Home Blog Page 55

Polisi Tangkap Tersangka Ganja 4,3 Kg di Depok

0

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat sekitar 4,3 kilogram di wilayah Depok, Jawa Barat. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial M.A. (30), Selasa malam, 10 Maret 2026.


Penangkapan dilakukan oleh Unit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kota Depok.


Sekitar pukul 21.30 WIB, petugas mengamankan M.A. di kawasan Jalan Raya Parung, Bojongsari Lama, Depok. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu plastik berisi ganja dari tangan tersangka.
Polisi kemudian melakukan pengembangan ke rumah tersangka. Dari lokasi tersebut, petugas kembali menemukan bungkusan kain yang berisi ganja yang diduga berkaitan dengan tersangka.


Dari pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti ganja dengan berat bruto 4.385 gram atau sekitar 4,3 kilogram.


Kepala Unit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba, AKP Joko Arianto, mengatakan penangkapan dilakukan pada Selasa malam sekitar pukul 21.30 WIB di wilayah Bojongsari, Depok.


“Petugas mengamankan seorang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis ganja berinisial M.A. (30) dengan barang bukti sekitar 4,3 kilogram,” kata Joko.


Saat ini tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Markas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba serta turut membantu aparat dalam memberantas peredaran narkotika.

Pemkab Sidoarjo Beserta Dinas Sosial Hadir Beri Bantuan, Wabup Mimik Idayana Sebut Salah Satu Janji Kampanye Bupati Sidoarjo

Sidoarjo | Gempurnews – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo beserta Dinas Sosial menyalurkan bantuan kursi roda, kaki palsu dan bantuan sembako kepada warga penyandang disabilitas di Kecamatan Tanggulangin dan Candi, Jumat (13/3/26). Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, didampingi Camat dan Kepala dinas Sosial serta Kades setempat sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk membantu mobilitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana didampingi Kepala Dinas Sosial salurkan bantuan kursi roda dan kaki palsu di Tanggulangin dan Candi,Jumat (13/3/26).


Wakil Bupati Sidoarjo,Hj. Mimik Idayana mengatakan, bahwa penyaluran bantuan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat yang membutuhkan.


“Alhamdulillah, hari ini Pemkab Sidoarjo bersama Dinas Sosial memberikan bantuan kursi roda kepada Bapak Sholihin. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa membantu beliau untuk kembali beraktivitas serta berkeliling di sekitar rumahnya,” kata Mimik Idayana.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana didampingi Kepala Dinas Sosial salurkan bantuan kursi roda dan kaki palsu di Tanggulangin dan Candi,Jumat (13/3/26).


Masih kata Mimik, ia mengatakan kalau Sholihin sudah memakai kursi roda dengan meminjam.


“Sebelumnya Sholihin memang sudah menggunakan kursi roda, namun hanya pinjaman. Karena itu, Pemkab Sidoarjo memberikan kursi roda agar dapat digunakan secara permanen. Mudah-mudahan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ini benar-benar bermanfaat bagi Pak Sholihin,” tambahnya.


Selain kursi roda, Pemkab Sidoarjo juga menyalurkan berbagai bantuan lain seperti kaki palsu, alat bantu dengar, serta bantuan beras kepada warga yang membutuhkan.
“Bantuan tersebut merupakan bagian dari program yang terus dilakukan secara berkelanjutan dan juga menjadi salah satu menepati janji kampanye Bupati Sidoarjo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Diwaktu berbeda, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Martha Wara Kusuma, S.Sos yang hadir
bersama Diana Ambarukmi, S.H., M.H., M.AP, selaku Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Ka UPT Liponsos dan juga Camat kepada awak media, Jumat (13/3/26) mengatakan, bahwa kegiatan penyaluran bantuan kursi roda dan kaki palsu tersebut dapat mendukung serta meng-cover program Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah dialokasikan anggarannya. Bantuan tersebut juga menyasar data dan objek yang berada di luar perencanaan program sebelumnya, yang biasanya bersifat mendesak atau urgent.


“Kegiatan seperti ini sering kali muncul dari kondisi di lapangan yang membutuhkan penanganan cepat, misalnya melalui sidak atau pemberian hibah bantuan langsung kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya saat mendampingi Wabup Sidoarjo Mimik Idayana.


Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Kami telah menerima beberapa permohonan bantuan kursi roda dan kaki palsu dari warga Sidoarjo, dan saat ini sedang menyalurkannya kepada yang berhak,” jelasnya.


“Bagi masyarakat yang ingin mengajukan permohonan bantuan, monggo bisa menghubungi atau menyampaikan melalui Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.
Dilokasi berbeda, Camat Candi, Yuni Rismawati, S.STP, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas bantuan kaki palsu yang diberikan kepada korban musibah Alghozini.
“Saya selaku Camat Candi tentu sangat berterima kasih kepada Pemkab Sidoarjo yang telah memberikan bantuan kaki palsu kepada korban musibah Alghozini. Sejak awal yang bersangkutan memang sudah mendapatkan beberapa bantuan, namun saat ini yang dibutuhkan adalah kaki palsu yang sesuai dengan ukuran kondisinya sekarang,” ujar Yuni Rismawati.


Ia menjelaskan bahwa sebelumnya korban sempat menerima bantuan kaki palsu, tetapi ukurannya belum sesuai sehingga kurang nyaman digunakan.


“Alhamdulillah, siang hari ini yang bersangkutan sudah menerima bantuan kaki palsu lagi dengan ukuran yang sesuai dan spesifikasi yang lebih baik sehingga lebih nyaman digunakan,” jelasnya.


Yuni berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat terus memberikan dukungan bagi keluarga korban, agar dapat meringankan beban mereka. Kami juga mengetahui bahwa Pemkab Sidoarjo turut memberikan bantuan peralatan usaha ayah korban.


Sementara Choiriyah orang tua Saiful Rozi (14) penerima bantuan kaki palsu, “Alhamdulillah, sebagai orang tua saya sangat senang dan bahagia karena anak saya mendapatkan bantuan kaki palsu. Dengan bantuan ini, anak saya bisa kembali menjalankan aktivitas dengan lebih mudah, harapan saya ke depan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tetap memberikan perhatian serta bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga kurang mampu seperti saya”, ujarnya.

Polda Jatim Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Jelang Idulfitri

SIDOARJO – Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama jajaran menggelar Gerakan Pangan Murah Polri secara serentak di berbagai wilayah di Jawa Timur menjelang Hari Raya Idulfitri yang dipusatkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jumat (13/3/26).

Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan.

Dalam kegiatan tersebut, disediakan diantaranya beras kemasan 5 kilogram dengan total stok 5 ton yang dijual Rp55.000 per kemasan.

Selain itu juga tersedia gula pasir sebanyak 1.000 kilogram dengan harga Rp17.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng merek Minyakita sebanyak 1.000 liter dengan harga Rp15.000 per liter.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto secara simbolis memberangkatkan para Bhabinkamtibmas untuk mendistribusikan dan menjual paket sembako murah tersebut langsung kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing mengatakan gerakan pangan murah ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran.

“Gerakan pangan murah ini kami laksanakan secara serentak di wilayah Jawa Timur untuk menstabilkan harga serta menjaga ketersediaan stok bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kombes Tobing.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan di wilayah Sidoarjo, harga kebutuhan pokok hingga saat ini masih berada dalam kondisi stabil dan relatif terjangkau oleh masyarakat.

“Untuk harga sembako di wilayah Sidoarjo berdasarkan data yang kami terima masih dalam keadaan normal, stabil, dan terjangkau,” jelas Kombes Tobing.

Melalui kegiatan ini, kepolisian berharap masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga wajar sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan menjelang meningkatnya permintaan saat Idul Fitri. (*)

Polisi Temukan 143 Mercon Rakitan di Rumah Warga Kediri

0

KEDIRI– Penggeledahan di sebuah rumah di Dusun Ngelowan, Desa Duwet, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, mengungkap ratusan mercon rakitan dan bahan peledak.

Dari lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 143 mercon rakitan siap pakai beserta sejumlah bahan dan peralatan yang diduga digunakan untuk merakit petasan.

Pengungkapan itu dilakukan oleh anggota Unit Reskrim Polsek Wates Polres Kediri setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas pembuatan dan penyimpanan bahan peledak di wilayah tersebut.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto, S.H. mengatakan, penggeledahan dilakukan pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di sebuah rumah di Dusun Ngelowan.

“Benar, petugas sebelumnya menerima informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan pengecekan dan penggeledahan, ditemukan ratusan mercon rakitan siap pakai,” kata Kapolsek Wates.

Selain mercon siap pakai, Polisi juga mengamankan 55 selongsong mercon rakitan, timbangan digital, bahan pembuat selongsong petasan, plastik bekas bubuk bahan peledak, gunting, corong kertas, sumbu petasan, serta beberapa potong bambu yang diduga digunakan dalam proses perakitan.

Seluruh barang bukti ditemukan tersimpan di dalam kamar dan bagian belakang rumah. AKP Agus menambahkan, saat penggeledahan berlangsung, petugas juga tidak menemukan pihak yang diduga sebagai pelaku di lokasi kejadian.

“Barang bukti sudah diamankan di Polsek Wates untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak yang terlibat dalam pembuatan maupun peredaran mercon tersebut,” jelas AKP Agus.

Kasus ini kini ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Wates dan diselidiki lebih lanjut karena diduga berkaitan dengan tindak pidana penggunaan, pembuatan, dan penjualan bahan peledak sebagaimana diatur dalam Pasal 306 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

OPS Pekat Semeru 2026, Polres Kediri Kota Ungkap Kasus Narkoba Hingga Perjudian

0

Kediri Kota – Sejumlah kasus kriminal berhasil diungkap Polres Kediri Kota dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2026. Dari hasil operasi ini, petugas kepolisian mengungkap sebanyak 25 kasus dan mengamankan barang bukti mulai dari narkoba hingga peredaran minuman keras (miras) ilegal.

Hal itu disampaikan langsung Waka Polres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., dalam konferensi pers di Gedung Rupatama Polres Kediri Kota Jumat (13/3/2026).

Berdasarkan hasil pelaksanaan operasi yang berlangsung selama 12 hari mulai Rabu (25/2/2026) hingga Minggu (8/3/2026) itu, Polres Kediri Kota mengungkap sebanyak 7 kasus target operasi (TO) dengan rincian 4 kasus perjudian dan 3 kasus narkoba.

“Untuk Non Target Operasi (Non TO), ada sebanyak 18 kasus terdiri dari 1 kasus perjudian, 2 kasus narkoba, dan
15 kasus peredaran minuman keras ilegal,” katanya.

Menurut Waka Polres Kediri Kota,
total keseluruhan kasus yang berhasil diungkap selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026 ada sebanyak 25 kasus. Selain pengungkapan kasus perjudian dan miras ilegal, Satresnarkoba Polres Kediri Kota berhasil mengungkap beberapa kasus penyalahgunaan narkotika dan obat keras berbahaya.

“Barang bukti antara lain berupa sabu-sabu, pil dobel L, timbangan digital, alat konsumsi, dan beberapa handphone yang digunakan sebagai sarana transaksi,” jelasnya.

Dia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polres Kediri Kota beserta polsek jajaran, dukungan dan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi terkait aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat

Polres Kediri Kota akan terus melakukan upaya penegakan hukum secara tegas terhadap segala bentuk penyakit masyarakat, khususnya perjudian, peredaran miras ilegal, hingga penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda dan mengganggu stabilitas kamtibmas.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing serta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang melanggar hukum,” tegas Waka Polres Kediri Kota

Bentuk Peduli Kenyamanan Masyarakat Mudik Lebaran 2026, BPJS Sediakan Posko Kesehatan

Sidoarjo | Gempur News – Sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026, BPJS Kesehatan menghadirkan Posko Mudik di sejumlah titik padat pemudik, salah satunya yang diresmikan di Terminal Purabaya Jumat (13/3/26).
Melalui posko tersebut, para pemudik dapat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan gratis maupun layanan informasi terkait Program JKN selama perjalanan mudik.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan para pemudik dapat mengakses layanan tersebut mulai 13 hingga 18 Maret 2026. Posko Mudik BPJS Kesehatan hadir di beberapa lokasi strategis diantaranya Pelabuhan Merak Banten, Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, sejumlah rest area tol di Pulau Jawa, hingga Terminal Purabaya Sidoarjo dan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Kehadiran Posko Mudik BPJS Kesehatan ini, merupakan kegiatan rutin setiap periode Lebaran sebagai bentuk komitmen memberikan kemudahan akses layanan bagi peserta JKN yang sedang melakukan perjalanan mudik.
Selain konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gratis, pemudik juga dapat memanfaatkan fasilitas relaksasi, obat-obatan dasar, tindakan medis sederhana yang bersifat darurat, hingga rujukan jika diperlukan.
“Para pemudik yang singgah di Posko Mudik BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan berbagai layanan tersebut secara gratis tanpa dipungut biaya. Untuk itu kami mengimbau kepada para pemudik agar tidak ragu singgah dan memanfaatkan layanan yang telah kami sediakan,” ujar Pujo.
Masih kata Pujo, selama periode mudik Lebaran peserta JKN tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun berada di luar daerah domisili. Dengan prinsip portabilitas Program JKN, peserta tetap bisa mendapatkan layanan rawat jalan di puskesmas, klinik, maupun dokter praktik mandiri yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan apabila fasilitas kesehatan tempat peserta terdaftar tutup atau peserta berada di luar daerah. Dalam kondisi gawat darurat, peserta juga dapat langsung menuju rumah sakit terdekat tanpa memerlukan rujukan,” pungkasnya
Senada dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan petugas serta peralatan kesehatan untuk mendukung pelayanan bagi para pemudik di Terminal Bungurasih maupun di posko kesehatan lainnya.
“Dinas Kesehatan telah menyiapkan tenaga kesehatan dari puskesmas maupun rumah sakit yang bertugas secara bergantian di posko kesehatan. Peralatannya juga sudah disiapkan untuk mendukung pelayanan bagi para pemudik,” ujar Lakhsmie.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan posko kesehatan tersebut.
“Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan posko kesehatan ini, sehingga jika sudah ada keluhan yang masih ringan segera mendatangi posko kesehatan untuk mendapatkan terapi, jangan sampai sudah jatuh sakit baru datang ke posko kesehatan,” pungkasnya.
Sementara, Kepala UPT Terminal Purabaya (Bungurasih), Veirie Sugiarto, mengapresiasi kehadiran posko kesehatan dari BPJS Kesehatan di Terminal Purabaya.
Dengan adanya posko tersebut, sangat membantu para penumpang, terutama di momen arus mudik dan balik Lebaran yang biasanya membuat aktivitas terminal meningkat. Ia juga mengimbau para penumpang agar tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan secara gratis.
“Silakan diperiksakan jika merasa kurang sehat, karena layanan ini gratis dan sangat bermanfaat bagi para pemudik,” Pungkasnya Veirie Sugianto (Yl)

Rutan Batam Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Keluarga Warga Binaan dan Masyarakat

Batam – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka Safari Ramadhan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Kamis(12/03).

Bertempat di lapangan Rutan Kelas IIA Batam, Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan dengan mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, keluarga warga binaan, masyarakat sekitar, serta rekanan media.

Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius dan khusyuk menjelang waktu berbuka puasa. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam yang menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas kehadiran seluruh tamu undangan yang turut mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadhan.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat, serta sebagai sarana mempererat hubungan dengan keluarga warga binaan.

Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Aris Munandar, turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas pembinaan kepada warga binaan, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan baksos kepada keluarga warga binaan, Masyarakat sekitar dan santunan kepada anak yatim. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap masyarakat serta upaya menebarkan keberkahan di bulan Ramadhan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz KH. Marsapwan, yang memberikan tausiyah tentang makna Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ceramah ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan agar seluruh rangkaian kegiatan dan tugas pengabdian dapat berjalan dengan baik dan penuh keberkahan.

Menjelang waktu Maghrib, seluruh tamu undangan bersama-sama melaksanakan buka puasa dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Para tamu yang hadir juga menikmati berbagai hidangan berbuka yang telah disediakan, termasuk aneka makanan dan minuman dari stand UMKM yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan dapat semakin mempererat silaturahim antara jajaran pemasyarakatan, Instansi terkait, masyarakat, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di Rutan Batam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi di bulan suci Ramadhan(Gokkon)

PLN UP3 Cimahi Hadirkan Terang hingga Pelosok di Bulan Ramadan 1447 H, 41 Pelanggan Lisdes di Bandung Barat Kini Nikmati Listrik

Cimahi, Maret 2026 Semangat menghadirkan terang dan kebermanfaatan bagi masyarakat semakin terasa di bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi berhasil menyelesaikan pembangunan jaringan listrik pedesaan di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat pada minggu pertama bulan Maret 2026.

Program Lisdes merupakan inisiatif strategis PLN untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T). Program ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung target rasio elektrifikasi nasional mencapai 100 persen sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029. Melalui pembangunan infrastruktur jaringan distribusi serta pemanfaatan energi terbarukan, PLN terus berkomitmen memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati listrik sebagai kebutuhan dasar yang mendukung kehidupan yang lebih baik.

Di wilayah kerja UP3 Cimahi, pembangunan jaringan listrik desa telah menjangkau sejumlah dusun di Kabupaten Bandung Barat, khususnya di Kecamatan Gununghalu, Sirnajaya, Cilangari, Tamansari, serta beberapa wilayah lain di Kecamatan Cisarua, Cipongkor, dan Rongga. Dari pembangunan jaringan tersebut, sebanyak 41 pelanggan Program Lisdes kini telah berhasil tersambung dan dapat menikmati layanan listrik PLN untuk mendukung berbagai aktivitas rumah tangga maupun kegiatan produktif masyarakat.

Manager PLN UP3 Cimahi, Aryta Wulandari, menyampaikan bahwa penyelesaian program Lisdes di bulan Ramadan ini menjadi momentum yang penuh makna bagi PLN dalam menghadirkan terang bagi masyarakat hingga ke pelosok daerah. Menurut Aryta, listrik bukan hanya sekadar energi, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menambahkan bahwa dengan tersedianya listrik, masyarakat kini dapat menjalankan berbagai aktivitas dengan lebih nyaman, termasuk kegiatan ibadah di bulan suci Ramadan seperti sahur, berbuka puasa, hingga pelaksanaan ibadah malam.

Aryta juga menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program ini tidak terlepas dari sinergi yang baik antara PLN dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat, yang selama ini terus mendukung upaya pemerataan akses listrik bagi masyarakat.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh tim PLN UP3 Cimahi dalam mempercepat realisasi pembangunan jaringan listrik desa. Ia menegaskan bahwa PLN terus berkomitmen untuk menghadirkan listrik yang andal dan merata sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sugeng menambahkan bahwa di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kehadiran listrik di wilayah pedesaan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam menunjang aktivitas sehari-hari, tetapi juga dalam mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat. Sinergi yang telah terjalin antara PLN dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat akan terus diperkuat untuk memastikan pembangunan jaringan kelistrikan pedesaan dapat terus dilanjutkan hingga menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.

Melalui penyambungan 41 pelanggan Lisdes ini, PLN berharap kehadiran listrik dapat menjadi energi penggerak bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan serta mempercepat pembangunan daerah, sekaligus memperkuat komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat, khususnya di momentum Ramadan 1447 H yang penuh keberkahan.

Achmad Syafei

Polda Jatim Petakan Jalur Mudik, Pasar Tumpah dan Titik Lelah Jadi Perhatian

SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar apel kesiapan Operasi Ketupat 2026 sebagai langkah awal pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Kamis (12/3/26).

Operasi tersebut akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret mendatang.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengatakan bahwa pelaksanaan gelar Operasi Ketupat dilakukan secara serentak seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk kesiapan menghadapi mobilitas masyarakat selama Idulfitri.

Ia menjelaskan, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menjalankan ibadah selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Menurutnya, perjalanan mudik bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual bagi masyarakat yang ingin bertemu keluarga di kampung halaman sekaligus melaksanakan ibadah salat Idulfitri.

“Operasi ini tidak semata-mata perjalanan fisik, namun juga perjalanan spiritual. Kepolisian hadir untuk melayani masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman dan menjalankan ibadah,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama arus mudik dan balik, Polda Jatim telah melakukan pemetaan sejumlah titik rawan sejak sebulan lalu.

Pemetaan tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi terkait seperti Jasa Marga, Dinas Pekerjaan Umum kabupaten dan Provinsi, Dinas Perhubungan, serta instansi lainnya.

Hasil survei tersebut mengidentifikasi sejumlah potensi kerawanan, mulai dari titik rawan kemacetan, rawan kecelakaan lalu lintas, hingga titik kelelahan pengemudi.

“Pemetaan dilakukan baik di jalur arteri maupun jalan tol di wilayah Jawa Timur,” ujar Kombes Iwan.

Pada jalur arteri, beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain jalur Pantura (Lintas Utara), jalur tengah, jalur selatan, wilayah Tapal Kuda, serta jalur di kawasan timur Jawa Timur.

Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah jalur arteri di Kabupaten Tuban yang berbatasan langsung dengan Rembang, Jawa Tengah.

Jalur tersebut diketahui menjadi salah satu lintasan utama kendaraan logistik yang tidak melalui jalan tol.

“Arteri Tuban menjadi tumpuan kendaraan logistik, terutama kendaraan berat yang tidak melalui tol. Di sana juga terdapat beberapa titik yang kami prediksi rawan kecelakaan,” ungkapnya.

Dirlantas Polda Jatim menyebutkan, di wilayah Tuban terdapat sekitar 25 titik yang dipetakan sebagai potensi kerawanan lalu lintas, mulai dari perbatasan Rembang hingga jalur menuju Lamongan dan Bojonegoro.

Selain itu, potensi kemacetan akibat hambatan samping seperti pasar tumpah juga menjadi perhatian.

Di wilayah Madura, tercatat terdapat sekitar delapan lokasi pasar tumpah yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Lokasi-lokasi tersebut sudah kami sampaikan kepada masing-masing Kasat Lantas agar dilakukan langkah antisipasi jauh hari sebelum pelaksanaan mudik maupun arus balik,” katanya.

Di sisi lain, Polda Jatim juga memetakan sejumlah titik lelah bagi pengendara, khususnya di sepanjang ruas jalan tol.

Hal ini dilakukan mengingat panjangnya jaringan tol di Jawa Timur yang menghubungkan wilayah timur, selatan, hingga utara.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, tersedia sekitar 27 rest area di sepanjang ruas tol di Jawa Timur, baik di jalur kiri maupun kanan.

Rest area tersebut terdiri dari beberapa tipe, yakni tipe A, B, dan C yang dibedakan berdasarkan fasilitas yang tersedia.

“Rest area tersebut sudah kami cek sejak sebulan lalu dan kondisinya siap digunakan untuk memfasilitasi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat,” pungkasnya.(*)

DPRD kabupaten pasuruan perkuat sinergi Dengan kejaksaan Demi pemerintahan Bersih DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya memperkuat sinergi kelembagaan dengan guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan akuntabel.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, , usai menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Kejaksaan Negeri, Senin (2-3-2026).

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga legislatif dan aparat penegak hukum merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan daerah berjalan sesuai koridor peraturan perundang-undangan.

“Sinergi antara DPRD dan Kejaksaan merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan akuntabel,” ujarnya.

Samsul menjelaskan, DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Dalam pelaksanaan fungsi tersebut, koordinasi dengan Kejaksaan dinilai penting agar setiap produk kebijakan, termasuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), memiliki landasan yuridis yang kuat.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, forum koordinasi tersebut diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih intensif dalam tiga aspek utama.
1, pendampingan serta penguatan aspek hukum dalam pembahasan Raperda agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2, pencegahan potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.
3, penguatan edukasi hukum bagi anggota DPRD maupun perangkat daerah.

“Kami meyakini pendekatan pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan. Karena itu, sinergi ini bukan semata dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga membangun budaya hukum dan integritas bersama,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, , menilai koordinasi yang solid antara legislatif dan aparat penegak hukum menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

Menurutnya, penguatan komunikasi sejak tahap perencanaan kebijakan akan meminimalkan potensi kesalahan administratif maupun persoalan hukum di kemudian hari.

“Kami ingin setiap kebijakan yang lahir dari DPRD benar-benar kuat secara substansi dan aman secara hukum. Karena itu, koordinasi dan pendampingan menjadi kebutuhan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

Rias menegaskan, DPRD berkomitmen menjaga marwah lembaga dengan memastikan seluruh proses legislasi dan penganggaran berjalan transparan serta dapat dipertanggung jawabkan kepada publik.