Home Blog Page 54

Penyerahan Sertifikat Kompetensi Chef MBG oleh LSP Rajawali Hospitality Nusantara di Blitar

0

BLITAR – Setelah melalui Pelatihan dan Uji Kompetensi para Chef MBG yang sudah bekerja di SPPG atau yang akan menempuh karir di bidang jasa boga khususnya di dapur MBG, yang dilaksanakan LSP Rajawali Hospitality Nusantara yang berlisensi BNSP, maka pada Jum”at ( 13/3 ) di Area Tirto Jati – Sanankulon telah diserahkan Sertifikat Kompetensi  bagi  beberapa peserta yang telah lulus ujian.
Pelatihan dan Uji kompetensi dilakukan oleh Asesor BNSP Chef Dani DW yang saat ini menjabat Ketua Umum ICI ( Indonesia Chef of Independent ) yang sekaligus memberikan pembekalan teknis kepada peserta. Program sertifikasi ini juga mendapat dukungan dari lembaga tingkat ASEAN, Asia Tenggara, serta Australian Aid.“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola dapur SPPG agar sesuai dengan standar nasional,” kata Chef Dani.Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai standar profesi juru masak, prinsip keamanan pangan, tata kelola dapur, serta regulasi nasional Program MBG.Setelah pelatihan, peserta menjalani uji kompetensi sertifikasi skema II bidang Food and Beverage Production (Cookery). Chef Dani menambahkan bahwa ” Cara dan pola pemilihan dan penyimpanan bahannya yang benar, penyimpanan, mengolah makanan dan pemotongan yang benar, lalu cara pola memasak makanannya. Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh team asesor BNSP kepada para peserta yang telah dinyatakan kompeten, setelah mereka mengikuti rangkaian uji kompetensi di bidang jasa boga . Momentum ini menjadi bentuk pengakuan resmi terhadap kemampuan dan profesionalitas para pelaku juru masak dalam rangka mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto.Ketua KJS Blitar selaku pelaksana TUK, Alex EM, mengatakan sertifikasi profesi juru masak menjadi faktor penting dalam keberhasilan Program MBG yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.“Program MBG merupakan program nasional berskala besar. Karena itu, proses pengolahan makanan harus dilakukan oleh tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan memahami standar keamanan pangan serta gizi nasional,” ujarnya.Menurut Alex, sertifikasi profesi menjadi bukti formal bahwa juru masak memiliki keahlian sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI ) di bidang jasa boga. Keberadaan juru masak bersertifikat di dapur SPPG juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik dan pemerintah daerah.“Dengan tenaga juru masak bersertifikat, operasional dapur SPPG dapat berjalan lebih profesional dan memenuhi standar MBG nasional,” katanya.
Diharapkan, melalui program sertifikasi ini akan semakin banyak lahir tenaga kerja terampil yang mampu mendukung perkembangan pelaksanaan program MBG di daerah.Dengan adanya sertifikat kompetensi para Chef atau Juru Masak MBG yang profesional dan telah mengantongi sertifikat dari lembaga resmi BNSP, para peserta kini memiliki legitimasi profesional yang dapat meningkatkan peluang kerja sekaligus memperkuat kualitas layanan, khususnya di wilayah Blitar Raya dan sekitarnyaUntuk kegiatan pelatihan dan uji kompetensi para Chef dan calon – calon Chef ini direncanakan berlanjut ke batch – batch selanjutnya yang sudah diprogramkan pada bulan-bulan mendatang untuk menjangkau lebih banyak tenaga pengelola dapur program MBG yang profesional dan telah mengikuti pelatihan dan telah menempuh sertifikasi. ( Fen/Red )

Aksi Sigap Personel Pos PAM Banyuwangi Kota Evakuasi Pengendara yang Membutuhkan Pertolongan Medis Darurat

BANYUWANGI – Kehadiran aparat kepolisian dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 tidak hanya berfokus pada kelancaran arus lalu lintas, namun juga pada pelayanan kemanusiaan yang cepat dan tepat. Hal ini dibuktikan oleh personel Pos Pengamanan (Pos PAM) Banyuwangi Kota yang melakukan aksi evakuasi terhadap seorang warga yang mengalami kendala kesehatan saat berkendara, Sabtu (14/03/2026) pagi.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di sekitar area Pos PAM Banyuwangi Kota. Seorang pengendara roda dua terpantau membutuhkan pertolongan medis segera. Melihat kondisi tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, PMI, BPBD, hingga Senkom yang sedang bersiaga langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama.

Kepala Pos PAM Banyuwangi Kota, AKP Hendry Christianto, S.Sos., menjelaskan bahwa koordinasi cepat antar instansi menjadi kunci penanganan ini. “Sesuai prosedur, korban langsung kami evakuasi menggunakan unit ambulans yang memang sudah standby di Pos PAM untuk dilarikan ke RSUD Blambangan guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” ujarnya.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas respon cepat para personel di lapangan. Beliau menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru tahun ini.

“Inilah esensi dari kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami tidak hanya menjaga ketertiban di jalan raya, tetapi juga harus peka dan sigap terhadap kondisi darurat yang dialami warga. Sinergitas antara Polri dengan tim medis, PMI, dan instansi terkait lainnya di Pos PAM ini bertujuan untuk memberikan jaminan rasa aman dan pelayanan prima bagi seluruh warga yang merayakan Idul Fitri maupun yang sedang beraktivitas,” tegas Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

Kapolresta Banyuwangi juga menambahkan bahwa penyiapan sarana seperti ambulans di setiap titik Pos PAM adalah langkah antisipatif yang sangat krusial. “Kejadian pagi ini membuktikan betapa pentingnya kesiapan sarana prasarana penunjang di pos-pos pengamanan untuk merespon kebutuhan masyarakat secara instan,” imbuhnya.

Berkat penanganan yang cepat dan terukur, situasi di lokasi kejadian tetap lancar, aman, dan kondusif. Hingga saat ini, arus lalu lintas di pusat kota Banyuwangi terpantau stabil di bawah pengawasan ketat petugas gabungan. (*)

Jaga Stabilitas Harga Saat Ramadan, Kapolresta Banyuwangi Hadiri Gerakan Pangan Murah Serentak di RTH Blambangan

BANYUWANGI – Dalam upaya menekan laju inflasi dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 H, Polresta Banyuwangi bersinergi dengan Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak se-Indonesia, Jumat (13/03/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Blambangan ini diawali dengan mengikuti Zoom Meeting nasional yang dipimpin oleh Bapak Wakapolri bersama Direktur Utama Perum Bulog. Agenda ini merupakan langkah nyata Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah hukum Polresta Banyuwangi.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi oleh Kabulog Banyuwangi, Kadis Pertanian Kabupaten Banyuwangi, serta PJU Polresta Banyuwangi dan Muspika Kecamatan Banyuwangi.

Gerakan Pangan Murah ini hadir dalam bentuk bazar sembako yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga telur dengan harga di bawah pasar. Masyarakat tampak antusias memadati area bazar untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari fungsi pengawasan dan stabilitas keamanan wilayah.

“Polresta Banyuwangi berkomitmen penuh mengawal stabilitas harga pangan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami hadir bersama Bulog dan instansi terkait untuk memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga komoditas pokok,” ujar Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.

Beliau juga menambahkan bahwa Polri akan terus melakukan monitoring secara intensif di pasar-pasar tradisional untuk mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat luas.

“Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman tanpa harus mengkhawatirkan ketersediaan maupun keterjangkauan harga pangan. Sinergi ini akan terus kita perkuat hingga menjelang Idul Fitri nanti,” tegas Kapolresta.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan kondusif. Dengan adanya program GPM ini, diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan situasi Kamtibmas yang stabil di wilayah Kabupaten Banyuwangi. (*)

Polres Pasuruan Siapkan 7 Pos dan Ratusan Personel untuk Amankan Operasi Ketupat Semeru 2026

PASURUAN – Polres Pasuruan menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

Dalam operasi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tersebut, ratusan personel gabungan diterjunkan serta sejumlah pos pengamanan dan pelayanan disiagakan di titik strategis wilayah Kabupaten Pasuruan.

Operasi Ketupat Semeru 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan tujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran arus lalu lintas selama momentum Lebaran.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penggelaran pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik maupun arus balik.

“Polres Pasuruan bersama TNI dan instansi terkait siap melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” kata AKBP Harto Agung Cahyono.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polres Pasuruan mendirikan 7 pos pengamanan dan pelayanan, yang terdiri dari 4 Pos Pengamanan (Pos Pam), 2 Pos Pelayanan (Pos Yan) dan 1 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis yang memiliki mobilitas tinggi.

Empat Pos Pengamanan berada di Alun-Alun Bangil, Arteri Gempol, Cimory Prigen, dan Tosari yang menjadi jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Sementara dua Pos Pelayanan didirikan di Rest Area KM 66 A dan KM 66 B Tol Pandaan–Malang, sedangkan Pos Terpadu berada di Taman Dayu Pandaan yang menjadi pusat kendali operasi lapangan.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Pasuruan menyiapkan 220 personel Polri yang terlibat langsung dalam operasi. Dari jumlah tersebut, 110 personel ditempatkan pada Pos Pam, Pos Yan, dan Pos Terpadu, sementara 110 personel lainnya bertugas di posko dan satuan tugas operasi.

Selain itu, operasi ini juga melibatkan 242 personel dari berbagai instansi terkait yang akan ditempatkan di pos-pos operasi, serta 153 personel yang disiagakan di mako sebagai cadangan.

Unsur yang terlibat di antaranya berasal dari TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Marga, Senkom Mitra Polri, Banser, Pramuka, hingga organisasi komunikasi masyarakat.

Kapolres menambahkan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik, tetapi juga pada lokasi dengan potensi keramaian seperti pusat perbelanjaan, kawasan wisata, rumah ibadah, terminal, serta titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

“Melalui sinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder, kami berharap situasi kamtibmas tetap kondusif serta arus mudik dan balik di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan aman, lancar dan terkendali,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Selain pengamanan jalur, Polres Pasuruan juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, bencana alam, hingga lonjakan kendaraan di jalur wisata dan jalan tol yang menjadi lintasan utama pemudik di wilayah tersebut.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Polres Pasuruan optimistis Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Gerakan Pangan Murah Polri, Polres Pasuruan Berhasil Salurkan 45 Ton Beras untuk Masyarakat

PASURUAN — Polres Pasuruan menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah Polri Serentak melalui bazar atau pasar murah yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Pasuruan dan serentak oleh seluruh Polsek jajaran. ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono, Wakapolres Pasuruan, para Pejabat Utama Polres Pasuruan, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, serta Kepala Bulog Cabang Malang.

Dalam program tersebut, masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar. Salah satu komoditas utama yang disediakan adalah beras dengan harga Rp55.000 per kemasan 5 kilogram.

Kasat Binmas Polres Pasuruan AKP Sunarti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digelar serentak oleh Polri bekerja sama dengan Perum Bulog dan instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“Melalui program Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya di wilayah Kabupaten Pasuruan, total beras yang berhasil disalurkan kepada masyarakat mencapai 45 ton.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok.

“Polri hadir untuk membantu masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami berharap kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Harto.

Polri Siapkan Strategi Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas: Negara Harus Hadir Jaga Momentum Ramadan dan Idul Fitri

0

JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia menegaskan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pelepasan tim peliputan mudik yang digelar di kantor CNN Indonesia Jakarta, Jumat (13/03).

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan Operasi Ketupat tahun ini tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga memastikan negara hadir menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

“Operasi Ketupat bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi bagaimana negara hadir memastikan rangkaian Ramadan, Idul Fitri, hingga aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Polri juga telah menyiapkan skenario pengamanan pada sejumlah titik yang diperkirakan menjadi pusat pergerakan masyarakat selama masa mudik.

Menurut Agus, terdapat lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan selama Operasi Ketupat 2026. Klaster tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri atau alternatif, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.

“Mudik adalah perjalanan penuh rindu kepada keluarga dan kampung halaman. Tugas kami memastikan masyarakat berangkat selamat, sampai tujuan dengan bahagia, dan kembalinya juga selamat,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur-jalur utama.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigjen Pol. Tjahyono menekankan pentingnya penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat selama masa mudik. Informasi yang cepat dan tepat dinilai dapat membantu pemudik menentukan rute perjalanan dan mengantisipasi potensi kepadatan.

“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar-benar membantu mereka selama perjalanan, baik saat mudik maupun ketika kembali,” ujar Tjahyono.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline Polri 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

“Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan hotline 110 yang tersedia di seluruh Indonesia,” kata Tjahyono.

Polri berharap melalui kesiapan personel, pos pengamanan, serta koordinasi dengan berbagai pihak, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pelayanan Pengamanan Mudik Lebaran Polres Ponorogo Atensi Jalur Rawan Longsor

PONOROGO – Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, Polres Ponorogo Polda Jatim atensi jalur mudik rawan longsor.

Dengan sinergi lintas sektor, Polres Ponorogo Polda Jatim juga menyiapkan enam pos Operasi Ketupat Semeru 2026.

Hal itu guna mengantisipasi lonjakan arus mudik dan menjaga keamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Enam pos tersebut terdiri dari empat pos pengamanan (Pospam) dan dua pos pelayanan (Posyan) yang disiagakan di sejumlah titik strategis jalur mudik di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, empat pos pengamanan didirikan di kawasan Mlilir yang merupakan perbatasan Ponorogo–Madiun, kawasan wisata Telaga Ngebel, Dengok, serta Pasar Legi.

Sementara dua pos pelayanan berada di Paseban Alun-alun Ponorogo dan Terminal Seloaji.

“Di arah Pacitan juga ada pospam. Jadi apabila ada gangguan Kamtibmas termasuk terjadi longsor masyarakat bisa menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam bebas pulsa dan akan kami respon secepat mungkin, ” ujar AKBP Andin, Sabtu (14/3/26).

Selain pengamanan arus mudik, kepolisian juga telah memetakan sejumlah jalur rawan bencana yang berpotensi mengganggu perjalanan pemudik.

Di antaranya jalur Ponorogo–Pacitan dan Ponorogo-Trenggalek, yang dikenal memiliki kontur perbukitan dan rawan longsor saat musim hujan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian telah berkoordinasi dengan lintas sektor guna menyiapkan personel serta sarana prasarana di titik-titik rawan.

“Apabila terjadi longsor, kami akan langsung bergerak melakukan evakuasi agar arus lalu lintas tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan panjang,” jelasnya.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Ponorogo Polda Jatim mengerahkan total 380 personel gabungan.

Rinciannya, 280 personel kepolisian serta 100 personel dari lintas sektor dan instansi terkait lainnya. (*)

Jelang Mudik Lebaran, Polda Jatim Cek Kesiapan Pos Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak

SURABAYA – Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polda Jawa Timur memastikan kesiapan sarana dan prasarana pengamanan.

Karoops Polda Jatim Kombes Pol Nurhandono memimpin langsung pengecekan Pos Terpadu Operasi Ketupat Semeru 2026 di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (13/3/2026).

Pos Terpadu tersebut akan melayani ribuan penumpang yang diperkirakan meningkat selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Rombongan pejabat utama Polda Jatim tiba di lokasi sekitar pukul 13.25 waktu setempat.

Dalam peninjauan tersebut, Karoops didampingi oleh Dirsamapta Polda Jatim, Kombes Pol Noerwiyanto, Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast serta Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengecekan ini bertujuan untuk memvalidasi kesiapan personel maupun fasilitas penunjang di pos terpadu.

Hal itu dilakukan guna memberikan pelayanan maksimal serta menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi laut.

Kombes Pol Abast yang juga selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026 Polda Jatim menambahkan, Terminal GSN merupakan titik krusial yang memerlukan perhatian khusus.

Menjelang periode Angkutan Lebaran 2026, lanjut Kombes Pol Abast, Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara terus mematangkan berbagai kesiapan dengan sinergi lintas sektor dalam pelayanan pengamanan Idulfitri.

“Hal ini kami lakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi peningkatan jumlah penumpang, baik pada arus mudik maupun arus balik,” ujarnya.

Selain mengecek fisik bangunan pos, jajaran kepolisian juga melakukan koordinasi terkait skema pengaturan alur penumpang agar tidak terjadi penumpukan di area terminal.

Penyiagaan personel secara maksimal menjadi prioritas utama untuk memastikan seluruh standar operasional prosedur (SOP) pengamanan berjalan dengan baik.

“Kami menyiagakan personel untuk memaksimalkan pelayanan mudik jalur laut. Fokus kami adalah keselamatan masyarakat dan kelancaran sirkulasi penumpang di pelabuhan,” pungkas Kombes Pol Abast.

Kesiapan ini diharapkan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman melalui Pelabuhan Tanjung Perak, sekaligus memastikan Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan efektif dan humanis dalam mewujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia. (*)

Cek Kesiapan Arus Mudik Pelabuhan Merak, Kapolri, Panglima hingga Menko PMK Patroli Naik Heli

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan patroli udara untuk memastikan kesiapan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 2026. Peninjauan dilakukan di wilayah Pelabuhan Merak, Banten.

Patroli udara dilakukan Kapolri bersama dengan stakeholder terkait di antaranya Menko PMK Pratikno hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Dalam kesempatan itu, Sigit melihat langsung kondisi terkini dari kesiapan Pelabuhan Merak dalam menghadapi arus mudik hingga balik Lebaran 2026.

Patroli udara ini dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan arus mudik hingga balik Lebaran untuk masyarakat.

Selain itu, Sigit dan stakeholder terkait lainnya nanti bakal melakukan rapat koordinasi di Pelabuhan Merak. Hal ini untuk memastikan kelancaran operasi ketupat 2026.

Mereka juga nantinya akan melakukan peninjauan langsung ke kapal yang menyeberangkan masyarakat menuju kampung halamannya masing-masing.

Kemudian, pemberian sembako secara simbolis kepada petugas. Peninjauan pos pengamanan terpadu dan posko siaga bencana. Dilanjutkan dengan menyapa langsung pemudik.

Polisi Tangkap Tersangka Ganja 4,3 Kg di Depok

0

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat sekitar 4,3 kilogram di wilayah Depok, Jawa Barat. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial M.A. (30), Selasa malam, 10 Maret 2026.


Penangkapan dilakukan oleh Unit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kota Depok.


Sekitar pukul 21.30 WIB, petugas mengamankan M.A. di kawasan Jalan Raya Parung, Bojongsari Lama, Depok. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu plastik berisi ganja dari tangan tersangka.
Polisi kemudian melakukan pengembangan ke rumah tersangka. Dari lokasi tersebut, petugas kembali menemukan bungkusan kain yang berisi ganja yang diduga berkaitan dengan tersangka.


Dari pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti ganja dengan berat bruto 4.385 gram atau sekitar 4,3 kilogram.


Kepala Unit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba, AKP Joko Arianto, mengatakan penangkapan dilakukan pada Selasa malam sekitar pukul 21.30 WIB di wilayah Bojongsari, Depok.


“Petugas mengamankan seorang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis ganja berinisial M.A. (30) dengan barang bukti sekitar 4,3 kilogram,” kata Joko.


Saat ini tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Markas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba serta turut membantu aparat dalam memberantas peredaran narkotika.