Home Blog Page 1308

Polri Angkat Bicara soal Pengacara Brigadir J Tak Diizinkan Ikuti Rekonstruksi

0

JAKARTA – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi angkat bicara mengenai protes pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dan Jhonson Panjaitan yang mengaku diusir dari lokasi rekonstruksi pembunuhan di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo, di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan.

Saat dikonfirmasi, Brigjen Andi menegaskan segala proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J ini hanya wajib dihadiri oleh pihak-pihak seperti penyidik, jaksa penuntut umum (JPU), kelima tersangka hingga kuasa hukumnya.

“Yang wajib hadir dalam proses reka ulang atau rekonstruksi adalah penyidik, JPU, para tersangka dan saksi beserta kuasa hukumnya,” ungkap Andi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, (30/8/2022).

Andi menegaskan, tidak ada ketentuan atau kewajiban dari pihaknya untuk mengizinkan pihak lain masuk dan menyaksikan proses rekonstruksi tersebut. Termasuk dengan kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak selaku perwakilan korban.

“Rekonstruksi atau reka ulang ini untuk kepentingan penyidikan dan penuntutan. Dihadiri para tersangka, saksi beserta kuasa hukumnya. Proses reka ulang diawasi oleh Kompolnas, Komnas HAM, dan LPSK. Jadi tidak ada ketentuan proses reka ulang atau rekonstruksi wajib menghadirkan korban yang sudah meninggal atau kuasa hukumnya,” tandasnya.

Sebelumnya, pengacara keluarga Brigadir Yoshua, Kamaruddin Simanjuntak dan Jhonson Panjaitan mendatangi rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo tempat rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir J berlangsung, hari ini, Selasa 30 Agustus 2022.

Kamaruddin mengatakan, sejak pukul 08.00 WIB pagi, dirinya telah bersiap mengikuti proses rekonstruksi. Namun, setelah menunggu, pihaknya tidak dibiarkan masuk oleh pihak tertentu.

“Kami sudah datang pagi pagi bahkan jam 8 sudah di sini, ternyata kami sudah disini menunggu yang boleh ikut rekonstruksi hanya penyidik. Kemudian tersangka, kemudian pengacara tersangka LPSK, Komnas HAM, Brimob dan sebagainya,” ujar Kamaruddin di jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta.

Lebih lanjut, Kamaruddin juga menuturkan, pelarangan tersebut merupakan pelanggaran hukum. Karena, kata Kamaruddin Ia memiliki kuasa sebagai salah satu pelapor.

“Sementara kami dari Pelapor tak boleh lihat. Ini Bagi kami suatu pelanggaran hukum yang sangat berat, tidak ada makna dari equality before the law, entah apa yang dilakukan didalam kami juga gak tahu,” ucap Kamaruddin.

Adapun rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini dilakukan di dua lokasi yakni rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III dan di lokasi pembunuhan di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Rekonstruksi ini berlangsung secara tertutup dan Polri menyediakan TV untuk para awak media dapat menyaksikannya. Sebanyak 78 adegan rencananya akan diperagakan dalam rekonstruksi ini.

(Div Humas Polri)
Editor : dhw_robhin

Tidak Ada Kata Menyerah, Satresnarkoba Polres Pasuruan Terus Tumpas Peredaran Narkoba

0

PASURUAN – Personel Sat Resnarkoba Polres Pasuruan tak ada hentinya melakukan penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja di Kabupaten Pasuruan.

Pelaku berjumlah 3 orang pria, yakni Pria asal Ds. Pohgading, Kec. Pasrepan berinisial MZ (38), selanjutnya MYH (27) warga Ds. Wangkal Wetan Kec. Kejayan, dan MM (29) Ds. Klinter, Kec. Kejayan.

Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Ipda Bambang, S.Sos mengatakan penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas yang diduga terjadinya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Desa Pohgading kecamatan Pasrepan.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan sehingga berhasil mendapatkan informasi terkait keberadaan terduga pelaku dan langsung di lakukan penggerebekan.

“Pada hari Senin tanggal 29 Agustus 2022 sekira pukul 10.30 WIB, anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan berhasil mengamankan ketiga pelaku yakni MZ (38), MYH (27), dan MM (29)” ujar Kasi Humas.

Dari penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa 20 (dua puluh) kantong plastik yang berisi Sabu dengan total berat kotor keseluruhan 11,02 gram, 1 (satu) buah timbangan elektrik, 1 (satu) buah dompet warna hijau, 1 (satu) buah tas warna hitam, uang tunai Rp. 200.000, dan 1 (satu) unit Hp warna hitam merk Oppo yang disita dari MZ (38). Selanjutnya, petugas juga berhasil menyita 1 (satu) kantong plastik berisi sabu dengan berat kotor 0,32 gram, 1 (satu) buah alat hisap/bong yang terhubung dengan sedotan, 2 (dua) buah Hp merk Samsung warna hitam dan Vivo warna hitam yang disita dari MYH (27) dan MM (29).

Atas peristiwa tersebut, pelaku dikenakan Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) atau Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Pasuruan untuk diproses dan melakukan pengembangan lebih lanjut.

(Humas Polri)
Pewarta : Qomar
Editor : dhw_robhin

HJ.EMMA DETY SUPRIATNA MEMBUKA PEMILIHAN DUTA GENRE KABUPATEN BANDUNG 2022

0

Kabupaten Bandung – 30/ 08/ 2022 – Bertempat di Grand Sunshine Resort & Convention diselenggarakan Pemilihan Duta Genre Kabupaten Bandung Tahun 2022. Hadir dalam acara ini Istri Bupati Bandung Hj Emma Dety Supriatna, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung, H.Muhammad Hairun dan Kabid DPDKB ibu Ella.

H.Muhammad Hairun mengungkapkan 2 hal yang menjadi permasalahan di Kabupaten Bandung yaitu mengenai pernikahan usia dini (stunting) dan kekerasan terhadap anak. Di daerah perbatasan dengan garut, cianjur atau pinggiran gunung anak-anak kurang beruntung sulit melanjutkan sekolah karena jauh sehingga orangtua menikahkan diusia dini dan hal ini menjadi penyebab adanya stunting. Kekerasan terhadap anak-anak di Bandung juga cukup tinggi, pelecehan seksual / fisik oleh orang luar atau teman atau lingkungan sekolah. Bentengi dan beri pemahaman remaja untuk mencegah kekerasan terhadap anak-anak.Salah satu solusi ada Jabar cekas (cegah kekerasan).

Hj Emma Dety Supriatna juga mengungkapkan hal yang sama, dari 11 kecamatan yang sudah dikunjungi dalam saba desa masalah terbesar adalah masalah remaja. Menurutnya ini merupakan PR besar bagi kita semua. Peserta Duta Genre sebagai orang terpilih diharapkan bisa memanfaatkan waktu ini untuk mendapatkan materi-materi ilmu untuk pembelajaran. Lebih lanjut Hj Emma berpesan bagi Peserta Duta Genre yang tidak terpilih jangan berkecil hati karena sudah bisa mewakili kecamatannya, ketika nanti diadakan saba desa beliau berharap ilmunya bisa dikontribusikan untuk daerahnya.

(Andri)
Editor : dhw_robhin

Warga Korban Pemotongan BLT-DD dan BPNT Berharap Kajari Sidoarjo Proses M. Sampe Sesuai Hukum

0

SIDOARJO – Apa sebenarnya yang ada dibenak M. Sampe perangkat Desa Simpang, ia rela memberikan uang 150 ribu kewarga dengan menjajikan dapat BLT-DD sebesar 900 ribu asal memilih calon kades Soleh disaat Pilkades 2022 di Desa Simpang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo. Dalam keadaan sepi dan tidak ada orang dibalai desa, M. Sampe memanggil satu persatu warga akan dijanjikan mendapatkan BLT-DD dibalai desa Simpang.

Sebut saja, Dedek bukan nama aslinya, ia dijanjikan mendapatkan BLT-DD asal mau memberikan suaranya kecalon kades Soleh saat sebelum Pilkades, ia dijanjikan dapat uang bantuan BLT-DD 900 ribu asal mau memilih Soleh sebagai Kades 2022-2028 di Desa Simpang.

“Saya waktu itu dijanjikan dapat bantuan BLT-DD mas, akan diberikan 900 ribu, tapi saat saya dipanggil di balai desa, saya disuruh tandatangan dan diberikan uang 150 ribu mas”. Kata Dedek saat diberi uang di balai desa dalam keadaan sepi.

Saya sempat menanyakan, lanjut Dedek dengan pemberian Sampe, yang katanya diberikan Bantuan BLT-DD sebesar 900 ribu tapi hanya diberi 150 ribu.

“Kok mek status seket ewu pak, jare bantuane sangangatus ewu”

Kok cuma 150 ribu pak, katanya bantuannya 900 ribu,” kata Dedek

Sambil menirukan bicaranya M. Sampe, Dedek menjelaskan kata Sampe sisa uang bantuannya buat taruhan Pilkades.

“Terimoen satus seket disek, sing pitongatus seket tak gawe totoan lurah-lurahan, miliho lurah Soleh loh engkok awakmu tak ke’i berlipat-lipat”

Kamu Terima 150 ribu dulu, yang 750 ribu aku buat taruhan lurah-lurahan, kamu pilih lurah Soleh yaa, nanti kamu tak beri berlipat-lipat,” Kata Dedek menirukan bicaranya M. Sampe pada saat diberikan uang 150 ribu.

Berbeda dengan keluhan Sicantik (bukan nama aslinya) anak dari korban penerima bantuan BLT-DD yang dipotong 700 ribu, sambil menunjukkan tanda terima surat pengaduan dari kejaksaan ke awak media GempurNews menjelaskan, kalau dirinya mengambilkan hak orangtuanya dan diminta lagi dengan alih-alih buat bayar kalah taruhan Pilkades.

“Waktu itu saya dipanggil pak Sampe dibalai desa mas, sama Sampe saya diberi uang BLT-DD 900 ribu dan disuruh tandatangan menerima, anehnya sehabis sholat Isya, Sampe datang kerumah dan sambil ngedumel sedikit marah meminta uangnya lagi sebesar 700 ribu karena kalah taruhan Pilkades di Desa Simpang”. Jelasnya Sicantik

Sambil menirukan nada kata M. Sampe saat meminta uang bantuan BLT-DD dengan alih-alih uangnya dibuat bayar kalah taruhan Pilkades 2022 di Desa Simpang, M. Sampe sambil marah dan memaksa agar diberikan uang BLT-DD kembali.

“Sampe teko Nang omah Karo moreng moreng mas, ngomong duwek’e sing pitongatus ewuh tak gawene bayar kalah totoan pilkades”

Sampe datang dirumah sambil marah-marah mas, bilang uangnya yang 700 ribu dibuat bayar kalah taruhan Pilkades.” Jelasnya Sicantik saat didatangi Sampe meminta uang BLT-DD.

Masih kata Sicantik, ia menjelaskan saat diminta kembali uang BLT-DD dan mencari hutangan karena Sampe marah marah saat meminta kembali.

“Duwek teko Sampe sangangatus ewu iku wes entek diblonjono gawe kebutuhan bendino wongtuoku mas, Sampe morang-moreng mas, akhire aku dolek utangan mas, Sampe jaluk duwek dibalekno pitongatus ewuh”

Uang dari Sampe 900 ribu itu sudah habis dibelanjakan buat kebutuhan sehari-hari orangtua saya mas, akhirnya terpaksa saya cari hutangan mas, Sampe minta uang dikembalikan 700 ribu.” Sesalnya Sicantik mencari hutangan mengembalikan uang BLT-DD yang diminta Sampe buat bayar kalah taruhan Pilkades 2022 di Desa Simpang.

Disisi lain banyak warga penerima bantuan jadi korban M. Sampe pasalnya bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp200.000 Kartu ATM dipegang M. Sampe beserta no PIN  (Personal Identification Number), banyak yang tidak diberi tahu pada saat pencairan.

Sebut saja Mak Cantik, bukan nama aslinya, selama 1 tahun lebih tidak pernah menerima bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), setiap pencairan dan ditanyakan ke M. Sampe, M. Sampe sambil marah-marah bilangin belum cair.

“Dikandani gak cair kok Sik takon’ae lek cair tak kandani”

Dibilangi belum cair masih tanya terus, nanti kalau sudah cair tak kasih tahu,” kata Dedek menirukan pembicaraan M. Sampe

Berbeda disaat beberapa warga korban potongan BLT-DD dan saat pencairan bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tidak diberikan M. Sampe, warga didampingi Abdul Muthalib anggota TNI Marinir, melaporkan dugaan potongan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Selasa 5 Juli 2022.

Mak Cantik, Warga Korban potongan bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), menjelaskan dengan rasa heran, karena M. Sampe tiba-tiba datang kerumahnya sambil memberikan uang tersebut.

“Iki Duwek opo Iki, dijawab M. Sampe, wes tampananono duwek’e sambil marah-marah”

Ini uang apa ini, dijawab sama M. Sampe sudah kamu ambil uangnya sambil marah-marah,” Jelasnya Mak Cantik sambil menirukan pembicaraannya M. Sampe disaat memberikan uang setelah adanya laporan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Diwaktu berbeda Ferrys anggota LPMD Desa Simpang, ia sangat prihatin dengan warga korban pemotongan yang dilakukan M. Sampe.

Saya sangat kasihan Mas, karena Banyak Penerima BPNT dan PKH yang tidak menerima.

Kenapa ???

Kartu ATM BPNT dan PKH beserta Pin (Personal Identification Number) setelah adanya pelaporan ke kejaksaan Negeri sidoarjo, barulah dikembalikan ke Penerima Bantuan atau KPM langsung dan setelahnya ATM dikembalikan banyak lagi pelaporan warga yg bersuara salah satunya sejak tahun 2021 tidak menerima, namun ketika tanya ke M. Sampe kenapa tidak menerima jawaban M. Sampe.

“lapo seh bantuan ae di arep arep, gak oleh lak uwes sah”

Kenapa bantuan saja diharap-harapkan, gak dapat, kan sudah sah,” kata Ferrys menirukan kata korban, sambil menunjukkan Foto puluhan ATM warga yang sudah menceritakan keluh kesahnya.

Diwaktu berbeda, warga berharap dengan didampingi Abdul Muntolip anggota TNI Marinir beserta Ferrys anggota LPMD Desa Simpang, kasus pemotongan BLT-DD maupun pemotongan bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang membuat korban warga penerima menjadi resah, Kejaksaan Negeri Sidoarjo benar benar memproses sesuai hukum yang berlaku,” harapnya warga korban pemotongan BLT-DD dan bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar M. Sampe pelaku pemotongan segera dipanggil dan diperiksa sesuai hukum yang berlaku. (Yuli)
Bersambung

Editor : dhw_robhin

Kades Dan Sekdes Dibekuk Unit Tipikor Polres Lumajang

0

Lumajang, www.gempurnews.com – Sebelumnya Oknum Plt Sekdes berinisial (S ) desa barat Kecamatan Padang kabupaten Lumajang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Unit Tipikor Polres Lumajang terkait pungli PTSL (Pembagian Sertifikat Progam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) Rabu malam (01-06-2022).

Plt Sekdes berinisial (S) pada Rabu malam sekitar Pukul 19.00 WIB, mengumpulkan warga di rumah salah satu warga di Dusun Ngesong, Desa Barat, untuk membagikan sertifikat dan ada sekitar 13 orang yang datang, Akhirnya dari tangkap tangan tersebut Unit Tipikor Polres Lumajang juga menyeret (S) kepala desa Barat kecamatan Padang dan menetapkan menjadi tersangka, “Senin (29/08/2022).

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D. S.I.K, M.H menjelaskan saat konferensi pers Modus yang dilakukan

Yaitu modus yang dilakukan dengan maksud menguntungkan diri, yaitu dalam pengurusan PTSL di rapat awal sudah ada kesepakatan bahwa untuk panitia yang dibentuk ini para pengurus ini sepakat untuk menyerahkan Rp 340.000 , seharusnya setelah itu tidak ada lagi pungutan, namun dengan demikian kepala desa berlindung di balik (PerDes) Peraturan Desa, dan Perdes tersebut dibikin sendiri  bahwa mengurus untuk yang mengambil ada biaya Rp 500.000 lagi, nah ini yang dikomplain oleh warga juga dinilai seperti ini jadi kita berdasarkan keterangan warga juga akhirnya dapat mengamankan, ” jelasnya

Masih menurut Keterangan Kapolres besaran uang yang telah berhasil di amankan dari hasil OTT sebesar Rp 74.000.000.00
Dari hasil tangkap tangan uang yang dikumpulkan sebesar Rp 74 juta,ole para terduga Sekdes dan kadesnya,”terangnya.

Reporter : Atman

Kapolda Jatim : Film Sayap-sayap Patah Menambah Semangat Untuk Bekerja

0

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengajak seluruh jajaran Pejabat Utama Polda Jatim dan anggota untuk nonton bareng film Sayap-sayap Patah disalah satu Bioskop di Surabaya, pada Senin (29/8/2022).

Film ‘Sayap-sayap Patah’ diangkat dari kisah nyata, peristiwa kerusuhan di Rutan Mako Brimob pada 8 Mei 2018. Saat itu para Narapidana melakukan perlawanan dan menahan 5 petugas Densus 88 yang bertugas.

Dalam kejadian ini, 5 orang anggota Densus meninggal menjadi korban aksi kejahatan para napi. Film ini juga memotret salah satu anggota Densus 88 yang dibintangi oleh Nicholas Saputra itu
meninggal, padahal ia tengah menanti kelahiran anak pertamanya dari sang istri yang dibintangi oleh Ariel Tatum.

Digambarkan bagaimana anggota polisi yang bertugas untuk negara. Di dalamnya tergambar pengorbanan dalam menjaga kamtibmas dan penegakan hukum di Indonesia.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan. Dimana film ini menceritakan pelaksanaan tugas-tugas Polri yang menjaga Kamtibmas dan penegakan hukum.

“Disitu diceritakan juga bagaimana penanganan terkait dengan penegakan hukum di rutan mako Brimob. Dan ini membawa pesan yang sangat mendalam bagi kami jajaran Polda Jawa Timur untuk selalu siap siaga, selalu kompak dalam melaksanakan tugas dan tentunya film ini sangat baik, sehingga menambah semangat kita untuk bekerja,” Kata Kapolda Jatim.

“Mudah mudahan dengan film ini kita semua bisa melaksanakan tugas kedepan lebih baik lagi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolda juga menyematkan kepuasan hasil karya film yang disutradarai oleh disutradarai oleh Rudi Soedjarwo.

“Salut untuk sutradara dan semua pemain tentunya juga seluruh crew yang telah membuat film yang sangat baik,” ucap Kapolda Jatim.

(Humas Polri)
Pewarta : Qomar
Editor : dhw_robhin

Puluhan Warga Kota Blitar Masuk Daftar Tungu Kerja Di Luar Negeri, KADINKOP UKM NAKER : Jaga Kesehatan Dan Kuasai Bahasa Negara Yang Mau Dituju

0

BLITAR – Puluhan warga Kota Blitar masuk daftar tunggu untuk bekerja ke luar negeri. Ada yang tujuan ke Taiwan, Hong Kong, Polandia dan lainnya.

Juyanto, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Dinkop UKM Naker) Kota Blitar mengatakan sebanyak 76 warga Kota Blitar masuk daftar tunggu untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.

Kata dia, ke-76 orang itu sudah memiliki ID atau identitas yang wajib dimiliki seorang PMI atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dinyatakan lolos dan memenuhi persyaratan atau prosedur.

Ia menjelaskan negara penempatan atau yang dituju berbeda-beda. Paling banyak di Taiwan sebanyak 33 orang, kemudian di Hong Kong 29, Singapura 2 dan Polandia 4 serta Malaysia 8 orang.

Mereka semuanya masih menunggu jadwal untuk keberangkatannya. Ada juga yang masih menunggu diterimanya di pekerjaan yang ditunggu.

Juyanto berharap para calon PMI atau TKI yang akan berangkat ke luar negeri agar menjaga kesehatannya. Selain itu, juga harus belajar bahasa asing negara yang akan menjadi tempat tujuan bekerja. (red)

Editor : dhw_robhin

Disaksikan Kepala Desa Masaran, Polisi Di Sampang ini Berikan Alat Bantu Dengar Untuk Warganya

0

SAMPANG – Kegiatan sambang Kamtibmas yang rutin dilaksanakan oleh jajaran Polres Sampang ternyata bukan hanya untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat saja.

Namun kegiatan tersebut juga untuk mewujudkan kedekatan Polri dengan masyarakat dimana Polri selalu hadir di tengah – tengah masyarakat sehingga apapun yang terjadi di lingkungan masyarakat dapat segera diketahui.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kapolres Sampang melalui Kapolsek Banyuates Iptu Rizky Akbar Kurniadi S.TK, S.IK, M.Si usai memberikan alat bantu dengar ke salah seorang warga yang pendengarannya terganggu.

“Ya seperti kegiatan yang kami laksanakan saat itu, awalnya dari giat rutin sambang kamtibmas, hingga kami dapat laporan ada warga yang layak kita bantu,”kata Iptu Rizky.

Disebutkan oleh Iptu Rizky, pihaknya melaksanakan kegiatan rutin sambang kamtibmas dengan mengoptimalkan seluruh anggota terutama Bhabinkamtibmas.

“Kita optimalkan fungsi Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat, memberikan himbauan kamtibmas, dan menyerap aspirasi masyarakat di tingkat bawah yang selanjutnya kami lakukan Analisa dan evaluasi,”terang Iptu Rizky.

Untuk diketahui Kapolsek Banyuates Iptu Rizky Akbar didampingi Kanit Binmas dan Kanit Propam Polsek Banyuates Polres Sampang serta H. Maskur selaku Kades Masaran mendatangi rumah keluarga lansia yang biasa disapa mbah Latijo,Jumat (26/8/22) yang lalu.

Latijo mengalami kesulitan berkomunikasi karena pendengarannya terganggu ini sudah lama. Namun karena kondisi ekonomi keluarga, sehingga untuk membeli alat bantu dengar ataupun berobat,warga Desa Masaran Kecamatan Banyuates ini tidak mampu.

Iptu Rizky Akbar lalu menceritakan keluhan masyarakat kepada istrinya Ny. Melin Rizky Akbar selaku Ketua Bhayangkari Ranting Banyuates dan minta tolong membelikan alat bantu dengar di salah satu aplikasi berbelanja online yang menjual alat bantu dengar untuk di berikan kepada warganya.

Setelah barang yang di pesan sampai di asrama Polsek Banyuates, Iptu Rizky menghubungi Kades Masaran untuk mendampingi penyerahan alat bantu dengar tersebut agar segera bisa di pergunakan Mbah Latijo.

Saat ini mbah Latijo sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga maupun tetangganya dengan baik.

“Terima kasih pak Kapolsek, saya sudah dibelikan alat ini ( alat bantu dengar….red ),sekarang saya sudah bisa lebih jelas mendengarkan orang lain ngomong,”ucap Mbah Latijo sembari senyum riang.

(Humas Polri)
Pewarta : Ageng
Editor : dhw_robhin

M. Sampe Perangkat Desa Potong Dana Bantuan BLT-DD Hingga 750 Ribu Buat Judi Pilkades

0

SIDOARJO – Warga penerima bantuan BLT-DD di Desa Simpang Khususnya Warga Miskin melaporkan Perangkat desa M. Sampe (Kasipem) Kasi Pemerintahan Desa Simpang Kecamatan Prambon Sidoarjo Ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo Hari Selasa 5/ 7/2022, Bulan kemarin.

Berawal dari beberapa warga yang mengeluh ke Abdul muntolip anggota TNI Marinir warga Desa Simpang, karena Bantuan BLT-DD yang diterima dipotong 700 ribu hingga 750 ribu oleh M. Sampe kasi pemerintahan ( Kasipem ) Desa Simpang Kecamatan Prambon Sidoarjo.

Sebut saja Sicantik (bukan nama aslinya) anak dari korban penerima bantuan BLT-DD yang dipotong 700 ribu, sambil menunjukkan tanda terima surat pengaduan dari kejaksaan ke awak media GempurNews menjelaskan, kalau dirinya mengambilkan hak orangtuanya dan diminta lagi dengan alih-alih buat taruhan Pilkades dan harus memilih kades yang dipilih.

“Waktu itu saya dipanggil pak Sampe dibalai desa mas, sama Sampe saya diberi uang BLT-DD 900 ribu dan disuruh tandatangan menerima, anehnya setelah mahgrib Sampe datang kerumah dan sambil ngedumel sedikit marah meminta uangnya lagi sebesar 700 ribu”. Jelasnya Sicantik

Sambil menirukan nada kata M. Sampe saat meminta uang bantuan BLT-DD dengan alih-alih uangnya dibuat taruhan Pilkades 2022 di Desa Simpang, M. Sampe sambil marah dan memaksa agar diberikan uang BLT-DD kembali.

“Sampe teko Nang omah Karo moreng moreng mas, ngomong duwek’e sing pitongatus ewuh tak gawene totoan pilkades, engkok lek menang tak ke’i berlipat-lipat”

Sampe datang dirumah sambil marah-marah mas, bilang uangnya yang 700 ribu saya buat taruhan Pilkades, nanti kalau menang tak kasih berlipat-lipat.” Jelasnya Sicantik saat didatangi Sampe meminta uang BLT-DD kembali dengan alih alih buat taruhan Pilkades.

Masih kata Sicantik, ia menjelaskan saat diminta kembali uang BLT-DD dan mencari hutangan karena Sampe marah marah saat meminta kembali.

“Duwek teko Sampe sangangatus ewu iku wes entek diblonjono gawe kebutuhan bendino wongtuoku mas, Sampe moreng-moreng mas, akhire aku dolek utangan mas, Sampe jaluk duwek dibalekno pitongatus ewuh”

Uang dari Sampe 900 ribu itu sudah habis dibelanjakan buat kebutuhan sehari-hari orangtua saya mas, akhirnya terpaksa saya cari hutangan mas, Sampe minta uang dikembalikan 700 ribu.” Sesalnya Sicantik mencari hutangan mengembalikan uang BLT-DD yang diminta Sampe.

Berbeda dengan Jelita, ia selama hidupnya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari Desa Simpang, biarpun miskin, ia mengatakan kalau dirinya mendapatkan bantuan bangunan dari seorang TNI warga Desa Simpang juga, iapun mengatakan kalau pemasangan aliran listrik PLN dibantu pemasangan dari seorang warga juga warga Desa Simpang.

“Dulu rumah saya dari bambu mas, karena ada orang kasihan sama saya, saya dibangunkan rumah sama seorang TNI warga Simpang mas, tidak hanya rumah mas, Listrik saya dulu juga dipasangkan sama seorang warga Desa Simpang juga mas. Tapi saya heran mas, saya kok gak dapat bantuan dari desa yaa mas”. Kata Jelita dihadapan media awak media GempurNews

Masih kata Jelita, ia menambahkan kalau dirinya dipanggil M. Sampe, menjelaskan disaat bertemu M. Sampe, M. Sampe mengatakan kalau dirinya disuruh memilih calon Kades Soleh dan mendapatkan imbalan mendapatkan bantuan BLT-DD 900 ribu kalau memilih calon kades Soleh.

“Gak suwe mas, aku dicelok Sampe, di ke’i satus seket mas, aku Takon mas, kok mek status seket pak Sampe, dijawab Sampe satus seket disek sing pitongatus seket tak gawe totoan lurah-lurahan, miliho lurah Soleh loh, engkok awakmu tak ke’i berlipat-lipat”

Tidak lama mas, saya dipanggil Sampe, dikasih 150 ribu, saya menanyakan kok cuma 150 ribu pak Sampe, dijawab Sampe 150 ribu dulu, yang 750 ribu tak buat taruhan lurah-lurahan, kamu pilih Soleh loh, nanti kamu tak kasih berlipat-lipat.” Kata Jelita sambil menirukan kata Sampe saat mengambil uang bantuan BLT-DD di balai desa Simpang.

Diwaktu berbeda Abdul muntolip anggota TNI Marinir juga warga Desa Simpang merasakan geram melihat warga miskin yang dibodohin sama M. Sampe perangkat (Kasipem).

“Saya ini kasihan, warga yang bener-bener membutuhkan bantuan ini, tidak menerima tapi dipotongin bantuannya, bukan hanya satu, dua orang mas, tapi lebih dari 20 orang, ini nanti pasti ada yang mengadu lagi, makanya langsung saya dampingi mengadu ke kejaksaan hari Selasa 5 Juli 2022, agar warga ini benar-benar terbantu dengan adanya bantuan BLT-DD dan Sampe segera diproses sesuai hukum yang berlaku”. Jelasnya Abdul Muntolip lewat Aplikasi WhatsApp.

Dengan adanya pelaporan ke kejaksaan dan keluhan dari korban penerima bantuan BLT-DD yang dipotong sama M. Sampe awak media GempurNews menggalih informasi mendatangi kantor Desa Simpang, untuk menemui H. Kamim (Kades) dan Sampe perangkat (Kasipem) bertemu dengan Kasun mengatakan, pak kades lagi bimtek pak, kalau Sampe masuk hanya 2 hari dan gak pernah masuk lagi.

Awak media GempurNews mencoba mendatangi rumah Sampe di RT. 12 RW. 03 ditemui Tatik (istri Sampe) menjelas kalau keberadaan sampai tidak diketahui.

“Mboten enten, Mboten karuan pak, mboten Nate mantuk”

Tidak ada, tidak karuan pak, tidak pernah pulang.” Jelasnya Tatik dihadapan awak media GempurNews

Diwaktu berbeda hari Selasa 9/822 yang lalu, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor berpesan kepada masyarakat penerima agar memanfaatkan bantuan itu dengan baik. Membelanjakannya untuk kebutuhan pokok, bukan untuk bersenang-senang atau membeli sesuatu yang tidak penting.

Kepada pihak kecamatan dan desa, Ahmad Muhdlor berpesan agar penyaluran benar-benar sesuai data. Perangkat desa harus melakukan kroscek ulang sebelum memutuskan sebagai KPM agar tidak terjadi dobel data.

“Jangan sampai ada yang duplikasi, dan bantuan juga harus tepat sasaran. Diberikan kepada warga yang benar-benar terdata serta berhak menerima bantuan,” pesannya.

Bantuan ini sengaja dikucurkan pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 (virus Corona). Khususnya warga yang kurang mampu. Ke depan, Pemkab Sidoarjo juga akan menambah bantuan berupa 500 paket sembako.

Pada hari yang sama, Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi juga menyerakan BLT Dana Desa di Desa Durung Bedug, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Di sana, Subandi berulang kali mewanti-wanti kepada semua kades dan camat untuk hati-hati dalam penyaluran ini.

Subandi minta kepada seluruh kepala desa agar proses pendataan calon KPM diputuskan melalui musyawarah desa (Musdes) dengan melibatkan RT dan RW.

“Pelaksanaan Musdes harus dilakukan agar tepat sasaran. Dan semua harus menjalankan tugas dengan baik, jangan sampai ada pemotongan,” tegas Subandi.

Penentuan melalui Musdes, menurut Subandi, juga lebih transparan dan bisa mencegah terjadinya penyimpangan. Termasuk mencegah terjadinya pemotongan serta penggelembungan data calon penerima manfaat.

Subandi mewanti-wanti para kades dan camat agar saat pendataan yang dilakukan melalui RT/RW dicek ulang. Ia tidak ingin ada warga yang mestinya mendapatkan hak sebagai KPM tapi terlewati.

“Saya ingatkan lagi kepada para camat dan kades agar saling komunikasi dan koordinasi. Jangan sampai setelah diputuskan jumlah penerima bantuan, ada yang terlewatkan, kasihan nanti,” pesan Mantan Komisi A DPRD Sidoarjo ini. (Yuli)
(Bersambung)

Editor : dhw_robhin

GERAK JALAN KEMERDEKAAN KE .77 BERSAMA DULUR SATIA DI DESA MEKARMAJU

KABUPATEN BANDUNG – Sabtu 27/08/2022
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Partai NasDem Hj. Tia Fitriani menghadiri kegiatan lomba gerak jalan santai desa Mekar Maju dalam rangkaian peringatan Hut RI ke-77. Kegiatan lomba gerak jalan santai ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi setelah 2 tahun tidak ada kegiatan karena adanya pandemi.

Selain lomba gerak jalan santai ada banyak lomba lainnya yang diadakan seperti lomba asmaul husna, senam bedas, pengolahan aneka ragam makanan, carnaval, dan pembuatan gapura. Usep Bunyamin Kepala Desa Mekarmaju mengungkapkan mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan baik dan bisa diadakan setiap tahun seperti biasanya, harapannya bisa lebih mempererat silaturahmi.

Hj. Tia Fitriani sangat mengapresiasi desa Mekarmaju dimana ada keterampilan yang luar biasa yang menjadi aset desa Mekarmaju dengan adanya pengrajin maranggi dan pandai besi. Menurut Tia ini merupakan potensi wisata yang menarik untuk dikembangkan. Beliau berharap Provinsi bisa membantu dalam pengembangannya.

(Andri)
Editor : dhw_robhin