Terkait Tower; Beberapa Warga Mojokambang Desak PT.Mitratel BUMN

0
43

JOMBANG –Tower telkomsel diwilayah desa Mojokambang Kecamatan Bandarkedungmulyo, yang berada diatas lahan kurang lebih 10 rho milik Supandi warga dari desa Purworejo Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri sudah menjadikan beberapa warga Mojokambang yang berada disekitar radius tower telkomsel tersebut sungguh memprihatinkan nasibnya.

Ada sekitar 23 anggota keluarga yang berada dibawah tower telkomsel tersebut mengalami dampak buruk akibat radiasi sinyal dan listrik yang sangat kuat, apalagi saat angin kencang dan hujan yang diikuti petir.

Kurang lebih 23 rumah warga desa Mojokambang yang berada dibawah tower telkomsel dengan ketinggian kurang lebih 75 meter tersebut kurang mendapatkan perhatian khusus dari PT.Mitratel BUMN atas nasibnya selama lebih dari 10 tahun, dari mulai dibangunnya tower telkomsel.

Pada hari selasa tanggal 22 september 2020 beberapa warga Mojokambang dari perwakilan 23 KK yaitu diantaranya, Jinto, Surat, Langsar, Konan, Safi’i, Santo, Simpen, dan beberapa warga sekitarnya mengadu ke Kepala Desa Mojokambang Naning Setiowati di Balai Desa setempat.

Atas bantuan kepala dusun, Adi, yang hari itu juga mendatangkan perwakilan dari pihak PT.Mitratel BUMN dari Surabaya datang ke Balai Desa Mojokambang.

Saat itu juga warga dan wakil PT.Mitratel BUMN di Balai Desa Mojokambang mengadakan rapat yang dipimpin oleh Kepala Desa Mojokambang, untuk membahas kelanjutan kontrak lahan tower telkomsel selama 10 tahun kedepan.

Dalam pertemuan tersebut warga meminta kepada pihak PT.Mitrarel BUMN untuk memberikan dana kompensasi selama 10 tahun kedepan sebesar 5 juta tiap KK sebanyak 23 KK disekitar tower tersebut.

Mengapa warga Mojokambang minta pertanggung jawaban PT.Mitratel BUMN?

Alasannya adalah dampak buruk akibat radiasi dari tower telkomsel yang dirasakan adalah ketika datang angin kencang dan hujan disertai petir walaupun petir itu jauhnya 1km dari rumah warga ,tapi suaranya terdengar sangat keras dan kuat seperti menghantam rumah warga diatas rumah mereka, apalagi saat petir itu di malam hari para warga tidak bisa tidur, gelisah dan ketakutan.

Warga Mojokambang sejumlah 23 KK meminta dispensasi pertanggung jawaban 5 juta tersebut tidaklah ada artinya dibandingkan dengan dampak yang dirasakan warga, Ujar salah satu warga yang ikut dalam pertemuan tersebut.

Dari pertemuan tersebut akhirnya pihak telkomsel menetapkan untuk merealisasikan permintaan warga 5 juta tiap KK sekitar 1 bulan kedepan. kalau memang PT.Mitratel BUMN itu milik negara seharusnya segera dituntaskan jangan sampai membuat rakyat kecil menjadi lebih sengsara.

Dari hasil pertemuan yang didapat warga Mojokambang, mereka berharap PT.Mitratel BUMN benar benar memperhatikan permintaan warga secepatnya agar warga tidak menunggu, Timpal warga lainnya. (Pri)