Home Blog Page 83

Polda Jatim Petakan Jalur Mudik, Pasar Tumpah dan Titik Lelah Jadi Perhatian

SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar apel kesiapan Operasi Ketupat 2026 sebagai langkah awal pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Kamis (12/3/26).

Operasi tersebut akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret mendatang.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengatakan bahwa pelaksanaan gelar Operasi Ketupat dilakukan secara serentak seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk kesiapan menghadapi mobilitas masyarakat selama Idulfitri.

Ia menjelaskan, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menjalankan ibadah selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Menurutnya, perjalanan mudik bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual bagi masyarakat yang ingin bertemu keluarga di kampung halaman sekaligus melaksanakan ibadah salat Idulfitri.

“Operasi ini tidak semata-mata perjalanan fisik, namun juga perjalanan spiritual. Kepolisian hadir untuk melayani masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman dan menjalankan ibadah,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama arus mudik dan balik, Polda Jatim telah melakukan pemetaan sejumlah titik rawan sejak sebulan lalu.

Pemetaan tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi terkait seperti Jasa Marga, Dinas Pekerjaan Umum kabupaten dan Provinsi, Dinas Perhubungan, serta instansi lainnya.

Hasil survei tersebut mengidentifikasi sejumlah potensi kerawanan, mulai dari titik rawan kemacetan, rawan kecelakaan lalu lintas, hingga titik kelelahan pengemudi.

“Pemetaan dilakukan baik di jalur arteri maupun jalan tol di wilayah Jawa Timur,” ujar Kombes Iwan.

Pada jalur arteri, beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain jalur Pantura (Lintas Utara), jalur tengah, jalur selatan, wilayah Tapal Kuda, serta jalur di kawasan timur Jawa Timur.

Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah jalur arteri di Kabupaten Tuban yang berbatasan langsung dengan Rembang, Jawa Tengah.

Jalur tersebut diketahui menjadi salah satu lintasan utama kendaraan logistik yang tidak melalui jalan tol.

“Arteri Tuban menjadi tumpuan kendaraan logistik, terutama kendaraan berat yang tidak melalui tol. Di sana juga terdapat beberapa titik yang kami prediksi rawan kecelakaan,” ungkapnya.

Dirlantas Polda Jatim menyebutkan, di wilayah Tuban terdapat sekitar 25 titik yang dipetakan sebagai potensi kerawanan lalu lintas, mulai dari perbatasan Rembang hingga jalur menuju Lamongan dan Bojonegoro.

Selain itu, potensi kemacetan akibat hambatan samping seperti pasar tumpah juga menjadi perhatian.

Di wilayah Madura, tercatat terdapat sekitar delapan lokasi pasar tumpah yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Lokasi-lokasi tersebut sudah kami sampaikan kepada masing-masing Kasat Lantas agar dilakukan langkah antisipasi jauh hari sebelum pelaksanaan mudik maupun arus balik,” katanya.

Di sisi lain, Polda Jatim juga memetakan sejumlah titik lelah bagi pengendara, khususnya di sepanjang ruas jalan tol.

Hal ini dilakukan mengingat panjangnya jaringan tol di Jawa Timur yang menghubungkan wilayah timur, selatan, hingga utara.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, tersedia sekitar 27 rest area di sepanjang ruas tol di Jawa Timur, baik di jalur kiri maupun kanan.

Rest area tersebut terdiri dari beberapa tipe, yakni tipe A, B, dan C yang dibedakan berdasarkan fasilitas yang tersedia.

“Rest area tersebut sudah kami cek sejak sebulan lalu dan kondisinya siap digunakan untuk memfasilitasi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat,” pungkasnya.(*)

DPRD kabupaten pasuruan perkuat sinergi Dengan kejaksaan Demi pemerintahan Bersih DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya memperkuat sinergi kelembagaan dengan guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan akuntabel.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, , usai menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Kejaksaan Negeri, Senin (2-3-2026).

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga legislatif dan aparat penegak hukum merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan daerah berjalan sesuai koridor peraturan perundang-undangan.

“Sinergi antara DPRD dan Kejaksaan merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan akuntabel,” ujarnya.

Samsul menjelaskan, DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Dalam pelaksanaan fungsi tersebut, koordinasi dengan Kejaksaan dinilai penting agar setiap produk kebijakan, termasuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), memiliki landasan yuridis yang kuat.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, forum koordinasi tersebut diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih intensif dalam tiga aspek utama.
1, pendampingan serta penguatan aspek hukum dalam pembahasan Raperda agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2, pencegahan potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.
3, penguatan edukasi hukum bagi anggota DPRD maupun perangkat daerah.

“Kami meyakini pendekatan pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan. Karena itu, sinergi ini bukan semata dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga membangun budaya hukum dan integritas bersama,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, , menilai koordinasi yang solid antara legislatif dan aparat penegak hukum menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

Menurutnya, penguatan komunikasi sejak tahap perencanaan kebijakan akan meminimalkan potensi kesalahan administratif maupun persoalan hukum di kemudian hari.

“Kami ingin setiap kebijakan yang lahir dari DPRD benar-benar kuat secara substansi dan aman secara hukum. Karena itu, koordinasi dan pendampingan menjadi kebutuhan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

Rias menegaskan, DPRD berkomitmen menjaga marwah lembaga dengan memastikan seluruh proses legislasi dan penganggaran berjalan transparan serta dapat dipertanggung jawabkan kepada publik.

Operasi Ketupat 2026 Mulai Berjalan, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Teknologi

0

Jakarta – Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 mulai berjalan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Operasi ini tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri berlangsung aman.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen. Pol Agus Suryonugroho mengatakan bahwa Operasi Ketupat telah dimulai setelah Kapolri memimpin Apel Gelar Pasukan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

“Operasi Ketupat besok sudah dimulai dan malam ini sudah insert. Operasi ini bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, tetapi bagaimana Polri hadir memastikan momen sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri semuanya aman,” ujar Kakorlantas.

Ia menjelaskan bahwa dalam Operasi Ketupat 2026 terdapat lima klaster utama pengamanan, yakni jalan tol, jalan arteri, kawasan penyeberangan pelabuhan, simpul transportasi seperti terminal, bandara dan stasiun, serta tempat ibadah dan destinasi wisata.

“Semua skenario cara bertindak sudah dirumuskan bersama stakeholder. Harapannya Operasi Ketupat tahun ini dapat berjalan lebih baik dengan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” jelasnya.

Selain pengamanan arus mudik, Polri juga menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan bagi masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada tiga Polda yang sebelumnya terdampak bencana.

“Setiap Polda mendapatkan 50 kendaraan untuk mendukung pelayanan Operasi Ketupat, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya menghadirkan petugas di jalan untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman hingga kembali ke tempat asalnya.

“Kehadiran anggota Polri harus menjamin masyarakat berangkat mudik dengan aman, sampai tujuan dengan aman dan bahagia, serta kembali juga dengan selamat,” ujarnya.

Dalam pengamanan arus mudik, Korlantas Polri juga memanfaatkan infrastruktur teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Pemantauan dilakukan menggunakan drone, kamera pemantau, hingga body camera yang digunakan oleh anggota di lapangan.

“Operasi Ketupat saat ini menggunakan dukungan teknologi. Kami memantau kondisi lalu lintas menggunakan drone dan perangkat lainnya untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” jelas Kakorlantas.

Terkait rekayasa lalu lintas, Agus menjelaskan bahwa penerapan contraflow dan one way akan dilakukan secara situasional berdasarkan parameter jumlah kendaraan yang terpantau melalui sistem traffic counting.

Sebagai contoh, apabila volume kendaraan di tol mencapai 5.500 kendaraan per jam, maka akan diterapkan contraflow lajur pertama. Jika jumlah kendaraan meningkat hingga 6.500 kendaraan per jam, maka contraflow akan diperluas hingga dua lajur.

“Jika kondisi masih padat, maka akan diberlakukan one way tahap pertama dari kilometer 70 hingga kilometer 236 menuju Jawa Tengah untuk mengurai kepadatan arus kendaraan,” katanya.

Selain di jalan tol, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di sejumlah jalur wisata dan arteri. Di kawasan Gadog misalnya, akan diterapkan sistem one way menuju Puncak pada pagi hari saat akhir pekan dan dievaluasi kembali pada sore hari berdasarkan volume kendaraan.

Pengaturan serupa juga disiapkan di jalur Bogor–Sukabumi (Bocimi) hingga sejumlah titik rawan kepadatan lainnya, termasuk kawasan wisata di Malang Raya dan simpul pertemuan arus kendaraan di Mengkreng, Jawa Timur.

“Seluruh skenario rekayasa lalu lintas sudah kami siapkan melalui survei lapangan dan tactical floor game agar pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan optimal,” pungkasnya.

Polri berharap melalui berbagai kesiapan tersebut, pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar serta menghadirkan mudik aman, keluarga bahagia bagi seluruh masyarakat.

Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Riau Lakukan Sidak dan Razia di Lapas Batam

Batam – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau Aris Munandar melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus razia kamar hunian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan serta upaya memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan tetap terjaga.

Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil bersama jajaran petugas melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah blok hunian warga binaan. Razia difokuskan pada pencarian barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Kakanwil menegaskan bahwa kegiatan sidak dan razia merupakan langkah preventif yang rutin dilaksanakan untuk mencegah peredaran barang terlarang serta memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur.

Selain melakukan razia, Kakanwil juga memberikan arahan kepada jajaran petugas Lapas Batam agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengawasan, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Hal ini penting guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Kepala Lapas Batam Yosafat Rizanto menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan memperkuat sinergi dengan seluruh jajaran dalam menjaga keamanan serta ketertiban di dalam memastikan lapas Batam aman menyambut Libur Idul Fitri 1447 Hijriah

Melalui kegiatan sidak dan razia ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh petugas dalam memberantas peredaran barang terlarang serta mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.(Gokkon)

Ramadan di Balik Tembok, Lapas Batam Hadirkan Momen Buka Puasa Bersama Keluarga

Batam – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Lapas Kelas IIA Batam menggelar kegiatan buka puasa bersama antara Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan keluarga mereka pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Lapas Batam yang berlokasi di Jl. Trans Barelang Km.2 Tembesi, Batam, mulai pukul 16.00 WIB.

Acara buka puasa bersama ini merupakan salah satu bentuk pembinaan sekaligus upaya memperkuat hubungan emosional antara warga binaan dengan keluarga. Melalui momentum Ramadan yang penuh berkah, diharapkan kegiatan ini dapat menghadirkan suasana kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta memberikan dukungan moral bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Batam dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan. Kehadiran keluarga diharapkan dapat memberikan semangat serta motivasi kepada warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.

Dengan semangat kebersamaan di bulan Ramadan, seluruh peserta kegiatan menikmati rangkaian acara hingga waktu berbuka puasa tiba. Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan rasa syukur dalam kehidupan.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, Lapas Batam berharap silaturahmi antara warga binaan, keluarga, dan jajaran petugas dapat terus terjalin dengan baik serta menjadi bagian dari proses pembinaan yang lebih bermakna.(Gokkon)

Cara Amin Ak Bagi Takjil Menghidupkan Perekonomian

Bulan Suci Ramadhan 1447 H, agenda tahunan banyak yang bagi-bagi takjil, baik itu perorangan maupun kelompok dengan tujuan memberikan kemudahan bagi yang menjalankan ibadah puasa untuk berbuka puasa tepat waktu. Pembagian ada beberapa cara baik itu door to door, di letakkan di musola atau masjid dan ada yang di berikan kepada pengguna jalan semua cara itu tujuan sama memudahkan bagi yang menjalankan ibadah puasa buka puasa membatalkan tidak tertunda.

Namun Ramadhan tahun ini (1447 H atau 2026 M) anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak, M.M., menyapa masyarakat yang mengamanahkan kegiatan bagi takjil di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, daerah yang merupakan salah satu daerah pemilihannya di Jawa Timur IV meliputi Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang.

Kegiatan bagi-bagi takjil telah memberikan peluang bagi usaha makan dan minuman. Pasalnya pembagian takjil tersebut tidak diolah oleh orang yang diamanahkan kepada Jatiroto Community Social (JCS), namun di berikan langsung kepada warga yang punya usaha.

Ibu Wagiyem warga Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto menyampaikan kegiatan bagi takjil yang dibeli langsung kepada mereka yang punya usaha merupakan cara menguatkan ekonomi warga yang memiliki usaha.

“Kita senang menerima pesan takjil dari amanah pak Amin, karena dengan begitu cara ini telah menggerakkan ekonomi warga ekonomi lemah yang punya usaha. Biasanya dananya di kelola sendiri oleh orang yang diberi amanah dan cara ini lebih bagus dan mengena pada sasaran,” kata ibu dua anak yang akrab disapa mbak Iyem.

Bunami seorang penjual makanan dan minuman tercatat sebagai warga Desa Kaliboto Lor Kecamatan Jatiroto saat menerima pesanan tidak biasanya, tidak merasa tidak percaya, karena biasa warga beli satu atau dua gelas atau bungkus. Amanah dari Jatiroto Community Social (JCS) setelah dikemas sesuai pesanan langsung disampaikan ke warga yang mana telah di woro-worokan sebelumnya.

“Semoga ada lagi kegiatan dari pak Amin yang memfungsikan pemilik warung, sehingga cara tersebut telah menggerakkan ekonomi warga penjual yang butuh bantuan,” ucap ibu Bunami saat ditemui wartawan detik9news.com.

Pantauan dari crew JCS kegiatan yang dilakukan pada hari Selasa sore 09 Maret 2026 penerima takjil sangat senang dan menyebut nama pak Amin sebagai penyandang dana. Kemungkinan cara itu pola yang baik untuk menguatkan nama legislator dari fraksi PKS agar tetap menjadi salah satu idolanya untuk kedepannya. (Efendi)

Pantau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok, Wabup Mujiono Sidak Pasar dan Pabrik Penggilingan Beras

Gempurnews.com | Banyuwangi – Menjelang Idul Fitri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melakukan Sidak pasar hingga penggilingan beras untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok. Sidak dilakukan bersama Bulog, tim TPID, dan BPS.

“Kami turun memantau harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri,” kata Wabup Mujiono Kamis (12/3/2026).

Sidak diawali di Pasar Rogojampi di Kecamatan Rogojampi. Wabup mengecek harga sejumlah komoditi seperti ayam potong Rp.38 ribu, telur Rp. 30 ribu, daging sapi Rp. 140 ribu, bawang merah Rp. 36 ribu, cabai rawit Rp. 97 ribu.

“Sejumlah komoditi seperti daging sapi naik tapi ini kontraksi karna menjelang Idul fitri. Sementara sejumlah bahan pokok lainnya seperti bawang merah bawang putih telur masih terkendali, bahkan untuk cabai cenderung turun,” kata wabup.

“Sedangkan untuk jumlah stoknya, alhamdulillah menurut pedagang masih mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat,” imbuh Wabup.

Selanjutnya Wabup melakukan sidak ke pabrik penggilingan beras PT. Ratu Pangan Sejahtera di Kecamatan Kabat. Penggilingan ini memproduksi beras setiap harinya sebanyak 250-300 ton. Pabrik ini menyuplai beras untuk area Banyuwangi hingga Bali.

“Alhamdulillah untuk beras stok kita sangat aman bahkan surplus. Penggilingan ini bahkan menyuplai sebagian besar produknya ke luar daerah,” ujar Wabup.

Owner PT. Ratu Pangan Sejahtera Irwan Kuswanto mengatakan saat ini permintaan beras mulai melonjak hingga dua kali lipat. Salah satunya permintaan beras kemasan untuk zakat.

“Sejak dua hari lalu permintaan naik 100 persen untuk menambah stok toko toko jelang Lebaran,” ujarnya.

Ditambahkan Wakil Kepala Bulog Banyuwangi Krisna Yudha saat ini stok beras Bulog CBP (Cadangan Beras Pemerintah) sebanyak 100 ribu ton. Sedangkan program penyerapan gabah Bulog sebanyak 26000 ton

“Stok beras Banyuwangi sangat aman sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Sebelumnya Wabup Mujiono juga telah memastikan stok elpiji Banyuwangi dalam jumlah yang cukup hingga pasca Idul Fitri.

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Ditutup Saat Nyepi, Berikut Jadwalnya

Gempurnews.com | Banyuwangi – Layanan penyeberangan di lintas Ketapang dan Gilimanuk akan ditutup sementara saat Hari Raya Nyepi. Penutupan berlangsung selama tiga hari, yakni 18 hingga 20 Maret 2026.

Berdasarkan pernyataan resmi dari ASDP Indonesia Ferry, penutupan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi akan dilakukan mulai 18 Maret pukul 17.00 sampai 20 Maret pukul 06.00 WIB.

Sedangkan penutupan pelabuhan Gilimanuk, Bali dilakukan pada 19 Maret pukul 05.00 WITA, sampai tanggal 20 Maret pukul 06.00 WITA.

Penghentian sementara operasional penyeberangan juga dilakukan di Pelabuhan Lembar, Lombok (NTB) pada 18 Maret pukul 21.00 WITA sampai 20 Maret pukul 01.30 WITA. Serta Pelabuhan Padangbai, Bali pada 19 Maret pukul 04.00 WITA sampai 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Dijelaskan Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, penghentian sementara operasional ini dilaksanakan berdasarkan surat pengaturan operasional penyeberangan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang mengatur penyesuaian layanan transportasi penyeberangan pada saat Hari Raya Nyepi.

“Transportasi nasional tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga berjalan selaras dengan nilai reliji, budaya dan kearifan lokal masyarakat,” terangnya.

Menurut Windy, layanan penyeberangan saat Nyepi tahun ini menjadi perhatian khusus, sebab berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026. Sehingga diprakirakan bakal terjadi lonjakan mobilitas masyarakat.

Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi pergerakan pada periode 13 hingga 29 Maret.

Pengaturan tersebut meliputi optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar.

“Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” ungkapnya.

Selain pengalihan kendaraan, pemerintah juga menetapkan kebijakan delaying system melalui titik buffer zone di jalur tol maupun non-tol serta pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. (*)

Cegah LPG Langka, Wabup Banyuwangi Sidak Agen – Pangkalan

Gempurnews.com | Banyuwangi – Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melakukan sidak ke sejumlah agen dan pangkalan gas elpiji subsidi untuk mengecek ketersediaannya menjelang Idul Fitri. Sidak dilakukan bersama PT. Pertamina (Persero), tim TPID, dan BPS.

“Tim ini turun untuk memastikan tidak ada kelangkaan Elpiji, khususnya yang subsidi, menjelang Idul Fitri,” kata Mujiono saat meninjau agen di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi Kamis (12/3/2026).

Peninjauan dimulai dari agen elpiji PT Pelangi Migas Abadi, di Desa Lemahbang Dewo, Rogojampi. Selanjutnya, tim juga meninjau pangkalan elpiji di sejumlah tempat.

Dari hasil pemantauan, stok elpiji 3 kilogram (tabung melon) di Banyuwangi dinyatakan aman dan mengimbau masyarakat tidak panik.

“Dari Pertamina dan agen menyampaikan stok aman. Sudah dialokasikan sesuai kebutuhan, bahkan Pertamina siap menambah kuota untuk Banyuwangi 250 persen. Jadi masyarakat jangan panik,” kata Mujiono.

Sales Branch Manager Malang VI Gas Pertamina Patra Niaga, M. Salman al Farisi menjelaskan Pertamina akan menambah kuota elpiji subsidi hingga 250 persen. Pengiriman ke agen akan dilakukan setiap hari.

“Untuk hari biasa kuota Banyuwangi sebesar 63.500 tabung/hari. Mulai hari Minggu besok kuota akan kami tambah, 250 persen, dan pengiriman siap dilakukan tiap hari,” kata Salman.

Harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram di Banyuwangi sebesar Rp18.000 per tabung.

Salman memperkirakan konsumsi masyarakat meningkat signifikan pada akhir pekan ini seiring dengan arus mudik.

“Sudah mulai ada peningkatan konsumsi untuk elpiji subsidi mauoun non subsidi, trennya mulai naik. Untuk itu kami tambah kuota,” kata Salman.

Sementara itu, Direktur PT Pelangi Migas Abadi, Johan Sucipto menjelaskan bahwa pihaknya siap melakukan distribusi setiap hari untuk mengantisipasi kelangkaan di tingkat pangkalan.

“Setiap hari kami menyalurkan 2.800 tabung menggunakan lima truk. Mulai pekan depan akan ada tambahan kuota dari Pertamina. Hari Minggu kami tetap kirim,” jelas Johan. (*)

Pastikan Mudik Aman dan Lancar, Polres Kediri Kota Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026

Kediri Kota – Polres Kediri Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Semeru 2026” sebagai bentuk kesiapan pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026) pagi di halaman Balai Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmat Nomor 15 Kota Kediri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., serta Komandan Kodim 0809 Kediri yang diwakili Mayor Infanteri Ngatari selaku Perwira Penghubung Kodim 0809/Kediri.

Selain itu, turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri yang diwakili Kasi Pidum Dody Novalita, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri Khairul, S.H., M.H., Komandan Brigif Mekanis 16/Wira Yudha Kediri Inf Mohamad Sujoko, M.Han., Komandan Yonif Mekanis 521/Dharma Yudha Kediri Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., serta sejumlah pejabat dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.

Apel gelar pasukan dipimpin oleh Wali Kota Kediri yang didampingi Kapolres Kediri Kota dan perwakilan Kodim 0809 Kediri. Sementara itu, Komandan Apel dijabat oleh Iptu Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman, S.Tr.K., dengan Perwira Apel Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan perwira apel kepada pimpinan apel, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Polri, pemeriksaan pasukan, serta penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 kepada perwakilan personel.

Dalam amanatnya, pimpinan apel menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.

Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari dengan fokus pada pengamanan arus lalu lintas, pelayanan masyarakat, serta pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum Idul Fitri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan pengecekan akhir kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pengamanan.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel dan sarana pendukung benar-benar siap di lapangan sehingga pelaksanaan pengamanan Lebaran dapat berjalan optimal,” ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Ia juga menekankan pentingnya sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh instansi terkait dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama masa mudik.

Selain itu, operasi juga akan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat, sosialisasi keselamatan berlalu lintas, serta pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap angkutan umum.

Sementara itu, pendekatan represif juga tetap dilakukan secara humanis terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti kendaraan over dimension over loading (ODOL), penggunaan knalpot brong, hingga pelanggaran melawan arus.

Apel gelar pasukan tersebut diikuti oleh ratusan personel dari berbagai unsur, di antaranya personel Polres Kediri Kota, Kodim 0809 Kediri, Brigif Mekanis 16/WY, Yonif Mekanis 521/DY, Brimob Polda Jatim, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, Senkom Mitra Polri, RAPI Kota Kediri, hingga Saka Bhayangkara.

Selain personel, sejumlah kendaraan operasional juga turut disiagakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya kendaraan patroli Polri, kendaraan operasional TNI, sepeda motor patroli, ambulans dari Dinas Kesehatan dan Dokkes Polri, hingga kendaraan operasional dari BPBD dan instansi terkait lainnya.

Setelah pelaksanaan apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan serta kendaraan operasional oleh unsur Forkopimda sebagai bentuk pengecekan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi apel terpantau berjalan aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah Kota Kediri bersama Polres Kediri Kota berharap melalui operasi terpadu ini, masyarakat dapat menjalankan mudik Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar.