Cimahi,Minggu(21/12/2025)
Dalam arus deras informasi di era digital, kemampuan masyarakat untuk memilah dan memilih sumber berita yang kredibel menjadi kian krusial. Tak hanya bagi individu, lembaga dan instansi juga dituntut bijak dalam memilih mitra media untuk menyebarluaskan informasi mereka. Merespons tantangan ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kota Cimahi mengambil inisiatif dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengenalan jurnalistik, yang secara khusus menyasar pelaku di sektor pendidikan.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 80 peserta perwakilan dari SD dan SMP se-Kota Cimahi ini digelar untuk membangun pemahaman yang proporsional tentang media dan tugas-tugas jurnalistik. Sasaran para kepala sekolah, guru, dan humas sekolah ini dinilai tepat mengingat sektor pendidikan sering bersinggungan dengan kegiatan publikasi dan pemberitaan.
“Kami melihat masih banyak lembaga atau individu yang enggan, bahkan takut bekerja sama dengan media, karena pengalaman negatif menjadi korban oknum,” ujar perwakilan panitia dalam sambutannya. “Hal ini seringkali berakar dari ketidaktahuan publik dalam mengidentifikasi media dan wartawan yang kredibel, yang berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.”
Melalui sosialisasi ini, JWI Kota Cimahi, yang resmi terbentuk 10 Februari 2025 ini, bertujuan membekali peserta dengan kemampuan mengenali karakteristik media, memahami hak dan kewajiban jurnalis, serta hak publik dalam interaksi dengan media. Pemahaman ini diharapkan menjadi pertimbangan vital sebelum lembaga menentukan pilihan media untuk kerja sama publikasi.
Materi dari Para Pakar
Untuk memastikan kualitas materi, kegiatan ini menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidangnya:
- Hendra Gunawan, S.Sos, M.Si. (Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Cimahi, mantan Kadis Kominfo Cimahi) yang memberikan perspektif kebijakan komunikasi publik.
- Iman S Nurdin (Akademisi dan mantan Ketua IJTI Jawa Barat) yang menyampaikan dasar-dasar jurnalistik dan etika profesi.
- Heryana Surya (Praktisi media dan penyiar PR FM Bandung) yang membagikan pengetahuan praktis tentang karakteristik media dan cara kerja di dalamnya.
Salah satu fokus materi adalah bagaimana peserta dapat secara komprehensif mengenal lembaga publikasi. “Setiap media memiliki karakteristik berbeda yang didasarkan pada konsep dan kebijakan perusahaannya. Masyarakat perlu paham tugas, fungsi, dan batasan ruang kerja seorang jurnalis,” jelas pemateri.
Kegiatan ini bukan sekadar teori. Para peserta diajak untuk membedakan antara praktik jurnalistik yang benar dan tindakan oknum yang menyimpang. Diharapkan, dengan literasi media yang memadai, sekolah-sekolah di Cimahi dapat menjadi mitra yang cerdas bagi media, sekaligus garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat luas.
Inisiatif JWI Kota Cimahi ini mendapat apresiasi positif dari peserta. “Kami jadi lebih mengerti cara memilih media partner yang tepat dan tidak lagi takut berinteraksi, asal tahu rambu-rambunya,” ungkap seorang peserta yang merupakan kepala sekolah.
Sebagai organisasi profesi wartawan yang berkomitmen menegakkan kredibilitas dan etika, JWI menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digulirkan untuk berbagai segmen masyarakat, guna membangun ekosistem informasi yang sehat dan berintegritas di Kota Cimahi.
Achmad Syafei
