KOTA CIMAHI – Selasa(15/02/2022)
Kota Cimahi jika dipandang dari sisi Geologi merupakan dataran tinggi yang diberi istilah Plato atau plateau meja tanah atau tanah datar yang berada di ketinggian.
Cimahi berada pada ketinggian 685 m DPL sehingga sangat kecil sekali terjadi banjir, namun pada kenyataannya setiap curah hujan agak lebat ataupun lebat dampaknya sangat hebat, seperti yang terjadi pada hari ini.
Beberapa wilayah yang ada di Kota Cimahi diterjang banjir, perempatan arah ke Anggaraja bahkan ada beberapa mobil terendam, di depan puskesmas Cimahi tengah sampai pertigaan mesjid Agung Cimahi terdampak pula.
Citeureup, Cipageran dan wilayah lainnya pada hari ini diterjang banjir, bukan sekedar genangan.
Menurut Ir.Dudi Achadiat, pemerhati lingkungan lulusan ITB dan NUI Galway Belanda serta pernah menimba ilmu di International Institute for Hidraulic and Environmental Engineering Delft, Swiss, melalui Aplikasi WA atas banjir yang sering terjadi saat memasuki musim hujan di Kota Cimahi,

Lokasi banjir di Kota Cimahi ini adalah merupakan tempat mandeg atau parkirnya Air yang berasal dari areal kurang lebih 10 Ha, yang membentang depanjang 10 Km dari areal Cimahi tengah sampai Cisarua, areal tersebut yng dulunya meresap air hujan yang terjadi pada musim penghujan dan kebanyakan lahan terbuka serta mampu meresap air, kini telah sangat banyak berubah menjadi pemukiman, sehingga resapan air hujan kedalam tanah tidak terjadi dan menyebabkan air menuju arah jalan karena tidak tertampung di aliran drainase.
Menurut pengamatannya , saluran drainase disamping tidak cukup menampung debit air juga adannya sumbatan yang diakibatkan oleh sampah, mungkin juga sebelum lokasi banjir sampah itu berasal dari areal kegiatan penduduk baik perumahan dan sebagainya seluas kurang lebih 10 Ha, semua terseret masuk kedalam saluran drainase atau gorong-gorong yang akhirnya menumpuk di areal banjir dan pada saat air besar sampah yang menumpuk ini ada yang terbawa aliran air saking kencangnya air.
Banjir yang terjadi ini adalah akibat dari pertambahan penduduk yang mrngakibatkan lahan yang mulai sempit serta air hujan yang tidak terserap ke tanah serta sikap yang kurang terpuji dengan membuang sampah sembarangan maka akan selalu terjadi banjir seperti kejadian hari ini dibeberapa tempat di Kota Cimahi.
“Pada intinya masalah banjir ini diakibatkan oleh berbagai faktor baik alam maupun Faktor manusianya serta tata kota yang masih harus dibenahi lagi.”Terang Dudi Achadiat Melalui Aplikasi WA.
Achmad S.






