Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Masak Batch#3 Kembali Digelar di Blitar : Praktek Sajikan Masakan Indonesia

7 0

BLITAR – Guna mendukung pelaksanaan program Astacita Presiden Prabowo Subianto dan dalam alam rangka mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ), kualitas sumber daya manusia yang mengelola dapur menjadi faktor utama. Salah satu upaya peningkatan kompetensi tersebut adalah melalui Pelatihan dan Uji Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Juru Masak MBG yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi/LSP dibawah lisensi BNSP.
Pelatihan ini ditujukan bagi para personal yang menangani penjamah makanan di dapur SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) maupun yang berencana membangun dapur baru. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan dibimbing untuk memahami standar profesi juru masak, prinsip keamanan pangan, serta tata kelola dapur yang sesuai dengan regulasi nasional MBG yang ditetapkan oleh BGN.
Kali ini KJS Organizer/Koperasi Kelud Jaya Sentosa untuk ketiga kalinya menggelar Pelatihan dan Uji Kompetensi para Juru Masak/Chef dengan menggandeng LSP Pariwisata Wijaya Indonesia/WWI pada 18 – 19 April 2026 di Hotel Patria Plaza.
Materi pelatihan dan uji kompetensi yang disampaikan para pemateri dan asesor dari BNSP ini sangat lengkap diberikan kepada para peserta. Untuk materi pada hari pertama yang diberikan oleh dosen AKN Putra Sang Fajar, Tyas tentang keamanan pangan, dimana dijelaskan tentang keamanan pangan “ adalah upaya hygiene sanitasi, penanganan dan penyimpanan makanan untuk mencegah cemaran biologis, kimia atau fisika yang dapat merugikan kesehatan manusia, dan ini mencakup 5 kunci yakni jaga kebersihan, pisahkan pangan mentah dan matang, masak dengan benar, simpan pada suhu aman dan gunakan air bersih,” jelasnya.
Lanjut hari kedua dihadirkan asesor BNSP, yaitu Chef Joko yang melakukan asesi kepada peserta dengan program sertifikasi dari BNSP yang dilaksanakan oleh LSP Pariwisata Wijaya Indonesia dan dilaksanakan di TUK/Tempat Uji Kompetensi KJS Blitar untuk ujian Kompetensi dan Sertifikasi ini adalah ujian unit kompetensi untuk sertifikat skema pengolahan hidangan atau masakan Indonesia yang langsung memberikan pelatihan memasak dengan praktek langsung dihadapan asesor sekaligus menguji para peserta.
Dalam kesempatan wawancara kepada awak media, Ketua KJS Organizer Blitar sebagai pelaksana di TUK memberikan penjelasan bahwa ” Mengapa Sertifikasi Profesi Juru Masak di MBG penting. Program MBG merupakan program besar pemerintah yang menargetkan jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, proses pengolahan makanan harus dijalankan oleh tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan memahami standar keamanan serta gizi Nasional,” urainya.
Sertifikasi profesi menjadi bukti formal bahwa seorang juru masak memiliki keahlian, keterampilan, dan pengetahuan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI ) di bidang jasa boga dan tata boga. Bagi pengelola dapur SPPG yang telah memiliki tenaga juru masak bersertifikat tidak hanya meningkatkan kepercayaan publik dan pemerintah daerah, tetapi juga menjamin bahwa dapur SPPG beroperasi secara profesional dan memenuhi standar MBG Nasional.
Proses asesmen dan ujian yang dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu ( 18 – 19/4 ) di Hotel Patria Plaza Kota Blitar ini cukup lancar dan sukses dan akan dilanjut dengan batch – batch pada bulan – bulan mendatang,” tambahnya.( * /Red )

Related Post