Home Blog Page 53

Ranuwurung Jadi Lokasi Sosialisasi 4 Pilar, MPR RI PKS Ajak Perkokoh Pilar Kebanggaan

Anggota MPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amin Ak, M.M., di hadapan 150 tokoh masyarakat Desa Ranuwurung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Jawa Timur, mengungkapkan situasi geopolitik dan geoekonomi global yang bisa berdampak ke Indonesia.

Dilaporkan Efendi dari media Elshinta Jakarta, dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Balai Desa Ranuwurung, Minggu (15/03/2026), Amin membeberkan bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini telah memicu kenaikan harga minyak dunia. Hal ini secara otomatis membengkakkan biaya subsidi energi dan harga BBM di dalam negeri.

Ia menjelaskan, ketika harga bahan bakar naik, ongkos kirim barang menggunakan truk dan kapal pun melonjak, sehingga harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai, hingga minyak goreng di pasar ikut melambung. Selain itu, gangguan pada jalur perdagangan global membuat bahan baku impor seperti gandum untuk mi instan atau kedelai untuk tempe menjadi langka dan mahal.

“Kenaikan biaya belanja sehari-hari akibat volatilitas harga energi dan macetnya rantai pasok global menjadi ‘hantu’ baru yang mengancam ketahanan sosial ekonomi dan politik nasional,” tegasnya.

Kenaikan biaya bahan baku industri yang tak terkendali berisiko memicu efek domino, mulai dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga melambungnya harga kebutuhan pokok. Dalam situasi “perut lapar” seperti ini, masyarakat menjadi lahan basah bagi provokasi.

“Saat ekonomi sulit, biasanya ada pihak-pihak yang memancing di air keruh. Mereka ingin mengoyak persatuan kita dengan narasi adu domba,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Amin mengajak masyarakat untuk kembali mengingat dan menjaga erat “obat penawar” milik bangsa ini yang sering terlupakan, yakni Empat Pilar Kebangsaan. Baginya, Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah benteng terakhir yang menjaga kita agar tidak runtuh berkeping-keping.

Keempat pilar kebangsaan ini sejatinya adalah fondasi keselamatan bangsa dalam mengarungi tantangan ke depan. Pancasila hadir sebagai kompas moral agar kita tetap peduli sesama di masa sulit, sementara UUD Negara Republik Indonesia 1945 menjadi aturan main yang menjamin setiap kebijakan pemerintah tetap setia membela rakyat kecil. Di sisi lain, menjaga keutuhan NKRI adalah kewajiban mutlak, sedangkan semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi lem perekat yang mengubah perbedaan menjadi kekuatan besar untuk menghadapi krisis bersama-sama.

Amin menekankan bahwa sejarah membuktikan bangsa ini selamat dari berbagai krisis bukan karena moncong senjata, melainkan karena social capital atau modal sosial. Nilai gotong royong adalah survival strategy yang paling ampuh.

Lumbung Pangan Pertahanan Terbaik
Menariknya, Amin menyoroti potensi lokal Lumajang. Di tengah ketergantungan pada bahan baku impor, kekayaan agraris Lumajang harus menjadi garda depan. Ia mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali lumbung-lumbung pangan desa dan solidaritas ala masyarakat Lumajang, terutama agar industri kecil tetap bisa “bernapas” meski terjepit biaya produksi yang kian mencekik.

“Ketahanan pangan adalah pertahanan terbaik,” tegasnya.

Ia berargumen bahwa jika masyarakat mandiri secara ekonomi dan pangan, maka provokasi apa pun tidak akan mempan. Dengan mengoptimalkan potensi agraris seperti Pisang Agung dan Ubi Kayu, Lumajang bisa menjadi daerah yang mandiri. Keduanya menjadi tepung merupakan sumber karbohidrat yang paling tahan banting terhadap cuaca ekstrem.

“Masyarakat Lumajang memiliki Tradisi Pethikan atau syukur panen dan Budaya Gugur Gunung (gotong royong) dalam mengelola lahan tidur. Ini bisa menjadi alat bersama menghindari ancaman krisis,” tambahnya.

Di akhir sosialisasi, Amin mengajak warga Lumajang untuk kritis terhadap informasi di media sosial yang bertujuan membelah bangsa. Ia pun memberikan analogi yang menarik.

“Indonesia adalah rumah besar kita. Jika ada bagian bangunan yang rapuh karena badai ekonomi, tugas kita adalah memperbaikinya bersama, bukan malah membakar rumahnya,” ujarnya.

Di tengah mendung geopolitik yang kian pekat, pesan dari Randuagung ini jelas: solidaritas dan soliditas adalah mata uang yang paling berharga saat ini. Lebih berharga dari dolar, lebih kuat dari sekadar retorika.

PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun Bagikan 218 Paket Zakat kepada Warga Kurang Mampu

0

KEDIRI – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri Pusat Madiun menggelar kegiatan pembagian zakat kepada masyarakat kurang mampu di Padepokan PSHT yang berada di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat sekitar, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan menjelang momentum ibadah di bulan Ramadan.

Melalui program tersebut, PSHT Cabang Kota Kediri berharap dapat memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial sekaligus mempererat hubungan antara organisasi dan masyarakat.

Ketua PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun, Agung Sediana, mengatakan bahwa pembagian zakat tersebut merupakan wujud nyata kontribusi PSHT kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan warga PSHT.

Ia menjelaskan bahwa ajaran PSHT tidak hanya berfokus pada pembelajaran bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan budi pekerti luhur. Melalui nilai tersebut, setiap warga PSHT diharapkan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di mana pun mereka berada.

“Karena ajaran PSHT mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah. Artinya, seorang warga PSHT diharapkan dapat membawa kedamaian dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Agung Sediana, Ketua PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sebanyak 218 paket zakat yang didistribusikan kepada warga kurang mampu di sekitar wilayah Kelurahan Pojok dan sekitarnya. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.

Agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, proses penyaluran zakat dilakukan dengan sistem pendataan sebelumnya. Selain dibagikan secara langsung di padepokan, sebagian paket juga disalurkan dengan metode door to door ke rumah-rumah warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Menurut Agung, metode tersebut dipilih untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus menjangkau warga yang mungkin tidak dapat hadir langsung ke lokasi pembagian. Dengan cara ini, panitia dapat memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial semacam ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. PSHT, kata dia, ingin terus hadir tidak hanya sebagai perguruan pencak silat, tetapi juga sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“InI menunjukkan bahwa PSHT bukan hanya tempat belajar bela diri, tetapi juga wadah pembentukan karakter berbudi luhur yang memberi manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agung berharap kegiatan sosial seperti pembagian zakat ini dapat membantu mengubah pandangan sebagian masyarakat terhadap organisasi pencak silat. Ia menilai masih ada stigma yang melekat bahwa organisasi silat identik dengan konflik atau keributan.

“Kami ingin mengubah stigma bahwa PSHT bukan organisasi yang identik dengan keributan. Sebaliknya, kami membentuk manusia berbudi luhur yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Salah satu warga yang menerima zakat Juned mengaku senang dengan pembagian zakat ini. Karena dengan momen di bulan Ramadhan ini, ada kepekaan dan kepedulian yang dilakukan oleh PSHT cabang Kota Kediri.

“Alhamdulillah dengan moment bulan Ramadhan ini, PSHT Cabang Kota Kediri membagikan zakat, sebagai bentuk kepedulian dan kepekaan terhadap sesama. Semoga kedepannya PSHT lebih berkontribusi bagi Bangsa Indonesia, dan menjadi organisasi yang baik.” Kata Juned, warga.

Melalui kegiatan berbagi zakat tersebut, PSHT Cabang Kota Kediri berharap semangat kepedulian sosial di kalangan anggotanya terus tumbuh. Organisasi ini juga berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Tiga Pengedar Sabu Ditangkap Saat Ramadan, Satresnarkoba Polres Pasuruan Sita Puluhan Poket Sabu

PASURUAN — Satuan Reserse Narkoba Polres Pasuruan menangkap tiga orang terduga pengedar narkotika jenis sabu dalam serangkaian operasi selama akhir Februari hingga awal Maret 2026. Dari tangan para tersangka, polisi menyita puluhan poket sabu dengan total berat belasan gram.

Ketiga tersangka yang diamankan yakni KMW (23) warga Kecamatan Gempol, NLS (35) warga Kecamatan Sukorejo, dan DS (24) warga Kecamatan Sukorejo. Mereka ditangkap di lokasi berbeda setelah dilakukan penyelidikan oleh tim senyap tim I unit I Satresnarkoba Polres Pasuruan.

Penangkapan pertama dilakukan pada Jumat, 27 Februari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB di Desa Wonosari, Kecamatan Gempol. Dari tangan KMW, polisi menemukan 15 poket sabu dengan berbagai berat serta sejumlah barang lain seperti plastik klip kosong, telepon genggam, alat skrop dari sedotan, dan dompet.

Pengembangan kasus kemudian mengarah ke tersangka kedua, NLS, yang ditangkap pada Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo. Polisi kembali menemukan 15 poket sabu serta barang bukti lain berupa timbangan elektrik, dua telepon genggam, plastik klip kosong, alat skrop, dan tas selempang.

Tidak berhenti di situ, petugas kemudian memburu tersangka lain yang diduga berada dalam jaringan yang sama. Sekitar tiga jam setelah pengejaran, polisi berhasil menangkap DS pada Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 00.30 WIB di Desa Petungasri, Kecamatan Pandaan. Dari tangan DS ditemukan satu kantong sabu dengan berat netto 15,876 gram.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan KMW yang kemudian dikembangkan melalui penyelidikan undercover dan surveillance. Polisi menemukan pola jaringan yang menghubungkan peredaran narkotika di wilayah Gempol dan Sukorejo sebelum akhirnya ketiga tersangka berhasil diamankan.

Kapolres Pasuruan, Harto Agung Cahyono, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba, terlebih di bulan Ramadan.

Menurutnya, pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan jajaran Polres Pasuruan dalam memberantas jaringan narkotika yang merusak generasi muda. Ia juga mengapresiasi kerja tim Satresnarkoba yang terus melakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkap jaringan yang saling terhubung.

“Bulan puasa tidak menyurutkan semangat anggota kami untuk memberantas peredaran narkotika. Kami akan terus menindak tegas para pelaku yang mencoba merusak masyarakat dengan narkoba,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

LSM Penjara Indonesia Pasuruan Raya Komitmen Jalin Sinergitas Lebih Baik Lagi Usai Rakor dan Bagi Takjil

PASURUAN – Usai menggelar aksi berbagi takjil dan Rapat Koordinasi (Rakor) pada Sabtu (14/03/2026), pengurus LSM Penjara Indonesia wilayah Pasuruan Raya menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergitas antar anggota. Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Pasuruan tersebut menjadi momentum kebangkitan solidaritas organisasi.

Ketua DPC Kabupaten Pasuruan, Abdul Muin, menegaskan bahwa momen Rakor dan berbagi takjil menjadi titik awal bagi pengurus untuk membangun komunikasi yang lebih erat. Ia berharap sinergitas yang terjalin dapat berdampak positif bagi kemajuan organisasi ke depan.

“Kami sepakat bahwa kebersamaan ini harus terus dijaga. Sinergitas antar anggota, baik di Kabupaten maupun Kota Pasuruan, menjadi kunci utama agar organisasi kita semakin solid. Jangan sampai ada lagi sekat-sekat yang menghambat perjuangan kita. Mari kita bergandengan tangan untuk membawa LSM Penjara menjadi lebih baik lagi,” ujar Abdul Muin, Minggu (15/03/2026).

Sementara itu, Ketua DPC Kota Pasuruan, Saipul Rizal, menambahkan bahwa sinergitas yang dibangun tidak hanya untuk kepentingan internal organisasi, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh anggota untuk bersatu padu dalam setiap kegiatan ke depan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dengan sinergitas yang kuat, insyaallah program-program kita akan lebih mudah terealisasi. Saya mengajak seluruh kader LSM Penjara di Kota Pasuruan untuk terus kompak dan mendukung setiap langkah positif organisasi. Semoga kebersamaan ini membawa berkah bagi kita semua dan masyarakat Pasuruan Raya,” ungkap Saipul Rizal.

Kegiatan berbagi takjil dan Rakor yang digelar sehari sebelumnya menjadi bukti nyata bahwa LSM Penjara Indonesia Pasuruan Raya berkomitmen untuk bangkit dan menjalin kebersamaan demi kemajuan organisasi serta pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Cegah Konvoi dan Tawuran saat Ramadan, Kapolsek Metro Tamansari Cek Langsung disejumlah Titik dan Traffic Light

0

Jakarta Barat – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Jakarta Barat. Salah satunya dilakukan oleh Polsek Metro Tamansari dengan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya konvoi maupun aksi tawuran.

Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat Kompol Bobby Mochammad Zulfikar, S.I.K., M.Si bersama jajaran turun langsung melakukan pengecekan di beberapa lokasi strategis pada Sabtu (14/3/2026) sore.

Beberapa titik yang dipantau di antaranya kawasan Traffic Light Olimo di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangga Besar serta area depan Gereja Sion di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi oleh jajaran unit Intelkam serta Binmas guna memastikan situasi di lapangan tetap aman dan kondusif, khususnya untuk mengantisipasi potensi konvoi kendaraan maupun aksi tawuran yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Menurut Kapolsek, kegiatan pengecekan ini merupakan langkah preventif agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.

Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga berinteraksi dengan masyarakat dan pengguna jalan untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan dengan aman dan nyaman.

Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mencegah munculnya tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Polisi pun akan terus meningkatkan patroli serta pemantauan di sejumlah titik rawan sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan lingkungan.

( Humas Polres Metro Jakarta Barat )

Ketua RW 11 Eko Santoso Kumpulkan Sampah Plastik melalui Bank Sampah untuk Kepentingan Warga

LUMAJANG, GEMPUR NEWS.

Ketua RW 11, Eko Santoso, mengambil inisiatif untuk mengumpulkan sampah plastik melalui program Bank Sampah di wilayahnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Melalui program ini, warga RW 11 dapat menabung sampah plastik mereka dan mendapatkan uang sebagai imbalan. Uang tersebut dapat digunakan untuk kepentingan warga, seperti pembangunan infrastruktur atau kegiatan sosial. “Kami ingin warga RW 11 dapat hidup lebih sejahtera dan lingkungan yang lebih baik,” kata Eko Santoso.

Program Bank Sampah ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mengikuti langkah yang sama dalam pengelolaan sampah dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Eko Santoso menambahkan bahwa program ini juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik dan mencemari lingkungan.

Warga RW 11 juga dilibatkan dalam proses pengelolaan sampah, sehingga mereka dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Kami juga memberikan edukasi kepada warga tentang cara memilah sampah dan mengolahnya menjadi produk yang bernilai,” tambah Eko Santoso.

Program Bank Sampah ini telah berjalan selama beberapa bulan dan telah menunjukkan hasil yang positif. Warga RW 11 semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dan lingkungan, dan jumlah sampah plastik yang terkumpul terus meningkat. Eko Santoso berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain.

Dengan adanya program ini, diharapkan lingkungan RW 11 dapat menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni. “Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga RW 11,” kata Eko Santoso yang juga merupakan ketua Tagana Lumajang ini. ( JOE).

KADIN Lumajang Gelar Gathering dan Buka Puasa Bersama: Menghadapi Tantangan Ekonomi Global dan dampak perang Iran Vs As.Israel.

Lumajang, Gempur News.

KADIN Lumajang menggelar gathering dan buka puasa bersama pengurus se-kabupaten di Hall Nara Wita Agung pada Sabtu, 14 Maret 2026. Acara ini bertujuan mempererat silaturahmi dan membahas kondisi dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global.

Ketua KADIN Lumajang, Agus Setiawan (Samco), menyampaikan beberapa poin penting dalam sambutannya. Pertama, ia menyoroti dampak konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi sektor usaha di Lumajang, termasuk fluktuasi harga energi dan gangguan rantai pasok.

Kedua, Samco mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya efisiensi energi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, sebagai sinyal bagi dunia usaha untuk beradaptasi.

Samco berharap dampak situasi global tidak terlalu signifikan bagi pelaku usaha di Lumajang dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas usaha agar tidak mengakibatkan pengurangan tenaga kerja.

KADIN Lumajang berkomitmen untuk mendorong kolaborasi antar pelaku usaha guna mencari solusi bersama dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Acara yang berlangsung sejak jam 16 30 Wib SD menjelang malam ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang kenangan atas kebersamaan dalam gathering Sam Grup.( JOE).

Di Balik Bagi-Bagi Takjil, LSM Penjara Jatim Bangkit dari Keterpurukan Komunikasi

PASURUAN – Di tengah berkah bulan suci Ramadan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Indonesia Jawa Timur menggelar aksi berbagi takjil yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) di Kabupaten Pasuruan. Momen ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal organisasi.

Ketua DPD LSM Penjara Indonesia Jawa Timur, Zainul Abidin, mengapresiasi kehadiran perwakilan pengurus DPC se-Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan soliditas organisasi.

“Ini luar biasa! Kehadiran saudara-saudara sekalian adalah bukti bahwa api perjuangan kita tak pernah padam. Kegiatan berbagi takjil ini menjadi momentum untuk merekatkan kembali tulang punggung organisasi,” ujar Zainul.

Dalam rakor yang digelar, para pengurus mengakui adanya persoalan komunikasi internal yang selama ini menyebabkan perbedaan persepsi. Zainul menegaskan, forum sepakat melakukan pembenahan menyeluruh.

“Kita akui selama ini komunikasi kurang optimal. Hari ini kita sepakat untuk menertibkan kepengurusan di masing-masing DPC dan membangun komunikasi yang lebih baik ke depan,” tegasnya.

Ketua DPC Kabupaten Pasuruan, Abdul Muin, menyambut positif langkah tersebut. Ia menyebut momentum Ramadan menjadi waktu tepat untuk membersihkan hati dan niat dalam berorganisasi.

“Ini bukan sekadar rapat biasa. Di bulan penuh ampunan ini, kita bersihkan hati dan niat. Saya pastikan DPC Pasuruan menjadi garda terdepan dalam eksekusi komitmen ini. Kita buktikan LSM Penjara hadir dengan wajah baru yang lebih solid,” ujar Abdul Muin.

Ramadan tahun ini menjadi saksi kebangkitan LSM Penjara Indonesia Jawa Timur, dari organisasi yang sempat terombang-ambing perbedaan, menuju kekuatan sosial yang siap berkontribusi nyata bagi masyarakat. (Red)

Wujud Kepedulian dan Kebersamaan dengan Masyarakat, Polres Ogan Ilir Bersama Bhayangkari Bagikan Takjil

Ogan Ilir Sumsel, gempurnews.com – Sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Polres Ogan Ilir bersama Bhayangkari Cabang Ogan Ilir menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan Taman Pancasila, Jalan Lintas Tengah Palembang–Prabumulih, Jumat (13/3/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Ogan Ilir Ny. Ana Bagus serta Wakapolres Ogan Ilir Kompol Helmi Ardiansah, S.H., M.H. Turut hadir para Pejabat Utama (PJU) Polres Ogan Ilir, pengurus Bhayangkari Cabang Ogan Ilir, serta rekan-rekan media dan wartawan Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Ogan Ilir bersama Bhayangkari membagikan sekitar 300 paket takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas di lokasi kegiatan.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.

“Kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan Polres Ogan Ilir bersama Bhayangkari dengan masyarakat, terutama bagi warga yang sedang dalam perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu,” ujar Kapolres.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

Kegiatan pembagian takjil tersebut berakhir sekitar pukul 17.20 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Tips #Cari_Aman Meninggalkan Sepeda Motor saat Mudik

Kepulauan Riau – Menjelang momen mudik Lebaran, banyak masyarakat yang meninggalkan rumah dalam beberapa hari bahkan hingga lebih dari satu minggu. Kondisi ini membuat kendaraan yang ditinggalkan, termasuk sepeda motor, berpotensi mengalami penurunan kondisi maupun risiko keamanan apabila tidak dipersiapkan dengan baik.

Oleh karena itu, pemilik sepeda motor disarankan melakukan beberapa langkah perawatan sederhana sebelum berangkat mudik agar kendaraan tetap aman serta dalam kondisi baik saat kembali digunakan. Agar sepeda motor tetap aman dan dalam kondisi prima saat ditinggalkan, pemilik kendaraan disarankan melakukan beberapa langkah perawatan sederhana sebelum berangkat mudik.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah membersihkan atau mencuci sepeda motor sebelum ditinggalkan. Setelah digunakan dalam aktivitas sehari-hari, kotoran sering menempel pada body maupun bagian yang sulit dijangkau seperti area mesin dan kolong motor. Kondisi ini biasanya semakin terlihat setelah sepeda motor digunakan saat hujan atau melewati jalan yang berlumpur. Apabila dibiarkan terlalu lama, kotoran tersebut dapat menimbulkan kerak yang berpotensi merusak komponen kendaraan.

Dalam proses pencucian, pemilik kendaraan juga disarankan tidak menggunakan sabun jenis deterjen, karena memiliki sifat yang berbeda dan berpotensi merusak lapisan cat maupun komponen tertentu pada sepeda motor. Gunakan sabun khusus sepeda motor agar kebersihan kendaraan tetap terjaga tanpa merusak permukaan body.

Pemilik kendaraan dapat membilas seluruh bagian motor terlebih dahulu untuk merontokkan kotoran yang menempel. Selanjutnya, bersihkan body menggunakan sabun khusus sepeda motor dan spons lembut, serta gunakan sikat untuk menjangkau bagian yang sulit dibersihkan. Setelah itu, bilas kembali dengan air bersih dan keringkan menggunakan lap.

Selain membersihkan motor, terdapat beberapa langkah penting lainnya yang dapat dilakukan agar kendaraan tetap aman selama ditinggalkan, di antaranya:

• Menempatkan kendaraan pada standar tengah agar posisi motor lebih stabil.
• Menonaktifkan remote smart key untuk mencegah sistem tetap aktif saat motor tidak digunakan.
• Menyimpan sepeda motor di area tertutup serta menggunakan kunci ganda sebagai pengaman tambahan.
• Mengisi bahan bakar secukupnya untuk menghindari karat pada tangki bahan bakar, serta memastikan tidak terdapat kebocoran pada sistem bahan bakar maupun oli.
• Melepas terminal aki (battery) apabila motor ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama.
• Melumasi rantai roda, khususnya untuk tipe motor bertransmisi manual, agar tidak mudah berkarat.

Menurut Johandi, Technical Service Manager PT Capella Dinamik Nusantara, langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kondisi sepeda motor tetap prima selama ditinggalkan.

“Kami mengimbau para pengguna sepeda motor untuk melakukan pengecekan dan perawatan sederhana sebelum meninggalkan kendaraan saat mudik. Hal ini penting agar sepeda motor tetap aman serta siap digunakan kembali setelah pemilik kembali dari perjalanan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa persiapan sebelum meninggalkan kendaraan menjadi hal penting untuk mencegah potensi kerusakan maupun gangguan pada sepeda motor selama ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama.
“Dengan melakukan perawatan sederhana sebelum mudik, kondisi sepeda motor dapat tetap terjaga sehingga saat pemilik kembali ke rumah kendaraan tetap siap digunakan,” tambahnya.

Honda juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan keamanan kendaraan di rumah selama periode mudik Lebaran.“Honda kesayangan aman, mudik pun tenang.”

Masyarakat juga dapat mengunjungi AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) terdekat untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan sepeda motor sebelum maupun setelah perjalanan mudik agar kendaraan tetap dalam kondisi optimal.(Gokkon)