Jika Benar KDM Tidak Perlu Bekerjasama Dengan Perusahaan Media, Maka KDM Telah Lupa Diri dan Lupa Ingatan

56 0

Cimahi,Rabu(03/07/2025)
Statemen Bapak Aing (KDM) yang menyatakan berulang kali bahkan terlontar pada sebuah acara di salah satu perguruan tinggi di Bogor yang menyatakan tidak perlu bekerja sama denga perusahaan media karena akan membuat gaduh insan Pers,dinilai sangat melukai banyak awak media yang hidupnya berprofesi sebagai kuli tinta.

Seyogyanya seorang pemimpin tidak melontarkan hak yang justeru akan membuat gaduh,hanya dengan alasan bahwa pimpinan sekarang bisa menggunakan medsos pribadi seperti halnya KDM yang penghasilannya sudah mencapai milyaran rupiah.

Namun tentu saja Teory phentahelix yang digaungkan selama ini oleh pihak pemerintah menjadi tidak sempurna dengan dihilangkannya fungsi Media.

Banyak mulai terjadi pernyataan dari para insan Pers yang menyayangkan Statemen KDM yang dianggapnya sebagai “Hilang Ingatan”,”Egois”,”Lupa Daratan” dan lain sebagainya.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Média Independent Indonesia(AJMII),Achmad Syafei sangat menyayangkan Jika benar sikap yang dilakukan oleh KDM memang terbukti seperti itu,

” Setelah banyaknya kasus Pembungkaman,Kriminalisasi Wartawan dan sekarang ditambah apa yang dilakukan oleh KDM seolah-olah KDM tidak memerlukan Awak media karena sudah memiliki Medsos tersendiri bahkan kabar yang beredar dari hasil yang didapat dari Medsos KDM yang nilainya Milyaran rupiah,KDM selalu membagikan minimal hampir 30 juta tiap hari,Kepopuleran KDM tidak dapat disanksikan sehingga siapapun yang bersebrangan dengan Bapak Aing(KDM) maka siap-siap dirujak Netizen.

Tapi sangat disayangkan jika KDM tidak berpihak kepada awak media yang dinaungi oleh Perusahaan pers,insan pers,jurnalis atau apapun namanya tidak diberikan porsi seperti yang diamanatkan dalam Teory phentahelix.

Semoga Kang Dedi Mulyadi(KDM) alias Bapak aing bisa melihat dari Nurani yang paling Dalam,ada ribuan manusia yang menggantungkan hidupnya di Perusahhan media,banyak wartawan yang kehilangan uang tambahan untuk dibawa pulang untuk anak istrinya,’Ungkap Achmad.

Kemudian Ketua AJMII menambahkan,
“Saya berpesan kepada bapak aing(KDM) mewakili puluhan ,ratusan perusahaan media yang menaungi ribuan wartawan,kudu inget ka “Temah Wadi” kudu inget” Kana Wiwitan”

“Raja bakal murag,Ratu Bakal Rubuh Dina waktuna”,Jangan sampai saat jadi pemimpin melupakan minoritas rakyat yang lainnya seperti dalam pikukuh Sunda Buhun

“Haywa dicawuh-caeuh kena Ngaresi sasana.”pungkas Ketua Umum Aliansi Jurnalis Média Independent Indonesia(AJMII).

Red.

Related Post