Birokrat Menulis Menuju Taman-Taman Surgawi

0
18

CIMAHI -Di trimester keempat tahun 2020, ruang-ruang literasi menulis diramaikan oleh wacana gerakan Satu Birokrat satu Buku (SABISABU) yang digaungkan oleh Adrinal Tanjung.

Setelah sukses dengan dua webinar bersama Econand, Bedah Buku dan Kelas Inspirasi Daring diselenggarakan kembali dengan mengambil tema “Mengabadikan Tugas Negara dengan Menulis”

Bedah Buku dan Kelas Inspirasi ini diselenggarakan pada hari Sabtu (28/11) pukul 14.00-16.30 WIB, dengan menghadirkan narasumber Tavip Joko Prahoro (Kepala Biro Keuangan BNPB, penulis buku “Janjiku untuk Sembuh”), Sumardi (Asisten Komisioner KASN RI, penulis buku “Jabatan Pimpinan Tinggi”), Amie Primarni (pegiat literasi menulis, founder “Mata Pena School”), Ruslan Ismail Mage (akademisi, founder “Sipil Institute”, penulis buku “Generasi Emas Minang Kabau”), dan Adrinal Tanjung (penulis dan founder “Satu Birokrat Satu Buku (SABISABU)”.

Berbeda dengan narasumber lain yang berbagi pengalamannya, menulis buku dan memberi tips dan trik menulis buku, Ruslan Ismail Mage tampil dengan lisannya yang lantang dan diksi yang selalu memotivasi.

“Menjadi birokrat adalah pilihan. Menjadi birokrat penulis berarti memilih jalan menuju taman-taman surgawi. Dari titik inilah Sipil Institute hadir bersilaturahim dengan sahabat birokrat menulis,” jelas Ruslan.

Lebih lanjut, Ruslan menjelaskan bahwa birokrat yang mengerjakan tupoksi-nya adalah birokrat biasa. Birokrat yang mematuhi norma/aturan adalah birokrat yang baik. Birokrat yang menyelesaikan tugasnya adalah birokrat yang tangguh. Hanya birokrat yang menginspirasi dan menggerakkan dengan buku yang akan disebut sebagai birokrat hebat.

Birokrat bisa menulis dengan berbagai motivasi atau alasan. Mulai dari menulis untuk mencerahkan orang, menuangkan isi hati, berbagi pikiran, mengaktualisasikan diri, menginspirasi orang lain, menuntut ilmu, hingga motivasi yang paling tinggi untuk tujuan ibadah.

“Ilmu itu hidup. Jangan biarkan ilmu kurus kering. Ia wajib dipelihara dan diberi makan agar bertumbuh untuk kemanusiaan. Ini hanya dapat diakukan dengan menulis. Seorang penulis akan mendapat pahala abadi yang akan terus mengalir dari apa yang ditulisnya,” tegas Ruslan.

Dari beberapa kutipan tentang pentingnya menulis, Ruslan menutup paparannya dengan pernyataan bahwa birokrat favorit adalah yang kehadirannya dirindukan, kata-katanya menginspirasi, sikapnya diteladani, dan nasihatnya menyejukkan hati.

Tentunya bukan Ruslan Ismail Mage jika tidak berhasil memotivasi peserta. Sesaat setelah Ruslan selesai menyampaikan paparannya, seorang peserta langsung menyatakan bahwa dirinya merinding mendengar apa yang disampaikan oleh Ruslan dan termotivasi untuk segera menulis buku. Pada kenyatannya, semua peserta pun merasakan hal yang sama.

Turut hadir dalam webinar kali ini pihak penerbit Elfatih Media Insani (EMI). “jadi, bagi siapa pun yang ingin didampingi menulis dan menerbitkan buku, kami siap membantu,” papar Kuspriyanto, Direktur EMI sekaligus Ketua Divisi Kewirausahaan Sipil Institute.

Kontributor : Ian El Fatih
Wartawan : Edison.