Pamekasan — PLN UP3 Madura menggelar audiensi dengan Forum Pemuda Ra’as (FPR) pada Senin (17/11/2025) sebagai bentuk respons cepat terhadap aspirasi masyarakat kepulauan terkait keandalan listrik. Pertemuan di Aula Trunojoyo ini dihadiri 50 anggota FPR dan dipimpin langsung oleh PLH Manajer UP3 Madura, M. Daan Agung Lazuardi, bersama jajaran manajemen.
FPR menyampaikan tuntutan utama berupa peningkatan keandalan listrik, percepatan realisasi layanan 24 jam, serta perhatian terhadap dugaan masalah kualitas BBM. Menanggapi hal ini, PLN memaparkan sejumlah langkah konkret:
Optimalisasi pembangkit dan BBM: Mesin PLTD Raas yang merupakan relokasi dipastikan layak operasi dan menjalani pemeliharaan intensif. PLN juga menindaklanjuti dugaan kontaminasi BBM melalui audit, serta memperketat pengawasan bersama Pertamina dan aparat penegak hukum.
Penguatan SDM dan respons gangguan: PLN menyiapkan teknisi kompeten, mengusulkan penambahan SDM lokal, dan membentuk Tim Reaksi Cepat untuk mempercepat penanganan gangguan.
Pemulihan operasi 24 jam: Perbaikan mesin ditangani PT PLN-MCTN dengan target tuntas maksimal tujuh hari kerja, meski saat ini listrik Raas sudah normal beroperasi penuh.
Sebagai langkah jangka panjang, PLN siap berkolaborasi dalam pra-studi kelayakan pembangunan pembangkit EBT hibrida sebagai solusi permanen untuk tantangan geografis kepulauan. PLN dan FPR juga sepakat membentuk grup WhatsApp sebagai kanal komunikasi resmi dan transparan.
Audiensi ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas, yang menjadi komitmen bersama untuk percepatan keandalan listrik dan pengawasan terpadu.
“Audiensi ini adalah fondasi kerja sama yang transparan. Dengan pakta integritas, kami memiliki peta jalan jelas untuk mewujudkan listrik andal dan merata di seluruh Kepulauan Raas,” ujar Daan.
Langkah ini menegaskan komitmen PLN UP3 Madura untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam pelayanan energi yang berkeadilan, khususnya bagi wilayah kepulauan.






