CIMAHI – Bertempat di Kantor Kelurahan Melong dilaksanakan FGD dan Musrenbang Partisipatif yang di hadiri unsur pemerintahan dan Tokoh Masyarakat serta Ormas di Wilayah Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Sabtu (15/1/2022).
Dalam kesempatan tersebut tampak hadir Kepala BAPEDA merangkap BinWil Kelurahan Melong DR.Husein Rahmadi, Anggota DPRD Kota Cimahi, Supiyardi, Acep Jamaludin, Eko Sugiantoro, Camat Cimahi Selatan Dani Bastian dan Lurah Melong Koko Gober,S.E.,M.M.
Lurah Kelurahan Melong Koko Gober, S.E.,M.M., saat diwawancarai oleh awak media menjelaskan sisi strategis Kelurahan Melong sasaran pertama adalah bidang Fisik atau Infra Struktur, Pemerintahan, Ekonomi, Sosial dan Budaya
“Secara keseluruhan menunjang kebutuhan masyarakat, namun lebih condong ke sisi infrastruktur, sisi sosila, budaya dan Pemerintahan juga perlu diperhatikan juga untuk menjaga keseimbangan.” Kata dia.
Lebih lanjut dirinya berharap kondisi Kota Cimahi, dengan Tagline Cimahi Baru, Maju dan Berbudaya, bisa terakomodir dan sudah terakomodir.
“Sehubungan dengan bidang ini yang di awali dengan rembuk warga, lalu naik menjadi FGD dan Musrenbang Pengesahan di tingkat Kecamatan dan Tingkat Kota.” Imbuhnya.
Terkait masalah kebutuhan, semuanya 5 aspek itu memang dibutuhkan oleh warga Kelurahan Melong. Namun pihaknya selalu mengedepankan prioritas, yakni bidang fisik.
“Alhamdulillah pada tahun 2021 PPM Kota Cimahi, Program Unggulan dari beliau 2021-2022 Sudah terlaksana dengan baik. Semoga 2022 ini kembali PPM memperbaiki kebutuhan dari bidang-bidang yang lainnya sesuai dengan anggaran dari Kota Cimahi.” Ungkap Lurah Melong, Koko Gober,S.E.,M.M.
Pada kesempatan yang sama, Camat Cimahi Selatan, Dani Bastian memberikan dukungan Pelaksanaan FGD dan Musrenbang di Kelurahan Melong.
“Kami dari Kecamatan tetap mengawal Keguatan FGD ini, dimana ini momentum yang tepat bagi kita semuanya, khususnya masyarakat.”
Dani memyampaikan pihaknya juga menghadirkan anggota DPRD yang ada di dapil masing masing Kelurahan. Ia berharap semoga FGD ini merupakan usulan yang langsung dilakukan oleh masyarakat.
Dani menambahkan, hari ini usulan yang disampaikan oleh Pak Husein Rahmadi, banyak program kegiatan pemerintah yang sudah disampaikan kepada masyarakat, dimasa transisi ini bisa lebih mengena denga kebutuhan masyarakat.
Terakhir penegasannya adalah semoga FGD ini lancar serta diharapkan dalam FGD ini memunculkan Swadaya Masyarakat, karena program kegiatan ini menggunakan anggaran Pemerintah.
‘Mudah-mudahan masyarakat bisa mendukung program kegiatan ini beserta swadayanya.”Terangnya.
Sementaa Ketua LPM Kelurahan Melong, H.Bambang Setiono menegaskan bahwa dari 150 usulan akhirnya diambil 10 usulan dari kelima bidang.
“Usulan 5 bidang yakni fusik, ekonomi, sosial, budaya dan pemerintahan berjumlah 150 usulan, setelah kami saring akhirnya diambil 10 usulan dari kelima bidang tersebut.” Ujar H Bambang.
Untuk bidang sosial paling banyak usulan dibanding bidang yang lainnya. Dalam bidang fisik kebanyakan usulannya antara lain terkait masalah banjir, tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS).
“Melong belum memiliki TPS juga drainase, jalan setapak, oenerangan jalan untuk bidang fisik. Untuk bidang budaya ada 6 usulan diantaranya pelatihan seni, pendirian Imah Seni untuk menampung seni tradisi yang ada di Kelurahan Melong.” Ungkapnya.
Selain itu perlu ditambah sarana olah raga dimasukan ke bidang budaya juga, di bidang pemerintahan yakni pengajuan insentif Lembaga RT, RW, PiosYanDu, Karang Taruna dan LPM.
A$





