Home Blog Page 133

Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Bekasi Kota — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo melakukan monitoring arus lalu lintas libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Command Center Tollroad Jasa Marga, Jatiasih, Bekasi Kota, Jumat (2/1/2025) siang.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya. Monitoring dimulai sekitar pukul 12.30 WIB dan berlangsung hingga selesai.

Wakapolri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Polri, TNI, serta para pemangku kepentingan yang telah bersinergi mengamankan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia menegaskan bahwa secara umum situasi kamtibmas dan arus lalu lintas selama periode Nataru terpantau aman dan kondusif.

“Operasi Lilin 2025 yang berakhir pada 2 Januari 2026 akan dilanjutkan dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) hingga 5 Januari 2026. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi arus balik masyarakat yang diprediksi mencapai puncaknya pada 4 Januari 2026,” ujar Wakapolri.

Berdasarkan data sementara, diproyeksikan sebanyak 2,9 juta kendaraan keluar dari Jakarta dan 2,8 juta kendaraan masuk kembali ke Jakarta selama periode Nataru. Hingga saat ini, tercatat sekitar 4,7 juta kendaraan telah keluar-masuk Jakarta melalui empat gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Cikupa, Ciawi, Kalihurip Utama, dan Cikampek Utama.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus balik, Polri telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, mulai dari ganjil-genap, contraflow, hingga one way. Seluruh kebijakan tersebut terus disosialisasikan secara masif agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

Selama Operasi Lilin 2025, Polri melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari personel Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya. Selain itu, disiagakan 2.903 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu, serta pengamanan terhadap puluhan ribu objek vital di seluruh wilayah.

Wakapolri mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan layanan hotline 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan.

Pemerintah kota Probolinggo menyambut tahun baru di sertai doa bersama ‘ charity night hingga tampilan seni budaya di panggung trapung.S.

PROBOLINGGO,
Pemerintah Kota Probolinggo mengawali pergantian tahun baru dengan cara yang berbeda dan sarat makna. Bertajuk Charity Night, perayaan akhir tahun digelar di panggung terapung, di atas kapal tongkang di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Rabu (31/12). Konsep unik ini menjadi simbol empati dan kebersamaan, sejalan dengan tema “Menyatukan Hati, Menguatkan Empati.”

Rangkaian acara dibuka dengan doa lintas iman oleh Ketua PCNU Kota Probolinggo Arba’i Hasan dan Pendeta Argo Daniel Satwiko. Usai doa bersama di panggung terapung, dilanjutkan tampilan ragam seni budaya khas daerah mulai Tari Mandhalung, musik duk-duk Kelabang Songo dan Cokro Budoyo, Selaras Band, atraksi Barongsai, hingga penampilan pamungkas Doyan Wadon yang sukses menghibur masyarakat di area pelabuhan.

Acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan kesenian hadrah dan dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, serta perwakilan unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta para stakeholder, sponsorship. Antusiasme warga terus terjaga hingga acara pergantian tahun 2026 , yang berakhir Kamis, (1/1) pukul 01.00 dini hari.

Dari penggalangan donasi yang dilakukan Pemkot bersama Korps Pegawai Republik Indonesia, terkumpul dana lebih dari Rp 426 juta. Sementara donasi spontan yang dihimpun pada malam itu mencapai sekitar Rp.6,7 juta. Seluruh donasi akan disalurkan melalui Dinas Sosial PPPA kepada lembaga resmi untuk membantu korban bencana di Sumatra.

Wali Kota Aminuddin menegaskan, pada pergantian tahun kali ini Pemkot sengaja meniadakan pesta kembang api sebagai wujud empati. “Kita memilih berbagi dan bermuhasabah. Malam ini menjadi momen evaluasi menuju akselerasi, capaian kinerja dan prestasi kami sampaikan melalui tayangan video,” ujarnya usai mengikuti kegiatan bakar ikan bersama.

Panitia juga menyiapkan ikan bakar untuk masyarakat dengan membagikan seribu kupon gratis kepada penonton. Salah satu warga, Aini asal Triwung, mengaku terkesan dengan nuansa berbeda perayaan tahun ini. “Seru, karena suasananya beda di pelabuhan. Meski tanpa kembang api, kami tetap menikmati pergantian tahun sekaligus bisa berbagi untuk saudara-saudara yang terdampak bencana,” pungkasnya.(Ali)

UNEJ Terjunkan Dosen Fakultas Keperawatan untuk Tangani Korban Bencana Hidrometeorologi Di Aceh

0

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) melakukan pengabdian masyarakat di daerah terdampak bencana hidrometeorologi banjir bandang dan longsor Sumatra dan Aceh, tugas diprioritaskan kurun waktu 15 hari yang ditempatkan di daerah Kabupaten Aceh Tamiang Provesi Aceh.

Hal ini disampaikan Dosen Fakultas Keperawatan UNEJ di Kabupaten Lumajang Dr. H. Suhari dalam keterangannya melalui selulernya, Senin (02/10/2026).

Dijelaskan H. Suhari dalam pelaksanaan yang ditangani di lokasi warga penyintas banjir dan longsor adalah meringankan beban masyarakat terdampak utamanya yang ada di lokasi yang terparah.

“Kami mendapatkan tugas dari UNEJ dalam kurun waktu 15 hari dalam pengambilan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. Misi yang diemban adalah meringankan beban masyarakat terdampak utamanya yang ada di lokasi yang terparah,”ucap Suhari kepada Efendi dari reporter Elshinta.

Dalam pelaksanaan setiap hari tim yang diterjunkan dari berbagai bidang keahlian kedokteran dan perawat sekitar 50 orang pasien atau warga yang ditangani kesehatannya, tim juga melakukan psikologi sosial utamanya pada anak-anak. Warga terdampak mulai mengeluhkan adanya mual, gangguan pernafasan dan tenggorokan dampak kotoran yang ada dimana-mana.

“Tiap hari sekitar 50 orang yang dibantu pengobatan dan phisiko sosial, mereka diberikan pemahaman pasca menghadapi bencana banjir bandang.Ada 12 orang yang diturunkan seperti dokter SpOG, dokter umum dokter gigi dan tiga perawat,” tuturnya.

Kondisi warga di wilayah terdampak mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih dari itu Fakultas Keperawatan UNEJ memberikan bantuan alat air bersih yang layak di konsumsi, dengan harapan bantuan dua alat penjernih air tersebut mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Kebutuhan air bersih sangat vital, karena di lokasi untuk mendapatkan air bersih sangat lah sulit, maka adanya bantuan alat penjernih air yang layak minum. Alat itu disampaikan kepada masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dua alat yang diserahkan agar kebutuhan tertangani,” harapan Suhari mewakili crew yang terlibat.

Kata Suhari disela tugas yang tim utusan UNEJ Fakultas Keperawatan bertemu dengan Sekertaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Dinas Kesehatan setempat, dalam pertemuan tersebut Sekertaris Daerah menyampaikan ucapan terima kepada UNEJ yang telah berkontribusi dalam mempercepat penanganan pasca bencana warga Aceh Tamiang maupun di seluruh daerah yang terdampak di Sumatra dan Aceh keseluruhan.

“Kami di Tamiang sempat bertemu dengan Sekertaris Daerah dan Kepala Kesehatan setempat, ucapan terimakasih dari Sekertaris Daerah kepada UNEJ bantuan yang telah diberikan baik berupa penanganan kesehatan pendampingan phisiko sosial serta alat penjernih air dan obat-obatan kepada masyarakat,” papar anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur.

Luasnya daerah yang terdampak memerlukan banyak relawan, namun mereka yang mempunyai spek kemampuan dibidangnya seperti medis, evaluasi, dapur umum, komunikasi dan lainnya. Disarankan agar pengabdian itu menyebar ke sasaran secara perlu dilakukan koordinasi dengan pemegang komandan penanganan darurat.

Luasnya wilayah di daerah terdampak kebutuhan relawan perlu penambahan dan penyebaran ke pelosok-pelosok sebagai titik pengungsian, namun diharapkan relawan yang turun mempunyai besik sesuai yang akan ditangani sehingga pemerintah yang ditunjuk sebagai koordinator baik itu BPBD, Kodim, Korem, Kodam memudahkan memberikan arahannya ke titik yang akan dijadikan pengabdian. (Efendi)

Pasca Tahun Baru, Animo Renang di Kolam Veteran Lumajang Masih Melancar

0

LUMAJANG – Kolam Renang di Jl. Veteran No. 93, Veteran, Karangsari, Sukodono, Lumajang, yang diharapkan menjadi destinasi wisata andalan, ternyata sepi pengunjung. Namun kegiatan renang di kolam ini masih banyak diminati anak anak.

Kolam renang yang terletak di jantung Kota Lumajang ini, sebenarnya memiliki fasilitas yang cukup memadai, namun kurangnya promosi dan kurangnya perawatan mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat pengunjung kurang tertarik.

“Kolam renang ini sebenarnya bagus, tapi mungkin perlu lebih banyak promosi dan perawatan agar lebih menarik,” kata salah satu warga Lumajang, Jum’at (2/1/2026) siang.

Warga berharap agar Pemerintah setempat memperhatikan fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Sehingga pada tahun 2025 ini, pemerintah setempat melakukan perbaikan saluran sirkulasi air kolam.

“Kami berharap dengan perawatan ini, sirkulasi air kolam renang veteran dapat kembali menjadi ujung tombak kemampuan dibidang renang sekaligus meningkatkan prestasi olah raga serta menambah PAD,” kata Kepala Dispora, Zainul Rofik kepada wartawan.

Proyek perawatan ini memakan biaya sekitar Rp190 juta dan diharapkan selesai dalam waktu 3 bulan. Masyarakat Lumajang berharap kolam renang ini dapat segera dibuka kembali dan menjadi tempat rekreasi yang nyaman sekaligus dijadikan tempat belajar renang anak anak. (red)

Kapolres Probolinggo : Malam Pergantian Tahun Kondusif, Masyarakat Gelar Sholawat dan Doa Bersama

PROBOLINGGO – Perayaan malam Tahun Baru 2026 di wilayah hukum Polres Probolinggo Polda Jatim berlangsung kondusif.

Masyarakat di Probolinggo memilih mengisi malam pergantian tahun 2025 – 2026 dengan kegiatan religius.

“Alhamdulillah, malam pergantian tahun di Probolinggo kondusif, masyarakat memilih gelar Sholawat dan doa bersama untuk merayakannya,” kata Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Kamis (01/1/26).

Kapolres Probolinggo mengapresiasi langkah warga masyarakat dalam merayakan malam pergantian tahun.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat Probolinggo yang merayakan malam Tahun Baru dengan sholawat dan doa bersama,” ungkap AKBP Latif, Kamis (01/1/26).

Menurut Kapolres Probolinggo, sholawat dan doa bersama merupakan bentuk perayaan yang aman, tertib, serta membawa ketenangan dan keberkahan.

Sebelumnya, Polres Probolinggo Polda Jatim bersama jajaran Forkopimda juga melakukan patroli dan mengunjungi Pos terpadu Operasi Lilin Semeru Polres Probolinggo.

AKBP Latif menjelaskan bahwa pengecekan pos terpadu dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan personel dalam menjalankan tugas pengamanan.

“Kami ingin memastikan seluruh personel siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus menjaga situasi Kabupaten Probolinggo tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Usai pengecekan pos dan rapat koordinasi daring, Forkopimda Kabupaten Probolinggo bersama masyarakat melanjutkan kegiatan dengan bersholawat dan doa bersama di Stadion Gelora Kraksaan.

Melalui kegiatan ini, Forkopimda Kabupaten Probolinggo berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat semakin kuat.

“Dengan kebersamaan serta doa bersama, diharapkan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Probolinggo tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkas AKBP Latif. (*)

Polrestabes Surabaya Tuntaskan 600 Laporan Curanmor

SURABAYA – Keamanan masyarakat Kota Surabaya tetap menjadi prioritas tertinggi bagi aparat kepolisian di tengah dinamika kriminalitas yang fluktuatif.

Berdasarkan data yang dihimpun sepanjang tahun 2024 – 2025, Polrestabes Surabaya Polda Jatim mencatat adanya 600 laporan terkait pencurian kendaraan bermotor atau curanmor.

Angka ini menunjukkan eskalasi sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan periode tahun 2024.

Menanggapi situasi tersebut, Polrestabes Surabaya Polda Jatim bergerak cepat dengan melakukan tindakan represif yang terukur.

Hasilnya, sebanyak 472 tersangka telah diproses di mana sebagian besar di antaranya merupakan residivis yang kembali melakukan aksi serupa.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan jalanan.

Menurutnya, curanmor merupakan atensi serius yang membutuhkan penanganan komprehensif dari hulu ke hilir.

“Dari total 600 yang dilaporkan, hampir seluruhnya telah masuk ke tahap penuntutan hukum di meja persidangan,” kata Kombes Luthfi, Rabu (31/12).

Hal ini lanjut Kombes Luthfi menjadi bukti nyata bahwa anggota bekerja keras dalam memutus rantai curanmor melalui patroli yang lebih intens serta optimalisasi fungsi siskamling di tingkat pemukiman.

Kombes Pol Luthfi menambahkan selain fokus pada kejahatan konvensional, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Polda Jatim juga menorehkan prestasi signifikan dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Satresnarkoba membongkar 724 kasus dengan mengamankan 940 tersangka.

Barang bukti yang disita pun tidak main-main, meliputi sabu-sabu dengan berat total 93,9 kilogram, puluhan ribu butir pil ekstasi, ganja seberat 7,7 kilogram, hingga ratusan ribu obat-obatan terlarang daftar G yang berpotensi merusak generasi muda.

Sementara itu kedepan ungkap Kapolrestabes Surabaya, tantangan baru muncul dengan adanya ancaman narkotika jenis baru yang disisipkan melalui cairan rokok elektrik atau vape.

“Meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus serupa di Surabaya, kewaspadaan tetap kami tingkatkan karena dampaknya yang sangat destruktif bagi kesehatan,” pungkas Kombes Luthfi. (*)

Kapolres Probolinggo Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat dan Purna Bakti Personel

PROBOLINGGO,
Kepala Kepolisian Resor Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif memimpin langsung upacara kenaikan pangkat anggota Polri periode 1 Januari 2026 dan purna bakti di lapangan upacara Mapolres Probolinggo, Kamis(1/1/2026).

Upacara ini dihadiri oleh pejabat utama, kapolsek jajaran, Bhayangkari serta anggota Polres Probolinggo. Total sebanyak 78 anggota mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dan 6 anggota yang melaksanakan purna bakti.

Dalam sambutannya, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengucapkan selamat kepada anggota Polres Probolinggo yang mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tingg.

“Saya ucapkan selamat untuk anggota yang mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi karena kenaikan pangkat ini bukan otomatis melainkan raport dan dedikasi anggota dalam menjalankan tugas dengan baik,” kata Kapolres.

AKBP Latif menyebut kenaikan pangkat membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang lebih besar, disiplin yang lebih tinggi serta tuntutan untuk lebih inovatif dan kreatif dalam melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Saya berharap momen kenaikan pangkat ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta dedikasi dalam pelaksanaan tugas ke depan, sehingga mampu mengemban amanah dan tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan tugas masing-masing,” tutur Kapolres Probolinggo.

Dalam kesempatan ini, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif juga melepas anggota yang purnabakti selama tahun 2025.

“Saya selaku Kapolres Probolinggo, mewakili seluruh personel Polres Probolinggo, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada personel yang memasuki masa purna bakti atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama bertugas demi kemajuan Polri yang kita banggakan,” kata AKBP Latif.

Kapolres Probolinggo berharap kepada segenap anggota yang telah purna tugas, agar tetap menjadi contoh dan teladan yang baik di lingkungan mereka tinggal.

“Meskipun sudah tidak aktif berdinas di Kepolisian, besar harapan kami agar tetap menjadi contoh dan teladan baik dalam bermasyarakat serta terus menjalin silaturahmi kepada anggota Polres Probolinggo,” pesan Kapolres.

Acara diakhiri dengan iring iringan personel yang melaksanakan wisuda purna bakti dengan menaiki becak yang dikayuh oleh Kapolres Probolinggo dan Pejabat Utama.(Ali)

Peresmian Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Cibabat,Sebagai Bagian Dari Penguatan Sistem Pelayanan Kesehatan Daerah

Cimahi,Kamis(01/01/2025)
Pemerintah Kota Cimahi meresmikan Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Cibabat sebagai bagian dari penguatan sistem pelayanan kesehatan daerah. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, di lingkungan RSUD Cibabat, Rabu (31/12), dan menjadi tonggak penting dalam upaya menjamin ketersediaan darah yang cepat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pelayanan darah merupakan elemen krusial dalam sistem kesehatan, terutama untuk menekan angka kematian ibu, mempercepat penanganan pasien gawat darurat, serta mendukung berbagai tindakan medis kritis. RSUD Cibabat, sebagai rumah sakit rujukan regional di Jawa Barat, memiliki peran strategis tidak hanya bagi warga Kota Cimahi, tetapi juga bagi pasien dari daerah sekitar.
Saat ini, UPD RSUD Cibabat telah beroperasi dan bermitra dengan lebih dari 15 rumah sakit lain. Keberadaan unit ini terbukti mampu menjadi penopang ketersediaan darah, khususnya ketika unit transfusi darah lain mengalami keterbatasan stok. Namun, tingginya kebutuhan darah, keterbatasan sarana prasarana, serta perkembangan teknologi pengolahan darah menjadi tantangan tersendiri yang menuntut peningkatan kapasitas layanan.
Pembangunan gedung UPD yang baru menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kelas UPD RSUD Cibabat dari pratama menjadi madya. Pembangunan dimulai pada 24 Juli 2025 dan rampung dalam waktu lima bulan, tepatnya pada 20 Desember 2025. Gedung baru seluas kurang lebih 600 meter persegi ini dirancang untuk mendukung proses pengolahan darah yang lebih modern, higienis, dan berstandar tinggi.
Dengan fasilitas tersebut, UPD RSUD Cibabat diharapkan mampu menghasilkan produk darah yang lebih beragam, aman, serta dapat didistribusikan dengan lebih cepat kepada pasien yang membutuhkan, baik di internal rumah sakit maupun di fasilitas kesehatan lain di wilayah Cimahi dan sekitarnya.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pembangunan UPD RSUD Cibabat merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan menyeluruh. Ia menekankan pentingnya rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun.
“Tujuan utama pembangunan UPD ini adalah menyelamatkan nyawa. Dulu, kebutuhan darah masyarakat Cimahi sering harus dipenuhi ke luar daerah, yang memakan waktu dan berisiko bagi pasien. Kini, pengolahan darah dapat dilakukan langsung di Cimahi,” ujar Ngatiyana.
Ia juga menyampaikan bahwa potensi pendonor darah di Kota Cimahi sangat besar. Ngatiyana menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, untuk menjadwalkan kegiatan donor darah secara terkoordinasi agar ketersediaan darah di UPD tetap terjaga.
Melalui peresmian UPD RSUD Cibabat ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap pelayanan darah semakin cepat, merata, dan berkualitas. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan layanan kesehatan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Achmad Syafei

Monitoring Malam Tahun Baru 2026 Pemkot Cimahi Bentuk Pengamanan di Sejumlah Titik Strategis.

Cimahi(01/01/2026)
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menggelar kegiatan Monitoring Malam Tahun Baru 2026 di wilayah Kota Cimahi pada Rabu (31/12/2025), yang dipusatkan di Plaza Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi, syukur, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menutup tahun 2025 dan menyongsong tahun 2026.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah berkontribusi membangun Kota Cimahi sepanjang tahun 2025. Ngatiyana juga menegaskan bahwa capaian pembangunan fisik yang telah rampung merupakan hasil kolaborasi bersama dalam 10 bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira.
“Hari ini, sejak pagi hari tadi kita sama-sama telah berkumpul, dan berkeliling mengecek serta meresmikan satu persatu pekerjaan fisik yang telah rampung pengerjaannya. Ini bukanlah sebuah seremoni belaka, tapi ini adalah momentum syukur sekaligus bentuk penghargaan bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Wali Kota.
Dirinya menambahkan, kebersamaan dan sinergi yang terjalin selama ini menjadi modal penting dalam menjalankan birokrasi dan tata kelola pemerintahan di Kota Cimahi. Momentum kebersamaan pada malam pergantian tahun juga ditandai dengan penayangan kaleidoskop perjalanan Pemerintah Kota Cimahi sepanjang tahun 2025.

“Pada malam hari ini pula, kita telah disuguhkan sajian tayangan rekap kaleidoskop perjalanan Pemerintah Kota Cimahi selama tahun 2025. Betapa terjal, berat, dan menantangnya jalan yang telah kita lalui, namun dengan saling berpegang erat sebagai satu kesatuan, maka tahun 2025 ini akan kita tutup bersama dengan senyum suka cita,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Ngatiyana menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama tahun 2025. Dirinya menegaskan bahwa seluruh capaian yang diraih bukanlah prestasi personal, melainkan hasil nyata kerja bersama.
“Semua yang hari ini telah kita capai dan raih bersama, bukanlah prestasi yang saya dan Pak Wakil torehkan. Melainkan hasil nyata pengabdian dan sumbangsih Bapak dan Ibu sekalian,” tegasnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh hadirin untuk menutup tahun 2025 dengan rasa syukur serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan masih akan terjadi hingga awal tahun 2026. Dirinya mengingatkan pentingnya empati kepada saudara-saudara di Pulau Sumatera yang masih terdampak bencana.
“Malam ini mungkin malam penuh sukacita, tapi jangan lupa bahwa di Pulau Sumatera sana, saudara kita hari ini masih terpuruk dalam kesulitan. Untuk itu, sebagai bentuk empati kita, saya menghimbau Bapak dan Ibu untuk tidak berlarut-larut dalam euforia yang berlebihan,” imbau Ngatiyana.
Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, pada malam pergantian tahun Pemkot Cimahi bersama Forkopimda melakukan pantauan dan pengamanan di sejumlah titik strategis. Pengamanan dilakukan melalui kolaborasi Pemkot melalui Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Kesehatan bersama Polres Cimahi, PMI Kota Cimahi, TNI serta unsur terkait lainnya.
“Bersama Dinas Perhubungan Kota Cimahi, kami telah menempatkan anggota tim di sejumlah titik yang disinyalir akan menjadi titik kemacetan. Totalnya mencapai 21 titik yang tersebar di seluruh Kota Cimahi mulai dari Cimahi Utara hingga Cimahi Selatan,” jelas Wali Kota.
Sebanyak 49 personel Dinas Perhubungan berkolaborasi dengan unsur pengamanan lainnya untuk bersiaga di titik-titik tersebut. Wali Kota Cimahi bersama jajaran Forkopimda juga melakukan pemantauan langsung ke beberapa pos pengamanan (Pospam), di antaranya Pospam Alun-Alun Kota Cimahi dan Pospam Cibeureum.
“Pada malam hari ini juga, kami dan segenap jajaran Forkopimda telah memantau secara langsung titik pengamanan yang bersiaga. Salah satu titik pos pengamanan di antaranya Alun-Alun Kota Cimahi, dan Pos Pengamanan Cibeureum,” ungkapnya.
Ngatiyana kembali mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, keselamatan, serta tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Dirinya menekankan pentingnya empati dan kebersamaan dalam menyongsong tahun 2026 agar Kota Cimahi ke depan menjadi lebih baik.
“Mudah-mudahan tidak ada yang berlebihan, mengingat bahwa saudara kita yang ada di Sumatera masih berduka terhadap musibah bencana banjir. Kita turut berprihatin juga, sehingga kita jangan berlebihan,” pungkas Wali Kota.
Rangkaian kegiatan malam pergantian tahun diawali dengan doa bersama lintas agama yang digelar secara sederhana di lingkungan Pemkot Cimahi, sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Kota Cimahi dan bangsa Indonesia. Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan monitoring lapangan ke Pospam Kelurahan Cibeureum dan Pospam Alun-Alun Kota Cimahi.

Achmad Syafei

Peresmian Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Cimahi, Memperkuat Sistem Layanan Perlindungan Sosial Bagi Masyarakat

CIMAHI,Kamis(01/01/2025) Pemerintah Kota Cimahi memperkuat sistem layanan perlindungan sosial melalui peresmian Rumah Singgah yang dikelola Dinas Sosial Kota Cimahi. Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat perlindungan sementara bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk lansia terlantar, penyandang disabilitas, warga yang mengalami krisis sosial, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Peresmian Rumah Singgah dilakukan langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Jumat (27/12). Peresmian ini dihadiri Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira, unsur Forkopimda, Sekda Kota Cimahi, para asisten, Camat, Lurah, Ketua RW dan RT setempat, dan tokoh masyarakat.
Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menata sistem penanganan warga rentan agar tidak lagi bersifat insidental, melainkan terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan. Selama ini, penanganan warga terlantar kerap menghadapi keterbatasan ruang, waktu, dan koordinasi lintas sektor. Dengan beroperasinya Rumah Singgah, pemerintah daerah memiliki titik layanan yang jelas sebagai tempat transit awal sebelum klien mendapatkan penanganan lanjutan sesuai kebutuhan masing-masing.
Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin, menjelaskan bahwa Rumah Singgah berfungsi sebagai pusat layanan sementara untuk asesmen awal. Setiap warga yang terjaring akan mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan sosial, serta pemeriksaan kondisi fisik dan psikologis. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, klien kemudian dirujuk ke layanan lanjutan, seperti fasilitas kesehatan, rehabilitasi sosial, pemulangan ke keluarga, atau rujukan ke lembaga terkait lainnya.
Totong juga menyebutkan bahwa pembangunan Rumah Singgah ini bukan sekedar domain fisik, melainkan momentum ditegakkannya keadilan sosial bagi kelompok yang termarginalkan. “Rumah singgah ini bukan sekadar tempat berteduh, tetapi bagian dari sistem layanan sosial yang terukur. Di sini dilakukan pendataan, asesmen, dan penentuan langkah penanganan lanjutan agar warga tidak kembali ke kondisi yang sama,” jelasnya.
Secara fisik, Rumah Singgah berdiri di atas lahan seluas 411,25 meter persegi dengan luas bangunan 221,94 meter persegi dan terdiri dari dua lantai. Fasilitas ini memiliki kapasitas maksimal lima orang dalam satu waktu, termasuk satu ruang khusus untuk ODGJ. Masa layanan dibatasi maksimal lima hingga tujuh hari, menyesuaikan hasil asesmen petugas sosial dan kondisi klien.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pembangunan Rumah Singgah merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan cepat bagi warga yang berada dalam situasi darurat sosial. Menurutnya, penanganan warga terlantar harus dilakukan secara manusiawi, namun tetap berbasis tata kelola yang jelas dan akuntabel.
“Rumah singgah ini bukan tempat penampungan permanen, tetapi ruang aman sementara. Di sini negara hadir untuk memastikan penanganan dilakukan secara tepat, terarah, dan bermartabat,” ujar Ngatiyana.
Ia menambahkan, keberadaan Rumah Singgah juga memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari perangkat kewilayahan, fasilitas kesehatan, hingga aparat penegak hukum. Dengan koordinasi tersebut, penanganan warga rentan tidak berhenti pada proses evakuasi, tetapi berlanjut hingga solusi jangka menengah yang berkelanjutan.
Ngatiyana juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung optimalisasi fungsi Rumah Singgah. Ia mengajak warga untuk aktif melaporkan jika menemukan lansia terlantar, ODGJ, atau warga yang membutuhkan pertolongan sosial agar dapat segera ditangani melalui jalur yang tepat.
Pemerintah Kota Cimahi berharap keberadaan Rumah Singgah dapat menjadi instrumen penting dalam menurunkan jumlah warga terlantar di ruang publik, sekaligus meningkatkan rasa aman dan ketertiban lingkungan. Lebih dari itu, Rumah Singgah diharapkan menjadi bagian dari sistem perlindungan sosial yang profesional, terukur, dan berorientasi pada pemulihan martabat manusia.

Achmad Syafei