CIMAHI – Selasa (22/06/2021) Kegiatan yang digelar di Pendopo DPRD Kota Cimahi dalam rangka memperingati hari jadi Kota Cimahi yang ke-20, Dengan diusungnya acara yang bertajuk Opspek (Obrolan seputar pengetahuan) mengenai Candrasangkala secara keseluruhan cukup baik Apalagi menghadirkan Nara sumber yang memiliki kapasitas di bidangnya Khususnya sesi ke -2 yng khusus mengupas Candrasangkala.
Narasumber hadir diantaranya: Abah Yahya Ganda yang memiliki pengalaman sampai ke tingkat ASEAN,Abah Atun dari komunitas hanacaraka,Kang Jajat Humas Kamoung adat Cireundeu dan dari legislatif Kang Hendra Saputra.
Acara lebih lengkap lagi dengan adanya penampilan Seni Tarawangsa dan beberapa Pupuh Pancasila.Lengkap sudah pementasan acara yng bertajuk OPSPEK ini.
Ketua DKKC Kang Hermana HMT melalui Siaran Pers mengatakan,”Keguatan OPSPEK ini merupakana upaya menggali kearifan lokal Sunda yang berhubungan dengan penandaan hari berdirinya Kota Cimahi menurut hitungan Candrasangkala,yakni sebuah perhitungan dalam bentuk kalimat atau rangkaian kata yang sarat akan dengan falsafah fan menerangkan angka tahun,bulan dan tanggal sebagaj penanda peristiwa-peristiwa yang dianggap penting,misal betdirinya sebuah kota dan lain sebagainya.”Terang Hermana.
Kemudian Hermana Melanjutkan,”Menurug hitungan tahun Masehi dan hasil kesepakatan bersama para pemangku kebijakan,Kota Cimahi berdiri 21 juni 2001,artinya sekarang Kota Cimahi sudah menginjak usia yang ke 20.Kalau itu sudah dipastikan atau masih mau ditelusuri penanggalan yang pastinya diharapkan punya hitungan berdasarkan Candrasangkala dan punya prasasti sebagai simbol berdirinya Kota Cimahi.” Ungkap Hermana.
Acara yang berlangsung atas prakarsa Komite Manuskrip dan ritus ini Cukup lengkap jika dipandang dari sudut pandang pertunjukan,Namun ada beberapa masukan dari para pengamat seni dan budaya Kota Cimahi yang mempertanyakan tidak hadirnya Perintah Kota Cimahi Khususnya Dinas Terkait,
” Acaranya menarik bahkan anggota dewan ikut hadir sebagai Narasumber namun sangat disayangkan dari Dinas terkait tidak tampak Hadir.” Ungkap salah seorang peserta.
Sementara Ketua Komunitas Aksara Gentra Pamitran,Mang Ujang Laip( Yudistira Purana sakyakirti) Mengungkapkan,”Saya mendukung adanya Candrasangkala untuk Kota Cimahi.Namun jika di simak acara yang msmbahas tentang Candrasangkala Nara sumber sebaiknya diberikan bahan paparan agar bahasan mengenai Candrasangkala tidak menjadi keluar,artinya narasumber yang lainnya contohnya palintangan(perhitungan kegiatan yang ada di Masyarakat,khususnya Masyarakat adat) dan sejarah Aji Saka. Sebaiknya tidak usah dibahas,karena sedang membahas Candrasangkala.”Ungkap Mang Ujang Laip Alias Yudistira Purana Sakyakirti.
Achmad/Edison







