Home Blog Page 105

Tumpeng Tempe Raksasa di Desa Sedengan Mijen Krian, Meriahkan Harjasda ke-167 Sidoarjo

0

SIDOARJO – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026 diwarnai semarak tradisi ruwat desa atau sedekah bumi yang digelar masyarakat Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian. Tradisi yang sarat nilai budaya dan kebersamaan ini kembali dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Sabtu (1/2/2026).

Daya tarik utama ruwat desa tersebut adalah tumpeng tempe raksasa setinggi sekitar 13 hingga 14 meter. Ikon khas Sedengan Mijen itu menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus penegasan identitas desa sebagai sentra penghasil tempe di Kabupaten Sidoarjo.

Tumpeng tempe raksasa tersebut dibuat dari sekitar tiga kuintal kedelai yang diolah menjadi tempe, kemudian disusun secara gotong royong oleh warga. Sejak pagi hari, ribuan warga sudah memadati Lapangan Desa Sedengan Mijen untuk menyaksikan prosesi doa bersama hingga puncak acara.

Usai didoakan, suasana lapangan langsung berubah riuh. Warga dari berbagai usia berebut potongan tempe yang diyakini membawa berkah. Tawa dan kegembiraan mewarnai prosesi tersebut, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan rasa syukur masyarakat.

Tak hanya tumpeng tempe raksasa, kemeriahan ruwat desa juga ditopang oleh kehadiran 31 tumpeng hasil bumi yang dibawa masing-masing RT. Aneka hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan dipamerkan dan dibagikan kepada warga, menambah semarak suasana sekaligus memperkuat nilai gotong royong.

Camat Krian, Nawari, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Desa Sedengan Mijen dalam melestarikan tradisi leluhur tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Sedengan Mijen. Tradisi sedekah bumi ini sangat positif karena mampu menjaga budaya sekaligus mempererat persatuan warga,” ujar Nawari di sela kegiatan.

Ia menilai, tradisi tumpeng tempe raksasa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya. Menurutnya, apabila dikelola secara berkelanjutan, kegiatan tersebut dapat masuk dalam agenda wisata daerah Kabupaten Sidoarjo.

“Kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai unik dan khas. Jika terus dilestarikan dan dikemas dengan baik, bukan tidak mungkin menjadi magnet wisata yang membanggakan Sidoarjo,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sedengan Mijen, Hasanuddin, menegaskan bahwa sedekah tumpeng tempe bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dan kebersamaan warga.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian ruwat desa berjalan lancar. Ini adalah bentuk syukur masyarakat sekaligus sarana untuk mempererat persatuan dan kebersamaan,” ungkap Hasanuddin.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara tersebut, sehingga tradisi ruwat desa dapat terus lestari dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Rangkaian kegiatan ruwat desa telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya, mulai dari istighosah, barikan Khotmil Qur’an, pagelaran wayang kulit, hingga pasar jajanan tradisional. Puncak acara ditandai dengan doa bersama dan perebutan tumpeng di lapangan desa, dengan antusiasme warga yang tetap tinggi hingga acara berakhir.

Tradisi tumpeng tempe raksasa kini telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat Sedengan Mijen, sekaligus memperkaya khazanah budaya dan kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo. **

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Pasuruan Laksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026

0

PASURUAN – Kepolisian Resor Pasuruan melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Operasi ini digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dan melibatkan personel gabungan dari Polres Pasuruan dan jajaran polsek di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Pelaksanaan operasi diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan di Pasuruan, Senin (2/2/2026).

Apel ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung operasi.
Kapolres Pasuruan menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari kesiapan pelaksanaan operasi di lapangan.

“Apel gelar pasukan ini merupakan momentum strategis untuk melaksanakan pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta soliditas dan sinergitas lintas sektoral,” ujar Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono S.H., S.I.K., M.H.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan dengan latar belakang masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Pasuruan. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Operasi Keselamatan Semeru tahun 2025, tercatat ratusan kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan.

Kondisi tersebut dinilai berkaitan erat dengan tingginya pelanggaran lalu lintas dan rendahnya disiplin pengguna jalan.
Untuk menekan angka tersebut, Polres Pasuruan mengedepankan pendekatan humanis namun tegas melalui tiga strategi utama, yakni preemtif, preventif, dan represif. Upaya preemtif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, termasuk pengusaha angkutan umum.

Sementara itu, langkah preventif diwujudkan dengan ramp check terpadu, pemeriksaan teknis kendaraan, serta pemeriksaan kesehatan pengemudi, termasuk tes urine, yang dilaksanakan di terminal dan pool bus. Selain itu, patroli juga ditingkatkan pada titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan di wilayah Pasuruan.

Pada aspek penegakan hukum, operasi ini memprioritaskan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, seperti over dimension over loading (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm standar SNI, serta penggunaan knalpot brong. Penindakan dilakukan secara selektif dan didukung pemanfaatan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Kapolres Pasuruan menekankan agar seluruh personel menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan tugas.

“Utamakan keselamatan masyarakat di atas segalanya dan jadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan pokok,” tegasnya.

Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Pasuruan berharap dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

Integritas Dibayar Prestasi, Kalapas Batam Serahkan Piagam Penghargaan Penggagalan Penyelundupan Narkoba

0

Batam – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam memimpin pelaksanaan apel pagi yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan atas keberhasilan penggagalan penyelundupan narkoba, bertempat di halaman Lapas Batam, Selasa(3/2/26).

Apel pagi tersebut diikuti oleh seluruh jajaran petugas Lapas Batam dan menjadi momentum penegasan komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Pada kesempatan tersebut, penghargaan diberikan kepada petugas yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Batam sebagai bentuk apresiasi atas integritas, kewaspadaan, dan dedikasi dalam menjalankan tugas.

Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada petugas yang telah menunjukkan integritas dan keberanian dalam menggagalkan penyelundupan narkoba. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata bahwa komitmen pemberantasan narkoba di Lapas Batam dijalankan secara konsisten dan tanpa kompromi.

“Penggagalan penyelundupan narkoba ini adalah bukti bahwa integritas petugas menjadi benteng utama dalam menjaga Lapas dari peredaran barang terlarang. Terima kasih atas dedikasi dan keberanian yang telah ditunjukkan,” tegas Yosafat Rizanto.

Lebih lanjut, Kalapas Batam menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada program pemberantasan peredaran narkoba di Lapas dan Rutan. Program ini menekankan penguatan pengawasan, peningkatan integritas aparatur, serta tindakan tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Melalui apel pagi yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan ini, Lapas Batam kembali menegaskan sikap tegas dalam memberantas peredaran narkoba serta memastikan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan berintegritas. (Gokkon)

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Bangkalan Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

0

Polres Bangkalan – Polres Bangkalan menggelar apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang aman, nyaman, dan selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Bangkalan, Senin (02/02/2026).

Apel dipimpin oleh Wakapolres Bangkalan Kompol Hj. Hosna Nurhidayah, S.H., M.H. Kegiatan ini diikuti personel gabungan lintas sektoral yang terdiri dari unsur TNI (Kodim 0829, Denpom, Kogartapm dan Lanal Batuporon), Polri, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan.

Dalam amanatnya, Kompol Hosna menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tergolong tinggi.

Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Jawa Timur dengan 10 korban meninggal dunia.

“Tingginya angka kecelakaan ini berkorelasi dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Perilaku pengendara yang tidak disiplin menjadi faktor dominan penyebab fatalitas kecelakaan,” ujar Kompol Hosna saat membacakan amanat Kapolda Jawa Timur.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 5.020 personel gabungan di seluruh wilayah Jawa Timur dengan mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026”.

Menutup arahannya, Wakapolres Bangkalan menekankan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan keselamatan masyarakat, profesionalisme, serta etika dalam bertugas. Kompol Hosna juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dan soliditas seluruh unsur, baik TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niatkan sebagai ibadah,” pungkas mantan Wakapolres Sampang tersebut. (Red)

Kuasa Ahli Waris dan Ahli Waris Nji Mas Ratna Pertimah Rosmaja binti Mas Martapura Akan Buat Laporan Polisi

0

Kabupaten Bandung Barat,Selasa(03/02/2026)
Raden Agustiah, S.H. yang merupakan kuasa hukum keluarga Ahli waris Nji Mas Ratna Pertimah Rosmaja binti Mas Martapura meradang, karena papan plank Informasi kepemilikan Tanah Ahli waris Nji Mas Ratna Pertimah Rosmaja binti Mas Martapura ada yang mencabut dan merusaknya,Kejadian tersebut baru diketahui beberapa hari yang lalu oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, hal ini membuat geram Raden Agustiah, S.H. beserta Keluarga Ahli waris Nji Mas Ratna Pertimah Rosmaja binti Mas Martapura.
Dalam pantauan awak media,di lapangan tempat dipasangnya papan informasi kepemilikan tanah atas nama Nji Mas Ratna Pertimah Rosmaja binti Mas Martapura telah berada di bawah bersandar di dinding benteng dalam keadaan robek.

Menanggapi hal ini Raden Agusyiah,S.H. yang lebih akrab disapa Bu Tia menyatakan akan melakukan langkah hukum yakni, melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Resort Kota Cimahi,Karena merasakan sangat dirugikan atas kejadian tersebut,
“Setelah melihat ke lapangan adanya pencabutan papan plang informasi kepemilikan tanah atas nama Nji Mas Ratna Pertimah Rosmaja binti Mas Martapura,Saya akan membuat laporan ke Pihak Kepolisian.Sebetulnya tanah tersebut sudah selesai prosesnya,sehubungan saya telah menerima SP3 dan pencabutan sebagai tersangka pada kasus penguasaan tanah beberapa waktu yang lalu di Polda Jabar,namun kenapa hari ini terjadi hal yang tidak diinginkan,yakni pengrusakan papan informasi kepemilikan tanah.Saya berharap kepada yang merasa memiiliki juga tanah tersebut,supaya masalahnya tidak berlarut-larut mari kita bertemu secara langsung tanpa melibatkan siapapun termasuk kuasa hukum agar semuanya dapat dimusyawarahkan.Apabila tidak ada titik temu atau penyelesaian maka kami akan tempuh jalur hukum baik dari sisi perdata atau pidananya,”Ungkap Ibu Tia,Kuasa Pihak Ahli Waris Nji Mas Ratna Pertah Rosmaja binti Mas Martapura.

Sementara ditempat yang sama Raden Desi Wulandari Dipanagara,selaku wakil keluarga ahli waris Nyi Mas Ratna Pertimah Rosmaja binti Mas Martapura menyatakan hal yang sama dengan Kuasa Ahli waris Raden Agustiah,S.H,
” Saya berharap kasus ini selesai karena sudah menunggu terlalu lama kami sebagai ahli waris sangat berharap secepatnya selesai.Kami menganggap bahwa tanah tersebut milik kami karena belum pernah menjual kepada siapapun dan saya sangat yakij sekali bahwa tanah tersebut milik keluarga besar kami.”Pungkas Raden Desi.

Achmad Syafei

Polres Sumenep Ungkap Penganiayaan di Lenteng Tersangka Ditangkap di Sampang

0

SUMENEP – Pelarian pria berinisial L, terduga pelaku penganiayaan sadis yang menewaskan pria bersarung inisial M di Desa Lenteng Barat, akhirnya kandas.

Tim Satreskrim Polres Sumenep Polda Jatim berhasil meringkus pelaku di tempat persembunyiannya di wilayah Kabupaten Sampang, Sabtu (31/01/2026) malam.

Penangkapan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Agus Rusdiyanto ini berlangsung dramatis, namun tanpa perlawanan.

Pelaku hanya bisa pasrah saat petugas mengepung persembunyiannya sekitar pukul 23:30 WIB.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa pelaku melakukan perbuatannya secara sengaja dengan menggunakan senjata tajam karena sakit hati setelah merasa diejek oleh korban.

Selain itu, motif lain yang melatarbelakangi perbuatan tersebut diduga karena rasa cemburu, menyusul adanya isu hubungan asmara antara korban dan istri pelaku.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa pihaknya akan menangani perkara ini secara profesional dan tuntas.

AKBP Anang menegaskan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polres Sumenep Polda Jatim dalam menindak tegas setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

“Pelaku telah kami amankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”kata AKBP Anang Hardiyanto.,S.I.K

Barang bukti yang berhasil diamankan sebilah celurit milik pelaku, sepasang sandal jepit milik pelaku, sepasang sandal selop milik korban, sebuah songkok warna abu abu milik korban dan sebuah sarung warna hitam milik pelaku.

Atas perbuatannya, tersangka L dijerat dengan Pasal 459 sub Pasal 458 ayat (1) jo Pasal 469 ayat (2) sub Pasal 468 ayat (2) KUHP Nasional, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Sumenep Polda Jatim masih terus melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umumnya guna proses hukum lebih lanjut. (*)

Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 Ciptakan Budaya Tertib Lalin

0

JEMBER, – Polres Jember Polda Jatim resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026.

Wakapolres Jember, Kompol Ferry Darmawan menerangkan, operasi tersebut menyasar pengendara roda dua maupun roda empat yang kerap melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Sasaran operasi ini antara lain pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, hingga menerobos lampu merah,” ujarnya usia pimpin apel, Senin (2/2/2026).

Selain itu, lanjut Kompol Fery penggunaan handphone saat berkendara dan pengemudi kendaraan dalam pengaruh alkohol juga akan menjadi sasaran dalam operasi ini.

Bukan hanya itu, pengemudi roda 4 atau lebih yang tidak menggunakan sabuk pengaman, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis juga menjadi perhatian petugas selama operasi berlangsung.

Namun demikian, dalam pelaksanaan kegiatan ini, petugas tetap mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, tanpa mengesampingkan penegakan hukum yang bersifat humanis. 

“Langkah ini diambil agar masyarakat tidak merasa tertekan, namun tetap disiplin dalam berkendara,” terang Kompol Fery.

Ia mengatakan Operasi ini menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jember AKP Bernadus Bagas Simarmata mengungkapkan, melalui operasi ini diharapkan masyarakat memperhatikan keselamatan saat berkendara.

“Menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, sehingga keamanan dan keselamatan di jalan raya dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujar AKP Bagas.

Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026 ini, Polres Jember Polda Jatim berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga budaya tertib berlalu lintas bisa terwujud dan keselamatan di jalan raya benar-benar menjadi prioritas bersama. (*)

Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 Ciptakan Budaya Tertib Lalin

0

JEMBER, – Polres Jember Polda Jatim resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026.

Wakapolres Jember, Kompol Ferry Darmawan menerangkan, operasi tersebut menyasar pengendara roda dua maupun roda empat yang kerap melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Sasaran operasi ini antara lain pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, hingga menerobos lampu merah,” ujarnya usia pimpin apel, Senin (2/2/2026).

Selain itu, lanjut Kompol Fery penggunaan handphone saat berkendara dan pengemudi kendaraan dalam pengaruh alkohol juga akan menjadi sasaran dalam operasi ini.

Bukan hanya itu, pengemudi roda 4 atau lebih yang tidak menggunakan sabuk pengaman, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis juga menjadi perhatian petugas selama operasi berlangsung.

Namun demikian, dalam pelaksanaan kegiatan ini, petugas tetap mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, tanpa mengesampingkan penegakan hukum yang bersifat humanis. 

“Langkah ini diambil agar masyarakat tidak merasa tertekan, namun tetap disiplin dalam berkendara,” terang Kompol Fery.

Ia mengatakan Operasi ini menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jember AKP Bernadus Bagas Simarmata mengungkapkan, melalui operasi ini diharapkan masyarakat memperhatikan keselamatan saat berkendara.

“Menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, sehingga keamanan dan keselamatan di jalan raya dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujar AKP Bagas.

Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026 ini, Polres Jember Polda Jatim berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga budaya tertib berlalu lintas bisa terwujud dan keselamatan di jalan raya benar-benar menjadi prioritas bersama. (*)

Ops Keselamatan Semeru 2026 Digelar 14 Hari, Polres Batu Fokus Tertibkan Lalu Lintas

0

KOTA BATU – Selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, jajaran Polda Jawa Timur menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai langkah awal pengamanan lalu lintas menjelang Operasi Ketupat Semeru Idulfitri 1447 Hijriah.

Di Kota Batu, kesiapan pelaksanaan operasi tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar Polres Batu di Lapangan Apel Polres Batu, pada Senin, 2 Januari 2026.

Apel dipimpin Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo, dan diikuti personel Polres Batu bersama unsur instansi terkait.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2026 yang mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026”.

Wakapolres Batu, Kompol Anton Widodo menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung penuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.

“Operasi ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujarnya usai memimpin apel.

Menurut Kompol Anton, pelaksanaan operasi ini tetap mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui strategi preemtif, preventif, dan represif.

Pada aspek preemtif, Polri memaksimalkan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi dan penyuluhan, termasuk kepada pengusaha otobus terkait penerapan sistem manajemen keselamatan.

“Kampanye tertib berlalu lintas juga kami gencarkan melalui media cetak, elektronik, dan media sosial,” ungkapnya.

Untuk langkah preventif, Polres Batu akan melakukan ramp check terpadu bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, meliputi pemeriksaan teknis kendaraan serta kesehatan pengemudi, termasuk tes urine di terminal dan pool bus.

“Pada operasi ini kami fokus untuk tertibkan lalu lintas demi keamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya. (*)

DPRD Kota Probolinggo Tekankan Kehati-hatian Soal Penyertaan Modal Perseroda Bahari”

0

Probolinggo,
DPRD Kota Probolinggo menegaskan sikap kehati-hatian terhadap rencana penyertaan modal daerah kepada Perseroda Bahari Tanjung Tembaga. Hingga awal 2026, DPRD belum menyetujui pengucuran modal karena menilai kesiapan rencana bisnis Perseroda masih perlu pembuktian nyata.(senin tgl 2 Januari 2026)

DPRD menilai, pendirian BUMD tidak cukup hanya berbekal potensi dan narasi besar. Setiap rupiah uang daerah yang akan ditanamkan wajib memiliki dasar perhitungan bisnis yang jelas, berorientasi keuntungan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sikap tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab DPRD dalam menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan. DPRD menekankan bahwa kegagalan sejumlah BUMD di berbagai daerah menjadi pelajaran penting agar Perseroda tidak mengulang pola lama: berdiri cepat, berjalan lambat, lalu membebani APBD.

Meski demikian, DPRD tidak menutup pintu. Selama manajemen Perseroda Bahari Tanjung Tembaga mampu menunjukkan kinerja awal, skema usaha yang realistis, serta proyeksi pendapatan yang terukur, pembahasan penyertaan modal tetap terbuka untuk dilakukan.

DPRD juga mendorong Pemerintah Kota Probolinggo agar memastikan Perseroda dikelola secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi non-bisnis. Menurut DPRD, BUMD harus diposisikan sebagai entitas usaha murni, bukan sekadar perpanjangan birokrasi.

Dengan belum disetujuinya penyertaan modal, DPRD menilai fase awal Perseroda BTT menjadi ujian penting. Keberhasilan membangun kepercayaan publik dan legislatif akan sangat ditentukan oleh kerja nyata, bukan janji atau konsep di atas kertas.

DPRD menegaskan, kehati-hatian hari ini dimaksudkan agar daerah tidak menanggung risiko di kemudian hari. Prinsipnya sederhana: bisnis yang sehat layak didukung, sementara yang belum siap harus dibenahi terlebih dahulu.