Sidoarjo Gempurnews.com. Banyak peninggalan kerajaan yang berada di Sidoarjo menjadi salah satu peninggalan kerajaan Majapahit yang belum di temukan, masih banyak yang tidak terekspos. Salah satunya Candi Dermo yang berada di desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.
Adalah Hadi, seorang pengelola Candi yang mengaku sudah lama menjadi berada ditempat ia bahkan sebelum menjadi pemukiman warga.
“Candi ini pernah di pugar pertama kali oleh seorang warga Belanda pada tahun 2015. Sedang candi ini diperkirakan sudah ada sejak zaman Raja Hayam Wuruk atau waktu ambang kehancuran Kerajaan Majapahit yaitu sekitar tahun 1353,” tutur Hadi pada Gempur.
“Candi ini berukuran 1084x1077m dan berada di tengah pemukiman warga. Rencana kelanjutan pemugaran akan di laksanakan pada awal bulan besok (april 2019- red),” terangnya.
Bangunan candi ini adalah bangunan gapura yang tidak termasuk kategori situs karena hanya ada satu linggayoni yang ada di sebelah utara candi. Namun jika dicermati, penataan batu bata menggunakan sistim gosok, berbeda dengan peninggalan rumah pada zaman dahulu yang menggunakan perekat tanah liat yang biasa di sebut struktur.
“Pembangunannya juga sudah sesuai koordinat arah,” masih kata Hadi. “Karena bila salah koordinat akan berimbas pada kualitas bangunan situs yang berakibat pada pengikisan struktur bangunan,” imbuhnya.
Sayangnya, untuk menjadikan situs peninggalan ini menjadi sebuah obyek wisata terkendala akses jalan yang sedikit susah di jangkau apalagi untuk akses mobil, namun pengelola sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membuka akses jalan yang lebih baik.
Struktur bangunan candi ini sudah banyak yang menggunakan bata merah baru, bata asli sudah banyak terkikis oleh angin yang membawa uap air laut dari arah timur laut dan barat daya.
Harapannya, peninggalan situs Majapahit ini menjadi salah satu lokasi sarana pendidikan yang mengenalkan kepada generasi penerus betapa pentingnya mempelajari sejarah.
Struktur candi ini memang terbentuk dari bata merah bukan dari batu bata andesit seperti situs peninggalan lain, karena di daerah sini sulit di temukan batuan andesit berbeda dengan wilayah yang dekat dengan gunung berapi. Terbentuknya batu andesit menurut ahli berasal dari luapan atau letusan gunung berapi.
“Di Wonoayu tidak ada gunung berapi,” kata Hadi mengakhiri perbincangan.
(yoga/sholeh)






