Home Blog Page 49

Jelang Idul Fitri 1447 H, Ditreskrimsus Polda Papua Bersama Pemprov Sidak Pangan, Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali

0

Jayapura – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua bersama Pemerintah Provinsi Papua dan sejumlah instansi terkait menggelar inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok di wilayah Jayapura, Selasa (17/03).

Kegiatan sidak ini dipimpin langsung oleh Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri, serta didampingi oleh Dirreskrimsus Polda Papua, Rama Samtama Putra. Tim gabungan bergerak menyisir sejumlah titik strategis, mulai dari gudang distributor, pasar tradisional, hingga ritel modern.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kelangkaan bahan pokok maupun lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Dalam sidak tersebut, tim secara langsung melakukan pengecekan terhadap ketersediaan komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

Dirreskrimsus Polda Papua, Kombespol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal stabilitas pasokan dan harga pangan. Ia menyebutkan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan serta melindungi masyarakat dari praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa stok bahan pokok tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga tetap stabil. Kami juga tidak akan segan menindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat,” tegasnya Kombespol. Dr. Rama.

Selain memastikan ketersediaan stok, tim juga melakukan pemantauan harga di tingkat pedagang untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar. Para pedagang diimbau untuk tetap menjual barang sesuai harga yang telah ditetapkan serta tidak memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk meraup keuntungan berlebihan.

Tak hanya itu, dalam rangka menjaga kelancaran distribusi energi, tim gabungan juga berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan energi tetap terjaga. Hal ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran distribusi logistik, khususnya di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius Derek Fakhiri, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok. Kami ingin dapur masyarakat tetap mengepul dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi,” ujarnya.

Dengan adanya sidak ini, diharapkan seluruh rantai pasok pangan di Papua dapat berjalan dengan lancar dan terkendali. Pemerintah dan aparat penegak hukum juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara intensif hingga Hari Raya Idul Fitri tiba.

Sinergi yang terjalin antara Ditreskrimsus Polda Papua, Pemerintah Provinsi Papua, serta berbagai pihak terkait menjadi bukti nyata keseriusan dalam menjaga stabilitas pangan. Upaya ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menyambut hari kemenangan dengan penuh sukacita tanpa kendala kebutuhan pokok. (Red)

Tak Mau Ada Celah, Kapolres Pasuruan Cek Langsung Kesiapan Pos Mudik

PASURUAN – Tak ingin ada celah dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono turun langsung melakukan pengecekan Pos Pelayanan di Rest Area 66 A dan 66 B Purwodadi, Selasa (17/3/2026) sore.

Pengecekan yang dilakukan sekitar pukul 15.30 hingga 16.30 WIB ini bertujuan memastikan seluruh personel dan fasilitas benar-benar siap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melintas di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan Ny. Abel Harto Agung, Wakapolres Kompol Andy Purnomo, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan.

Kapolres menegaskan bahwa pengecekan langsung ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kekurangan sekecil apa pun di lapangan.

“Kami tidak ingin ada celah dalam pelaksanaan tugas pengamanan mudik. Seluruh personel harus siap, baik dari segi jumlah, kesehatan, maupun kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi,” tegas Harto Agung Cahyono.

Selain mengecek kesiapan anggota, Kapolres juga meninjau kelengkapan fasilitas di Pos Pelayanan, mulai dari peralatan komunikasi, layanan kesehatan, hingga tempat istirahat bagi pemudik. Hal ini dilakukan agar seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal dalam memberikan pelayanan.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan sikap humanis dan responsif dalam melayani masyarakat.

“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tetap humanis, responsif, dan sigap membantu pemudik yang membutuhkan,” tambahnya.

Tak hanya itu, imbauan juga disampaikan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan dan tidak memaksakan diri saat kondisi lelah.

“Silakan manfaatkan pos pelayanan jika membutuhkan bantuan atau tempat istirahat. Keselamatan adalah yang utama,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Kapolres menekankan pentingnya sinergitas antarpetugas demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama arus mudik dan balik Lebaran.

Berikan Rasa Aman Ibadah Tarawih, Satgas Preventif Polres Lumajang Perketat Pengamanan di Masjid Agung

LUMAJANG – Memasuki momentum Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Lumajang terus meningkatkan kewaspadaan guna memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif.

Salah satu fokus utama adalah menjamin keamanan masyarakat saat menjalankan ibadah salat tarawih.

Pada Selasa malam (17/03/2026), Satuan Tugas (Satgas) Preventif Polres Lumajang diterjunkan langsung untuk mengawal pelaksanaan ibadah di Masjid Besar KH. Anas Machfud, kawasan Alun-Alun Lumajang.

Kegiatan patroli dan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kasatgas Preventif, AKP Sajito, S.H., M.H., sebagai bagian dari upaya antisipasi tindak kriminalitas 4C, yakni Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), dan Pencurian Hewan (Curhewan).

Dalam giat yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesainya ibadah tarawih tersebut, personel Satgas Preventif yang terdiri dari Bripka Girhan dan Brigpol Dhimas Reo tampak bersiaga di titik-titik strategis.

Sasaran utama pengamanan meliputi pengaturan arus lalu lintas bagi pengguna jalan di sekitar alun-alun, membantu penyeberangan jamaah menuju masjid, hingga melakukan pengawasan ketat terhadap area parkir kendaraan roda dua.

Kasatgas Preventif AKP Sajito, S.H., M.H., menyatakan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat saat jam ibadah merupakan langkah krusial untuk mencegah niat jahat pelaku kriminal.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa rasa khawatir akan keselamatan diri maupun barang bawaan mereka, terutama kendaraan bermotor yang diparkir di halaman masjid,” ujar AKP Sajito

Komitmen Menjaga Kamtibmas Selama Ramadan

Masjid KH. Anas Machfud yang berlokasi tepat di jantung kota Lumajang memang menjadi pusat keramaian saat malam hari. Mobilitas masyarakat yang tinggi di area alun-alun memerlukan perhatian khusus dari kepolisian untuk mencegah terjadinya potensi gangguan keamanan.

Menurut AKP Sajito, pengamanan ini tidak hanya bersifat statis di satu titik, tetapi juga melibatkan pemantauan situasi di sekeliling area publik.

“Hasil pantauan personel di lapangan menunjukkan situasi dalam keadaan kondusif. Kami juga memberikan imbauan secara humanis kepada para jamaah agar tetap waspada dan memastikan kendaraan mereka terkunci dengan benar sebelum masuk ke area masjid,” tambahnya.

Ops Ketupat Semeru 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan dan perlindungan.

Melalui Satgas Preventif, Polres Lumajang berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap lini kegiatan masyarakat, baik di pusat keramaian, jalur mudik, hingga lingkungan pemukiman.

“Diharapkan dengan adanya patroli rutin dan pengamanan yang masif seperti ini, angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Lumajang dapat ditekan seminimal mungkin selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri mendatang,” pungkasnya

Kakorlantas: One Way Sepenggal Tahap Pertama Mulai Berlaku 17 Maret 2026 di Tol Trans Jawa KM 70

0

Cikampek – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal tahap pertama guna mengantisipasi kepadatan arus mudik di ruas tol arah Jawa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Selasa (17/3/2026).

“Kami laporkan bahwa situasi arus lalu lintas saat ini dari tol kilometer 29, 57, dan 70 cukup padat. Maka dari itu, kami Korlantas Polri telah berkolaborasi dengan stakeholder, termasuk Bapak Menteri dan Dirut Jasa Marga. Kami akan melakukan sosialisasi berkaitan dengan penerapan one way sepenggal tahap pertama antara Kilometer 70 sampai Kilometer 263 di wilayah Jawa Tengah,” kata Kakorlantas.

Penerapan one way sepenggal ini diharapkan mampu mengurai kepadatan dan memperlancar arus kendaraan dari Jakarta menuju wilayah Jawa, khususnya pada periode puncak arus mudik.

Korlantas Polri optimis langkah tersebut dapat mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, sehingga arus lalu lintas selama Operasi Ketupat dapat tetap aman, tertib, dan terkendali.

“Diharapkan dengan rekayasa lalu lintas ini dapat memperlancar arus kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semoga dengan penerapan one way sepenggal tahap pertama di wilayah one way nasional ini dapat semakin memperlancar arus lalu lintas menuju Trans Jawa,” ungkapnya.

Kakorlantas menyebut kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere serta Surat Keputusan Bersama dinilai membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak menumpuk pada satu waktu.

“Dengan adanya Work From Anywhere ini terurai keberangkatannya. Adanya kebijakan pemerintah yang tegas tentang SKB ini sangat strategis untuk bisa mengelola flow daripada arus lalu lintas,” ujar dia.

Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan memberlakukan one way (Satu arah) nasional pada 18 Maret atau pada hari keenam Operasi Ketupat 2026.

“Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri dengan Dirut Jasa Marga bahwa puncak arus mudik yang diperkirakan adalah tanggal 18 Maret. Jadi, tanggal 18 Maret itu nanti antara jam 10 sampai jam 12 akan kita berlakukan one way nasional arus mudik,” ucap Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho, di Pos Terpadu Rest Area KM 57 Tol Cikampek, Senin (16/3/2026).

“Ketika nanti (berdasarkan) infrastruktur teknologi traffic accounting-nya bisa terkendalikan, mungkin juga bisa berubah untuk one way nasional atau one way sepenggal tahap pertama yang tentunya nanti akan kami umumkan,” pungkasnya.

Polda Sumsel Kandangkan 113 di Jalur Mudik, Banyuasin – Muba Jadi Titik Terpadat

PALEMBANG, gempurnews.com — Jajaran Polda Sumatera Selatan mengandangkan 113 kendaraan truk bermuatan besar di sepanjang jalur mudik Sumatera Selatan pada hari kelima Operasi Ketupat Musi 2026, Selasa (17/3/2026).

Langkah tegas ini dilakukan seiring rilis pemetaan arus mudik real time di 15 wilayah yang menunjukkan Banyuasin dan Musi Banyuasin sebagai titik dengan kepadatan tertinggi, khususnya di Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa penertiban kendaraan berat menjadi kunci utama dalam mengurai kemacetan dan menekan risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran.

“Sebanyak 113 truk sudah kami kandangkan di berbagai titik. Ini langkah tegas untuk memastikan jalur mudik tetap lancar dan aman bagi masyarakat,” tegas Kapolda Sumsel.

Data lapangan menunjukkan, wilayah Banyuasin mencatat enam titik rawan kemacetan di sepanjang Jalintim KM 14 hingga KM 69 Betung, sementara Musi Banyuasin mencatat dua titik padat di Bayung Lencir.

Selain itu, Kota Palembang juga menjadi salah satu titik krusial, dengan delapan titik rawan kemacetan di pusat kota, termasuk kawasan Pasar Cinde, Simpang DPRD, hingga Jalan Soekarno-Hatta.

Dalam operasi ini, Polda Sumsel juga mengaktifkan jalur alternatif di seluruh wilayah, termasuk pemanfaatan Tol Fungsional Paltung untuk mengurai kepadatan di Jalintim.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa pemetaan berbasis data real time ini menjadi strategi utama dalam pengendalian arus mudik.

“Dari 15 wilayah yang kami pantau, sembilan wilayah dalam kondisi lancar, sementara enam wilayah sudah kami identifikasi titik rawannya. Ini menjadi dasar kami bergerak cepat di lapangan,” ujar Kapolda.

Selain penertiban kendaraan berat, Polda Sumsel juga mengerahkan ratusan personel di titik-titik rawan serta memperkuat koordinasi antar-Polres untuk memastikan respons cepat terhadap kemacetan maupun kecelakaan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena seluruh jalur telah dipetakan secara detail.

“Masyarakat tidak perlu menebak kondisi jalan. Polda Sumsel memberikan informasi real time dan jalur alternatif yang bisa langsung digunakan pemudik,” ujarnya.

Polda Sumsel mengimbau seluruh masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan, menghindari titik padat di Jalintim, serta tidak memaksakan berkendara di belakang kendaraan berat yang sedang dikendalikan petugas.

Selain itu, pengemudi kendaraan besar, khususnya truk bersumbu tiga, diminta mematuhi pembatasan operasional yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.

Polda Sumsel menegaskan bahwa pemantauan arus mudik berbasis data real time ini akan terus diperbarui setiap hari hingga berakhirnya Operasi Ketupat Musi 2026.

“Tujuan kami satu, memastikan setiap pemudik bisa sampai tujuan dengan aman, nyaman, dan selamat,” pungkas Kapolda Sumsel.

MOH.SANGKUT

Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Mojokerto Waspadai Titik Banjir dan Longsor

MOJOKERTO – Operasi Ketupat Semeru 2026 yang juga dilaksanakan oleh Polres Mojokerto Polda Jatim memasuki hari Kelima pada Selasa (17/3/25).

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan dilaksanakan selama 13 hari itu Polres Mojokerto Polda Jatim telah mendirikan 1 Pos Pelayanan (Posyan) dan 2 Pos Pengamanan (Pospam), diantaranya Posyan Sendi, Kecamatan Pacet, Pospam Kenanten, Kecamatan Puri, dan Pospam Cembor, Kecamatan Trawas.

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan Pos yang didirikan tersebut sebagai bentuk percepatan pelayanan kepada masyarakat yang sedang libur lebaran.

Kapolres Mojokerto menyampaikan, selama tiga hari pertama Operasi Ketupat Semeru, Polres Mojokerto melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap Lima isu utama yaitu potensi banjir, arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, serta aktivitas silaturahmi dan wisata masyarakat.

“Salah satu perhatian utama dalam pelayanan pengamanan tahun ini adalah potensi bencana di kawasan Pacet dan Trawas yang dikenal sebagai daerah rawan longsor dan banjir,” ujar AKBP Andi, Selasa (17/3/26).

Untuk itu lanjut AKBP Andi, Polres Mojokerto Polda Jatim melakukan langkah antisipasi yang lebih intensif terkait lokasi wisata yang berada di daerah pegunungan yang potensi longsor tersebut.

“Kami bersinergi dengan lintas sektor juga melakukan pemantauan serta pengecekan kondisi kendaraan yang melintas, khususnya terkait sistem pengereman dan kondisi ban,” terang AKBP Andi.

Polres Mojokerto juga memaksimalkan Patroli ini sebagai langkah pencegahan mengingat informasi dari BMKG bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026.

Kapolres Mojokerto juga menjelaskan, bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Mojokerto relatif aman dan belum ditemukan potensi bencana yang signifikan.

Terkait arus lalu lintas, Kapolres Mojokerto menyebut pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal.

Sehingga kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus mudik antar provinsi belum terlalu signifikan.

“Untuk saat ini pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal. Kawasan wisata juga belum menjadi tujuan utama masyarakat pada tiga hari pertama operasi ini,” kata AKBP Andi.

Sementara itu, Polres Mojokerto telah menerjunkan sekitar 150 personel yang terlibat langsung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

Jumlah tersebut juga diperkuat dengan personel dari Polsek-Polsek di jalur utama serta kawasan wisata.

“Jika digabung dengan personel dari polsek jalur dan polsek wisata serta dukungan dari instansi lain, total kekuatan pengamanan bisa mencapai hampir 400 personel,” ungkap AKBP Andi.

Dengan jumlah personel yang optimal ini diharapkan Posyan dan Pospam Polres Mojokerto ini tidak hanya menjadi tempat monitoring, tetapi juga menjadi pusat kendali operasi di lapangan sehingga seluruh kegiatan pengamanan dapat berjalan lebih efektif. (*)

Indahnya Berbagi, Bank Jateng Cabang Pemalang Sapa Pengguna Jalan Dengan Berbagi Takjil Di Jalan

Gempurnews | Pemalang – Ramadhan bukan sekadar menanti waktu berbuka, melainkan momentum untuk menebar kebaikan dan mempererat tali persaudaraan. Di bulan penuh berkah ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli, saling berbagi, dan menghadirkan senyuman bagi sesama.

Bank Jateng Cabang Pemalang hadir di tengah masyarakat dengan semangat kebersamaan. Melalui berbagai kegiatan sosial, dengan ratusan takjil untuk di bagikan kepada masyarakat Pemalang dan pengguna jalan, kegiatan ini di laksanakan di depan kantor Bank Jateng Cabang Pemalang, Bank Jateng berupaya merangkai kebahagiaan, menyapa hangat warga, serta menumbuhkan rasa syukur di bulan suci. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah tentang memberi, bukan hanya menunggu.

Pembagian Takjil di sambut antusias oleh warga Pemalang dan pengguna jalan.

Dengan langkah nyata, Bank Jateng Pemalang menegaskan komitmennya untuk selalu dekat dengan masyarakat, menghadirkan senyuman, dan menebar keberkahan di setiap kesempatan.

(yn26)

Diserbu Warga, Bazar Ramadan Presisi Polres Kediri Ludes

0

Kediri– Sejak pagi, warga mulai memadati halaman depan Mapolres Kediri, Selasa (17/3/2026).

Mereka datang untuk berburu berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dalam kegiatan Bazar Ramadan Presisi yang digelar Polres Kediri Polda Jatim.

Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean warga di sejumlah stand yang menjual sembako dan aneka produk kebutuhan Ramadan hingga Lebaran.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Ny. Ratih Bramastyo dan dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, perwakilan pengurus Bhayangkari, serta Kapolsek jajaran bersama Ketua Ranting Bhayangkari, dan sejumlah tamu undangan.

Dalam bazar tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dari harga pasar, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, hingga aneka jajanan Lebaran serta produk UMKM.

Kapolres Kediri mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polres Kediri dengan sejumlah instansi dan stakeholder dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Pada hari ke-27 bulan Ramadan ini Polres Kediri menjembatani dan mewadahi berbagai stakeholder dalam rangka sinergitas untuk mewujudkan Gerakan Pasar Murah (GPM),” kata AKBP Bramastyo dalam sambutannya.

Diungkapkan bahwa kegiatan ini melibatkan Pemkab Kediri melalui Dinas Perdagangan, Bulog Kediri, BRI Cabang Pare, PTPN X, serta pabrik gula Nusantara seperti PG Ngadirejo, PG Pesantren, dan PG Mrican.

Selain itu, bazar juga diikuti oleh stand dari Polwan, ASN dan Primkoppol Polres Kediri, Bhayangkari Cabang Kediri, serta sejumlah stakeholder terkait.

Beberapa komoditas utama yang dijual antara lain gula kemasan 1 kg sebanyak 600 kemasan dengan harga Rp. 15.000,- / kemasan, beras SPHP Bulog ukuran 5 kg dengan harga Rp. 56.000,- / kemasan dengan total distribusi mencapai 4 ton, serta minyak goreng Minyak Kita seharga Rp. 15.000,- per liter dengan jumlah 720 kemasan.

Harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar membuat masyarakat sangat antusias. Warga yang datang mengaku terbantu karena bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Bahkan sebelum waktu Dzuhur, sebagian besar komoditas yang dijual dalam bazar tersebut telah habis terjual.

Produktif dan Berdampak! Lapas Batam Panen Kangkung & Kembangkan Budidaya Lele

Batam – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen sayur kangkung dan penebaran benih ikan lele, Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di area brandgang Lapas Batam tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto, serta diikuti oleh pejabat struktural, staf pelaksana, dan warga binaan yang tergabung dalam program kerja perkebunan.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Batam berhasil memanen sebanyak 240 kilogram sayur kangkung serta melakukan penebaran 6.000 ekor benih ikan lele sebagai bagian dari pengembangan sektor perikanan.

Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden serta Program Aksi Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, hasil panen kangkung yang diperoleh akan didistribusikan kepada pihak ketiga untuk diolah menjadi bahan makanan yang nantinya dapat dikonsumsi oleh warga binaan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Batam dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada, sekaligus meningkatkan produktivitas program pembinaan berbasis kerja.

Ke depan, Lapas Batam akan terus melakukan evaluasi serta pengembangan program di sektor pertanian dan perikanan guna meningkatkan hasil produksi dan memberikan manfaat yang lebih luas.(Gokkon)

Jelang Lebaran, 211 Ribu Warga Banyuwangi Terima Bansos Pangan

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Sebanyak 211.782 warga Banyuwangi yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) telah menerima bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Penyaluran bulan Maret ini merupakan tahap pertama di tahun 2026. Masing-masing keluarga penerima bantuan pangan (PBP) akan mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram (kg) beras dan 2 liter minyak goreng untuk per bulan alokasi.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono sempat meninjau secara langsung proses pendistribusian bansos pangan di Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi pada SSenin (16/3/2026). Ia berharap bansos yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh warga miskin.

“Bantuan ini harapannya tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur keluarga, tetapi juga meminimalkan dampak fluktuasi harga di pasaran. Ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama keluarga prasejahtera,” kata Mujiono.

Plt. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB (Dinsos PPKB), Puguh Setyo W, menjelaskan penyaluran kali ini adalah rapelan untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret.

“Karena ini rapelan dua bulan, maka masing-masing PBP akan menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” kata Puguh, Selasa (17/3/2026).

Di Banyuwangi, bansos pangan didistribusikan melalui Bulog Kantor Cabang Banyuwangi kepada keluarga penerima manfaat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos.

Dikatakan Kepala Bulog Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, proses distribusi bantuan pangan sudah dimulai sejak 16 Maret dan diperkirakan rampung pada 30 April mendatang.

“Bantuan sudah kami salurkan sejak 16 Maret di beberapa kelurahan di Kecamatan Banyuwangi. Selanjutnya menyusul ke desa/kelurahan di kecamatan yang lain. Kami target 30 April bisa tuntas semua,” ujarnya.

Penyaluran bansos dilakukan berbasis desa/kelurahan. Calon penerima bantuan cukup hadir ke balai desa/kelurahan setempat sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan, berupa KTP, Kartu Keluarga (KK) dan undangan.

“Kalau lansia atau sakit dan tidak bisa hadir, bisa diwakilkan oleh anggota keluarga lain dengan tetap menunjukkan dokumen lengkap seperti KTP dan KK,” kata Dwiana. (*)