Bondowoso – MenteriĀ Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), yang diwakili Staff Ahli Menteri Bidang Hubungan antar Lembaga, Dr. Suprapedi hadiri panen perdana padi unggul lokal varietas HMS 400, bertempat di Desa Sugerlor Kecamatan Maesan Bondowoso Rabu (15/7).
Padi unggul lokal varietas ini, merupakan kerja sama antara pemerintah Kabupaten Bondowoso, dengan LPMM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Mandiri) dan Suger Lor dipilih pilot project pengembangan varietas ini.
Padi varietas ini memiliki beberapa keunggulan, Diantaranya masa panen cepat maksimal 90 hari. Tanaman dan daun tegak, Serta bulir melimpah Diperkirakan dalam satu hektar menghasilkan 7 hingga 8 ton.
Staff Ahli Menteri Bidang Hubungan antar Lembaga, Dr. Suprapedi mengapresiasi inovasi pangan, dengan pengembangan padi varietas unggul tersebut.
“Dengan demikianĀ agar replikasinya tidak hanya dilakukan di desa suger lor saja, namun perlu direplikasi di Desa lain di kabupaten Bondowoso, “himbaunya.
Pihaknya meminta agar pasar untuk produk pangan ini disediakan,Tentu caranya adalah membangun networkingĀ atau chanelling dan managemen industriĀ yang baik.
Saat petani telah konsisten menanam, perlu diikuti dengan market yang sudah jelas.Ā Karena itu perlu, menyiapkan jembatan dari hulu hingga ke market,” paparya.
Di lanjutkan Bupati Salwa Arifin, juga menjelaskan, padi varietas HMS 400 ini, merupakan ikhtiar dalam mendukung ketahanan pangan di Bondowoso Jawa Timur.
“Ini perlu dikembangkan. Mengingat masyarakat Bondowoso ini mayoritas bertani. Sekitar 60 persen bertani. Makanya disini perlu mendapatkan perhatian dari Kemendes,” harapnya.
Hadir dalam panen perdana padi varietas HMS 400 di Desa Suger Lor, Wakil Bupati Irwan Bachtiar, Dandim 0822 Letkol Inf. Jadi, Kapolres AKBP Erick Frendriz, Sekda Syaifullah, Direktur LPMM, dan sejumlah kepala OPD, dalam suasana berjalan aman dan kondusif. (Dar/Aj)
