Ratusan Mahasiswa dan Buruh Tolak Omnibus Law

496 0

Jember, gempurnews.com – Ratusan demonstran yang terdiri dari mahasiswa dan buruh menggelar aksi penolakan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Kamis (19/3/2020) di bundaran DPRD Jember.
Dalam orasinya, mereka menilai RUU tersebut hanya akan menguntungkan investor.
Demo yang dimulai pukul sekitar jam 09.00 WIB pagi, diawali dengan konvoi motor dari arah Jalan Sumatra.
Konvoi juga diikuti oleh 2 mobil bak terbuka berisi pengeras suara sebagai panggung orasi.
Dari jalan Sumatra, mereka menuju titik kumpul di Bundaran DPRD, yang terletak di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, untuk melakukan orasi.
Kedatangan para pengunjuk rasa, diawali dari kelompok mahasiswa dari GMNI dan Sarbumusi. Kemudian diikuti oleh kelompok mahasiswa lainnya dari Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN) Jember, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jember, Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA), BEM Universitas Muhammadiyah Jember, Kader Hijau Muhammadiyah (KHM), Kesasatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Women’s March Jember (WMJ), Aliansi Perpus Jalanan Jember, Gerakan dari Kata (GEDRIK), LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi), dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Parsial.
Lantas, secara bergantian mereka melakukan orasi tentang dampak dari pengesahan RUU Cipta Kerja tersebut. “Tolak omnibus law, karena kita adalah orang yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kesejahteraan itu bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan bagi investor itu,” kata salah seorang orator.
Salah seorang orator juga menilai aspek sosiologis, dalam kaidah pembentukan UU, seakan dibuat-buat dan tidak menggambarkan kebutuhan masyarakat. “Semangat terbentuknya RUU Cipta Kerja hanya terletak pada semangat negara dalam menaikan jumlah investasi,” katanya.
Para pengunjuk rasa itu dikawal ketat oleh ratusan polisi.
Di sekitar pagar Gedung DPRD Jember, juga terlihat barikade kawat berduri. 
Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono, tampak mengawal langsung aksi unjuk rasa tersebut. (gus)

Related Post