LUMAJANG : Sudah menjadi kewajiban jika jajaran pegawai sebagai abdi negara dikenal sebagai tokoh masyarkat, sehingga harus memberikan contoh dan jadi teladan yang baik karena juga menjadi panutan di masyarakat.
Belakangan muncul banyak masalah PSN yang berpotensi terjerat pinjol dan judi online. Oleh karenanya, Pemkab Lumajang, berkomitmen melakukan tindakan indisipliner bagi pegawai untuk memerangi pinjol yang berpotensi menjerat jajaran PNS Lumajang.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lumajang Achmad Taufik mengatakan adanya temuan belasan PNS lantaran tindakan indisipliner.
“Tindakan indisipliner terhadap PNS ini misalnya yang bersangkutan sering bolos kerja, pekerjaan tak diselesaikan dan pulang lebih awal atau hanya datang untuk absen saja,” kata Taufik kepada wartawan Kamis (1/8/2024).
Taufik menambahkan bahwa dengan menggencarakan upaya itu akhirnya ditemukan belasan PNS mengalami masalah ekonomi. Informasi jumlah PNS di Kabupaten Lumajang sebanyak 1.200 orang.
“Awalnya kita menindaklanjuti tindakan indisipliner, ternyata belasan PNS mengalami masalah ekonomi. Mulai dari utang bank, koperasi dan pinjaman online. Bahkan ada juga yang terungkap karena digugat istrinya lantaran sang PNS terjerat pinjol,” imbuhnya.
Masih kata Taufik, hingga sekarang belum ada laporan resmi berkaitan dengan jumlah rata rata kasus pinjaman online maupun judi online yang menjerat pegawai. Meski demikian, ia tidak menampik jika potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan terjerumus
Sejauh ini Taufik berharap tidak ada pegawai pemkab Lumajang yang terjerat judi maupun pinjaman online. Pihaknya hanya mengupayakan pencegahan
“Tapi ya semua juga tergantung masing-masing pegawai. Tapi, kami berharap tidak ada pegawai di lingkup pemkab agar tidak terjerat,” pungkasnya. (red)






