Cimahi, 22 Januari 2026 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, menggelar Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026. Forum yang mengusung tema pemantapan pelayanan publik ini menjadi tahap awal penyusunan arah pembangunan Kota Cimahi untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Baros pada Kamis (22/01/2026) itu dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat Cimahi Tengah, Lurah Baros, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dari tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan, tim fasilitator, serta peserta Musrenbang.
Dalam wawancara dengan awak media, Lurah Baros, Gugun Tristanto, S.IP., menyatakan bahwa penanganan banjir dan perbaikan drainase menjadi prioritas utama yang diangkat dalam forum tersebut. Hal ini merespons meningkatnya frekuensi genangan air di beberapa wilayah kelurahan.
“Permasalahan banjir saat ini menjadi perhatian serius. Karena itu, kami memprioritaskan perbaikan fisik drainase yang paling mendesak,” ujar Gugun.
Ia menegaskan, FGD Musrenbang dimanfaatkan untuk menampung aspirasi warga secara langsung agar kebutuhan dan persoalan lingkungan terdokumentasi dengan baik. “Partisipasi aktif masyarakat kunci utamanya. Seluruh aspirasi akan digali dan dirumuskan tanpa hambatan, sehingga program ke depan benar-benar menjawab persoalan di lapangan,” tambahnya.
Gugun mengungkapkan, penanganan awal sudah dilakukan secara gotong royong, seperti di RW 20, dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPKP), tim kebersihan, masyarakat, serta TNI-Polri. Wilayah yang kerap terdampak banjir, seperti RW 6, RW 8, dan RW 15, akan menjadi fokus penanganan lanjutan.
“Penanganan ini sejalan dengan program prioritas Wali Kota. Namun, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan melalui swadaya dan kerja bakti. Ke depan, bersih-bersih saluran air akan kami rutinkan, termasuk setiap hari Sabtu,” jelasnya.
Di akhir pernyataan, Gugun mengimbau warga tidak membangun di atas atau yang menyempitkan saluran air. Menurutnya, drainase yang tertutup bangunan liar berpotensi memperparah banjir.
“Kami mohon kesadaran bersama. Drainase harus tetap terbuka agar aliran air lancar dan tidak meluap ke permukiman,” pungkasnya.
Forum Musrenbang ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk perbaikan infrastruktur drainase dan pencegahan banjir di Kelurahan Baros, sebagai bentuk pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Achmad Syafei






