Lumajang โ Kepolisian Resor (Polres) Lumajang kembali mengerahkan personel untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, yang berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.
Petugas gabungan melakukan penyekatan dan pemadaman secara manual karena kondisi medan yang sulit dijangkau. Sejumlah titik kebakaran berada di kawasan dengan kontur terjal dan tebing curam.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, personel gabungan masih melakukan upaya pemadaman sekaligus pemantauan terhadap perkembangan kebakaran.
“Dengan alat manual, personel Polres Lumajang bersama petugas gabungan melakukan upaya penyekatan dan pemadaman api secara manual mengingat medan yang terjal serta tebing curam,” kata Suprapto menyampaikan keterangan Kapolres Lumajang, Rabu (2/9/2026).
Personel yang diterjunkan berasal dari Sat Samapta Polres Lumajang serta sejumlah polsek, yakni Polsek Senduro, Polsek Pasrujambe, Polsek Padang, dan Polsek Gucialit.
Berdasarkan pemantauan sementara, kebakaran terjadi di sejumlah kawasan hutan TNBTS. Di wilayah Kabupaten Lumajang, titik kebakaran berada di sekitar Blok Kalimati Gunung Semeru.
Sementara itu, titik kebakaran lainnya berada di kawasan Gunung Kepolo dan Oro-Oro Ombo yang masuk wilayah Kabupaten Malang.
Adapun kebakaran di kawasan Ledok Bedor, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, berada di sekitar Blok Pusung Tengah.
Hingga kini, luasan kawasan hutan yang terbakar belum dapat dipastikan. Pihak TNBTS masih melakukan asesmen untuk mengetahui luas area terdampak sekaligus jenis vegetasi yang terbakar.
Vegetasi di kawasan tersebut antara lain pohon stigi hutan, cemara gunung, pohon rimba, ranting, serta rerumputan kering dan basah.
Pemadaman dari Udara Belum Dilakukan
Upaya pemadaman melalui jalur udara menggunakan helikopter belum dilakukan pada hari ini.
Helikopter yang sebelumnya menjadi salah satu opsi penanganan kebakaran saat ini digunakan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pulau Kalimantan.
“Untuk sementara, hari ini tidak dilaksanakan pemadaman menggunakan helikopter karena helikopter digunakan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan,” ujar Suprapto.
Meski demikian, pemantauan terhadap titik-titik kebakaran terus dilakukan. Kepulan asap masih terpantau dari arah Desa Ranupani dan Desa Argosari.
Petugas gabungan juga terus berupaya melakukan penanganan secara manual untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.
Namun, proses pemadaman tidak mudah. Selain keterbatasan akses, kondisi medan yang curam dan terjal menjadi salah satu kendala utama bagi petugas di lapangan.
Polres Lumajang memastikan personel tetap melakukan pemantauan dan membantu penanganan bersama petugas TNBTS serta unsur gabungan lainnya.
Upaya penyekatan dilakukan untuk mengendalikan pergerakan api, sementara pemadaman manual terus dilakukan pada lokasi yang memungkinkan dijangkau petugas.
Petugas juga mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran mengingat kawasan tersebut merupakan wilayah hutan dengan vegetasi yang cukup beragam dan terdapat material kering yang mudah terbakar.













