PSBL, Kelurahan Mergosono Tolak Warga Masuk Tak Bermasker

521 0

MALANG – Selama pembatasan sosial berskala lokal (PSBL), kelurahan Mergosono, Kota Malang memperketat penjagaan arus masuk, menolak warga yang tidak memakai masker

Mohamad Hasan, anggota Linmas yang berjaga di pos keamanan.pintu masuk RW 3 Mergosono, akan memeriksa warga biasa, pedagang asongan sampai driver ojek online pun diperiksanya.

“Putar balik. Putar balik yang tidak pakai masker,” ujar Hasan saat menolak seorang pengendara motor yang mau masuk ke wilayah Mergosono, Sabtu (11/7/2020).

Hasan mengatakan ada saja warga yang bandel meski jumlahnya tidak banyak. Namun dengan tegas dia tetap melarang warga itu masuk, karena ini sesuai dengan kesepakatan rukun warga (RW) di Mergosono.

Larangan masuk bagi warga yang tidak memakai masker ini diberlakukan sejak hari pertama PSB tanggal 10 Juli 2020 lalu. Bagi warga yang tak memakai masker, harus terima diminta putar balik oleh petugas keamanan yang sedang berjaga.

Senada dengan Hasan, Sekretaris RW 3.
Gusti Kaharudin mengatakan, sampai sekarang sudah hampir 90 persen warga yang masuk ke Mergosono memakai masker, satu dua yang tak memakai tetap tidak perbolehkan untuk masuk.

Gusti mengakui, kesadaran warga Mergosono untuk mematuhi protokol kesehatan naik sejak Kota Malang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Setiap rumah warga sudah menyediakan tempat cuci tangan sebagai langkah pencegahan.

“Jadi kalau ada orang bertamu, tuan rumah sudah melakukan pencegaha. Tamunya diminta cuci tangan dulu,” kata Guati.

Gusti menyebut kasus positif Covid-19 di Mergosono juga telah tertangani. Warga yang terpapar telah diisolasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sementara warga yang kontak erat tapi tak mengalami gejala, menjalani isolasi mandiri di rumah dan dipantau secara ketat.

“Dua keluarga (yang terpapar), sudah ditangani oleh Puskesmas, yang sakit juga sudah ditangani, sedang OTG sudah melakukan isolasi mandiri namun tetap dipantau,” terang Gusti lebih lanjut. (mid)

Related Post