Jalan Rusak Tak Segera Dibenahi, Aliansi Masyarakat Cinta Damai Ngluruk Pendopo

420 0

 

Pasuruan- Gempurnews.com -Protes keras oleh LSM Cinta Damai terhadap adanya tambang yang di duga banyak yang ilegal. Banyak Peraturan yang sudah dibuat tidak dilaksanakan dengan tertib,

Demi terlaksananya aturan yang ada, maka Aliansi Masyarakat LSM Cinta Damai berunjuk rasa terkait jalan rusak dan pekerjaan tambang yang diduga tidak mengantongi izin.

Sebelumnya, mereka berunjuk rasa di jalan kecamatan Winongan, pagi ini bersama ratusan pendemo menuju Pendopo Kabupaten Pasuruan, Rabu(26/06/19).

Ketua umum Aliansi masyarakat LSM Cinta Damai Kabupaten Pasuruan Hanan selaku Korlap mengungkapkan, “Kami berunjukrasa agar pemerintah bisa menindak dengan tegas kepada tambang yang tidak berizin, karena dugaan kami banyak sekali tambang yang tidak mengantongi izin di kabupaten Pasuruan”

Hanan menuding, jalan yang sa’at ini rusak dikarenakan pemerintah tidak tegas dalam menjalankan aturan yang telah di tetapkan. Mereka meminta jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa diberlakukan pembagian kelas jalan berdasarkan beban muatan terdiri dari jalan kelas I, kelas II, kelas IIIA, dan kelas IIIB sesuai aturan yang ada.

Mereka menilai, bila aturan terus dilanggar atau tidak di laksanakan, misal, muatan kendaraan yang melebihi tonase, itulah awal kerusakan jalan yang bisa merugikan keuangan negara.

“Bila musim kemarau warga mandi debu, dan bila musim penghujan warga mandi lumpur” ujar pendemo kepada media.

“Kami dari Aliansi masyarakat LSM Cinta Damai ingin melihat Pemerintah Kabupaten Pasuruan menangkap truk-truk pengangkut galian C yang muatannya melebihi kepasitas jalan yang dilalui. Karena truk-truk itulah yang menjadi biang kerok dari kerusakan jalan tersebut. Itulah pernyataan sikap Hanan.

Hanan juga menjelaskan, Sekalipun sakarang menjadi urusan Propinsi, akan tetapi rekomendasinya ‘kan dari Pemerintah Pasuruan. Jadi kalau sudah ada kerusakan yang diakibatkan oleh adanya galian itu, bukan hanya kerusakan jalan tetapi juga longsornya kiri kanan tebing sungai di lokasi galian.

Setelah uneg uneg sudah di suarakan di depan Pendopo kabupaten Pasuruan tanpa di temui satupun dari pihak pemerintan, korlap pengunjukrasa menutup dengan do’a dan kembali dengan rasa kecewa karena pihak pemerintah tidak memberi tanggapan.(Qomar/ari pas)

Related Post