Audiensi LP2M UTama dengan Disdagkoperin Kota Cimahi Bahas Kemitraan “Kampus Merdeka untuk UKM”

0
25

CIMAHI — Di sela-sela kesibukan program dan kegiatan, Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi merespon cepat pengajuan audiensi kerjasama kemitraan dari Universitas Widyatama (UTama), kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa (01/12) di ruang rapat Disdagkoperin.

Audiensi dihadiri oleh Dadan Darmawan (Kadisdagkoperin), Rina Mulyani (Kabid Koperasi UKM), dan MH. Amien (Kasi UKM), sedang dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UTama hadir Dr. Ratna Komala Putri, Ucu Nugraha, ST., M.Kom., dan Deden Maulana, M.Ds, turut hadir pula Kuspriyanto dan Enung Susanah, perwakilan pelaku UKM dari Komunitas Mor&Mor Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Dadan Darmawan menjelaskan sejumlah strategi dan kebijakan pembinaan UKM yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Cimahi.

Rina Mulyani merinci program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pembinaan UKM dan kerja sama apa saja yang sudah dijalankan, terutama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Sementara itu, MH. Amien memaparkan tentang “LAPAKU” sebagai portal bagi pelaku UKM Cimahi dalam mendorong, fasilitasi, meningkatkan kapasitas usaha.

Kampus UTama Merdeka untuk UKM Kota Cimahi.

Berangkat dari wacana “Kampus Merdeka”, UTama mulai menerapkan konsep baru yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan kemerdekaan belajar. Konsep ini pada dasarnya merupakan lanjutan dari konsep merdeka belajar. Sejalan dengan konsep “Kampus Merdeka”, UTama menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih berkualitas.

Pada dasarnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk mengenalkan dunia kerja pada mahasiswa sejak dini. Diharapkan mahasiswa akan jauh lebih siap kerja setelah lulus. Dalam penerapannya, konsep ini akan diberi keleluasaan kepada mahasiswa selama dua semester program belajarnya untuk melakukan kegiatan di luar kelas.

LP2M UTama sebagai unsur pelaksana memiliki tugas dan wewenang dalam mengkoordinasikan, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Pusat-Pusat Studi di LP2M, Fakultas, Program Studi, Bagian, kelompok, dan perorangan.

Hal ini dikelola untuk menciptakan budaya penelitian multidisiplin dan pengabdian pada masyarakat.

“Dalam Rencana Strategis LP2M UTama dengan jelas disebutkan tentang pengembangan UKM. Dengan semangat Kampus UTama Merdeka, tentunya pengembangan UKM akan menjadi salah satu prioritas dalam program/kegiatan pengabdian masyarakat. Mengingat sejumlah civitas akademika UTama berdomisili di Kota Cimahi, tentunya UKM yang berada di Kota Cimahi akan menjadi subjek dalam program/kegiatan pengabdian masyarakat kami,” jelas Ratna Komala Putri.

Sebagai tindak lanjut dari audiensi, kedua belah pihak akan menjalin komunikasi intensif untuk mempersiapkan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama.

“Semoga bisa segera terealisasi di 2021,” tambah Ratna.

Potensi Mor&Mor
Sebagai salah satu tim peserta Cimahi Small Business Innovation (CSBI) Competetion yang saat ini memasuki tahap menunggu event malam penganugerahan, Mor&Mor Indonesia berhasil menyita perhatian publik dengan konsep ide kreatif dan inovasi berbasis tanaman kelor. Dengan mengusung single brand “Mor&Mor” dan “Spectakelor”, tim yang beranggotakan 16 pelaku UKM ini berhasil menerapkan pemanfaatan tanaman kelor pada semua klaster UKM di Cimahi, yaitu kuliner, kerajinan, teksil dan produk tekstil, serta digital creative.

“Meskipun terbentuk dari event CSBI, Mor&Mor Indonesia tidak akan berhenti di malam penganugerahan. Menjadi juara ataupun tidak, kami sudah berkomitmen untuk melanjutkan eksistensi tim untuk mewujudkan UKM Naik Kelas dengan mengedepankan kolaborasi.

Kami sudah bermusyawarah dan menghasilkan mufakat tentang calon dewan pengurus dan dewan pengawas koperasi yang akan dibentuk. Selain itu, kami pun sudah sejak awal berkomunikasi dengan Pihak LP2M UTama tentang kemungkinan mendapatkan pembinaan.

Alhamdulillah, komunikasi top to bottom dan bottom up-nya bertemu dalam audiensi ini. Ada beberapa hal yang kami sampaikan sebagai bentuk masukan dan harapan dari sudut pandang pelaku UKM,” jelas Kuspriyanto yang juga merupakan Ketua Divisi Kewirausahaan Sipil Institute.

Dengan adanya potensi tiga sentra aktivitas Mor&Mor Indonesia, tentu saja banyak hal yang bisa dikembangkan oleh tim.

“Bukan hanya pengembangan UKM di klaster kuliner, kerajinan, tekstil dan produk tesktil, dan juga digital creative. Kami juga punya potensi sentra seni dan usaha kreatif berbasis hobi. Wacana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Seni Rupa dan Desain pun sangat mungkin dibantu didorong oleh Mor&Mor,” ungkap Enung Susanah.

Kontributor : (EMI)
Wartawan : Edison