BARITO UTARA- Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST. MT diwakili melalui Staf Ahli Bupati bidang perekonomian dan keuangan, Hery Jhon Seteawqn, S. Pd membuka dengan resmi Festival Kuntau Bupati Barito Utara Cup Open Regional Kalimantan Tengah tahun 2025 dilangsungkan bertempat di lapangan Volly Yonof 631 Antang Muara Teweh, Sabtu (1/11/2025).
Hadir pada kegiatan Festival ini adalah Staf Ahli Bupati, Kadisdiknas Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, Ketua Panitia Pelaksana Festival, Ashari Permady, S. AP, Ketua Perhimpunan Seni main Kuntau, Nordiansyah, S AP, Dewan Juri dari berbagi daerah, perwakilan Danyonif 631 Antang, mewakili Kapolres Barito Utara, Kabag Samapta Polres Barito Utara, AKP. Purna serta 114 peserta festival Kuntau dari barbagai daerah.
Ashari Permady, S. AP selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya, menjelaskan bahwa festival ini dilaksanakan selama tiga hari dimulai dari tanggal 31Oktober sampai dengan 2 November 2025. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan serta menumhukembangkan kecintaan generasi muda proaktif dalam seni bela diri tradisional kuntau.
Festival Kuntau tahun ini diikuti oleh 93 peserta dan official dari berbagai kabupaten, kota se- Kalimantan Tengah, di antaranya: Palangka Raya, Katingan, Murung Raya, Barito Timur, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Barito Utara sebagai tuan rumah. Ditambah 21 orang panitia, total peserta mencapai 114 orang,” jelas ketua panitia pelaksana.
Ketua Perhimpunan Seni Main Kuntau (PSMK) Huma Ije Pakat Barito Utara, Nordiansyah, S. AP dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi ajang bergengsi bagi para praktisi Kuntau ini.
“Dalam sambutannya, Nordiansyah mengatakan kegiatan Festival ini, merupakan salah satu upaya nyata kami, dalam melestarikan seni bela diri tradisional Kuntau, yang merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kalimantan Tengah, secara khusus di Kabupaten Barito Utara, Kuntau bukan hanya sekadar bela diri, juga warisan nilai- nilai luhur seperti disiplin, keberanian, dan rasa hormat yang perlu terus ditanamkan dan dilestarikan pada generasi muda.
“Ketua PSMK juga menegaskan bahwa ajang festival ini, bukan hanya menjadi tempat untuk berkompetisi, tetapi menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antar daerah serta memperkuat semangat kebersamaan di Kalimantan Tengah.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST. MT dalam sambutannya dibacakan melalui Staf Ahli Bupati bidang perekonomian dan keuangan, Hery Jhon Setiawan, S. Pd, menyampaikan Festival Kuntau ini bukan sekadar ajang perlombaan bela diri, tetapi juga merupakan wadah pelestarian budaya dan jati diri masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Barito Utara. Kuntau merupakan perpaduan antara seni bela diri dan seni tari yang memiliki unsur keindahan gerak sekaligus teknik ujar Hery Jhon saat pertahanan diri,” membacakan sambutan Bupati.
Lebih lanjut, Staf Ahli menjelaskan bahwa seni bela diri Kuntau tidak hanya memiliki nilai olahraga, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang patut diwariskan kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat semangat sportivitas, persaudaraan, menanamkan nilai- nilai luhur yang terkandung dalam seni bela diri Kuntau, yakni keberanian, kedisiplinan, dan kehormatan,” jelas Staf Ahli Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa festival ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga sarana mempererat hubungan antar atlet, pelatih, dan komunitas bela diri lintas daerah.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat persaudaraan di bidang olahraga mampu melampaui batas wilayah dan perbedaan, sekaligus menjadi sarana untuk menyatukan semangat kebersamaan demi kemajuan olahraga daerah kita,” tegasnya. (SS)






