Ngawi – GN,,Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi Bidang Perkebunan dan Hortikultura melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Bawang Merah di Desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo. Acara tersebut diikuti peserta Kelompok Tani didampingi oleh Koordinator PPL dan PPL serta Perwakilan dari POPT Kabupaten Ngawi ,pada ( 17 Juni 2025).
Dalam rangka meningkatkan Produksi dan produktivitas tanaman bawang merah dimana tanaman bawang merah merupakan tanaman hortikultura penting di Indonesia. Salah satunya dengan SLPHT, petani bawang merah diharapkan dapat memahami konsep PHT dan menerapkannya dalam praktik budidaya seperti Mengenali hama dan penyakit yang umumnya menyerang tanaman bawang merah.
Menerapkan teknik pengendalian hama dan penyakit yang efektif dan berkelanjutan Mengurangi penggunaan pestisida kimia, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi cerdas bagi petani dalam menghadapi serangan hama dan penyakit tanaman, serta meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah.
SLPHT menekankan pada pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan pendekatan yang terpadu, yaitu mengkombinasikan berbagai metode pengendalian, termasuk penggunaan pestisida alami, pengendalian hayati, dan praktik budidaya yang tepat.
Tujuan utama SLPHT adalah untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berlebihan serta meningkatkan hasil panen bawang merah secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Untuk mendukung kegiatan para petani dibekali ilmu cara membuat pupuk dari bahan alami yang sangat mudah didapatkan.
Selain teori diruangan juga dilakukan pengamatan langsung pada tanaman bawang merah di lahan. Sehingga petani benar-benar paham cara budidaya dan perawatan tanaman serta cara menangani hama penyakit.
Salah satu ketua Kelompok Tani desa Ngrayudan menyatakan bahwa SLPHT mengajarkan kepada para anggota kelompok tani setempat untuk memulai penanganan tanaman dari masa pengolahan lahan hingga masa panen. Sudah ada banyak hal yang diajarkan, seperti cara menangani hama, cara pemupukan dan penggunaan pestisida yang baik.
” Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi, Hendro Budi Suryawan juga memberikan semangat kepada para petani bawang merah dalam meningkatkan produksi bawang merah serta memperhatikan tahapan penting sebelum menanamnya. Harapan kedepan semoga dengan upaya yang dilakukan dapat meningkatkan produksi bawang merah secara berkelanjutan dan ramah lingkungan,tandasnya”.
Pihaknya menambahkan bahwa, dengan program budidaya tanaman holticultur ini, juga mampu menekan angka inflasi di kabupaten Ngawi. (adv / din)






