
Open Chess Tournament Kapolres Cup ke-3 Resmi Dibuka di SMK PGRI Lumajang
LUMAJANG – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, SMK PGRI Lumajang menjadi saksi pembukaan Open Chess Tournament Kapolres Cup bersama Club Catur Kuda Putih Lumajang, Sabtu, 14 Juni 2026.
Acara dibuka secara resmi oleh Kabag SDM Polres Lumajang, Kompol Diding Wahyudi yang mewakili Kapolres Lumajang. Dalam sambutannya, Diding Wahyudi menyampaikan pesan langsung dari Kapolres: “Laksanakan kegiatan ini yang baik dan sportif. Jadikan catur sebagai sarana melatih konsentrasi, disiplin, dan sportivitas generasi muda Lumajang,” ujar Diding

Usai sambutan, Ketua Club Catur Kuda Putih Lumajang, Bang Jo, membacakan Peraturan Pertandingan Turnamen Catur Kuda Putih Cup 3 Lumajang di hadapan seluruh peserta dan wasit. Pembacaan aturan ini bertujuan agar seluruh pecatur memahami teknis permainan sejak awal dan meminimalisir protes di tengah babak.
A. Peraturan Pertandingan
Menggunakan peraturan resmi PERCASI yang berlaku.
B. Peraturan Peserta
- Berpakaian rapi dan sopan.
- Wajib menyediakan peralatan catur Standar Nasional saat memegang buah putih. Jika tidak tersedia sampai batas WO, dinyatakan kalah.
- Wajib mengikuti Technical Meeting / TM sebelum babak pertama.
C. Peraturan Permainan
Langkah sah wajib menyentuh bidak → melangkah → tekan jam dengan tangan yang sama. Rokade harus raja dulu baru benteng. Promosi bidak diletakkan di petak tujuan dulu, baru diganti. Jika tidak diganti maka otomatis jadi menteri.
Langkah ilegal seperti raja disekak tapi melangkah buah lain, atau kuda jalan seperti gajah, akan dicatat. Pelanggaran ilegal move 2 kali langsung kalah. Sementara irregularity diberi peringatan 3 kali baru dinyatakan kalah. HP berbunyi = kalah.
D. Sistem Pertandingan
Menggunakan sistem Swiss: 6 babak untuk kategori Junior, 7 babak untuk Senior. Waktu pikir 10 menit + increment 3 detik per langkah. Penentuan peringkat berurutan: poin tertinggi → hasil pertemuan / direct encounter → Buchholz/Solkof → SB → progresif score.
Keputusan wasit bersifat mutlak. Protes setelah pertandingan harus disertai uang protes Rp500.000. Jika protes benar uang dikembalikan, jika salah jadi milik panitia.
Dengan aturan ketat dan semangat Hari Bhayangkara, turnamen ini diharapkan jadi ajang pembinaan sekaligus mencetak pecatur Lumajang yang bermental juara dan berkarakter.
Ketua Club Catur Kuda Putih Lumajang mengungkapkan.
“Kita bacakan aturan lengkap di awal biar adil. Catur itu perang, tapi perang yang terhormat. Tanpa aturan jelas, sportivitas hilang. Semoga lahir bibit-bibit baru dari Lumajang,” ujarnya.
Salah satu peserta mengatakan dalam lomba kali ini mengatakan bahwa dirinya harus bisa fokus. “Wah aturannya banyak banget Pak, dari rokade sampai promosi. Tapi jadi lebih disiplin. Dulu saya suka lupa tekan jam. Sekarang harus fokus 100%,” tuturnya
Sementara salah satu pengunjung yang menyaksikan jalannya pembukaan lomba catur ini mengaku salut terhadap penyelenggaraannya. “Pesan Kapolres pas banget. Sportif itu mahal harganya. Ada yang kalah nangis, tapi tetap salaman. Itu catur yang kita mau,” kilahnya. (bam)









