Antisipasi Peredaran Daging Babi, Dispangtan Bersama Polres Lakukan Sidak di Pasar

0
108

CIMAHI – Mengantisipasi peredaran daging babi yang dibuat mirip daging sapi, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) bekerjasama dengan Polres Kota Cimahi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar.

Kepala Bidang Pertanian Dispangtan Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengatakan, sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut penemuan daging babi yang dibuat mirip daging sapi di Kabupaten Bandung.

Masih kata Mita, daging babi yang ditemukan di Bandung diproses dengan pewarnaan agar menyerupai daging sapi.

Pada wartawan, Mita menjelaskan cara membedakan daging sapi asli dan palsu yakni dengan cara melihat serat dan lemak pada daging.

“Serat dan lemak tidak akan menyerupai daging sapi asli yang sebenarnya. Daging babi lebih halus seratnya dan berwarna pink. Sedangkan daging sapi memiliki serat yang lebih kasar dan berwarna lebih merah,” jelas Mita saat ditemui di Pasar Antri, Kamis (14/5/2020).

Kemudian dari segi harga, lanjut Mita, pihaknya meminta waspada jika ada daging sapi yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.

“Namun, bisa saja dibuat harga normsl biar tudak dicurigai,” tegasnya.

Kendati hingga saat ini belum ada informasi daging babi masuk ke Kota Cimahi, masih kata Mita, pihaknya tetap melakukan pengawasan di pasar serta melakukan organoleptik terhadap daging sapi yang dijual pedagang.

“Hasil organoleptik tidak ada tanda menyerupai daging babi,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki memastikan pasar tradisional di Kota Cimahi tak ada yang menjual daging babi yang menyerupai daging sapi.

“Kita cek di pasar, seluruh pedagang disini memotong sapi di rumah potong hewan,” ujarnya.

Namun demikian, tegas Kapolres, pihaknya turun ke lapangan untuk menindaklanjuti temuan peredaran daging babi yang dijual seolah daging sapi di Kabupaten Bandung.

“Kita minta konsumen tetap waspada dan mengenali ciri daging sapi, adanya info daging babi dijual disebut daging sapi harus membuat kita teliti saat membeli,” imbuhnya.

Yoris juga menegaskan, pihaknya memerintahkan seluruh jajaran polsek di wilayah hukum Polres Cimahi untuk terus memantau ke lapangan, meski hingga saat ini belum ada indikasi penjualan daging babi di wilayah hukum Polres Cimahi yang meliputi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Seluruh kapolsek diperintahkan lakukan pengecekan ke wilayah, kalau ada temuan tentu akan kita proses hukum. Sehingga tidak mengganggu ketentraman batin konsumen, terutama umat muslim,” pungkasnya. (asyaf/tim)