SIDOARJO – LINTASMATRA.COM. Bupati Sidoarjo saat melihat suasana Job Market Fair. Ribuan warga menyerbu acara ini untuk mencari kerja. Angka pengangguran di Sidoarjo masih sangat tinggi. Bahkan, angkanya di atas rata-rata angka pengangguran di Jawa Timur.
Tahun ini, angka pengangguran di Sidoarjo mencapai 53.475 orang. Naik 4,9 persen dibanding tahun lalu yang jumlahnya 52.675 orang pengangguran.
Angka itu di atas rata-rata angka pengangguran Provinsi Jatim yang pencari kerjanya mencapai 3,85 persen atau setara dengan 31.000 orang pengangguran.
Menurut Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, Arif Makin, meningkatnya angka pengangguran di kota ini dipicu angka lulusan sekolah yang terus melonjak setiap tahun, plus terus bertambahnya urbanisasi.
“Beberapa tahun terakhir, angka pengangguran jumlahnya naik turun,” kata Arif Makin di sela pembukaan acara Bursa Kerja Terbuka (BKT) di Sidoarjo.
Data di Disnaker menyebut, pada 2014 jumlah pencari kerja mencapai 41.465 orang, kemudian di tahun berikutnya naik jadi 68.311 orang.
Pada 2016 turun menjadi 68.058 orang, dan 2017 turun lagi menjadi 52.675 orang. Di tahun ini angkanya kembali naik menjadi 53.475 orang.
Pemicunya, pengangguran di Sidoarjo diakibatkan tingginya urbanisasi. Setiap tahun ratusan orang datang ke Sidoarjo dan menetap di sini.
Penyebab kedua adalah tingginya lulusan sekolah yang setiap tahun jumlahnya naik. Tahun ini misalnya, angka kelulusan mencapai kisaran 21.000 orang, padahal lowongan pekerjaan tak sebanyak itu.
Mengatasi persoalan pengangguran tersebut, beberapa cara dilakukan, di antaranya dengan menggelar BKT.(YUL)

