Home Blog Page 106

Ops Keselamatan Semeru 2026 Digelar 14 Hari, Polres Batu Fokus Tertibkan Lalu Lintas

0

KOTA BATU – Selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, jajaran Polda Jawa Timur menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai langkah awal pengamanan lalu lintas menjelang Operasi Ketupat Semeru Idulfitri 1447 Hijriah.

Di Kota Batu, kesiapan pelaksanaan operasi tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar Polres Batu di Lapangan Apel Polres Batu, pada Senin, 2 Januari 2026.

Apel dipimpin Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo, dan diikuti personel Polres Batu bersama unsur instansi terkait.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2026 yang mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026”.

Wakapolres Batu, Kompol Anton Widodo menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung penuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.

“Operasi ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujarnya usai memimpin apel.

Menurut Kompol Anton, pelaksanaan operasi ini tetap mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui strategi preemtif, preventif, dan represif.

Pada aspek preemtif, Polri memaksimalkan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi dan penyuluhan, termasuk kepada pengusaha otobus terkait penerapan sistem manajemen keselamatan.

“Kampanye tertib berlalu lintas juga kami gencarkan melalui media cetak, elektronik, dan media sosial,” ungkapnya.

Untuk langkah preventif, Polres Batu akan melakukan ramp check terpadu bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, meliputi pemeriksaan teknis kendaraan serta kesehatan pengemudi, termasuk tes urine di terminal dan pool bus.

“Pada operasi ini kami fokus untuk tertibkan lalu lintas demi keamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya. (*)

DPRD Kota Probolinggo Tekankan Kehati-hatian Soal Penyertaan Modal Perseroda Bahari”

0

Probolinggo,
DPRD Kota Probolinggo menegaskan sikap kehati-hatian terhadap rencana penyertaan modal daerah kepada Perseroda Bahari Tanjung Tembaga. Hingga awal 2026, DPRD belum menyetujui pengucuran modal karena menilai kesiapan rencana bisnis Perseroda masih perlu pembuktian nyata.(senin tgl 2 Januari 2026)

DPRD menilai, pendirian BUMD tidak cukup hanya berbekal potensi dan narasi besar. Setiap rupiah uang daerah yang akan ditanamkan wajib memiliki dasar perhitungan bisnis yang jelas, berorientasi keuntungan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sikap tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab DPRD dalam menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan. DPRD menekankan bahwa kegagalan sejumlah BUMD di berbagai daerah menjadi pelajaran penting agar Perseroda tidak mengulang pola lama: berdiri cepat, berjalan lambat, lalu membebani APBD.

Meski demikian, DPRD tidak menutup pintu. Selama manajemen Perseroda Bahari Tanjung Tembaga mampu menunjukkan kinerja awal, skema usaha yang realistis, serta proyeksi pendapatan yang terukur, pembahasan penyertaan modal tetap terbuka untuk dilakukan.

DPRD juga mendorong Pemerintah Kota Probolinggo agar memastikan Perseroda dikelola secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi non-bisnis. Menurut DPRD, BUMD harus diposisikan sebagai entitas usaha murni, bukan sekadar perpanjangan birokrasi.

Dengan belum disetujuinya penyertaan modal, DPRD menilai fase awal Perseroda BTT menjadi ujian penting. Keberhasilan membangun kepercayaan publik dan legislatif akan sangat ditentukan oleh kerja nyata, bukan janji atau konsep di atas kertas.

DPRD menegaskan, kehati-hatian hari ini dimaksudkan agar daerah tidak menanggung risiko di kemudian hari. Prinsipnya sederhana: bisnis yang sehat layak didukung, sementara yang belum siap harus dibenahi terlebih dahulu.

Apel Gelar Pasukan Ops Keselamatan Semeru 2026, Polres Kediri Fokus Tekan Pelanggaran dan Laka Lantas

0

KEDIRI— Polres Kediri Polda Jawa Timur melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Lapangan Apel Mapolres Kediri, Senin (2/2/2026).

Apel dipimpin Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., dan diikuti jajaran Polres Kediri bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya Kodim 0809/Kediri, Subdenpom V/2-2, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Jasa Raharja Kabupaten Kediri.

Dalam amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., yang dibacakan oleh Wakapolres Kediri, ditekankan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 menjadi tahapan awal dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.

Operasi ini sekaligus menjadi sarana pengecekan kesiapan personel, sarana prasarana, serta penguatan sinergi lintas sektor.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Pelaksanaannya mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara humanis, dengan fokus pada pelanggaran lalu lintas berisiko tinggi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

Penindakan diprioritaskan terhadap pelanggaran seperti over dimension over loading (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, dilakukan ramp check kendaraan dan pemeriksaan kesehatan pengemudi, dengan dukungan teknologi E-TLE.

Usai apel, Wakapolres Kediri menyampaikan bahwa operasi ini diarahkan untuk menekan angka pelanggaran dan laka lantas, sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, kami mengedepankan langkah yang tegas namun tetap humanis,” terang Kompol Hari.

Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Kediri berkomitmen mewujudkan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Kediri.

Polres Kediri Kota: Operasi Keselamatan Semeru 2026 Humanis namun Tegas

0

Kediri Kota – Polres Kediri Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2026 pada Senin (2/2/2026) pagi di halaman Mako Polres Kediri Kota. Apel yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin oleh Kabagops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., selaku inspektur upacara.

Apel gelar pasukan ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota, Kapolsek jajaran, personel TNI dari Kodim 0809 Kediri dan Subdenpom V/2-2 Kediri, serta unsur pemerintah daerah yang meliputi Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR Kota Kediri, dan PT Jasa Raharja Cabang Kediri.

Dalam apel tersebut, inspektur upacara membacakan amanat Kapolda Jawa Timur yang menegaskan bahwa Apel Gelar Pasukan merupakan momentum penting untuk melakukan pengecekan akhir kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergitas lintas sektoral dalam rangka mendukung keberhasilan Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.”

Operasi ini merupakan bagian dari cipta kondisi pra-Operasi Ketupat Semeru menjelang Idulfitri 1447 H.

Melalui Kabagops Polres Kediri Kota, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas, dengan mengombinasikan upaya preemtif, preventif, dan represif.

“Bapak Kapolres menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab, mengutamakan keselamatan masyarakat, serta menghindari segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Kompol Iwan Setyo Budhi.

Lebih lanjut disampaikan, upaya preemtif dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat dan pengusaha transportasi. Upaya preventif diwujudkan dengan ramp check terpadu, pemeriksaan kesehatan pengemudi, termasuk tes urine, serta peningkatan patroli di titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

Sementara itu, upaya represif difokuskan pada penindakan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas, seperti ODOL, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta penggunaan knalpot brong, termasuk dengan optimalisasi sistem ETLE.

“Keberhasilan Operasi Keselamatan Semeru 2026 membutuhkan sinergi seluruh pihak. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan tercipta situasi kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Kediri Kota,” pungkasnya.

Apel gelar pasukan diakhiri dengan pembacaan doa, laporan komandan apel, serta penghormatan pasukan sebagai tanda resmi dimulainya Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Polres Ogan Ilir Gelar Apel Operasi Keselamatan Musi 2026

0

Ogan Ilir Sumsel, gempurnews.com – Polres Ogan Ilir melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Musi 2026 pada Senin (2/2/2026) pukul 09.10 WIB di Lapangan Apel Polres Ogan Ilir. Kegiatan ini digelar dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta sebagai persiapan menjelang Operasi Ketupat 2026.

Apel dipimpin oleh Wakapolres Ogan Ilir Kompol Helmi Ardiansyah, S.H., didampingi Komandan Apel IPDA Sahril, serta diikuti oleh unsur TNI, Dishub, Dinkes, Satpol PP, Jasa Raharja, dan seluruh jajaran Polres Ogan Ilir.

Dalam amanatnya, Wakapolres Ogan Ilir menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Musi 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan.

“Melalui Operasi Keselamatan Musi 2026, kami mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara proporsional. Polri hadir tidak hanya untuk menindak, tetapi juga memberikan edukasi dan mengajak masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Adapun sasaran utama operasi ini meliputi penggunaan knalpot brong, kendaraan tidak sesuai standar, penggunaan sirene dan strobo ilegal, TNKB tidak sesuai ketentuan, kendaraan tidak laik jalan, travel liar, hingga pengendara yang tidak menggunakan helm SNI.

Selain itu, pengawasan juga difokuskan pada kawasan wisata dan titik rawan kemacetan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Wakapolres Ogan Ilir juga mengingatkan seluruh personel agar dalam pelaksanaan tugas tetap mengedepankan sikap profesional, humanis, dan bertanggung jawab, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kegiatan apel gelar pasukan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta berakhir pada pukul 09.40 WIB. Diharapkan melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Musi 2026, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga dapat tercipta situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Bertema: Sehat Tubuh, Sehat Bumi. Bidang kesaksian Tim Kerja Gender dan Pemberdayaan Perempuan Gereja Katolik HTSPM Sempusari Jember, bersama Listika Mei Linasari, gelar Pelatihan Pembuatan Minuman Fermentasi serta Praktik memanen dan menggunakan Eco Enzyme

0

Jember, GempurNews – Minggu, 01/02/2026 bertempat di Aula Paroki Sempusari Gereja HTSPM, bidang Kesaksian Tim Kerja Gender dan Pemberdayaan Perempuan Gereja Katolik HTSPM Sempusari Jember bersama Listika Mei Linasari, gelar Pelatihan Pembuatan Minuman Fermentasi serta Praktik memanen dan menggunakan Eco Enzyme.
Kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan tidak dipungut beaya, dihadiri 71Peserta. Romo Emil panggilan akrab, selaku Pastor Paroki sangat mengapreasi kegiatan tersebut, dikatakan dalam sambutannya, ” selain menjaga tubuh agar tetap sehat, kita juga harus menjaga Bumi, “siapa lagi kalau bukan kita.
Selanjutnya di tempat yang sama, Listika Mei Linasari (Eco Enzyme Nusantara Kabupaten Jember) selaku pembicara. dalam giat tersebut Listika memberikan cara membuat minuman Fermentasi, menjaga daya tahan tubuh agar tetap bugar.
Bahan dan alat yang perlu disiapkan :
1liter air, 1-3 sendok teh (hitam atau hijau, tanpa aroma atau tanpa minyak), 50 sampai 100 gram gula pasir putih (otganik atau non organik),
1 buah SCOBY dan 100 sampai 200 mili liter teh starter (cairan kombucha lama), toples kaca besar (fermentor), kain kasa atau serbet bersih dan karet gelang.
Langkah-langkah Pembuatan :
Seduh teh manis: rebus air hingga mendidih, masukkan teh dalam saringan lalu tuang air untuk menyeduh teh, setelah itu tuang gula lalu aduk dan tutup hingga dingin, biarkan teh manis mendingin hingga suhu ruang (penting agar tidak membunuh SCOBY)
Inokulasi: Tuang teh manis ke toples kaca, masukkan SCOBY dan air starter.
Fermentasi: Tutup toples dengan kain kasa yang diikat karet agar udara tetap masuk namun terlindung dari debu dan serangga.
Simpan: letakkan toples ditempat sejuk, gelap, dan sirkulasi udara baik selama 7 sampai 14 hari.
Panen: setelah mencapai rasa asam manis yang diinginkan, angkat SCOBY dan simpan teh kombucha di kulkas.
Tips Sukses: Pastikan semua alat bersih dan kering ( gunakan wadah kaca ) jangan gunakan gula buatan: ragi butuh gula pasir untuk Fermentasi, waktu fermentasi lebih lama dan menghasilkan rasa lebih asam.

Tepache adalah minuman fermentasi tradisional Meksiko yang menyegarkan bersoda alami, dan kaya probiotik dibuat dari kulit dan inti nanas yang di fermentasi dengan gula aren atau gula merah dan rempah-rempah (kayu manis atau cengkeh) selama 2 hingga 3 hari. Berbahan dasar limbah organik, minuman ini kaya Enzyme pencernaan, rendah alkohol, dan memberikan rasa manis asam.
Berikut adalah poin penting mengenai tepache:
Kesehatan: Probiotik alami dalam tepache membantu menyehatkan usus, melancarkan pencernaan, dan meningkatkan imun.
Cara Pembuatan : kulit nanas disikat lalu direndam air Eco Enzyme selama 5 sampai 10 menit lalu bilas buat larutan gula merah organik dan rempah (cengkeh atau kayu manis, kapulaga) dalam toples kaca, lalu didiamkan di suhu ruang selama 2 sampai 3 hari hingga muncul buih putih, menandakan fermentasi berhasil.
Rasa dan Aroma: Memiliki rasa asam- manis segar dengan aroma rempah, paling enak dinikmati dingin atau dengan es batu.
Penyimpanan: Setelah fermentasi selesai, saring tepache dan simpan di kulkas.
Ketahanan di kulkas sekitar 1 minggu, dan di suhu ruangan maksimal 3 hari dari pembuatan, karena jika terlalu lama akan berubah menjadi cuka.
Tips: Hindari menutup toples terlalu rapat (bisa menggunakan kain kasa) agar ada sirkulasi udara selama proses fermentasi.
Minuman ini merupakan alternatif sehat dan ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah kulit nanas.

Lili Herawati dalam acara tersebut juga mempraktikan bagaimana cara memanen Eco Enzyme, bahan hasil fermentasi limbah organik yang sudah berproses selama tiga bulan lalu disaring, manfaatnya sangat luas, mulai dari pembersih rumah tangga alami, pupuk organik cair dan pestisida alami untuk pertanian, hingga membantu mengurangi sampah organik serta penjernihan air.(son)

Polres Karimun Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seligi 2026

0

Karimun – Polres Karimun melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seligi 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Bhayangkara Polres Karimun, Senin (2/2/2026) pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Karimun KOMPOL Salahuddin, S.I.K., M.H. sebagai bentuk kesiapan Polres Karimun beserta instansi terkait dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polda di Indonesia.

Kegiatan apel dihadiri oleh unsur TNI, Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Pejabat Utama Polres Karimun, serta Kapolsek jajaran Polres Karimun.

Dalam amanat Kapolres Karimun yang disampaikan Wakapolres pada apel tersebut, Operasi Keselamatan Seligi 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026”. Operasi ini diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan lalu lintas yang semakin kompleks seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat.

“Operasi Keselamatan Seligi 2026 ini mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang humanis. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” ujar Kapolres Karimun.

Lebih lanjut, Kasat Lantas Polres Karimun Iptu Akmal Hakim, S.H., M.M. menyampaikan bahwa operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026, dengan fokus pada pengamanan target operasi, penyuluhan dan sosialisasi tertib berlalu lintas, patroli dan pengaturan lalu lintas di titik rawan kecelakaan dan kemacetan, serta penegakan hukum baik secara manual maupun elektronik dengan mengedepankan sikap humanis.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan stakeholder terkait untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026, sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Karimun,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas) menjadi prioritas guna membangun budaya tertib berlalu lintas serta menumbuhkan rasa simpatik masyarakat terhadap Polri, khususnya Polantas.

Dengan dilaksanakannya apel gelar pasukan ini, Polres Karimun menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026 demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Karimun.

Bupati Bondowoso Lantik JPTP Eselon II, Fokus Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

0

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso melantik dan mengambil sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II di lingkungan Pemkab Bondowoso, Kamis (29/1/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, dan undangan lainnya.

Pelantikan ini merupakan upaya penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kinerja perangkat daerah. Bupati Bondowoso berharap para pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik dan meningkatkan kinerja Pemkab Bondowoso.

“Pengangkatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan pemerintahan yang lebih baik,” ujar Bupati Bondowoso.

Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan pembacaan keputusan pengangkatan, pengambilan sumpah jabatan, dan penanda tanganan berita acara pelantikan.

Sejumlah pejabat yang dilantik di antaranya Agus Winarno sebagai Sekretaris DPRD Bondowoso, dr Mohammad Jasin sebagai Kepala Dinas Kesehatan, serta Dwi Wahyudi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Selain itu, Kristianto Putro Prasojo dilantik sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso.

Bupati juga melantik Henry Kurniawan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Puspo Pranoto sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Hergiar Yuli Pramanto sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag).

Selanjutnya, Gede Budiawan dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora); I Wayan Wisesa sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD); serta Ansori sebagai Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK).

Sementara itu, Diana Nurbayanti dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. **

Polresta Malang Kota Dorong Rehabilitasi Korban Narkoba

0

MALANG KOTA – Polresta Malang Kota Polda Jatim tidak hanya fokus pada penindakan hukum terhadap peredaran narkotika, tetapi juga mengedepankan rehabilitasi bagi masyarakat yang terpapar penyalahgunaan narkoba.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan,langkah ini menjadi bagian dari strategi humanis untuk menyelamatkan korban.

“Selain dengan penindakan hukum tegas bagi pengedar, kami juga mendorong rehabilitasi bagi pengguna narkoba,” ujar Kombes Putu Kholis, Senin (2/2/26).

Menurutnya, kebijakan rehabilitasi merupakan tindak lanjut arahan pemerintah, bahwa pengguna narkotika khususnya korban, harus lebih diutamakan pemulihan dibanding pemidanaan.

“Mereka para korban, maka kami mengupayakan rehabilitasi agar mereka bisa sembuh dan kembali produktif di masyarakat,” ujar Kombes Pol Putu Kholis.

Ia menjelaskan, rehabilitasi bukan sekadar pengobatan, tetapi bagian dari upaya strategis Polresta Malang Kota Polda Jatim dalam memutus rantai permintaan narkoba.

Dengan memulihkan korban dari ketergantungan, potensi pasar narkotika dapat ditekan sehingga peredaran ikut melemah.

“Dengan rehab penyalahguna narkotika, diharapkan bisa memutus rantai permintaan (demand reduction), selain menyembuhkan juga mencegah korban terlibat Narkoba.”tambah Kombes Putu.

Dalam pelaksanaannya, Polresta Malang Kota Polda Jatim bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga unsur sosial-keagamaan.

Polresta Malang Kota juga membentuk tim asesmen terpadu yang bertugas menilai apakah seorang pengguna layak mendapatkan rehabilitasi.

“Tim asesmen terpadu yang melibatkan berbagai pihak dan menjadi rujukan kami. Lokasi rehab termasuk pondok pesantren yang memiliki pendekatan rohani dan religi untuk memulihkan korban narkoba,” jelas Putu Kholis.

Selain rehabilitasi, Polresta Malang Kota Polda Jatim juga memperkuat langkah edukasi dan sosialisasi sebagai bagian dari memutus rantai distribusi (supply reduction).

Kampanye anti narkoba digencarkan di lingkungan kampus, sekolah, serta melalui kegiatan sambang kampung di wilayah yang dinilai rawan peredaran narkotika.

“Warga Kota Malang ini majemuk. Kami tingkatkan kerja sama dan mengajak kampus-kampus untuk edukasi serta kampanye anti narkoba,” terang Kombes Putu.

Di beberapa titik rawan, Polresta Malang Kota juga menyentuh dengan kegiatan yang menggugah kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba.

Kapolresta Malang Kota mengajak seluruh elemen masyarakat aktif berperan dalam pemberantasan narkoba, termasuk melaporkan ke layanan cepat Polri 110 atau di Jogo Malang Presisi 0811-1272-000 apabila ada anggota keluarga atau lingkungan yang membutuhkan rehabilitasi.

“Ayo laporkan jika menemukan penyalahgunaan narkotika agar bisa kita tindaklanjuti dengan pendekatan yang tepat, tidak selalu penjara, tetapi juga pemulihan,” pungkasnya.(*)

SPPG Polres Pasuruan Kota Layani 1.635 Penerima Manfaat MBG di 11 Sekolah

0

KOTA PASURUAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pasuruan Kota Polda Jatim memulai program penyaluran makanan bergizi gratis (MBG) untuk pelajar di Kota Pasuruan Jawa Timur.

SPPG yang resmi dilaunching oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uli bersama Bhayangkari Cabang Kota Pasuruan pada Rabu (28/01/2026) bulan lalu tersebut, mampu mendistribusikan MBG untuk 1.635 penerima manfaat di 11 sekolah.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uli mengatakan, Program MBG ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesehatan generasi muda

“Dengan diluncurkannya program MBG dari Polres Pasuruan Kota Polda Jatim ini, menjadi langkah konkret Kepolisian dalam memperkuat pelayanan humanis, khususnya pada aspek kesehatan generasi muda,” ujar AKP Titus, Senin (2/2/26).

Pada pelaksanaan perdana, penyaluran pertama diberikan kepada pelajar SMP Islam Kota Pasuruan yang berlokasi di Jalan KH. Abd. Hamid.

Para pelajar tampak antusias menerima paket makanan bergizi yang dibagikan oleh tim SPPG.

“Kami berharap melalui SPPG Polres Pasuruan Kota ini, para pelajar dapat memperoleh asupan gizi yang lebih baik sehingga mampu menunjang prestasi dan semangat belajar,”ujar AKBP Titus.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan pelajar, AKBP Titus menyebut kegiatan ini juga dapat memperkuat hubungan humanis antara Polres Pasuruan Kota dan masyarakat.

“Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah membuka ruang komunikasi positif dan edukatif yang memberi kesan hangat bagi para pelajar,” tambah AKBP Titus.

Polres Pasuruan Kota Polda Jatim memastikan bahwa program SPPG akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan merata dan tetap dalam pengawasan ketat dari ahli gizi. (*)