
GempurNews. Com – Indonesia – Jawa Timur – Kabupaten Malang
Ilmu otak atik gathuk bagi sebagian besar orang Jawa hanya sekedar ilmu yang merupakan “sanepo” atau pengingat dan pangeling – eling terhadap sesuatu yang dikaitkan dengan hubungan manusia dengan manusia atau hubungan manusia dengan Tuhan. Namun demikian ilmu otak atik gathuk telah mendapatkan tempat pada masyarakat desa Kemiri, terlepas benar atau tidaknya sesuatu yang dimaksud (Selasa, 6 Nopember 2018).
Seperti yang dituturkan oleh SUPARMAN calon Kepala Desa Kemiri nomor urut 1, “Kuatnya sugesti yang dimiliki orang Jawa menyebabkan logika menjadi kurang begitu penting. Seperti tradisi Nyekar dimakam leluhur atau tradisi Ziarah Wali Songo. Begitu juga SEBELAS (11) MISI yang akan disampaikan besok tanggal 7 Nopember 2018 tentu sangat bermakna. Hal ini dikarenakan pencoblosan juga jatuh pada tanggal 11 bulan Nopember (11) tahun 2018 (kalau dijumlahkan juga ada 11). Menurut ilmu otak atik gathuk SUPARMAN, angka 11 dijumlahkan 1 + 1 = 2 diartikan sebagai 2 Kalimat Syahadat atau Kalimasada. Dalam tradisi dikenal sebagai bentuk pengucapan lain untuk Kalimah Syahadah.
Seperti halnya dalam pertunjukan wayang kulit yang paling dikenal adalah cerita tentang serat Kalimasada yang cukup ampuh dalam melawan segala keangkaramurkaan dimuka bumi.
Biasanya diakhir cerita rahasia dari Serat Kalimasada dibeberkan oleh Dalang. Isi Serat Kalimasada berbunyi “Aku Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah, dan Aku Bersaksi Muhammad Adalah UtusanNYA”, ini tak lain dan tak bukan adalah isi dari Kalimat Syahadat.
Jadi Kalimasada adalah nama sebuah pusaka dalam dunia pewayangan yang dimiliki oleh Prabu Puntadewa (alias Yudistira), pemimpin para Pandawa.
Apalagi pencoblosan nanti jatuh pada hari MINGGU yang artinya “minggirno barang sing olo, lakonono barang sing rahayU” (Singkirkan semua sikap yang buruk atau jelek, dan berperilakulah yang baik – baik saja).
Inilah yang menjadi dasar keinginan SUPARMAN dalam Pilkades nanti, menang dan kalah sudah biasa dalam sebuah pertarungan. Harapan SUPARMAN adalah “AYO GUYUP RUKUN MBANGUN KEMIRI NYAWIJI KARO NOMER SIJI”, pungkasnya. (Muji – Gempur MalRa)

