Sidoarjo | Gempurnews – Belum satubulan selesai dikerjakan, proyek bronjong di sungai Kedunguling Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo sudah mengalami kerusakan dan ambrol sampai 2 kali Warga setempat, Sebut saja Si Ganteng Ketua RW, yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan bahwa sebelumnya terlihat ada pekerjaan pemasangan bronjong yang dikerjakan oleh dinas pengairan Kabupaten Sidoarjo menghabiskan anggaran 179 Juta diduga asal asalan.

Ketua RW mengatakan adanya pekerjaan proyek Bronjong ini awalnya Ana warga RT. 02 RW. 01 merasa senang, karena adanya pekerjaan tersebut untuk mencegah abrasi adanya luapan air sungai tersebut. Namun, harapan itu berubah menjadi kekecewaan setelah pekerjaan Bronjong tanggul tersebut ambrol hanya dalam hitungan hari.
Awak media Gempurnews mencoba untuk mencari informasi ke Mahmud Kadis PUBM Kabupaten Sidoarjo menyampaikan lewat aplikasi WhatsApp hari Rabu kalau pekerjaan tersebut bukan di eranya dan baru menjabat di Januari tahun 2026.
“Kalau pekerjaan 2025 adalah oleh kadis yang lama, bisa dikonfirmasi, saat kami masuk pekerjaan sebagian besar sudah selesai”. Kata Mahmud Kadis PUBM
Dihari awak media mencoba menggali informasi ke Dwi Eko Saptono yang sebelumnya menjabat selaku Kadis PUBM di Kantor dinas ketenagakerjaan melewati Khoifin selaku Sekdin Disnaker Sidoarjo menyampaikan bapak masih ada tamu dan belum bisa ditemui.
Dihari kamis 19/2/26 awak media mencoba konfirmasi lagi ke Khoifin lagi melalui Japri aplikasi WhatsApp, Pak apa sudah disampaikan untuk bertemu dengan Pak Dwi Eko Saptono yang sekarang menjabat Kadis Ketenagakerjaan membalas lewat Japri.
“Sampun saya laporkan beliau mas, petunjuk beliau akan di koordinasikan dengan pelaksana kegiatan”. Balasan Khoifin lewat jawaban Pribadi (Japri)
Tidak berhenti begitu saja awak media juga konfirmasi dengan PT. Menara Hijau yang beralamat di Perumtas 4 Blok B4/17 juga lewat aplikasi WhatsApp dibalas selamat pagi, Mohon maaf terkait kontrak tersebut, kami sudah putus kontrak, dan kami tidak mencairkan dana tersebut maaf,” jawaban PT. Menara Hijau lewat japri WhatsApp.
Waktu berbeda awak media mendatangi kantor dinas PUBM Sidoarjo hari Senin 23/2/26 di temui Suprayitno mewakili kepala dinas untuk bisa dihubungkan Farid selaku kepala bidang Drainase PUBM terkait pekerjaan proyek bronjong yang menghabiskan 179 juta membalas, maaf saya mewakili bapak Mahfud disini jawaban saya juga sama dengan pak Mahfud tidak tahu.
“Nanti saya sampaikan ke bapak mahmud selaku pimpinan, agar bisa komunikasi dengan pak Farid selaku kepala bidang Drainase.” Pungkasnya Suprayitno
Menanggapi adanya pekerjaan proyek Bronjong di sungai Kedunguling diwilayah kecamatan Tulangan H. Suhadak. S.H, Ketua Umum LSM News Garda Nusantara Probolinggo lantang mengatakan bahwasannya kalau pekerjaan pekerjaan belum genap 6 bulan itu masih kewajiban kontraktor PT yang mengerjakannya, kalau sampai melarikan diri dan tidak ada tanggung jawabnya itu bisa dilaporkan.
Masih kata H. Suhadak, apalagi kata awak media Gempurnews sesuai informasi yang didapat sudah menghabiskan 179 juta dan sudah dinyatakan “Paket sudah selesai” artinya pembangunan sudah selesai, terus kalau belum ada 2 bulan sudah rusak atau ambrol itu masih tanggung jawab Kontraktor yang mendapatkan proyek tersebut, terus dari dinas terkait PUBM juga harus tanggap apalagi sudah mengeluarkan biaya ratusan juta.” Kata H. Suhadak. S.H.
Tapi kalau masih saja belum ada tindakan dari dinas PUBM dan Kontraktor yang terkait, kami atas dasar informasi dari awak media Gempurnews bisa melaporkan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut.” Tegasnya H. Suhadak. S.H. (Yl)
