan kita akan rapat bersama untuk mencocokkan data, apakah kendala ada di distribusi, agen, atau pangkalan. Karena secara suplai dari pusat sebenarnya tidak ada perubahan,” jelasnya.

Ia menilai meningkatnya kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri serta fenomena panic buying turut memicu kelangkaan di lapangan.

“Biasanya masyarakat membeli satu tabung, sekarang bisa sampai tiga tabung karena khawatir kehabisan. Ini juga mempengaruhi ketersediaan,” pungkasnya.

Satlantas Polres Lumajang Pantau Jalur Utara, Arus Lalu Lintas Terpantau Lancar

Lumajang – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang melaksanakan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan atau trouble spot guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar lantas), Minggu (29/3/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan di jalur utara Kabupaten Lumajang, tepatnya mulai dari Jalan Raya Klakah hingga wilayah Ranuyoso yang dikenal sebagai salah satu jalur padat kendaraan, terutama saat akhir pekan dan arus balik Lebaran.

Terpantau di lapangan, tiga personel Satlantas Polres Lumajang secara aktif melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik strategis.

Kehadiran petugas ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.

Dari hasil pemantauan, arus lalu lintas yang melintas dari arah Lumajang menuju Kabupaten Probolinggo maupun sebaliknya terpantau dalam kondisi lancar dan terkendali.

Tidak terlihat adanya kepadatan berarti maupun hambatan yang mengganggu perjalanan masyarakat.

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Yulian Putra Prasviawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas maupun kecelakaan di wilayah rawan.

“Pemantauan dan pengaturan ini kami lakukan secara rutin, khususnya di titik trouble spot dan black spot, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas serta meminimalisir pelanggaran yang dapat membahayakan pengguna jalan,” ujar AKP Yulian.

Ia menambahkan, selain fokus pada kelancaran lalu lintas, patroli ini juga bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar jalur tersebut.

“Tidak hanya mengatur arus kendaraan, anggota kami juga melakukan patroli untuk mengantisipasi tindak kriminalitas seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), maupun pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta potensi gangguan kamtibmas lainnya,” jelasnya.

Dengan adanya kehadiran polisi di lapangan, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas maupun melakukan perjalanan.

AKP Yulian juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan berkendara, serta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur-jalur rawan kecelakaan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tetap berhati-hati di jalan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Puncak Arus Balik, Polda Jatim-Pemkab Banyuwangi Pantau Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI | Gempurnews.com- Arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Ketapang, Banyuwangi-Gilimanuk, Bali, memasuki fase puncak, Minggu (29/3/2026). Ribuan kendaraan yang didominasi roda dua dan roda empat memenuhi area pelabuhan sejak pagi.

Antrean kendaraan terpantau juga memadati di jalur arteri menuju Pelabuhan Ketapang. Untuk mengantisipasi adanya lonjakan kendaraan di puncak arus balik ini, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melakukan pemantauan langsung di Pelabuhan Ketapang.

Wakapolda melakukan pemantauan melalui udara dan dilanjut dengan rapat koordinasi di Kantor ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang bersama Pemkab Banyuwangi, dan stakeholder penyeberangan.

“Disini kami bersama-sama mengantisipasi potensi adanya lonjakan kendaraan terutama antisipasi arus balik dari Jawa ke Bali,” kata Wakapolda.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menambahkan, arus balik dari Jawa ke Bali via Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk masih dalam kondisi terkendali. Sejumlah buffer zone yang disiapkan untuk menampung pemudik maupun kendaraan logistik hingga mejelang siang terpantau belum terisi penuh.

“Area penyangga kita seperti di Bulusan, Pusri, dan Terminal Sritanjung terpantau masih belum penuh. Sampai saat ini masih terkendali,” kata Wabup.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Wakapolda, pengaturan arus dilakukan melalui manajemen penambahan kapal serta penerapan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) yang saat ini sudah berjalan.

“Saat ini terus kita pantau, termasuk kendaraan logistik. Jangan sampai menyebabkan kemacetan,” tutur Wabup.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko mengatakan, operasional penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk berjalan sesuai skenario pengendalian arus balik Lebaran 2026.

“Saat ini kapal yang kita operasikan ada 33 kapal. Kita juga menerapkan skema TBB di dermaga MB IV ada empat kapal, dermaga LCM 11 kapal, dan dermaga Bulusan 3 kapal,” ujarnya.

ASDP memprediksi puncak arus balik terjadi pada Sabtu dan Minggu (28-29/3/2026). Hingga kini sekitar 52 persen kendaraan telah diseberangkan ke Bali, sementara 48 persen lainnya masih menunggu. Angka ini meningkat sekitar 4-6 persen dibanding tahun lalu.

Meski puncak arus balik Lebaran berakhir, ASDP tetap memperpanjang masa siaga untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, dengan skema operasional seperti posko Lebaran.

“Kemungkinan kita siagakan sampai 5 April. Karena 3 April ada libur nasional. Jadi kita antisipasi yang belum kembali ke Bali,” terangnya. (*)

Kebakaran Hanguskan 9 Rumah di Ibul Besar III, Kapolres Ogan Ilir Turun Langsung ke Lokasi Bersama Personel

Ogan Ilir, gempurnews.com — Peristiwa kebakaran hebat terjadi di Dusun I Desa Ibul Besar III, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Sedikitnya sembilan unit rumah warga hangus terbakar dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali diduga muncul dari salah satu rumah milik warga bernama Rizka. Dalam waktu singkat, kobaran api dengan cepat merambat ke rumah-rumah lain di sekitarnya, mengingat kondisi bangunan yang berdekatan.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 19.30 WIB, tim Damkar dari Palembang dan Ogan Ilir tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman dibantu oleh masyarakat setempat.

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.41 WIB. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K turun langsung ke lokasi kejadian bersama Waka Polres Ogan Ilir KOMPOL Helmi Ardiansyah, S.H., M.H, Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari, S.H, serta didampingi personel gabungan dari Sat Reskrim, Samapta, dan Polsek Pemulutan. Kehadiran Kapolres bersama personel bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus melakukan pengecekan TKP serta membantu proses evakuasi dan pengamanan di lokasi kejadian.

Selain itu, personel kepolisian juga melakukan pemasangan garis polisi, mengamankan lokasi, serta memintai keterangan dari para saksi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama kejadian tersebut.

Akibat kebakaran ini, sembilan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka tidak dapat diselamatkan. Saat ini, para korban sementara mengungsi di rumah kerabat dan tetangga terdekat.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak standar, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Petugas Damkar Ponorogo Lepaskan Cincin di Alat Vital Pria, Proses Evakuasi Membutuhkan Waktu 1 Jam

PONOROGO – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ponorogo melakukan evakuasi cincin yang terpasang di alat vital seorang pria berinisial AP (32) pada Minggu (22/3/2026) siang. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena tingkat kesulitannya tinggi, membutuhkan waktu sekitar 1 jam.

AP datang ke RSUD dr Harjono untuk meminta bantuan melepaskan cincin yang terpasang di alat vitalnya. Pihak rumah sakit kemudian meminta bantuan Damkar Ponorogo yang memiliki pengalaman dalam evakuasi benda logam.

Namun diakui Damkar Ponorogo baru pertama kali kasus pelepasan cincin di alat vital seperti ini baru pertama kali ditangani. Sebelumnya, tim hanya pernah menangani kasus serupa dengan objek berbeda.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengungkapkan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. “Dalam evakuasi ini, kami sangat hati-hati. Kurang lebih membutuhkan waktu 1 jam untuk melepas cincin tersebut,” kata Bambang Supeno.

Asal-usul pemasangan cincin tersebut masih belum diketahui secara pasti, namun berdasarkan informasi awal, cincin itu sudah lama dipasang.

“Cincin yang biasanya kami bantu biasanya terletak di jari. Namun baru kali menangani kejadian ini. Dan menjadi pengalaman teman-teman,” lanjut Bambang memaparkan.

Kejadian ini menjadi potret bahwa tugas Damkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menangani berbagai evakuasi tak lazim, bahkan di momen Lebaran sekalipun. **

Polsek Candipuro Patroli Dialogis, Perkuat Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat

Lumajang – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Polsek Candipuro melaksanakan patroli dialogis sekaligus silaturahmi dengan tokoh masyarakat di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (28/3/2026) malam.

Kegiatan patroli tersebut dilakukan oleh dua anggota Polsek Candipuro, yakni Bripka Andi A Mor dan Brigpol Arief.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyambangi tokoh masyarakat untuk berdialog secara langsung terkait kondisi keamanan lingkungan setempat.

Kapolsek Candipuro, AKP Lugito, mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu langkah preventif dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Melalui patroli dialogis ini, kami ingin menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat serta menyerap informasi terkait situasi kamtibmas di wilayah,” ujar AKP Lugito.

Ia menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian serta segera melaporkan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.

“Dengan adanya kegiatan patroli dialogis ini, diharapkan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Candipuro tetap terjaga aman, kondusif, dan harmonis,” pungkasnya

Petugas Lapas Batam Temukan Diduga Narkotika di Area Branggang

Batam – Petugas Lapas Batam kembali menunjukkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 09.54 WIB, ditemukan sebuah bungkusan mencurigakan di area branggang Blok D.

Penemuan tersebut bermula saat petugas kegiatan kerja (Giatja), Ade Setiawan, tengah melakukan pengawasan terhadap warga binaan yang bekerja di kebun dan menyiram tanaman sayur. Ia melihat sebuah bungkusan mencurigakan tergeletak di samping tembok branggang.

Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas segera melaporkan kepada Kepala Seksi Kegiatan Kerja, yang kemudian diteruskan kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP). Selanjutnya, Ka KPLP memerintahkan Kepala Jaga untuk melakukan pemeriksaan sekitar pukul 09.58 WIB.

Pemeriksaan dilakukan di Pos 3 dengan disaksikan oleh pejabat terkait, termasuk Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban serta Kasubsi Keamanan. Barang tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke ruang Kepala Jaga untuk dilakukan pembukaan.

Setelah dibuka, bungkusan tersebut berisi empat paket sedang serbuk putih berbentuk kristal yang diduga merupakan narkotika jenis sabu. Selain itu, ditemukan pula sebuah jam tangan dan gembok kecil di dalamnya.

Atas temuan tersebut, KPLP langsung melaporkan ke Kalapas Batam. Setelah itu Kalapas Batam Langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang Melalui KPLP Dan melaporkan kejadian ini ke Ka Kanwil Ditjenpas Kepri.

Yosafat Rizanto selaku Kalapas Batam menjelaskan bahwa penemuan ini sebagai bagian dari upaya deteksi dini guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Pihak Lapas Batam menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan, melaksanakan razia rutin, serta memperkuat pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.(Gokkon)

Kunjungan Wisata Naik 31 Persen, Kapolda Jatim Pastikan Pengamanan Tetap Berjalan Lewat KRYD

0

KOTA BATU – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memastikan pengamanan aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun Operasi Ketupat Semeru 2026 telah berakhir, seiring masih tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran.

Hal tersebut disampaikan saat Kapolda Jatim meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Kota Batu, Sabtu (28/3/2026).

“Pasca Operasi Ketupat Semeru, masih terdapat aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, baik arus balik maupun wisata. Oleh karena itu, pengamanan tetap kami lanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD),” ujar Irjen Nanang.

Berdasarkan data Polda Jatim, sektor pariwisata mengalami peningkatan signifikan dengan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 31 persen. Sementara itu, arus mudik dan balik tercatat meningkat sekitar 21 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan aktivitas masyarakat berjalan dengan baik, dan kami berharap kondisi ini tetap aman dan terkendali,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jatim bersama pejabat utama Polda Jatim, Kapolres Batu, serta instansi terkait meninjau tiga destinasi wisata unggulan, yakni Jatim Park 2, Museum Angkut, dan Jatim Park 3.

Ketiga lokasi tersebut menjadi titik konsentrasi wisatawan selama libur Lebaran, sehingga pengamanan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pengawasan area wisata, serta koordinasi dengan pengelola dan instansi terkait.

Kapolda Jatim menegaskan seluruh personel tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat.

“Kami pastikan seluruh personel tetap siap memberikan pelayanan dan pengamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga situasi kamtibmas melalui sinergi dan kerja sama yang baik.

“Dengan kolaborasi semua pihak, kita harapkan situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (*)

Pasca Operasi Ketupat Semeru 2026, Kepolisian Intensifkan Patroli untuk Jaga Keamanan Wilayah

PASURUAN – Kepolisian Resor Pasuruan mengintensifkan patroli rutin untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pasca pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Upaya ini dilakukan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pasuruan, Jumat (27/3/2026).

Patroli dilaksanakan oleh personel gabungan Pleton Siaga Polres Pasuruan yang dipimpin IPTU Faisol, dimulai pukul 10.00 hingga 12.15 WIB. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan, kemudian dilanjutkan patroli ke sejumlah titik strategis.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran patroli meliputi kawasan Jalan Raya depan Taman Dayu Pandaan, depan Rumah Makan IBC Pandaan, Rest Area Baujeng Beji, hingga Alun-Alun Bangil. Di titik-titik tersebut, petugas melakukan pemantauan dan standby guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan arus lalu lintas.

Kasi Propam Polres Pasuruan, AKP Arif Rahman Hakim, S.H., menegaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam menjaga kondisi wilayah tetap stabil.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas guna menciptakan situasi yang kondusif setelah pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujarnya.

Dari hasil patroli tersebut, tidak ditemukan adanya gangguan menonjol baik di bidang keamanan maupun lalu lintas.

“Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif serta tidak ditemukan gangguan di wilayah hukum Polres Pasuruan,” tambahnya.

Kegiatan patroli berakhir pada pukul 12.15 WIB dan seluruh personel kembali ke markas dalam keadaan aman. Kepolisian memastikan patroli rutin yang ditingkatkan akan terus dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah Pasuruan tetap terkendali.

Simbol Polri Presisi yang Humanis, Kedai “DEKAT” Jadi Wadah Aspirasi Komunitas dan Pelayanan Gratis di Oku Selatan

Muaradua Sumsel, gempurnews.com – Implementasi arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat ruang sosial antara Polri dan masyarakat terus diwujudkan di wilayah Sumatera Selatan. Menindaklanjuti visi tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. melalui jajaran Polres OKU Selatan secara resmi meluncurkan Kedai “DEKAT” (Dedikasi, Etika, Kolaborasi, Aksi, Terpercaya) sebagai inovasi pelayanan humanis dan penguatan stabilitas kamtibmas.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K. pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di kawasan strategis depan Gerbang Perumahan Griya 1 Permai, Muaradua, Kabupaten OKU Selatan.

Program ini menjadi langkah konkret Polda Sumsel dalam menerjemahkan arahan pimpinan Polri agar setiap satuan wilayah menghadirkan “third place” atau ruang sosial publik, yakni tempat interaksi santai tanpa sekat yang mempertemukan personel kepolisian dengan masyarakat secara lebih terbuka, akrab, dan responsif.

Kedai “DEKAT” dirancang sebagai wadah kolaborasi antara Polri dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas ojek pangkalan, buruh, mahasiswa, tokoh pemuda, hingga organisasi kepemudaan. Melalui fasilitas ini, Polres OKU Selatan menghadirkan berbagai layanan gratis, meliputi kopi dan teh, akses WiFi, cek kesehatan atau tensi, pengisian angin, hingga fasilitas cuci motor mandiri.

Selain menjadi tempat singgah dan pelayanan publik, kedai ini juga difungsikan sebagai pusat serapan aspirasi masyarakat melalui program “Jumat Curhat” yang dipimpin langsung oleh Kapolres bersama Pejabat Utama (PJU). Pola ini dinilai strategis untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan melalui dialog santai yang membangun kepercayaan.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari arahan Kapolri dalam mendekatkan institusi Polri dengan masyarakat.

“Kedai DEKAT ini adalah implementasi dari arahan Bapak Kapolri untuk mendekatkan jarak antara Polisi dengan masyarakat. Kami ingin membangun hubungan emosional yang kuat sehingga masyarakat merasa memiliki dan percaya kepada Polri,” tegasnya.

Secara strategis, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan public trust, memperkuat kemitraan Polri dengan komunitas lokal, serta menciptakan ekosistem kamtibmas yang lebih partisipatif di wilayah OKU Selatan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan penekanan Kapolda Sumsel agar seluruh jajaran terus proaktif menjalankan arahan Kapolri.

“Bapak Kapolda Sumsel selalu menekankan agar setiap satuan wilayah proaktif menjalankan arahan Kapolri. Kedai DEKAT adalah bukti bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai sahabat bagi seluruh komunitas masyarakat,” jelas Nandang.

Kegiatan launching yang dihadiri unsur PJU Polres OKU Selatan, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan komunitas ojek pangkalan tersebut berlangsung khidmat, aman, dan kondusif, serta berakhir pada pukul 10.30 WIB.

Polda Sumatera Selatan memastikan inovasi Kedai “DEKAT” akan menjadi model pembinaan kemitraan berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari penguatan Polri Presisi yang humanis, partisipatif, dan dekat dengan masyarakat.

MOH.SANGKUT