Home Blog Page 1333

Brigadir “RR” Ajudan Istri Irjen Ferdy Sambo Resmi Di Tahan, TIMSUS BARESKRIM : Disangkakan Pasal 340 KUHP

0

JAKARTA – Ajudan istri Irjen Ferdy Sambo Putri Candrawathi, Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

“Namanya sudah ditahan, pasti sudah tersangka,” kata Ketua Tim Penyidik Timsus Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, saat dikonfirmasi di Bareskrim Polri, Minggu (7/8/2022).

Andi yang juga Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri itu menyebutkan, Brigadir RR disangkakan dengan Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana. Penahanan terhadap Brigadir RR, terhitung mulai Minggu (07/08) dan ditempatkan di Rutan Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Tim penyidik Timsus Bareskrim Polri telah menetapkan Bhayangkara Dua Richard Eliezir Pudihang Lumiu atau Bharada E sebagai tersangka, dengan sangkaan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Pasal ini berbeda dengan dengan yang disangkakan kepada Brigadir RR.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan polisi yang dilayangkan oleh pihak keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yakni terkait dugaan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP juncto 338, juncto 351 ayat (3) juncto 55 dan 56 KUHP.

Sumber : keterangan pers ketua timsus penyidik bareskrim polri BRIGJEN POL ANDI RIAN DJAJADI

Editor : dhw_robhin

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor, Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Serbaguna Desa Banjarbendo

SIDOARJO – Dengan Iringan Terbang Jidor Jama’ah Ishari Desa Banjarbendo, dan didampingi Camat Sidoarjo Gundari, Kepala Desa Banjarbendo Sugeng Bahagia serta beberap tokoh masyarakat Desa Banjarbendo, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP atau Gus Muhdlor menandai pembangunan gedung serbaguna Desa Banjar Bendo Kecamatan Sidoarjo dengan peletakan batu pertama, tepat di samping Balai Desa Banjar Bendo. Minggu, 7 Agustus 2022. Pukul 08.30 Wib

Kades Banjarbendo Sugeng Bahagia dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan Gus Bupati peserta rombongan. Menurutnya kedatangan pimpinan daerah seperti ini akan menambah semangat bagi desa untuk terus berkarya dalam pembangunan. Peletakan batu pertama pembangunan gedung serbaguna yang dilakukan bupati Gus Muhdlor merupakan bentuk apresiasi pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada pembangunan di Desa Banjar Bendo.” Sampainya

Masih kata Sugeng Bahagia, ia menyampaikan pembangunan gedung serbaguna diatas tanah 5000 meter persegi tahap pertama menggunakan anggaran dana BK dari Bupati sebesar, 1.2 Miliyar diantaranya Balai Kesehatan, Pujasera, gedung Olahraga.

“Nanti kita dahulukan khusus Balai Kesehatan, karena sangat penting bagi masyarakat yang tidak mampu di Desa Banjarbendo nantinya bisa berobat, dan nanti kita akan bekerjasama dengan Puskesmas”. Tambahnya Sugeng

Harapan saya tidak hanya gedung serbaguna saja, nanti kalau ada anggaran dana lagi demi kemajuan Desa Banjarbendo akan kita lanjutkan pembangunan sekolah TK dan Paud.” Pungkas Sugeng Kades Banjarbendo

Diwaktu berbeda, dihadapan para pengurus RT/RW dan perangkat Desa Banjarbendo, Gus Muhdlor menyampaikan jika selama ini pemerintah bercita-cita agar di beberapa titik desa yang jumlah penduduknya banyak dibangun sarana gedung serbaguna seperti ini.

Mengapa??

Karena keberadaan gedung serbaguna dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat. Salah satu contohnya untuk hajatan desa. Dengan keberadaan gedung serbaguna, tidak ada lagi upaya penutupan jalan untuk menggelar hajatan. Sehingga masyarakat atau warga pengguna jalan yang lain tidak merasa terganggu dengan harus mencari jalan alternatif.

“Maka dari itu hal ini yang menjadi dorongan bagaimana caranya kita membuat ruang atau tempat yang cukup besar yang bisa digunakan untuk aktivitas masyarakat di mana kegiatan masyarakat nanti akan terpusat pada tempat tersebut,” sampainya.

Masih kata Gus Muhdlor, ia mengatakan Sidoarjo ini adalah daerah yang besar, daerah yang kuat dan luas. Akan tetapi pilihan lokasi untuk mengumpulkan masyarakat itu susah. Sidoarjo ada beberapa desa dengan jumlah masyarakat yang cukup banyak. Jika seandainya tidak dibangun gedung serbaguna seperti ini akan susah jika ingin mengumpulkan masyarakat. Seperti di Waru, Taman yang mempunyai penduduk terpadat akan tetapi tanah TKD nya tidak ada. Begitu juga Prambon dan Tarik sehingga sangat diharapkan pembangunan gedung serbaguna seperti ini.

“Jika gedung ini sudah jadi maka gedung ini adalah dari, oleh dan untuk masyarakat Banjarbendo, untuk pembangunan ini akan kami kloningkan ke kecamatan yang lain dengan harapan beberapa tahun ke depan setiap kecamatan punya tempat umum baru, tempat olahraga baru yang bisa diakses semua orang,” ujarnya.

Bupati Gus Muhdlor menambahkan bahwa dukungan masyarakat itu sangat penting baik dalam setiap pembangunan di sebuah desa. Dukungan masyarakat secara langsung melalui BPD, RT/RW sehingga hal seperti ini yang harus ditampilkan dalam bentuk yang agak besar. Dengan begitu masyarakat mengerti karena menurutnya semakin masyarakat itu paham, maka semakin masyarakat itu akan mendukung setiap proyek yang ada di Desa, dan dapat dipastikan pembangunan desa akan berjalan dengan lancar. Untuk itu, politik partisipatif seperti ini sangat diperlukan karena dengan dukungan semuanya maka pembangunan ini akan cepat selesai.

“Pembangunan ini harus didukung dan menjaga apapun prosesnya karena gedung ini nanti bukan untuk kepala desa ataupun bupati akan tetapi untuk masyarakat Banjar Bendo, untuk itu dijaga sebaik mungkin diberikan dukungan apalagi yang disiapkan nanti bukan hanya gedung namun juga klinik kesehatan sekolah dan fasilitas umum lainnya,” tambahnya.

Di akhir sambutannya Gus Muhdlor menekankan kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Banjarbendo untuk menggunakan produk dari tempat kita sendiri. Atau dari dalam daerah sendiri karena hal ini menjadi semangat tersendiri bagi Kabupaten Sidoarjo.

Warga Desa Banjarbendo yang memiliki usaha dan cukup baik dapat dibantu Pemkab Sidoarjo dalam segi pemasarannya melalui E-Katalog. Saat ini Kabupaten Sidoarjo memiliki model baru dalam memperkenalkan produk-produk UMKM Sidoarjo. Dengan gerakan beli produk lokal akan mengangkat perekonomian di Sidoarjo. Perputaran uang berada di Kabupaten Sidoarjo sendiri. Dengan kata lain dari dan oleh serta untuk masyarakat Sidoarjo.

“Dengan gerakan beli produk lokal akan meminimalisir penggunaan uang di luar Sidoarjo serta dengan program UMKM naik kelas dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” sampainya (Yuli)

Patroli Skala Besar Polres Pasuruan Kota Antisipasi Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas

Polresta Pasuruan – Malam ini Polres Pasuruan Kota melaksanakan Apel gabungan Pleton Siaga 2 dan Pleton Siaga 4 di lapangan apel Polres Pasuruan Kota  dipimpin oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari S.H S.I.K, M.Si. dengan Perwira Pengendali Kasat Samapta AKP Yudi Prasetyo bersama Kasat Reskrim AKP Bima Sakti P.L. Sabtu (6/8/2022) Malam.

Dalam arahannya AKBP Raden Muhammad Jauhari S.H S.I.K, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan malam ini adalah dalam rangka menjawab keluhan masyarakat tentang balap liar yang mengganggu kenyamanan masyarakat pada jam istirahat dengan suara knalpot yang mengganggu. Khususnya di sepanjang jl Panglima Sudirman, Jalan Dr Wahidin S. Husodo, dan Jalan Achmad Yani serta Pelabuhan Kota Pasuruan.

“Apabila ditemui yang diduga para pembalap liar jalanan, para petugas melakukan penindakan jika mereka berhasil diamankan. Tidak usah melakukan pengejaran. Disamping itu tujuan kita melaksanakan patroli skala besar , antisipasi terjadinya tawuran antar pemuda pasca kejadian pengeroyokan, tidak menutup kemungkinan ada serangan balasan dan semoga tidak sampai terjadi.” Jelas Kapolres.

Dari operasi tersebut berhasil di amankan sebanyak 40 buah sepeda motor termasuk pengendaranya, setelah dilakukan penegakan hukum berupa tilang dan di lakukan upaya pembinaan. Mereka di ijinkan pulang dan kendaraan bisa di ambil setelah melaksanakan sidang di Pengadilan satu bulan ke depan.

Untuk pengambilan kendaraan setelah sidang diwajibkan kendaraan dikembalikan pada posisi standart dan orang tua wajib di hadirkan untuk upaya pembinaan agar ikut tanggung jawab menjaga putra- putra nya agar tidak berbuat hal yg mengganggu keamanan dan ketertiban. Imbuh  AKBP Raden Muhammad Jauhari S.H S.I.K, M.Si.(Tofa)

Polres Kediri Dan Jajaran Samping Lakukan Penyekatan Jalur Yang Akan Di lalui Oleh Simpatisan PSHT

0

KEDIRI – Polres Kediri melakukan penyekatan di beberapa jalur perbatasan. Penyekatan itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan oleh perguruan silat yang sedang melakukan konvoi.

Kasi Humas Polres Kediri Iptu Uji Langgeng mengatakan dalam melakukan penyekatan itu Polres Kediri juga melibatkan anggota Polsek dan TNI.

“Para personel yang terlibat pengamanan dan penyekatan ini berjaga dititik jalur rawan terjadinya hal yang tidak diinginkan,”kata Iptu Uji, Minggu (7/8/20202).

“Selain itu juga ada yang berjaga di kawasan simpang lima gumul dan jalur perbatasan Simpang Empat Papar Kediri dengan Ngronggot Nganjuk “tambahnya.

Disampaikan Iptu Uji Langgeng, para personel yang berjaga mengutamakan kualitas humanis. Sehingga masyarakat dapat merasa terayomi dan terlindungi.

“Penyekatan kita mengedepankan humanis kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat merasa nyaman, terayomi dan terlindungi,”jelasnya. (AGENG)

Editor : dhw_robhin

Kapolri Hadiri Khotmil Qur’an, Dari Polri untuk Negeri Di Ponpes Lirboyo Kediri

0

KEDIRI – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta rombongan pejabat Mabes Polri diantaranya Asrena Kapolri Irjen Pol Wahyu Hadiningrat, As SDM Kapolri Irjen Pol Wahyu Widada, Aslog Kapolri Irjen Pol R.P Argo Yuwono dan Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri dengan didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta Sabtu (6/7/2022) siang menghadiri “Khotmil Qur’an Dari Polri Untuk Negeri” dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kota Kediri.

Kedatangan Kapolri dan rombongan di Ponpes Lirboyo disambut hangat oleh sesepuh Ponpes Lirboyo diantaranya KH. M. Anwar Manshur, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. A. Hasan Syukri Zamzami Mahrus para Pengasuh dan santri Ponpes Lirboyo Kediri.

Dalam sambutannya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, bahwa saat ini kita telah berhasil menangani Covid -19 karena kerjasama kita bersama melalui gencarnya program vaksinasi dan kerja keras para Ulama yang membantu percepatan vaksinasi pada kalangan santri.

“Kegiatan ini merupakan wujud upaya dari Polri untuk meningkatkan sinergitas antara umaroh dengan ulama, karena seluruh tugas Polri dapat berjalan dengan baik tidak lepas dari doa dari para ulama,” ucap Kapolri.

“Menjelang pemilihan umum tahun 2024 yang rawan terjadi polarisasi masyarakat, hal tersebut dapat mengakibatkan perpecahan masyarakat di tengah situasi sulit yang dihadapi bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama sesepuh, pengasuh serta para santri Ponpes Lirboyo dan juga Forkopimda Kabupaten dan Kota Kediri. (Hms)

Editor : dhw_robhin

KHITANAN MASSAL PEMUDA PANCASILA RANTING LANGONSARI PAC KECAMATAN PAMEUNGPEUK

BANDUNG – Minggu, 7 Agustus 2022 bertempat di GOR Desa Langonsari Pemuda Pancasila ranting Langonsari mengadakan kegiatan khitanan massal. Hadir dalam acara tersebut H. Asep Romy S.E selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kab Bandung.

Rey, wakil ketua ranting Langonsari mengungkapkan,
” Khitanan massal ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu khususnya yatim piatu. PP bersinergi dengan kepala desa, pemerintahan setempat untuk kemajuan daerah sendiri, terutama untuk menilai bahwa organisasi ini bukan organisasi premanisme. PP juga akan berkolaborasi dengan karang taruna desa dalam kegiatan HUT RI.”Ungkap Rey Kepada Awak Media.

Kemudian Rey menambahkan,
“Kegiatan khitanan massal ini akan diadakan lagi sampai tahun depan, Kedepannya PP akan mengadakan acara sosial lainnya ke panti asuhan atau panti jompo dengan cara lainnya dan mengembangkan kader-kader yang ada di Langonsari.”Pungkas Rey. (ANDRI)

Editor : dhw_robhin

Kapolri Silaturahmi Dengan Masyayikh Dan Sesepuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri

0

KEDIRI – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta rombongan diantaranya Asrena Kapolri Irjen Pol Wahyu Hadiningrat, As SDM Kapolri Irjen Pol Wahyu Widada, Aslog Kapolri Irjen Pol R.P Argo Yuwono dan Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri dengan didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta serta pejabat utama Polda Jatim bersilaturahmi bersama Masyayikh dan sesepuh serta pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso Kabupaten Kediri. Sabtu (6/8/2022).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan dalam sambutannya, kegiatan ini merupakan wujud upaya dari Polri untuk meningkatkan sinergitas antara umaroh dengan ulama, karena seluruh tugas Polri dapat berjalan dengan baik tidak lepas dari doa dari para ulama.

“Selama dua tahun lebih Indonesia menghadapi pandemi Covid – 19, saat ini kita telah berhasil menangani Covid – 19 melalui gencarnya program vaksinasi, para ulama juga membantu percepatan vaksinasi pada kalangan santri,” tandasnya.

“Saat ini kita mengalami dampak dari invasi Rusia ke Ukraina yang menyebabkan kelangkaan pangan dan energi yang dirasakan oleh seluruh dunia termasuk Indonesia,” tambahnya Kapolri dalam penyampaiannya saat di Pondok pesantren Al Falah Ploso, Kediri.

Lebih lanjut, Jenderal Listyo menyampaikan. Menjelang pemilihan umum tahun 2024 yang rawan terjadi polarisasi masyarakat akibat Politik identitas.

“Hal tersebut dapat mengakibatkan perpecahan masyarakat di tengah situasi sulit yang dihadapi bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dengan KH. Nurul Huda Djazuli (Masyayikh Ponpes Al Falah), Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli (Masyayikh Ponpes Al Falah), para sesepuh dan pengasuh Ponpes Al Falah serta Forkopimda Kabupaten dan Kota Kediri. (Hms)

Editor : dhw_robhin

Polres Jember Berhasil Amankan 15 Terduga Pelaku Pembakaran, 9 Diantaranya Resmi Tersangka

0

JEMBER – Gerak cepat dan kerja keras Jajaran Polres Jember dalam melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa pembakaran dan juga penjarahan yang dialami oleh warga di Padukuhan Patungrejo dan warga Padukuhan Dampikrejo di Dusun Baban Timur Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Jember, akhirnya membuahkan hasil.

15 orang berhasil diamankan dan digelandang ke Mapolres Jember, tidak hanya itu, 9 orang sudah dipastikan sebagai tersangka dimana salah satunya adalah penggerak atau provokator dalam kerusuhan, yakni J (55) warga Banyuwanyar Kecamatan Kalibaru Banyuwangi.

“Benar kami sudah mengamankan 15 orang pelaku kerusuhan di Padukuhan Patungrejo dan Dampikrejo, kesemuanya berasal dari Kecamatan Kalibaru Banyuwangi, dan hanya 1 orang yang berasal dari Sampang Madura,” ujar Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo SIK. SH Sabtu (6/8/2022).

Dari 15 orang yang digelandang ke Mapolres Jember, 9 diantaranya sudah dipastikan sebagai tersangka, sedangkan 6 lainnya sebagai saksi dan akan segera dipulangkan ke rumahnya. “Dari pemeriksaan yang kami lakukan, 9 orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka, sedangkan sisanya yang 6 orang sebagai saksi, dan akan segera kami pulangkan ke rumahnya,” jelas Kapolres.

Ke 9 pelaku yang sudah ditetapkan tersangka diantaranya J warga Banyuanyar Kalibaru yang berperan memprovokasi warga, S (39) warga Kalibaru Manis Kalibaru yang bertugas membakar rumah Ali dan ikut merusak rumah lainnya, M (42) warga Desa Tobai Timur Kecamatan Sokabanah Sampang Madura yang membakar rumah Salam, A (45) warga Banyuanyar Kalibaru yang berperan membakar sepeda motor di rumah Ali.

Selanjutnya MS (37) warga Kalibaru Manis, M (35) warga Desa Kebunrejo Kalibaru, W (39) warga Banyuanyar Kalibaru, G (39) warga Kalibaru Manis, dan S (51) warga Kalibaru Manis.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, polisi menjerat ke 9 tersangka dengan pasal berlapis, yakni Pasal 187 ayat (1) KUHP jo.Pasal 55, 56 KUHP dan atau Pasal 170 ayat 1e KUHP dan atau Pasal 365 ayat (2) KUHP Jo. Pasal 64, 65 KUHP. Dimana ancaman pidana untuk Pasal 187 ayat (1) KUHP maksimal 12 tahun penjara, ancaman pidana untuk Pasal 170 ayat 1e KUHP maksimal 7 tahun penjara dan ancaman pidana Pasal 365 ayat (2) KUHP maksimal 12 tahun penjara

Kapolres juga menjelaskan, bahwa motif dari para pelaku melakukan pembakaran dan penjarahan di Padukuhan Patungrejo dan Dampikrejo, adalah sakit hati atas penganiayaan yang dilakukan oleh Ali warga setempat yang telah melakukan penganiayaan terhadap Haji Suhar dan 3 temannya pada 3 Juli 2022 lalu.

Bahkan dari penganiayaan yang dilakukan oleh Ali, Haji Suhar mengalami luka bacok di kepalanya, Ali sendiri usai menganiaya korbannya langsung diamankan oleh petugas dari Polsek Sempolan Jember.

Namun meski Ali selaku penganiayaan sudah diamankan, hal ini masih belum diterima oleh salah satu anak Haji Suhar, dan menghubungi J untuk melakukan membalaskan dendam, sehingga J, langsung menghubungi dan menggerakan anggotanya untuk melakukan perusakan dan pembakaran di rumah Ali dan juga rumah Salam dan Yono yang juga tetangga Ali. (Hms)

Editor : dhw_robhin

PAN DPW JABAR ADAKAN PELATIHAN SAKSI TINGKAT DAERAH

KOTA BANDUNG – Sabtu, 6 Agustus 2022 DPW PAN JABAR ( Badan Saksi Wilayah ) Mengadakan Pelatihan Saksi Tingkat Daerah di Kantor DPW PAN JABAR Jalan BKR Kota Bandung.

Pelatihan Saksi Tingkat Daerah ini Di Hadiri Oleh Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno, Yandri Susanto Ketua KPPN merangkap sebagai Wakil Ketua MPR RI , Ketua DPW PAN JABAR Desi Ratnasari, Sekwil DPD PAN JABAR Hasbulloh dan para DPD PAN Kabupaten/Kota Se- Jawa Barat.

Adapun Pemateri yang memberikan Pelatihan Saksi ini berasal dari KPUD dan BAWASLU JABAR Bapak Endun dan Bapak Zaky.

Sementara itu menurut Ketua Badan Saksi Wilayah Abdurrahman T Pratomo menurut beliau Program Pelatihan Saksi ini merupakan Program Saksi Nasional ini adalah Program DPP ini yang tentunya Badan Saksi Wilayah menindaklanjuti Program DPP

Adapun Tujuan nya adalah melatih tenaga Saksi di daerah -daerah untuk nanti bisa mentraining lagi saksi -saksi ditingkat DPD dan DPC , tentunya saksi -saksi yang kita didik ini bisa memenuhi harapan Partai Politik kita yaitu PAN untuk bisa mengawal apa yang bisa di lakukan di TPS , tugas dan kewajiban yang telah diberikan dalam materi ini yaitu : Mengawasi, mencermati, dan melakukan pengamatan terhadap hasil penghitungan suara.

Lanjut beliau Jika ada temuan kecurangan di lapangan saksi telah di didik itu bisa melakukan Advokasi di lapangan terhadap kecurangan -kecurangan tersebut dan melaporkan kepada DPD-DPD kemudian DPD akan melaporkan ke Wilayah dan Nanti Wilayah yang akan menindaklanjuti tindakan kecurangan tersebut. Tentu nya berbasis Data .

Pelatihan Saksi ini dihadiri Oleh 27 DPD Kabupaten/Kota Se- Jawa Barat masing-masing DPD itu mengirim tiga tenaga Saksi dari Unsur KPPD , Badan Saksi Daerah dan tenaga bergerak tiga badan ini kita ambil satu-satu karena ini target nya berkaitan dengan pemenangan pemilu Suara PAN 2024.

Beliau berharap target nya adalah dengan pelatihan ini bisa memenuhi harapan DPP untuk Provinsi paling tidak 12 kursi dan untuk DPR RI nya sesuai Dapil masing-masing satu kursi setiap Dapil harapan nya 15 kursi , pungkasnya. (ANDRI)

Editor : dhw_robhin

Bupati Bandung Ngamumule Desa, Di Desa Rawabogo Ciwidey

BANDUNG – Bupati Bandung
H.M.Dadang Supriatna kembali melaksanakan program Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa) ke-10 di Desa Rawabogo Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Rabu (03/08/2022).

Pada kegiatan tersebut Bupati menyempatkan diri untuk menginap di rumah salah satu warga bernama Masri di Kampung Cangkore RW 15 Desa Rawabogo.

Pada rangkaian kegiatan Bunga Desa ini, Bupati Bandung bersama jajaran Perangkat Daerah lebih dahulu melaksanakan pertemuan dengan ratusan warga di Desa Rawabogo dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat disana.

Bupati Dadang Supriatna pun terlihat komunikasi dengan masyarakat setempat dalam berbagai hal, terkait dengan program Pemkab Bandung. Mulai dari program pemberian pinjaman dana bergulir tanpa bunga, insentif guru ngaji, hingga membahas kartu tani si Bedas. Dadang mengungkapkan, jika masyarakat sakit cukup pakai kartu BPJS.

“Jika ada pihak rumah sakit yang menyepelekan pasien, warga minta segera lapor kepada saya. Nanti Kepala Rumah Sakitnya, saya hentikan,” tandas Dadang Supriatna di hadapan ratusan warga di Desa Rawabogo.

Bupati Bandung pun menyampaikan program pendidikan yang berkaitan dengan muatan lokal. Mulai dari pendidikan Bahasa Sunda, mengaji dan menghafal Alquran. Lebih penting lagi warga memahami tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945.

Menurutnya, melalui program muatan lokal itu, salah satunya adalah program guru ngaji. Dimana para ustadz hadir selama dua jam setiap minggunya untuk mengajar ngaji di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berharap pelaksanaan program bunga desa ini dapat dilaksanakan di 280 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bandung.

Selain itu Ia mengatakan, dirinya melaksanakan program Bunga Desa diantaranya bertujuan untuk memastikan program kartu tani.

“Apakah kartu tani si Bedas itu sampai kepada masyarakat? Makanya, saya ingin mendengar langsung dari masyarakat, tidak hanya dari kepala dinas,” ucap Dadang Supriatna.

Ia pun mengapresiasi petani milenial yang sudah mengkritisi program kartu tani. Sebelumnya, petani milenial mengkhawatirkan data yang masuk dalam rencana penerima program kartu tani si Bedas, dimanfaatkan oleh pihak lain untuk kepentingan yang kurang baik.

Dalam hal program kredit bergulir, Bupati mengatakan, program kredit bergulir bisa digunakan untuk kelompok usaha bersama dan dimanfaatkan untuk usaha para pemuda milenial dalam mengembangkan usahanya.

“Teknisnya ada di pihak bank untuk mendapatkan pinjaman dana bergulir tersebut,” katanya.

Dalam sesi diskusi dengan masyarakata, Bupati Bandung pun langsung menanggapi adanya keluhan warga terkait adanya kerusakan jalan di desa Rawabogo. “Sebagai bentuk nyata ayo kita turun ke lapangan dan langsung kerjakan perbaikan jalan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, A Tisna Umaran memberikan penjelasan terkait dengan kartu tani Si Bedas. Menurutnya, latar belakang bupati menggulirkan kartu tani si Bedas adalah janji politik.

“Bahwa negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Tisna mengatakan persoalan petani itu krusial di antaranya rugi, selain untung.

“Kewenangan Kabupaten Bandung dibatasi, dan Pemkab Bandung tak bisa mensubsidi karena hal tersebut merupakan kewenangan pusat,” katanya.

Oleh karenanya, Tisna pun mengajak kepada masyarakat untuk NU berdiskusi dalam mensikapi persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan Kartu Tani Si Bedas. (ANDRI)

Editor : dhw_robhin