Cimahi,Rabu(20/05/2026)
Rencana penggabungan SDN Baros Mandiri 7 ke SDN Baros Mandiri 3 oleh Dinas Pendidikan Kota Cimahi menuai penolakan keras dari para orang tua murid.
Penolakan tersebut mencuat dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di lingkungan SDN Baros Mandiri 7 dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan serta Kepala Bidang Sekolah Dasar,beberapa waktu tang lalu.
Kebijakan penggabungan sekolah itu disebut berkaitan dengan rencana Dinas Pendidikan untuk mengalihfungsikan gedung SDN Baros Mandiri 7 menjadi ruang kelas baru bagi SMPN 6 Cimahi.
Suasana sosialisasi sempat memanas ketika sejumlah orang tua murid menyampaikan keberatan mereka secara langsung kepada pihak Dinas Pendidikan. Bahkan aksi unjuk rasa kecil terjadi di lokasi kegiatan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana tersebut.
Salah seorang orang tua murid mengaku tidak setuju dengan penggabungan sekolah karena dinilai akan memberatkan anak-anak, terutama terkait jarak tempuh menuju sekolah baru.
“Kalau dipindahkan ke SDN Baros Mandiri 3 jaraknya lebih jauh dari rumah. Kami khawatir anak-anak kesulitan berangkat sekolah,” ujarnya di sela aksi.
Dalam aksi tersebut, sejumlah orang tua juga membentangkan spanduk berisi permohonan bantuan kepada Gubernur Jawa Barat dan pimpinan daerah Kota Cimahi agar kebijakan tersebut ditinjau ulang.
Tulisan pada spanduk itu berbunyi:
“Buat Bapa KDM Bapa Dedi Mulyadi, buat Bapa Wali Kota Cimahi Bapa Ngatiyana dan Bapa Wakil Wali Kota Cimahi Bapa Aditya, tolong bantuannya supaya sekolah anak kami Baros Mandiri 7 Cimahi tidak dibubarkan dan tidak dipindahkan.”
Para orang tua berharap Pemerintah Kota Cimahi dapat mencari solusi lain tanpa harus menghapus keberadaan SDN Baros Mandiri 7 yang selama ini menjadi tempat belajar anak-anak di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Cimahi belum memberikan keputusan lanjutan terkait aspirasi penolakan dari para orang tua murid.
