Jember, gempurnews.com – Banjir bandang yang menerjang dua wilayah di Kabupaten Jember yakni Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi dan Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Sabtu (1/2) sore, mengakibatkan sekitar 450 jiwa harus mengungsi.
Banjir bandang tersebut berawal dari hujan deras yang terjadi sejak siang hingga malam hari. Akibatnya, debit air di sungai Kalijompo yang berhulu di Gunung Argopuro naik signifikan mencapai 150 cm dan membuat arus besar dan berlumpur.
Besarnya arus air juga membawa beberapa material seperti kayu-kayu gelondongan dan batang bambu. Diduga, itu merupakan bekas dari kebakaran hutan di Gunung Argopuro beberapa bulan yang lalu.
“Di Desa Klungkung, warga terdampak 15 rumah. Genangan airnya mencapai 15 hingga 25 centimeter,” kata Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal, Minggu (2/2) sore.
Hingga saat ini, lanjut Alfian, pihaknya bersama tim gabungan sedang melakukan pendataan dan evakuasi serta mendirikan posko.
“Kita bersama tim juga memantau dan mengantisipasi dengan early warning jika ada kenaikan debit air secara tiba-tiba. Kami antisipasi segala kemungkinan dengan menyiapkan keperluan untuk evakuasi di satu titik,” tegas Alfian.
Alfian menambahkan, antisipasi dan pemantauan masih terus dilakukan pihaknya bersama beberapa tim gabungan yaitu BPBD Jember, Kodim 0824 dan para relawan.
Sementara itu, data BPBD Jember tercatat, 450 jiwa mengungsi ditempat aman. Mereka berasal dari Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.
BPBD juga mencatat, sekitar 15 rumah di Kelurahan Slawu terendam lumpur. Sedangkan di Dusun Gendir Desa Klungkung 2 rumah tergerus aliran air.
Beberapa fasilitas juga mengalami kerusakan. Diantaranya yaitu 1 jembatan penghubung pabrik Perkebunan Kalijompo rusak berat atau putus. Plengsengan di Jalan Mawar terkikis dengan lebar 10 meter dan tinggi 5 meter.
“Kita bagi dua tim untuk upaya sementara ini. Satu ke Perkebunan Kalijompo untuk melakukan assessment. Satu tim lain ke DAM Bromo untuk melakukan pemantauan debit airnya,” kata Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama.
“Kita juga melakukan upaya berupa distribusi bantuan logistik untuk mendukung dapur umum bagi pengungsi. Sekaligus kita loading tenda untuk mereka (pengungsi),” ujar Rezha.
Hingga kini tim gabungan terus melakukan pendataan warga yang terdampak dan evakuasi masih dilakukan.
Akibat Bandang, 450 Jiwa Mengungsi
Share This
Previous Article
Bupati Barito H.Nadalsyah Cek Jalan KM 16 Dari Desa Lemo Sampai Durian Ramba Tembus Batapah
Next Article


