Pemkab Sleman Gelar Jamasan Pusaka Tumbak Kyai Turun Sih

0
89

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menggelar Jamasan Pusaka Tumbak Kyai Turun Sih pada Jumat (27/8/2021) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Jamasan Pusaka yang rutin dilakukan setiap bulan Suro pada kalender Jawa ini dilakukan oleh Paguyuban Abdi Dalem Kraton yang berdomisili di Kabupaten Sleman.

KMT Probowibowo, Ketua Paguyuban Abdi Dalem Kraton Yogyakarta Hadinigrat mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warisan budaya di Kabupaten Sleman, yang keberadaannya perlu dirawat, dijaga, dan dilestarikan agar tidak rusak termakan usia. “Karena ini adalah benda warisan budaya, petenger (penanda) untuk Kabupaten Sleman dari Sultan Jogja, sehingga perlu dirawat agar tidak cepat rusak,” imbuhnya.

Probowibowo mengatakan, proses jamasan dilakukan sesuai dengan aturan Jamasan dari Kraton Yogyakarta Hadinigrat. Prosesi dimulai dengan pengambilan pusaka beserta Song-Song (payung) oleh petugas yang merupakan seorang Abdi Dalem Kraton. Pusaka kemudian dibersihkan dengan air jeruk nipis menggunakan sikat dan kuas untuk membuang kerak yang menempel di Pusaka.

“Kemudian diangin-angin dan dijemur di bawah terik matahari sampai betul-betul kering dan keluar pamornya, sebelum diberi warangan dan minyak pusaka menggunakan minyak cendana,” jelas Probowibowo.

Pusaka Tumbak Kyai Turun Sih sendiri merupakan Pusaka pemberian Sri Sultan Hamengkubuwono X kepada Kabupaten Sleman pada 15 Mei 1999, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sleman yang ke 83. Pusaka tersebut memiliki Dapur Cekel (mata tombak) Baluluk, Pamor Wos Wutah Winengku, dan di bagian bawah terdapat tatahan emas yang menjadi ciri khas Pusakat tersebut.

“Pemberian tombak ini sesuai dengan kondisi Sleman yang subur. Diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Sleman mempunyai sifat dan karakteristik Laku Hambek Paramarta yang dijiwai rasa kasih sayang bagaikan keluarga yang harmonis, manunggal baik bagi praja maupun masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan potensi Sleman,” ungkap Probowibowo.