Banyuwangi Jadi Living Laboratory ITB, Pemkab dan Kampus Perluas Kolaborasi Riset

BANYUWANGI, Gempurnews.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Pemkab Banyuwangi sepakat memperluas kerja sama. Banyuwangi akan dijadikan living laboratory untuk pengembangan riset dan inovasi di berbagai sektor.

Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jumat sore (21/8/2026).

Prof Wahyu hadir bersama jajaran dekanat SPITM ITB. Pertemuan membahas penguatan kolaborasi yang selama ini sudah berjalan.

Tiga Pilar: Pendidikan, Riset, Pengabdian
Ke depan, kerja sama ITB dan Pemkab Banyuwangi akan difokuskan pada tiga bidang: pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Sektor yang digarap antara lain pertanian, pariwisata, dan sektor strategis lainnya.

“Sinergi antara ITB dan Pemkab Banyuwangi sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Salah satunya dukungan ITB dalam pengembangan Geopark Ijen. Kehadiran kami ini untuk memperluas sinergi agar semakin kuat,” ujar Prof Wahyu.

Menurutnya, Banyuwangi memiliki potensi besar mulai dari kekayaan bentang alam hingga keragaman kultur masyarakat. Hal itu bisa menjadi ruang kolaborasi ideal antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

“Banyuwangi dengan kekhasan geologi dan kulturnya, sedangkan kami di ITB memiliki teknologi, inovasi serta para peneliti. Ini bisa dikolaborasikan sehingga bisa saling menguatkan,” kata Prof Wahyu.

Harapkan Lahirkan Solusi Konkret
Banyuwangi dinilai cocok menjadi living laboratory atau laboratorium pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dan dosen ITB.

“Dengan aset geologi dan budaya yang sangat kompleks, Banyuwangi bisa menjadi living laboratory pendidikan dan riset bagi para mahasiswa maupun dosen kami. Sebaliknya, riset yang dilakukan harapannya dapat membantu memberikan solusi atas permasalahan di daerah,” ujarnya.

Bupati Ipuk mengapresiasi dukungan ITB terhadap pengembangan Geopark Ijen dan berharap kolaborasi diperluas.

Bagi Ipuk, kampus tidak hanya berperan meningkatkan kualitas SDM. Perguruan tinggi juga bisa jadi mitra pemerintah dalam menyusun pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus, termasuk ITB. Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan bersama. Kami berharap, kerjasama ini dapat menghasilkan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ipuk.

(_) http://Gempurnews.com