Sultan Berpikir Ulang Terapkan Lockdown di Wilayahnya

0
87

YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X yang sebelumnya menyerukan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid di wilayahnya, kini berpikir ulang untuk menerapkan itu. Menurut Sultan, lockdown merupakan opsi terakhir dalam menangani lonjakan Covid.

“Itu (lockdown) pilihan terakhir,” kata Sultan ditemui usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama bupati/walikota se-DIY di Gedhong Pracimosono Kota Yogyakarta, Senin (21/6).

Gubernur Daerah Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan anggaran pemerintah tak akan kuat menopang pengganti pemasukan rakyat untuk belanja kebutuhan, jika lockdown atau karantina wilayah diberlakukan.

“Saya (Pemda DIY) nggak kuat ngragati (memodali) rakyat se-DIY,” imbuhnya.

Sultan menegaskan Pemda DIY bersama pemerintah kabupaten/kota lain akan kembali mengandalkan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro yang lebih diperketat. Utamanya, untuk perizinan dan pengawasan kegiatan masyarakat yang selama ini ditengarai jadi pemicu penularan Covid-19.

Sesuai arahan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah diminta menyeimbangkan sektor ekonomi dan kesehatan masyarakat melalui PPKM mikro.

“Tetap PPKM,” tegas Sultan.

Melalui PPKM mikro yang lebih diperketat ini, Sultan meminta agar seluruh kelurahan dan rukun tetangga (RT) segera membentuk Satgas Covid-19 untuk mengawasi kegiatan masyarakat.

“Untuk satgas yang belum terbentuk mohon untuk segera diselesaikan di setiap kelurahan. Karena satgas menjadi sesuatu yang penting untuk diambilnya suatu kebijakan di kelurahan,” tuturnya. (tim)