BUKUTTINGGI – Visi terwujudnya Bukittinggi Kota menjadi tujuan pariwisata, Pendidikan, Kesehatan, Perdagangan dan Jasa berlandaskan Nilai-Nilai Agama dan Budaya, fasilitas kesehatan sudah menjadi suatu kebutuhan bagi sebuah Kota tujuan wisata. Visi tersebut kini sudah terjawab dengan dibangunnya RSUD Bukittinggi.
Pembangunan RSUD ini merupakan salah satu mega proyek di Bukittinggi dan menjadi rumah sakit pertama dengan konsep Pariwisata yang jauh dari kesan angker, terletak dipinggir jalan bypass Kelurahan Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan (MKS) Kota Bukittinggi, tidak jauh dari kantor Balaikota.
Dengan misi meningkatkan pembangunan, penataan, dan pengelolaan sarana dan prasarana kota secara terpadu berwawasan lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata, pendidikan, kesehatan, perdagangan dan jasa serta kesejahteraan sosial masyarakat, maka diusianya yang ke 236 tahun, Kota Bukittinggi bisa memiliki sebuah Rumah Sakit tipe C, dengan fasilitas kesehatan termegah, pada masa Pemerintahan Walikota Ramlan Nurmatias
Menurut Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, RSUD Bukittinggi dibangun sejak 2018 lalu dengan anggaran Rp 102 milyar lebih. Sekarang progresnya telah boleh dikatakan rampung 100% persen.
“Alhamdulillah pembangunannya sangat baik sekali. Luar biasa dan kami di pemko sangat puas dengan hasil pekerjanya,” ungkap Wali Kota Ramlan saat meninjau RSUD Bukittinggi.
Ketua DPRD Bukittinggi Herman Syofyan mengaku kaget dengan hasil pembangunan RSUD Kota Bukittinggi tersebut. “saya tidak menduga seindah ini hasil pembangunannya, sangat bagus dan termegah di Sumatera Barat”, kata Herman dalam momentum peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 236, Selasa (22/12/2020).
“Warga kota pantas mensyukurinya, Pemko Bukittinggi telah berhasil meningkatkan fasilitas kesehatan yang termegah dengan fasilitas alat kesehatan termoderen. Bersyukur dan berterimakasih kepada Pemko dengan ikut merawat bangunan yang megah dengan dana cukup besar itu,” kata Herman.
Pihaknya meminta kepada semua pihak untuk dapat memanfaatkan bangunan dan fasilitas RSUD tersebut dengan sebaik baiknya, termasuk petugas kesehatan yang telah direkrut sebagai tenaga kontrak harus mampu memberikan pelayanan yang prima. “Untuk apa bangunan megah dan fasilitas moderen, kalau pelayanannya tidak prima,” ungkapnya. (red/adv).






