Home Blog Page 126

Rutan Kelas llA Batam Ikuti Apel Bersama Awal Tahun 2026

0

Batam – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam mengikuti Apel Bersama Awal Tahun 2026 yang diselenggarakan secara terpusat di Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, pada Senin (12/01).

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bentuk penyatuan langkah seluruh jajaran dalam mengawali tahun kerja 2026.

Apel Bersama dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Sementara itu, seluruh jajaran Rutan Kelas IIA Batam mengikuti kegiatan apel secara virtual melalui Zoom Meeting dari Aula Rutan Batam dengan tertib dan penuh khidmat.

Dalam amanatnya, Menko Kumham Imipas menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh jajaran, serta mengajak menjadikan momentum awal tahun sebagai semangat baru dalam meningkatkan kinerja. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan implementasi KUHP dan KUHAP, baik dari sisi pemahaman substansi regulasi maupun kesiapan aparatur dalam pelaksanaannya.

Lebih lanjut, Menko Kumham Imipas mengingatkan seluruh jajaran untuk menghindari isu-isu negatif yang berpotensi mencederai kepercayaan publik serta menjaga citra institusi. Selain itu, ia menegaskan kembali komitmen seluruh aparatur untuk senantiasa menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelayan masyarakat.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa seluruh jajaran diharapkan mampu menjaga semangat kerja, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Melalui apel bersama awal tahun ini, Rutan Kelas IIA Batam berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dan mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional sepanjang tahun 2026.
(Gokkon)

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Sejumlah Kapolres

0

SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) pejabat utama (PJU) dan sejumlah Kapolres jajaran. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya. , Senin (12/1/2026).

Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto,M.Si. Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan selama menjabat.

Irjen Pol Nanang juga berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru.

Ia meminta agar program-program yang sudah berjalan dapat diteruskan, disertai inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan program yang sudah ada, serta menghadirkan terobosan-terobosan positif dalam pelaksanaan tugas,”ujar Irjen Nanang.

Menurutnya, mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi Polri sebagai bagian dari penyegaran serta pengembangan karier personel.

Kapolda Jatim optimistis para pejabat yang baru dilantik mampu mengemban amanah dengan baik.

“Saya yakin pejabat yang dilantik hari ini dapat menjalankan tugas secara profesional, loyal, dan berintegritas,” pungkas Irjen Nanang.

Adapun sejumlah PJU dan Kapolres jajaran Polda Jatim turut mengikuti prosesi serah terima jabatan tersebut.

1.Karo Ops Polda Jatim Brigjen Pol Jimmy Agustinus Anes S.I.K., M.H diangkat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. II Lemdiklat Polri digantikan oleh Kombes Pol Nurhandono, S.I.K yang sebelumnya sebagai Karo Ops Polda Kalsel.

2.Karo SDM Polda Jatim Kombes Ari Wibowo diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagyanhak Rowatpers SSDM Polri. Jabatannya digantikan oleh Kombes Sih Harno yang sebelumnya menjabat Karo SDM Polda Bengkulu.

3.Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol Nanang Juni M, S.I.K diangkat sebagai Agen Intelijen Kepolisian Madya TK I Baintelkam Polri, digantikan oleh Kombes Pol Bondan Witjaksono, S.H., S.I.K., M.M yang sebelumnya menjabat Agen Intelijen Kepolisian Madya TK II Baintelkam Polri.

4.Dirbinmas Polda Jatim, Kombes Pol Lafri Prasetyono, S.I.K., M.H diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagrenmin Ro Renmin Lemdiklat Polri, digantikan oleh Kombes Pol Eko Santoso, S.H yang sebelumnya sebagai Kasubditkomsatpam/Polsus Ditbinpolmas Korbinmas Baharkam Polri.

5.Dirsamapta Polda Jatim Kombes Budi Karyono diangkat dalam jabatan baru sebagai Irbidjemensdm II Itwil III Itwasum Polri. Jabatannya digantikan Kombes Noerwiyanto yang sebelumnya menjabat Kasubditpamwisata Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri.

6.Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K dikukuhkan sebagai Kabidhumas Polda Jatim.

7.Kombes Pol Dr. Arman Asmara Syarifuddin, S.H., S.I.K., M.H dikukuhkan sebagai Dirpolairud Polda Jatim.

8.Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Robert Da Costa, S.I.K., M.H diangkat sebagai Pengawas Penyidikan Kepolisian Madya Tk II Bareskrim Polri, digantikan oleh Kombes Pol Muhammad Kurniawan yang sebelumnya sebagai Penyidik Utama Tk. II Rowassidik Bareskrim Polri.

9.Ka SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., M.H diangkat sebagai Widyaiswara Kepolisian Madya Tk. 1 Sespimti Sespim Lemdiklat Polri, digantikan oleh Kombes Pol Agung Setyo Nugroho, S.I.K yang sebelumnya menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Jatim.

10.Kabiddokkes Polda Jatim,Kombes Pol DR. dr. Khusnan Marzuki diangkat sebagai Kabidkesmapta Rokespol Pusdokkes Polri digantikan oleh Kombes Pol Dr. dr Wahono Edhi P., Sp.PD., MARS yang sebelumnya menjabat sebagai Kabiddokkes Polda Riau.

11.Dirressiber Polda Jatim Kombes Raden Bagoes Wibisono diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirressiber Polda Jabar. Jabatannya diduduki oleh Kombes Bimo Ariyanto yang sebelumnya menjabat Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim.

12.Kombes Pol Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H Kasubdit II Dittipid PPA Dan PPO Bareskrim diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirres PPA Dan PPO Polda Jatim.

13.AKBP Suria Miftah Irawan Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Nganjuk.

14.Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakaden A Ropaminal Divpropam Polri. Jabatannya digantikan oleh AKBP Ramadhan Nasution yang sebelumnya menjabat Kasubbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya.

15.Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagdalpers Ro SDM Polda Jatim. Jabatannya digantikan oleh AKBP Arif Fazlurrahman yang sebelumnya menjabat Kapolres Blitar.

16.Kapolres Sumenep AKBP Rivanda diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Blitar. Jabatannya sebagai Kapolres Sumenep digantikan oleh AKBP Anang Hardiyanto yang sebelumnya menjabat Kasat PJR Ditlantas Polda Sulut.

17.Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Lampung Tengah. Jabatan Kapolres Ngawi diduduki oleh AKBP Prayoga Angga Widyatama yang sebelumnya menjabat Kanit 3 Subdit II Dittipidum Bareskrim Polri.

18.Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim. Penggantinya adalah AKBP Harto Agung Cahyono yang sebelumnya menjabat Kapolres Bondowoso.

19.AKBP Aryo Dwi Wibowo Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Bondowoso.

20.Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Jaksel Polda Metro Jaya. Jabatannya digantikan oleh AKBP Wibowo yang sebelumnya menjabat Kabagops Polrestabes Surabaya.

21.Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirreskrimsus Polda Kep. Babel. Jabatannya digantikan oleh AKBP Putu Kholis Aryana yang sebelumnya menjabat Wadirreskrimum Polda Metro Jaya.

22.Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirreskrimum Polda Metro Jaya. Jabatannya digantikan oleh AKBP Muhamad Taat Resdianto yang sebelumnya menjabat Kapolres Tulungagung.

23.Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Ihram Kustarto bergeser menjadi Kapolres Tulungagung. Jabatannya digantikan oleh AKBP Andi Yudha Pranata yang sebelumnya menjabat Kapolres Batu.

24.Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Aris Purwanto diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Batu.

25.Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Bekasi. Jabatannya digantikan oleh AKBP Titus Yudho Uly yang sebelumnya menjabat Kapolres Blitar Kota.

26.Kapolres Blitar Kota kini dijabat oleh AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo yang sebelumnya menjabat Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

27.Kapolresta Banyuwangi Kombes Rama Samtama Putra diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirreskrimsus Polda Papua. Jabatannya digantikan oleh Kombes Rofiq Ripto Himawan yang sebelumnya menjabat Dosen Utama Akpol Lemdiklat Polri.

28.Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Jakbar Polda Metro Jaya. Jabatannya digantikan oleh AKBP Bayu Anuwar Sidiqie yang sebelumnya menjabat Pamen Kortastipidkor Polri.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, rotasi jabatan di Polda Jatim diharapkan menghadirkan pembaruan yang adaptif terhadap dinamika kamtibmas di Jawa Timur.

“Rotasi jabatan ini diharapkan menjadi penyegaran organisasi sekaligus menegaskan komitmen peningkatan pelayanan publik di wilayah hukum Polda Jawa Timur,” kata Kombes Pol Abast. (*)

Pimpinan Baru Polres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan Resmi Digantikan AKBP Harto Agung Cahyono

0

PASURUAN — Suksesi kepemimpinan di tubuh Polres Pasuruan resmi berlangsung. AKBP Harto Agung Cahyono S.H., S.I.K., M.H. dilantik sebagai Kapolres Pasuruan menggantikan AKBP Jazuli Dani Iriawan dalam prosesi serah terima jabatan yang digelar di Markas Polda Jawa Timur, Senin (12/1/2026) pukul 09.00 WIB.

Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan secara serentak bersama seluruh Kapolres jajaran Polda Jawa Timur yang mengalami mutasi. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., serta dihadiri pejabat utama Polda Jatim dan para Kapolres jajaran.

AKBP Harto Agung Cahyono sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bondowoso. Ia resmi menggantikan AKBP Jazuli Dani Iriawan yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kapolres Pasuruan.

Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran kepemimpinan, penguatan kinerja, serta peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

AKBP Harto Agung Cahyono dikenal sebagai perwira yang memiliki kedekatan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen sosial. Selain itu, ia juga dikenal tegas dalam pembinaan internal terhadap anggota, terutama dalam penegakan disiplin dan profesionalisme.

Karakter kepemimpinan yang merangkul seluruh pihak namun tetap tegas tersebut diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan kondusivitas wilayah Pasuruan, yang dinilai membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan berbagai elemen dalam menghadapi dinamika kamtibmas.

AKBP Harto Agung Cahyono merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005 dan berasal dari Pamekasan, Madura. Dengan pengalaman penugasan di berbagai wilayah, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Pasuruan yang baru.

Hama Wereng Serang Hektaran Sawah di Lumajang, Petani Kewalahan

0

LUMAJANG – Hama wereng menyerang hektaran sawah di beberapa kecamatan di Lumajang, Jawa Timur, menyebabkan kerugian besar bagi petani. Ketua P3NA Propinsi Jawa Timur, Ishak Subagyo, menyatakan bahwa serangan hama wereng ini terjadi saat cuaca ekstrim, yang berdampak pada hasil panen.

“Kami telah menerima laporan tentang serangan hama wereng di beberapa kecamatan, termasuk Sukodono, Jatiroto, Kedungjajang, Candipuro, dan Lumajang,” kata Ishak Subagyo.

Menurut Ishak, penyebab utama serangan hama wereng ini adalah musim tanam yang tidak serempak, penggunaan berlebihan pestisida, dan kurangnya pengamatan (opt). Hal ini menyebabkan populasi wereng meningkat dan menyerang tanaman padi.

Untuk mengatasi masalah ini, petani di Lumajang melakukan pengendalian dengan penyemprotan pestisida dan pengaturan pola tanam. “Kami juga mengimbau petani untuk melakukan pengaturan pola tanam yang lebih baik dan tidak menggunakan pestisida secara berlebihan,” tambah Ishak.

Serangan hama wereng ini menyebabkan kerugian besar bagi petani, sehingga pemerintah daerah dan instansi terkait perlu segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.

Terkait keluhan utama petani terhadap hama wereng, Sutikno salah satu pemilik sawah di seputaran JLT mengatakan, bahwa hama wereng tentu mengakibatkan kerugian ekonomi.

“Hama wereng akan mengakibatkan gagal panen tentunya. Sebab, biasanya tanaman padi menjadi kering, menguning, dan mati dengan cepat. Kalau sudah begitu sulit dikendalikan meski sudah pakai pestisida mahal,” ungkapnya Minggu (10/1/2026) kepada media ini.

Menurutnya hama wereng akan kebal obat sehingga memaksa petani menyemprot terus-menerus dengan biaya tinggi, serta penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen. **

Situs Selogending, Warisan Leluhur Lumajang yang Menjaga Tuntunan Hidup

0

LUMAJANG — Pagi hari di Situs Selogending selalu hadir dengan ketenangan. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan, menyelimuti susunan batu dan punden berundak yang berdiri dalam keheningan. Di tempat ini, setiap langkah seolah mengajak pengunjung untuk melambat, menata sikap, dan datang dengan rasa hormat.

Bagi masyarakat Lumajang, Selogending bukan sekadar situs sejarah. Kawasan ini merupakan lanskap batin yang menyimpan jejak peradaban leluhur Nusantara sejak masa megalitikum. Susunan batu yang tertata rapi menjadi penanda bahwa manusia masa lampau telah memiliki kesadaran ruang, spiritualitas, dan keseimbangan hidup jauh sebelum konsep-konsep modern dirumuskan.

Romo Dukun sekaligus juru kunci Situs Selogending, Gatot, menyebut kawasan ini sebagai salah satu cikal bakal peradaban leluhur Nusantara. Menurutnya, Selogending bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi warisan nilai kehidupan yang terus relevan hingga kini.

“Selogending bukan sekadar tinggalan masa lalu, tetapi tuntunan hidup. Di sini leluhur mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan semesta,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).

Jejak nilai tersebut tampak pada keberadaan punden berundak, batu-batu besar, dan petilasan yang tersebar di kawasan situs. Struktur ini tidak dibangun secara acak, melainkan sebagai ruang sakral untuk menata hubungan manusia dengan alam dan kekuatan spiritual.

Di pintu masuk kawasan, pengunjung akan menjumpai petilasan Dewi Sri atau Mbok Sri Sedono, simbol kemakmuran dan kesuburan. Sosok ini mencerminkan kuatnya ikatan masyarakat agraris Nusantara dengan tanah dan hasil bumi.

“Dewi Sri bukan tentang kekayaan materi, tetapi tentang rasa syukur. Hidup cukup adalah hidup yang seimbang dengan alam,” tutur Gatot.

Di sisi kanan kawasan terdapat petilasan Mbah Tejo Gedang, yang dipercaya sebagai penjaga situs. Keberadaannya mengajarkan etika dan kesadaran diri sebelum memasuki ruang sakral. Sementara di sisi kiri, petilasan Mbah Tejo Kusumo menghadirkan simbol Linggayoni, lambang bapak dan ibu atau bopo biyung, sebagai pengingat asal-usul kehidupan.

“Linggayoni bukan simbol pemujaan, melainkan pengingat agar manusia tidak lupa asalnya dan tetap rendah hati,” kata Gatot.

Di bagian tengah situs, terdapat petilasan Mbah Bukulon yang pada masa lalu menjadi pusat ritual ungkapan syukur atas kehidupan dan hasil panen. Ritual di Selogending, menurut Gatot, lahir dari kesadaran, bukan rasa takut.

“Leluhur menyampaikan syukur dengan hormat, bukan dengan ketakutan,” ujarnya.

Menapaki undakan menuju bagian atas situs, suasana semakin sunyi. Di titik tertinggi berdiri petilasan Bahwadung Prabu atau Wadung Prabu, batu tegak yang dimaknai sebagai simbol kepemimpinan.

“Kepemimpinan menurut leluhur adalah tanggung jawab menjaga keseimbangan, bukan kekuasaan untuk menindas,” jelas Gatot.

Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah tokoh besar pada masa kerajaan pernah singgah di Selogending, salah satunya Prabu Siliwangi, yang jejaknya dipercaya ditandai dengan tumbuhnya Pandan Betawi di kawasan tersebut.

Makna Selogending juga tersirat dari namanya. Selo berarti batu, sementara gending dimaknai sebagai hitungan, nyanyian, atau pujian. Dalam falsafah Jawa, batu dimaknai sebagai waton atau tuntunan hidup.

“Batu-batu ini bukan untuk disembah, tetapi untuk mengingatkan manusia tentang tuntunan hidup,” tegas Gatot.

Meski telah mengalami pemugaran untuk menjaga kelestarian, nilai utama Selogending tetap dijaga. Masuknya berbagai agama dan keyakinan tidak menghapus makna universal yang diwariskan leluhur.

“Leluhur tidak pernah mengajarkan perpecahan. Siapa pun yang datang ke sini adalah saudara,” ujarnya.

Kini, Situs Selogending terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang. Di tengah dunia yang bergerak cepat dan kerap melupakan akar, batu-batu tua Selogending tetap berbisik pelan, mengajak manusia kembali pada kesederhanaan, keseimbangan, dan tuntunan hidup yang hakiki. **

Alun alun udah rampong pekerjaan nya langsong walikota Probolinggo meresmikan proyek infrastruktur dan lainnya

PROBOLINGGO,
embangunan trotoar pematusan kawasan Alun-alun Kota Probolinggo rampung. Sabtu (10/1) petang, wajah baru Alun-alun pun diresmikan Wali Kota dr. Aminuddin dan Wawali Ina Dwi Lestari. Revitalisasi ini merupakan wujud program Probolinggo Bersolek, khususnya di bidang infrastruktur.

Sejak penutup proyek pembangunan dilakukan beberapa hari lalu, masyarakat nampak antusias dengan wajah baru Alun-alun yang lebih luas dan tertata. Terpantau masyarakat sudah banyak berolahraga atau pun sekadar berjalan-jalan di kawasan Alun-alun. Tak sedikit yang mengabadikan momen saat beraktivitas disana.

Banyak tempat duduk untuk bersantai menikmati suasana kota. Dilengkapi lampu-lampu estetik dan bunga yang sedap dipandang. Kondisi ini pun diharapkan terus terjaga dengan kerja sama seluruh masyarakat. Karena ruang publik yang nyaman, bersih dan ikonik ini sudah dinanti masyarakat.

“Ini tentunya menjadi suatu kebahagiaan bagi masyarakat Kota Probolinggo, karena hari ini kita telah meresmikan beberapa proyek dalam rangka untuk memperindah kota mewujudkan Probolinggo Bersolek,” kata Wali Kota Aminuddin.

Ya, selain Alun-alun, sore itu beberapa proyek infrastruktur ikut diresmikan. Seperti Preservasi Jalan di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Panglima Sudirman, pintu masuk Pasar Baru di Jalan Panglima Sudirman, Sentra Wisata Kuliner (SWK) GOR. A Yani (sisi selatan dan pusat oleh-oleh Dekranasda. “Alhamdulillah itu (semua proyek) akan membuat suasana dan penampilan Kota Probolinggo lebih cantik,” ungkapnya.

Wali Kota dr. Aminuddin pun memastikan kawasan Alun-alun tetap bersih dan rapi, bebas dari Pedagang Kaki Lima (PKL) maupun permainan. Untuk mewujudkan harapan itu, wali kota mengimbau masyarakat yang berkunjung di Alun-alun dapat turut serta menjaga fasilitas publik tersebut.

“Kita bersama-sama menjaga keindahan, kerapiannya. Ini semua juga akan terus kita evaluasi, nantinya juga kita akan terus percantik. Kita lihat pohon-pohon dan bunganya ini baru, rumput-rumputnya juga nanti masih akan tumbuh. Jadi jangan sampai rusak maupun hilang, mari tetap saling menjaga,” imbaunya.

Senada dengan itu, Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Pemkot serta seluruh pihak terkait untuk terus melakukan peningkatan-peningkatan kemajuan daerah.

Dekranasda, sebagai wadah UMKM di Kota Probolinggo menghimpun semua kurasi produk yang menjadi potensi daerah yang memilik ciri khas budaya. “Itu akan kami kumpulkan di Dekranasda. Sejalan dengan rencana Bapak Wali Kota Aminuddin Bu Wawali Ina, adanya commuter line akan menjadi pusat keramaian baru, maka kami memindahkan pintu haluan dengan menghadap ke jalan raya, sehingga untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung dan membeli cinderamata maupun pusat oleh-oleh khas Kota Probolinggo mudah didapatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti menambahkan penataan dan pemanfaatan kawasan Alun-alun akan terus dilakukan kooordinasi dan evaluasi bersama dengan instansi terkait.

“Belajar dari kawasan Alun-alun daerah lainnya, Alun-alun bukan dimanfaatkan untuk PKL. Apalagi, Alun-alun baru saja direvitalisasi. Kondisinya sekarang jauh lebih elok, cantik. Kami dari PUPR sudah melakukan revitalisasi. Selanjutnya, pemanfaatan dan penataannya juga akan melibatkan Perangkat Daerah terkait, seperti Satpol PP melakukan penertiban, DKUP pembinaan kepada para PKL, DLH juga akan berkontribusi terhadap tanaman-tamannya. Semoga kedepan masyarakat bisa menikmati Alun-alun dengan nyaman, dan turut serta menjaga,” jelasnya.

Masa pemeliharaan Alun-alun pun masih tanggung jawab pihak ketiga sampai setahun ke depan. Dengan keberadaan Alun-alun Kota Probolinggo yang representatif diharapkan memberikan kesan yang positif bagi wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung sehingga dapat menjadi simpul aktivitas pariwisata yang inklusif bagi masyarakat luas.

“Kapolres Pakpak Bharat Baru Di sambut Meriah dengan Tarian Era-Era”

0

Polres Pakpak Bharat Gelar Tradisi Pisah Sambut Kedatangan AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H Dan Ibu Ketua Cabang Bhayangkari Pakpak Bharat Di Sambut Tarian Era – Era.

Salak., Kapolres Pakpak Bharat yang Baru AKBP Muhammad Agustiawan, S.T.,S.I.K.,.M.H bersama Ibu Ketua Cabang Bhayangkari Pakpak Bharat Ny. Ratih M. Agustiawan tiba di Mapolres Pakpak Bharat, Jl. Panorama Indah Sindeka Desa Salak Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat, Sabtu 10 Januari 2026 sekira pukul 10.30 wib.

Ps. Kabag Ops Polres Pakpak Bharat AKP Mulia P. Simamora S.H., Ps. Kabag Ren AKP Suhaily Amri Hasibuan S.H.,M.H., Ps. Kabag SDM AKP Raymond Benyamin Hall, Kasat Narkoba AKP Codet Tarigan dan Kapolsek Salak AKP Terada Tarigan serta Kasat Lantas Iptu Lambok D Sihotang menyambut kedatangan Kapolres Pakpak Bharat yang Baru AKBP Muhammad Agustiawan S.T., S.I.K., M.H bersama Nyonya Ratih M. Agustiawan, selanjutnya Pocil yang merupakan anak dari personil Polres Pakpak Bharat mengalungkan Bunga kepada Kapolres Pakpak Bharat dan memberikan buket Bunga kepada Nyonya dan di sambut dengan tarian lokal Pakpak Bharat Era – era yang di pimpin oleh tokoh Adat Kabupaten Pakpak Bharat Bapak Hera Banurea dan tim penari sampai menuju Pintu Gerbang Mapolres Pakpak Bharat.

Di Pintu Gerbang Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan S.T., S.I.K., M.H bersama Nyonya menerima Laporan Komando dari Wakapolres Kompol Donris E. Pasaribu S.H. di lanjutkan dengan Pedang Pora oleh PJU Polres Pakpak Bharat yang di pimpin oleh Kapolsek Sukaramai AKP Sukanto Berutu S.H selaku Danton.

AKBP Pebriandi Haloho S.H.,S.I.K.,M.Si ( Kapolres Pakpak Bharat yang lama ) bersama Ny. Nanni Andi Haloho menyambut kedatangan Kapolres Pakpak Bharat yang baru Muhammad Agustiawan S.T.,S.I.K.,M.H bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pakpak Bharat Ny. Ratih M. Agustiawan dan memperkenalkan satu – satu para PJU Polres Pakpak Bharat berikut pengurus Bhayangkarinya.

Kegiatan berlanjut di aula Catur Prasetya berupa Laporan Satuan ( Lapsat ) AKBP Pebriandi Haloho S.H.,S.I.K.,M.Si selaku Kapolres yang lama menyampaikan berbagai kegiatan, program dan capaian Polres Pakpak Bharat selama dirinya memimpin berikut penyerahan Materi Lapsat dari Kapolres yang lama AKBP Pebriandi Haloho S.H., S.I.K., M.Si kepada Kapolres Pakpak Bharat yang Baru AKBP Muhammad Agustiawan S.T.,S.I.K.,M.H sekaligus penandatanganan memori serah Terima dan Upacara Ferewel Parade yang di Pimpin oleh Kapolres lama dan Kapolres Pakpak Bharat yang baru bertempat di lapangan Apel Mapolres Pakpak Bharat.

Sementara untuk kegiatan Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Pakpak Bharat bersama pengurus dan anggota Bhayangkari berupa rapat Paripurna bertempat di aula Mapolsek Salak.

Rangkaian Terakhir Gerbang Pora yaitu melepas AKBP Pebriandi Haloho S.H., S.I.K., M.Si dan Nyonya Nanni Andi Haloho dimana Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan S.T.,S.I.K.,M.H mengalungkan Bunga kepada AKBP Pebriandi Haloho dan Ketua Bhayangkari Cabang Pakpak Bharat Nyonya Ratih M. Agustiawan memberikan Buket bunga kepada Ny. Nanni Andi Haloho, rasa haru terpancar dari wajah Waka Polres Pakpak Bharat Kompol Donris E Pasaribu S.H, para PJU, Pengurus Bhayangkari, anggota Bhayangkari dan seluruh personil Polres Pakpak Bharat yang melepas Kepergian AKBP Pebriandi Haloho S.H., S.I.K., M.Si untuk menjabat sebagai Kapolres Tanah Karo yang merupakan tanah kelahirannya, sebagai bentuk penghormatan personil Polres Pakpak Bharat mengangkat/Mengusung AKBP Pebriandi Haloho S.H., S.I.K., M.Si menuju mobilnya.(Tumangger)

Lebih Nyaman dan Modern, Pollmart Polres Kediri Resmi Beroperasi

0

KEDIRI— Polres Kediri Polda Jawa Timur meresmikan Mini Market ‘Pollmart’, Unit Toko Primkoppol Polres Kediri, yang berlokasi di Jalan PB. Sudirman Nomor 30, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (9/1/2026).

Peresmian ini menandai selesainya renovasi Pollmart yang kini hadir dengan konsep lebih modern dan nyaman, baik bagi anggota Polres Kediri maupun masyarakat sekitar Mapolres Kediri.

Kegiatan dihadiri Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Ny. Ratih Bramastyo, Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., para Pejabat Utama (PJU) serta pengurus Bhayangkari Cabang Kediri.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pita sebagai simbol dimulainya operasional Pollmart dengan wajah baru.

Kapolres Kediri menyampaikan bahwa keberadaan Pollmart diharapkan mampu mendukung kesejahteraan anggota sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar.

“Pollmart kami desain lebih nyaman dan menarik agar dapat meningkatkan daya beli anggota Polres Kediri serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ucap AKBP Bramastyo.

Dengan konsep baru tersebut, Pollmart diharapkan menjadi fasilitas pendukung yang memberi nilai tambah bagi koperasi dan keluarga besar Polres Kediri.

Polda Jatim Proses Hukum Tersangka Pelecehan Santriwati di Bangkalan

0

SURABAYA – Kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Kecamatan Galis, Bangkalan, Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim telah menetapkan 1 tersangka berinisial UF selanjutnya melakukan penangkapan dan penahanan.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Sabtu (10/1/26).

Kombes Pol Abast mengatakan, tersangka UF yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap santriwati itu telah dilakukan penangkapan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.

“Dari hasil gelar perkara, saudara UF dilakukan penangkapan dan penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur,” ujar Kombes Abast.

Masih menurut Kombes Abast, dalam kasus ini UF diduga kuat melanggar Pasal 81 ayat (2), dan ayat (3) Jo Pasal 76 D dan atau Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76 E UURI No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UURI No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UURI No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Diketahui kasus dugaan pelecehan terhadap anak dibawah umur tersebut dilaporkan ke Polda Jatim oleh korban didampingi keluarganya pada tanggal 1 Desember 2025.

Setelah dilakukan pemeriksaan saksi – saksi, dan alat bukti lainnya yang diperoleh penyidik, Polisi menangkap tersangka UF pada 10 Desember 2025 untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Jatim juga menerangkan, bahwa penyidik telah menyerahkan berkas perkara (tahap I) atas nama tersangka UF ke pihak kejaksaan. (*)

Nusantara Standard Test 2026 Perkuat Seleksi Nasional Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

0

JAKARTA — Nusantara Standard Test (NST) Tahun 2026 menjadi instrumen utama dalam proses seleksi penerimaan siswa baru Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Tes Potensi Akademik (TPA) ini diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Sabtu (10/1/2026), sebagai bagian dari upaya penjaringan talenta nasional berbasis potensi dan meritokrasi.

Pelaksanaan NST 2026 berlangsung di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Jakarta, mulai pukul 08.30 WIB dengan sistem pengawasan digital berlapis. Sebanyak 176 operator pengawas pusat diterjunkan dengan rasio satu proktor untuk 23 peserta, guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

Seleksi Angkatan Kedua ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan seleksi Angkatan Pertama pada tahun sebelumnya yang menjaring 120 siswa terpilih dari lebih dari 11 ribu pendaftar secara nasional. Pengalaman tersebut menjadi dasar penyempurnaan sistem seleksi, baik dari aspek teknis pelaksanaan maupun penguatan instrumen penilaian berbasis potensi akademik.

Antusiasme masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun ini, jumlah pendaftar tercatat mencapai 14.582 peserta terverifikasi, meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring meningkatnya minat tersebut, kuota penerimaan Angkatan Kedua ditetapkan sebanyak 180 siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

Pelaksanaan seleksi NST 2026 juga ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan. Kehadiran lintas kementerian dan pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya dukungan negara terhadap program penjaringan dan pembinaan talenta nasional melalui pendidikan menengah unggulan.

Dalam keterangannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelaksanaan NST 2026 menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem pendidikan nasional yang berorientasi pada kualitas dan keadilan.

“Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat hari ini. Kehadiran langsung Bapak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap program seleksi yang kami selenggarakan,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, NST dirancang untuk memastikan proses seleksi tidak bergantung pada latar belakang sekolah maupun wilayah asal peserta, melainkan murni pada kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi. Hal ini menjadi fondasi penting bagi calon siswa yang nantinya akan menempuh kurikulum International Baccalaureate (IB) Diploma.

“Melalui NST, kami ingin memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan potensi terbaiknya. Ini adalah bagian dari komitmen bersama dalam menyiapkan generasi unggul yang berdaya saing global,” jelasnya.

Program SMA Kemala Taruna Bhayangkara selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Polri bersama YPKBI dan para pemangku kepentingan berkomitmen menghadirkan sistem seleksi dan pembinaan yang kredibel, adaptif, serta relevan dengan tantangan masa depan, sebagai kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.