BANYUWANGI –Suasana baru(News normal) tidak menjadi penghalang untuk bersilaturokhim dan saling maaf memaafkan di antara sesamanya.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB), meskipun dengan tugas-tugas yang mereka emban dan kegiatan yang sangat padat, seluruh kepala desa yang bergabung di ASKAB melakukan kegiatan halal bihalal di wisata D’jawatan Desa Benculuk Kec. Cluring.
Acara ini di gelar guna untuk mempererat silaturahmi serta mengompakkan mereka dalam membangun desa mereka. Senin (22/06/2020).
Kegiatan saturahmi ini juga di hadiri oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kapolresta Banyuwangi, Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, dan Perwakilan Kodim 0825 Banyuwangi.
Dalam sambutanya Anton Sujarwo S.E, selaku ketua ASKAB mengatakan bahwasanya kegiatan halal bihalal ini
dilakukan guna untuk mempererat silaturohmi sesama Kades di Banyuwangi.
“Fungsi kegiatan halal bihalal ini guna untuk memperkuat tali silaturahmi sesama kepala desa,” Ujarnya.
Di sela sela sambutannya Anton juga berbarap agar rencana pemotongan ADD ditiadakan.
“Kami selaku kepala desa memohon kebijakan pada pemerintah daerah Banyuwangi agar pemotonga ADD di tiadakan.” Ujarnya sambil tersenyum.
Sementara itu bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutanya, menjawab permintaan seluruh Kepala Desa agar ditiadakannya pemotongan ADD tersebut.
“Saya akan usahakan pemotongan ADD di tiadakan dan saya juga sudah
berkomunikasi bersama askab dan akdesi” jawabnya.
Anas juga menambahkan bawasanya atas pemotongan tunjangan untuk penangaan covid-19 hampir menyeluruh ke pejabat daerah.
“Pemotongan tunjangan hampir menyeluruh ke pejabat daerah, seperti camat di potong sebesar Rp. 4 juta dan kepala dinas di Kabupaten Banyuwangi di potong dengan jumlah yang berbeda dengan camat” pungkas Anas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Azwar Anas menyerahkan mobil operasional kepada Askab yang di terima langsung oleh Anton Sujarwo , SE, kepala desa Aliyan selaku ketuanya.
Kegiatan tersebut di tutup dengan bersalaman tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dalam protokol covid.
Kepada media Anton menyampaikan jika dengan adanya bantuan mobil tersebut sebagai sarana operasional dan akan mempermudah dalam kordinasi baik sesama kepala desa maupun instansi lainnya.
“Mobil itu untuk operasional organisasi(askab), bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar Anton.(Aris).






