BARITO UTARA- Pemerintah Kabupaten Barito Utara, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar Operasi Pasar Murah (OPM), sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi dampak inflasi di Barito Utara. Sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat agar Pemerintah Provinsi maupun daerah, dapat melaksanakan upaya-upaya dalam membantu masyarakat untuk mengatasi inflasi melalui operasi pasar murah.
Adapun barang yang dijual pada operasi pasar murah diwilayah Kabupaten Barito Utara, yaitu sembako seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan Mie goreng. Operasi pasar murah pelaksanaanya akan digelar, sampai dengan akhir bulan desember tahun 2022 dan kemungkinan berlanjut sampai dengan tahun 2023 mendatang, dilaksanakan di Sembilan (9) Kecamatan di wilayah Kabupaten Barito Utara.Â
Dalam paparan Kepala Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara, Drs. Hajrannoor mengatakan Kepada Media ini Senin siang 10/10 di Pasar Bebas Banjir (PBB) Muara Teweh, bahwa dalam upaya menekan inflasi terutama di wilayah Kabupaten Barito Utara, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan operasi pasar murah, di wilayah kerja setempat.
“Untuk hari ini operasi pasar murah diksanakan di Pasar Bebas Banjir (PBB) Muara Teweh, nantinya akan dilanjutkan lagi pelaksannya di Sembilan (9) Kecamatan yang ada di wilayah Barito Utara,” katanya.Â
Dikatakan Kadisdagrin Barut, adapun jumlah keseluruhan paket sembako operasi pasar murah yang disalurkan kepada masyarakat, yaitu sebanyak 8.000 paket yang sedang kita edarkan ini.
Dr. Ir. H. Rakhmat Muratni, MP selaku Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, juga hadir dalam gelar operasi pasar murah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari komitmen Pemkab Barito Utara, dalam upaya menekan laju inflasi di wilayah Barito Utara.
“Ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup di saat ekonomi seperti ini, sehingga masyarakat tetap menjalani pekerjaan seperti biasa dan tetap hidup serta mengurangi dampak inflasi, yang dirasakan tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh dunia,” tutup Rakhmat. (SS)
