Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lumajang Jawa Timur Dr.H. Suhari, A. Per. Pen. MM. Menyampaikan dalam kegiatan meringankan beban warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang Provinsi Aceh dengan tenaga dan obat-obatan yang telah dipersiapkan.
Pasca banjir dan longsor fasilitas kesehatan kurun waktu 30 hari tidak ada pelayanan, tenaga kesehatan dari Lumajang bersama tim relawan kesehatan dari berbagai lembaga dan organisasi menghidupkan kembali pelayanan Puskesmas seperti di Karang Baru dan Manyak Payed.
“Kami memberikan bantuan tenaga medis seperti yang ada di Puskesmas Karang Baru Puskesmas Manyak Payed bersama tim relawan lain seperti Kementerian Kesehatan, IDI, Universitas Jember, Universitas Brawijaya,” kata H. Suhari dihubungi melalui gadgetnya kepada wartawan Efendi dari media Elshinta. Minggu (04/01/2026).
Masih disampaikan seorang dosen Fakultas Keperawatan Universitas Jember UNEJ kampus Lumajang, selama beberapa hari di daerah bencana tim gabungan kesehatan menghidupkan kembali pelayanan, banyak keluhan yang disampaikan kepada petugas kesehatan selain fisik juga batin.
“Disitu kita bisa memberikan pelayanan kesehatan juga ada yang calon jamah haji mendatang, dari para pasien yang disampaikan ke petugas berbagai keluhan seperti stress atau trauma,” tuturnya.
Misi yang diemban PPNI Kabupaten Lumajang menuju ke Provinsi Aceh direstui Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Sekertaris Daerah Agus Triono, karena yang diemban juga membawa nama Kabupaten Lumajang.
“Kalau keberangkatan kita (PPNI Kabupaten Lumajang) menyampaikan pamit lewat selulernya namun mendapat restu, begitu dengan yang disampaikan Sekertaris Daerah. Keberangkatan itu juga mewakili Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Lumajang,” pungkas H. Suhari. (Efendi)
