Cimahi,Sabtu(21/08/2026)
Pemerintah Kota Cimahi meminta maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir setelah diberlakukannya rekayasa lalu lintas terkait pembangunan Underpass Gatot Subroto dan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengakui, kepadatan lalu lintas berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama pada jam sibuk.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cimahi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Kota Cimahi atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pembangunan,” ujar Ngatiyana, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kepadatan dipengaruhi sejumlah pekerjaan infrastruktur yang berlangsung bersamaan. Selain Underpass Gatot Subroto yang merupakan program Pemprov Jawa Barat, Pemkot Cimahi juga memperbaiki Jembatan Raden Demang Harjakusumah. Sementara pembangunan Flyover Pusdikpom merupakan program pemerintah pusat.
Ngatiyana menjelaskan, perbaikan jembatan dilakukan karena konstruksinya mengalami penurunan dan perlu segera ditangani demi mencegah kerusakan lebih parah serta menjaga keselamatan pengguna jalan.
Rekayasa Lalu Lintas Dievaluasi
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, Pemkot bersama Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan mengevaluasi rekayasa lalu lintas berdasarkan kondisi di lapangan.
Salah satu langkah yang diterapkan adalah sistem contraflow di sekitar Underpass Sriwijaya. Skema tersebut dinilai membantu mengurai kepadatan pada jam sibuk pagi dan sore.
“Kami haturkan beribu-ribu maaf atas kejadian macet yang terjadi. Hari ini saya coba cek bagaimana caranya supaya ada solusi untuk warga Cimahi agar tidak terjadi kemacetan yang begitu parah seperti kemarin,” kata Adhitia.
Pengaturan lalu lintas juga diperkuat dengan penambahan personel Dishub, TNI, dan Polri di sejumlah titik.
Pemkot Cimahi terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat dan pelaksana pembangunan Underpass Gatot Subroto agar ruas jalan yang masih memungkinkan tetap dibuka sebelum memasuki tahap pembongkaran secara masif.
Perbaikan Jembatan Dikebut
Pemkot juga mendorong percepatan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah yang menggunakan metode hydraulic static dynamic pile.
Pekerjaan yang semula ditargetkan selesai dalam 90 hari didorong dapat rampung sekitar satu bulan, dengan catatan aspek teknis dan keselamatan terpenuhi.
“Apabila secara teknis dan keselamatan sudah memungkinkan untuk dibuka, diupayakan agar kendaraan dapat kembali melintas,” ujar Adhitia.
Ia mengakui kemacetan yang terjadi menunjukkan skema rekayasa sebelumnya masih perlu disempurnakan.
Sebagai kota perlintasan dan bagian dari kawasan aglomerasi, gangguan pada satu ruas jalan dapat berdampak luas terhadap lalu lintas.
Pemkot Cimahi juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kepastian kelanjutan pembangunan Flyover Pusdikpom.
Ngatiyana menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut ditujukan untuk meningkatkan keselamatan dan konektivitas masyarakat. Namun selama proses berlangsung, pemerintah berkomitmen meminimalkan dampaknya melalui evaluasi lalu lintas, penguatan pengaturan di lapangan, percepatan pekerjaan, serta koordinasi lintas instansi.
Achmad /Yopi















