NGANJUK — Pengaruh adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan beberapa tempat peribadatan banyak yang tidak dipakai, terutama beribadah secara berjama’ah.
Tentunya hal itu bertujuan untuk menghindari adanya penularan maupun penyebaran virus yang masih belum juga berhenti sampai saat ini.
Tetapi ada kabar baik bagi warga masyarakat terutama yang sehari hari menggunakan Masjid Besar Nurul Huda Tanjung Anom untuk sarana beribadah, karena masjid tersebut sekarang sudah dibuka untuk umum, dan bisa dipakai melaksanakan sholat berjamaah.
Hal ini tentunya tidak serta merta, akan tetapi tetap memakai aturan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak dalam shof.
Khadziq, pengurus remaja masjid besar Nurul Huda menyampaikan semenjak adanya wabah covid-19, masjid tersebut ditutup untuk kegiatan beribadah dan lainnya, hal itu semata mata untuk mencegah penyebaran covid-19 tersebut.
Disampaikan jika penutupan masjid tersebut sangat berdampak terhadap kegiatan keagamaan, akan tetapi lanjutnya, itu semua juga untuk melindungi para jemaah yang melakukan kegiatan peribadatan di masjid tersebut.
“Yang paling gak enak saat idul fitri, tidak bisa melaksanakan sholat id di masjid nurul huda ini, tetapi alhamdulillah pas idul adha kemarin jemaah sudah bisa melaksanakan sholat idul adha di masjid ini,” Ujar Khadziq.
Seperti yang sudah terlaksana, bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, S.Sos, MM, melaksanakan sholat idul adha di masjid Nurul Huda bersama dengan pejabat setempat, namun tetap menerapkan protokol kesehatan.
Bupati yang akrab disapa mas Novi ini, berpesan pentingnya untuk tetap menjaga kesehatan, dan dalam hidup keseharian dibiasakan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk saat ini, Masjid yang menjadi kebanggaan warga kecamatan Tanjunganom tersebut, dibuka untuk umum dan bisa dipakai sholat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.(Sum)


