LUMAJANG –Peternak burung puter pelung asal Dusun Kembangan Jatiroto, Mahmud Fahrozi, sukses meraup omset hingga jutaan rupiah.
Burung yang memiliki khas suara merdu dan panjang miliknya itu, laku di pasaran luar pulau, diantaranya pulau Bali dan Bandung.
Wajar jika kemudian dirinya membudidayakan burung puter pelung tersebut, karena dengan itu dia bisa sukses mendapatkan hasil.
“Nernak puter pelung gak bisa dianggap remeh,” kata dia di kediamannya, Dusun Kembangan Jatiroto, Senin (1/10/2020).
Ia mengaku mulai menernak burung puter pelung tersebut sudah sejak tahun 2016 akhir, saat itu masih mempunyai satu.
“Dan disitulah saya mulai menekuni puter dan belajar ke luar daerah, alhamdulillah sampai saat ini sudah berjalan dan berhasil,” ucapnya.
Sementara untuk harga jualnya, per burung, dibandroli kisaran 2jt sampai 3jt atau lebih.
Sedang proses pemasarannya, dia melihat kualitas suaranya. “Jadi kita lihat suaranya, kalau semakin lemas suara itu, maka semakin mahal nilai jualnya,” terangnya.
Selain itu, peternakan milikinya, juga telah masuk dan berbadan hukum Perkumpulan Penggemar dan Pelestari Puter Seluruh Indonesia (P4SI) pusat.
Dimana dirinya didapuk menjadi Ketua P4SI Kabupaten Lumajang sejak terbentuknya kelompok penggemar puter mulai 19 Juli 2020.
“P4SI Lumajang saat ini memiliki anggota sekitar 80 orang penggemar puter,” terangnya. (red)


